94 research outputs found
TRANSFORMASI SANGKURIANG DALAM GODI SUWARNA (Transformation of Sangkuriang in Godi Suwarna’s)
Sangkuriang dikenal sebagai tokoh dalam legenda orang Sunda. Tokoh ini kemudian banyak ditransformasikan ke dalam berbagai karya sastra. Salah satu karya sastra yang mentransformasikan tokoh ini adalah fiksi mini karya Godi Suwarna. Enam karyanya dalam buku Lalakon Awon, Godi Suwarna mentransformasikan tokoh ini menjadi seorang tukang perahu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur teks, transformasi, dan pemaknaannya. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa struktur cerita Sangkuriang bentuknya sederhana, baik dari segi alur, tokoh, maupun latarnya. Selain itu, transformasi ditengarai terjadi berupa ekspansi dan konversi. Adapun makna yang didapatkan umumnya tentang kearifan memaknai hidup.Abstract: Sangkuriang is known as a main figure in the legend of the Sundanese people. The figure has been transformed into various literary works. One of the literary works transforming it is a short fiction by Godi Suwarna. In the six works in the book of “Lalakon”, he transformed the figure into a boatman. This study aims to describe the structure of the text, the transformation, and the meaning. The result of the research finds that the structure of the Sangkuriang story is simple in terms of plot, character, and its background. In addition, the transformations occur in the form of expansion and conversion. Moreover, the meaning of the stories is mostly about life wisdom
PANDANGAN DUNIA ORANG SUNDA DALAM TIGA NOVEL INDONESIA TENTANG PERANG BUBAT (Sundanese World View in Three Indonesian Novels about Bubat War)
Penelitian ini membahas pandangan dunia orang Sunda yang terdapat dalam tiga novel Indonesia tentang Perang Bubat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan struktural. Melalui analisis terhadap alur dan pengaluran, penokohan, latar, serta sudut pandang, penulis menggali pandangan dunia orang Sunda yang hadir dalam ketiga novel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ketiga novel tersebut, para tokohnya memperlihatkan pola tindak, pola tutur, dan pola pikir yang mengarah pada pandangan dunianya tentang kepemimpinan dan harga diri; perempuan dan arti cinta, kepasrahan, serta kebahagiaan. Hal tersebut ditunjukkan oleh para tokoh setelah melalui berbagai peristiwa yang kemudian mengubah jalan hidup mereka karena terjadi konflik dalam Perang Bubat.Abstract: This research discusses Sundanese world view in three Indonesian novels about Bubat War. This study uses qualitative methods and structural approaches. Through the analysis of plot, characterization, setting, and point of view, the author explores the Sundanese world view presented in the three novels. The results reveal that in the three novels, the characters show the act pattern , speech pattern, and mindset leading their world view on leadership and self-esteem: women as well as the meaning of love, surrender, and happiness. Those are shown by the characters through series of events changing their lives because of conflict in Bubat War
PANDANGAN DUNIA ORANG SUNDA DALAM TIGA NOVEL INDONESIA TENTANG PERANG BUBAT (Sundanese World View in Three Indonesian Novels about Bubat War)
Penelitian ini membahas pandangan dunia orang Sunda yang terdapat dalam tiga novel Indonesia tentang Perang Bubat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan struktural. Melalui analisis terhadap alur dan pengaluran, penokohan, latar, serta sudut pandang, penulis menggali pandangan dunia orang Sunda yang hadir dalam ketiga novel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ketiga novel tersebut, para tokohnya memperlihatkan pola tindak, pola tutur, dan pola pikir yang mengarah pada pandangan dunianya tentang kepemimpinan dan harga diri; perempuan dan arti cinta, kepasrahan, serta kebahagiaan. Hal tersebut ditunjukkan oleh para tokoh setelah melalui berbagai peristiwa yang kemudian mengubah jalan hidup mereka karena terjadi konflik dalam Perang Bubat.Abstract: This research discusses Sundanese world view in three Indonesian novels about Bubat War. This study uses qualitative methods and structural approaches. Through the analysis of plot, characterization, setting, and point of view, the author explores the Sundanese world view presented in the three novels. The results reveal that in the three novels, the characters show the act pattern , speech pattern, and mindset leading their world view on leadership and self-esteem: women as well as the meaning of love, surrender, and happiness. Those are shown by the characters through series of events changing their lives because of conflict in Bubat War.</jats:p
Kajian Akurasi Geometrik Citra Spot Hasil Othorektifikasi dengan Titik Kontrol Hasil Triangulasi Citra Satelit
The research interest is to orthorectify 14 scenes of SPOT2 and SPOT4 multispectral images which covered West Java Province. Scenes composition can forms a large block of satellite images without any gaps making it possible to perform block triangulation. The term block triangulation or space triangulation is the process of establishing a mathematical relationship between the satellite images contained in a project, the camera or sensor model, and the ground. The output of space triangulation is required as input for the orthorectification process. Ground Control Point (GCP) was collected from topographic 1:25.000 scale map and elevation data was extracted from DEM that was derived from contour line with the same scale. The space triangulation were processed with various GCP and Tie Points (TP) configuration, consists of the minimum configuration, along block perimeter only, regularly spaced half-scene and regularly spaced one-third scene. Each configuration consists of some modified configuration based on TP implementation. The accuracy of block triangulation is measured using 244 Check Points (CP) that spread out over the block. The GCP configuration with minimum number of GCP and dense TP can yield 1.25 pixel RMSE (Root Mean Square Error) accuracy. Meanwhile, GCP configuration along block perimeter is not recommended for triangulation if the configuration is not completed with TP on sidelap and overlap. Regularly spaced of GCP configuration one-third scene distance yield the highest accuracy (0.98 pixel RMSE). The final accuracy of block triangulation is affected by GCP number, configuration and TP implementation. The best accuracy resulted from this research will suitable for 1:65.000 scale map (at 90% confidence level). The Orthorectified images were tested by using the same CP and shows match accuracy with space triangulation output. Better orthorectified image is resulted by using cubic convolution resampling method with every one pixel sampling interval. The images seems very smooth with high frequency details is still kept. Block image formation that was build from the best orthorectified images by using manual mosaicking process, it shows very continuous images as like as original strip. Every object in the images such as roads, rivers, large buildings and land parcels looks very natural. Both on sidelap and overlap, the images border seems very seamless. In order to produce better quality printing and easier preparation, the automatic mosaicking process will be very helpful.Ix, 149p., Ill., Pd
KOMPETENSI DIGITAL GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN DARING: Studi Deskriptif di SMP Muhammadiyah 8 Bandung
Mulai dari pertengahan Maret 2020, penyebaran dan penambahan kasus pandemi COVID-19 yang terjadi memaksa pemerintah menutup sekolah-sekolah dan memberlakukan belajar dari rumah atau pelaksanaan pembelajaran daring. Akibatnya implementasi kurikulum 2013 dituntut untuk melakukan penyesuaian. Penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring yang baik dalam kondisi biasa dipengaruhi oleh peran penting kompetensi digital yang dimiliki guru. Namun bagaimana pelaksanaan pembelajaran daringnya pada kondisi darurat COVID-19 masih belum diketahui. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejauh mana kompetensi digital guru mendukung dalam implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran daring. Kompetensi digital dapat guru dilihat pada tugas pokok guru diantaranya dimensi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Untuk memperoleh tujuan tersebut digunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan mixed methods. Subjek yang dijadikan sampel penelitian adalah seluruh guru di SMP Muhammadiyah 8 Bandung, sebanyak 25 orang. Angket self assesment kompetensi digital guru dan implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran daring didistribusikan ke seluruh guru, sebanyak 23 guru memberikan responnya. Sampel pada pendekatan kualitatif secara purposive sampling ditetapkan sebanyak 5 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital guru sebagian besar guru memiliki tingkat kemampuan integrator (B1). Tingkat kemampuan B1 dominan pada area digital resources. Sedangkan implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran daring oleh guru-guru SMP Muhammadiyah 8 Bandung dikategorikan baik pada dimensi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran daring. Sehingga penelitian ini menemukan bahwa dimilikinya kompetensi digital yang tinggi, memberikan pengaruh yang baik terhadap kegiatan implementasi kurikulum pada dimensi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran daring yang dilakukan sebagian besar guru-guru. Meskipun pada sebagian kecil responden lainnya tidak menunjukkan pengaruh. Pada sebagian kecil responden, kompetensi digital yang dimiliki belum sepenuhnya diaplikasikan pada kegiatan implementasi kurikulum yang dilakukan oleh guru. Meskipun demikian, dalam keterbatasannya dalam kondisi pandemi COVID-19, guru-guru tetap mengupayakan penyesuaian dalam melaksanakan pembelajaran daring sesuai dengan kurikulum 2013.
Starting from mid-March 2020, the spread and addition of COVID-19 pandemic cases that occurred forced the government to close schools and impose learning from home or the implementation of online learning. As a result, the implementation of the curriculum 2013 is required to make adjustments. Previous research has revealed that the implementation of good online learning in ordinary conditions is influenced by the important role of digital competencies that teachers have. But how the implementation of online learning in emergency conditions COVID-19 is still unknown. This study aims to describe the extent to which the digital competence of teachers supports the implementation of the 2013 curriculum in online learning. Digital competence can be seen by teachers in the main tasks of the teacher, including the dimensions of planning, implementation, and learning assessment. To obtain this objective, a descriptive research method with mixed methods approach is used. The subjects used as research samples were all teachers at SMP Muhammadiyah 8 Bandung, as many as 25 people. The self-assessment questionnaire on the digital competence of teachers and the implementation of the 2013 curriculum in online learning was distributed to all teachers, as many as 23 teachers responded. The sample in the qualitative approach using purposive sampling was determined as many as 5 respondents. The results showed that the digital competence of most teachers had an integrator ability level (B1). The level of ability of B1 is dominant in the digital resources area. Meanwhile, the implementation of the 2013 curriculum in online learning by teachers of SMP Muhammadiyah 8 Bandung is categorized good in the dimensions of planning, implementation, and assessment of online learning. So this research finds that having high digital competence has a good influence on curriculum implementation activities in the dimensions of planning, implementation, and assessment of online learning carried out by most of the teachers. Although a small number of other respondents showed no influence. For a small number of respondents, the digital competence that they possess has not been fully applied to the curriculum implementation activities carried out by the teacher. Even so, given their limitations in the COVID-19 pandemic conditions, teachers are still trying to make adjustments in implementing online learning according to the 2013 curriculum
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK DASAR PASSING BAWAH BOLA VOLI MELALUI MODIFIKASI MEDIA BOLA TENIS PADA SISWA KELAS IV SDN AWILEGA KECAMATAN TANJUNGKERTA KABUPATEN SUMEDANG
Penelitian tindakan kelas ini dilatar belakangi oleh pengalaman peneliti dalam kegiatan belajar mengajar, bahwa kenyataan pembelajaran bola voli khususnya gerak dasar passing bawah kurang diminati oleh siswa, hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang yang monoton dan kurangnya variasi dalam pembelajaran. Dari masalah yang ditemukan, maka penulis mencoba melakukan peneliti dengan memperkenalkan modifikasi media pembelajaran passing gerak dasar passing bawah yang bervariasi dengan memakai alat bantu modifikasi media bola tenis. Tujuan penelitian gerak dasar passing bawah dengan modifikasi media adalah agar siswa mempunyai motivasi yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran. Dalam penelitian kualitatif ini dilaksanakan beberapa tahap pelaksanaan yang dimulai dari tahap perencanaan, pelaksaan, pengamatan dan refleksi. Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan yang dilakukan sebanyak tiga siklus, perencanaan pembelajaran mengalami peningkatan. Pada siklus I, perencanaan pembelajaran mencapai 68,58%, pada siklus II meningkat menjadi 86,16%, dan pada pelaksanaan siklus III dipertahankan mencapai 94,9%. Pada siklus I, kinerja guru mencapai 72,91%, pada siklus II meningkat menjadi 88,33%, dan pada pelaksanaan siklus III meningkat lagi menjadi 99,16%. Peningkatan aktivitas siswa dalam melakukan gerak dasar passing bawah melalui modifikasi media bola tenis yang dilakukan sebanyak tiga siklus, mengalami peningkatan. Pada siklus I mencapai 44,44% dari jumlah keseluruhan siswa, pada siklus II meningkat 72,22%, dan pada pelaksanaan siklus III meningkat lagi menjadi 100%. Hasil belajar siswa tiap siklus mengalami peningkatan. Pada siklus I siswa yang tuntas ada 7 orang atau 38,88% dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 18 orang, pada siklus II meningkat menjadi 14 siswa atau 77,22%, dan pada pelaksanaan siklus III meningkat lagi menjadi 17 orang atau 94,44%. Dengan ini demikian maka dengan penerapan modifikasi media bola tenis dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam melakukan gerak dasar passing bawah pada pembelajaran bola voli
KAJIAN AKURASI GEOMETRIK CITRA SPOT HASIL ORTHOREKTIFIKASI DENGAN TITIK KONTROL HASIL TRIANGULASI CITRA SATELIT
PELATIHAN DAN PENGENALAN MICROSOFT OFFICE (MICROSOFT WORD) UNTUK ANAK-ANAK SD DESA TELUKBUYUNG
Rendahnya tingkat pengetahuan teknologi dan informasi di SDN Telukbuyung 1 dengan ini kami memberikan pelatihan Program Pengenalan Aplikasi Microsoft Office (Microsoft Word) kepada para siswa. 
- …
