2 research outputs found

    PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARE (Momordica charantia L.)

    No full text
    Bitter melon (Momordica charantia L.) is a horticultural commodity in the vegetable category which has high economic value. Bitter melon production can be increased in several ways, namely providing rabbit urine and manure. This research aims to determine the impact of applying rabbit urine and manure on the growth and yield of bitter melon plants. The research was conducted in Panjerejo Village, Ngunut District, Tulungagung Regency. This research was conducted using the Split Plot method with two treatment and control factors. The treatment used was giving various concentrations of rabbit urine as the main plot and various types of manure as sub plot. Rabbit urine concentration consists of four levels, namely: U0= 0 ml/l, U1= 10 ml/l, U2= 20 ml/l, and U3= 30 ml/l. There are three levels of manure, namely: K1= chicken manure, K2= cow manure, and K3= bat manure. Meanwhile, the control used in this research was the provision of NPK fertilizer as a comparison. The results showed that the combination of a rabbit urine concentration of 20 ml/l and cow manure increased the number of flowers. Treatments with a rabbit urine concentration of 20 ml/l and cow manure each also showed an increase and give significant effect in several parameters. Keywords : bitter melon, rabbit urine, manur

    PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARIA (Momordica charantia L.)

    No full text
    Tanaman paria (Momordica charantia L.) merupakan komoditas hortikultura sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produksi tanaman paria dapat ditingkatkan melalui beberapa cara di antaranya dengan pemberian urin kelinci dan pupuk kandang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian urin kelinci dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman paria. Penelitian dilakukan di Desa Panjerejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor perlakuan dan kontrol. Konsentrasi urin kelinci sebagai petak utama (main plot) dan macam pupuk kandang sebagai anak petak (sub plot). Konsentrasi urin kelinci terdiri dari empat taraf yaitu: U0= 0 ml/l, U1= 10 ml/l, U2= 20 ml/l, dan U3= 30 ml/l. Macam pupuk kandang terdiri dari tiga taraf yaitu: K1= pupuk kandang ayam, K2= pupuk kandang sapi, dan K3= pupuk kandang guano. Kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk NPK. Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan konsentrasi urin kelinci dan macam pupuk kandang terhadap parameter jumlah bunga tanaman paria saja. Pupuk kandang sapi meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, jumlah buah/tanaman, dan diameter yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk kandang ayam. Perlakuan konsentrasi urin kelinci 20 ml/l memberikan hasil yang tidak berbeda dengan perlakuan konsentrasi 10 ml/l dan 30 ml/l pada parameter panjang tanaman, jumlah bunga betina, diameter buah dan jumlah buah/tanaman
    corecore