1,721,308 research outputs found

    Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Materi Pythagoras Berbasis Scientific Approach Berorientasi Discovery Learning untuk Siswa Kelas VIII

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang berbasis scientific approach dan berorientasi pada discovery learning untuk siswa kelas VIII SMP yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) yang menggunakan model pengembangan Plomp. Tahapan pengembangan model Plomp antara lain, (1) fase investigasi awal, (2) fase desain, (3) fase realisasi/ konstruksi, (4) fase tes, evaluasi, revisi, (5) fase implementasi. Produk dari penelitian ini berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) . Subjek coba pada peneliotian ini adalah siswa kelas VIII-C SMPN 1 Jenggawah tahun ajaran 2015-2016. Berdaskan proses validasi dan ujicoba yang dilaksanakan, diperoleh bahwa LKS, RPP, dan THB memenuhi kriteria valid, praktis dan efektoif

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Scientific Approach dengan Discovery Learning Terintegrasi HOTS Materi Pola Bilangan Kelas VII SMP

    No full text
    Pergantian Kurikulum 2013 dengan menggunakan pendekatan ilmiah atau scientific approach pada pelaksanaan pembelajaran di Indonesia saat ini menjadi salah satu cara yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Salah satu pendekatan pembelajaran yang berkarakter ilmiah adalah pendekatan discovery learning. Berdasarkan survey awal peneliti, guru membutuhkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam proses pembelajarannya di kelas pada sekolah-sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis scientific approach, yaitu terdapat tahapan 5M (Mengamati, Menanya, Menalar, Mencoba, dan Mengkomunikasikan) dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning dimana tahap-tahap discovery learning akan dimunculkan dari identifikasi masalah, pembuktian sampai dengan kesimpulan. Selain itu, akan diintegrasikan keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan menganalisis, mengevaluasi serta kegiatan mencipta. Pengembangan perangkat pembelajaran dengan menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari 5 fase, yaitu: (1) preliminary investigation (investigasi awal), (2) fase design (desain), (3) fase realization/ construction  (realisasi/ konstruksi), (4) fase  test, evaluation, and revision (tes, evaluasi, dan revisi), dan (5) Fase implementation (implementasi). Penelitian pengembangan ini pada materi Pola bilangan di Kelas VII SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran memenuhi tiga kriteria, yaitu valid, praktis dan efektif sehingga perangkat pembelajaran ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan yang sering dihadapi guru maupun siswa

    Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Materi Perbandingan dan Skala Berbasis Scientific Approach yang Berorientasi

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada materi perbandingan dan skala berbasis Scientific Approach berorientasi Problem Based Learning yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah model penelitian pengembangan Plomp. Tahap-tahap yang dilalui untuk mendapatkan LKS dan RPP yang valid, praktis dan efektif antara lain, (1) tahap investigasi awal; (2) tahap perancangan; (3) tahap realisasi; (4) tahap tes, evaluasi, dan revisi; (5) tahap implementasi. Materi pembelajaran yang dikembangkan adalah perbandingan dan skala. Ujicoba dilakukan pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Jenggawah. Instrumen yang digunakan adalah instrumen validasi LKS, RPP, dan THB; instrumen observasi aktivitas guru, instrumen observasi aktivitas siswa, dan lembar angket respon siswa. Pengembangan LKS dan RPP berbasis Scientific Approach yang berorientasi Problem Based Learning mempunyai koefisien validitas sebesar 0,91 untuk RPP; 0,93 untuk LKS; dan 0,91 untuk THB. Tingkat pencapaian aktivitas guru pada pertemuan pertama hingga pertemuan keempat berturut-turut: 90,8%, 89,2%, 87,5%, dan 90% dengan kategori baik pada setiap pertemuan. Persentase aktivitas siswa pada pertemuan pertama hingga pertemuan keempat berturut-turut: 81,3%, 88,5%, 89,1%, dan 91,1%, sehingga persentase aktivitas siswa pada keempat pertemuan dapat dikategorikan baik. Dari analisis data THB diperoleh data ketuntasan hasil belajar 80% siswa yang mengikuti pembelajaran mampu mencapai tingkat penguasaan materi skor minimal 68. Sedangkan dari analisis angket respon siswa diperoleh persentase sebesar 81% siswa yang memberi respon positif. Maka pengembangan LKS dan RPP materi perbandingan dan skala berbasis Scientific Approach yang berorientasi Problem Based Learning telah memenuhi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan

    Perbedaan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Antara Siswa yang Diajar Menggunakan Metode Accelerated Teaching dan Siswa yang Diajar Menggunakan Metode Ekspositori pada Sub Pokok Bahasan Luas Permukaan Kerucut di Kelas IX SMP Negeri 11 Jember Tahun Ajaran 2014/2015

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajar menggunakan metode Accelerated Teaching dan siswa yang diajar menggunakan metode ekspositori. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 11 jember. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX A dan IX B yang masing-masing berjumlah 40 orang yang didapat dari uji kemampuan awal siswa terhadap matematika dengan menggunakan uji homogenitas. Dengan menggunakan metode undian, didapat kelas IX A diajar menggunakan metode Accelerated Teaching sedangkan kelas IX B diajar menggunakan metode ekspositori. Setelah diberi perlakuan yang berbeda tersebut kedua kelas kemudian diberi soal tes kemampuan berpikir kreatif yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kemampuan berpikir kreatif matematika mereka setelah diajar dengan menggunakan metode pembelajaran tersebut. Dari hasil yang didapat maka dapat diketahui ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa dan mana yang lebih baik, tingkat kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajar menggunakan metode Accelerated Teaching atau siswa yang diajar menggunakan metode ekspositori. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika antara siswa yang diajar menggunakan metode Accelerated Teaching dan siswa yang diajar menggunakan metode ekspositori, serta pengajaran dengan metode Accelerated Teaching memiliki kemampuan berpikir kreatif lebih baik jika dibandingkan dengan pengajaran dengan metode ekspositori

    Hasil Belajar Siswa Pada Sub Pokok Bahasan Persamaan Linier Satu Variabel Di Kelas VII H Semester Ganjil SMPN 7 Jember Tahun Ajaran 2015/2016

    No full text
    Model pembelajaran berbasis masalah atau dikenal dengan Problem Based Instruction (PBI) selalu menyajikan masalah dalam kehidupan nyata atau sebenarnya, model pembelajaran ini membawa siswa dalam proses menemukan dan juga menyelidiki. Adapun langkah – langkah dalam model pembelajaran ini adalah mengarahkan siswa kepada masalah, mengorganisasi siswa untuk belajar, membantu independent dan group investigation, mengembangkan dan mempresentasikan artifact dan exhibits, serta menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. penelitian ini menggunakan dua siklus, yang masing- masing terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan relfleksi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian mengadaptasi model penelitian tindakan Hopkins, yang setiap siklusnya terdiri dari empat fase atau tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi kemudian diikuti siklus berikutnya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dokumentasi, dan wawancara. persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada siklus 1 mencapai 56,8%, 19 siswa yang tidak tuntas, sedangkan pada siklus 2 persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal mencapai 93,18%, 3 siswa yang tidak tuntas

    MAKNA PERSAHABATAN HOBRI DAN TARIPOL DALAM NOVEL SIRKUS POHON KARYA ANDREA HIRATA (Kajian Sosiologi Sastra)

    Full text link
    Nindyawati, Siska. 2018. " The Meaning of Friendship between Hobri and Taripol in Tree Circus Novel by Andrea Hirata: Study of Sociology of Literature”. Skripsi. Bachelor’s Degree Program in Indonesian Literature. Faculty of Humanities, Diponegoro University. Semarang. Advisors: I Dr. M. Abdullah, M.A., II Laura Andri R.M., S.S., M.A. Tree Circus Novel by Andrea Hirata tells about the struggle of a male figure named Hobri in finding a job and realizing his dream. The process of realizing the dream is related to the friendship between Hobri and Taripol. The writer tries to research and reveal the meaning of social friendship formed by the two figures. The writer uses the structure theory of fiction and sociology of literature approach to analyzing the meaning of friendship. The theory of fictional structure is used to analyze the structure of the story. As for the structure of the story related to the writer’s research, the theme, character and characterization, flow and channeling, also background. Analysis of the meaning of friendship using Gottman and Parker's friendship function theory. The method used in this research is descriptive-qualitative method. The results of the analysis on the Tree Circus Novel by Andrea Hirata is the meaning of friendship between the figures of Hobri and Taripol. It can be seen based on the attitudes and behaviors of the two figures who provide mutual support either physically or ego, provide stimulation in developing their talents, and a close friendship. The willingness to sacrifice and give trust in a friendship can strengthen the relationship. Keywords: Novel, Structural, Sociology of Literature, The Meaning of friendship

    Profil Siswa Kelas IX dalam Memecahkan Masalah Bangun Ruang Sisi Lengkung Ditinjau dari Gaya Kognitif Reflektif dan Impulsif di MTs Negeri Jember 1

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil siswa kelas IX dalam memecahkan masalah bangun ruang sisi lengkung ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif di MTs Negeri Jember 1. Jadi, pendeskripsian pada penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan gambaran mengenai siswa dengan gaya kognitif reflektif dan siswa dengan gaya kognitif impulsif dalam memecahkan masalah bangun ruang sisi lengkung berdasarkan kemampuan pemecahan masalah matematikanya. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa siswa dengan gaya kognitif reflektif memiliki beberapa kecenderungan dalam memecahkan masalah bangun ruang sisi lengkung yaitu cenderung dapat memahami dan memecahkan permasalahan, membutuhkan waktu yang lebih lama daripada siswa dengan gaya impulsif dalam memahami dan memecahkan permasalahan, dapat menuliskan langkah-langkah pemecahan masalah dengan runtut dan benar, serta teliti dalam melakukan pemecahan masalah sehingga hasil akhir benar . Sedangkan untuk siswa dengan gaya kognitif impulsif memiliki beberapa kecenderungan dalam memecahkan masalah bangun ruang sisi lengkung yaitu cenderung tidak dapat memahami dan memecahkan permasalahan, tidak dapat menuliskan langkah-langkah pemecahan masalah dengan runtut dan benar, tidak menguasai rumus untuk diaplikasikan ke soal cerita, serta tidak teliti dalam melakukan pemecahan masalah sehingga hasil akhir salah

    Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) Matematika Berbasis Scientific Approach Berorientasi Inquiry Learning Pada Pokok Bahasan Perbandingan untuk Siswa Kelas VII SMP

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan RPP dan LKS yang berbasis scientific approach dengan orientasi inquiry learning pada materi perbandingan untuk siswa kelas VII SMP yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (development research) menggunakan model Plomp. Tahapan proses pengembangan model Plomp yaitu fase investigasi awal (preeliminary investigation), fase desain (design), fase realisasi/konstruksi (realization/construction), fase tes, evaluasi, dan revisi (tes, evaluation, and revision), dan fase implementasi. Produk dari penelitian ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-C SMP Negeri 1 Jenggawah tahun ajaran 2015-2016. Berdasarkan hasil analisis kevalidan perangkat pembelajaran, koefisien validitas RPP sebesar adalah 0,95, koefisien validitas LKS adalah 0,95 Berdasarkan penilaian pengamat aktivitas guru, pada pertemuan pertama sampai keempat aktivitas guru adalah 91,67%, 88,89%, 90,28%, 94,44% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil analisis aktivitas siswa, diperoleh presentase aktivitas siswa pada pertemuan pertama sampai keempat sebesar 88,54%, 86,92%, 82,75%, 84,38% dengan kategori baik pada tiap pertemuan. Berdasarkan hasil analisis data tes hasil belajar 83% siswa mencapai skor ≥68 (KKM sekolah). Berdasarkan hasil analisis angket respon siswa diperoleh presentase sebesar 88,15% siswa yang memberikan respon positif. Berdasarkan hasil proses validasi dan uji coba perangkat pembelajaran dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran telah sesuai dengan kriteria valid, praktis, dan efektif

    Penalaran Logis dalam Memecahkan Masalah Matematika Pokok Bahasan Aritmatika Sosial pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Jember

    No full text
    Penelitian ini berhubungan dengan Penalaran Logis dalam Memecahkan Masalah Matematika Pokok Bahasan Aritmatika Sosial pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penalaran logis siswa dalam memecahkan masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan ialah tes dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, dalam memecahkan permasalahan dari tes penalaran logis pokok bahasan aritmatika, kecenderungan siswa mampu memenuhi keseluruhan indikator penalaran logis. Siswa mampu melakukan setiap tahapan penalaran logis dengan baik. Indikator penalaran logis yang dimaksud yaitu siswa mampu mengumpulkan fakta, siswa mampu membangun dan menetapkan asumsi, siswa mampu menilai atau menguji asumsi, siswa mampu menetapkan generalisasi, siswa mampu membangun argumen yang mendukung, siswa mampu memeriksa atau menguji kebenaran argumen, dan siswa mampu menetapkan kesimpulan

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika pada Model MEA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil dari pengembangan perangkat pembelajaran matematika pada model MEA (Means-Ends Analysis) berbasis scientific approach pokok bahasan peluang untuk siswa SMA kelas X. Perangkat yang dikembangkan pada penelitian ini adalah rencana pelaksanaan pembelajaran, buku siswa, buku guru, lembar kerja siswa dan tes hasil belajar. Perangkat pembelajaran matematika dikembangkan berdasarkan standart dari model MEA berdasarkan scientific approach. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D Thiagarajan and Sammel &Samel. Empat tahap terdiri dari tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebaran. Produk perangkat pembelajaran matematika pada model MEA berbasis scientific approach pokok bahasan peluang yang didasarkan pada validasi telah memenuhi kriteria kepraktisan, dan keefektifan
    corecore