4 research outputs found

    Antibacterial Activity of Kayu Ulin Bark Ethanol Extract Against Acne-Causing Bacteria

    No full text
    Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) sejenis tanaman asli Kalimantan, mempunyai arti penting secara ekonomi, budaya, dan sosial. Suku Dayak memanfaatkan Kayu Ulin untuk keperluan obat herbal, yang mana bagian kulit dan akar berguna untuk pengobatan penyakit kulit termasuk infeksi luka, bisul, dan jerawat. Jerawat merupakan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, dan Cutibacterium acnes. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi potensi ekstrak etanol kulit batang Kayu Ulin sebagai agen penghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Metode disc diffusion (Kirby-Bauer) digunakan dalam penelitian ini. Pelarut yang terdiri dari etanol 96% digunakan untuk melakukan proses ekstraksi dengan metode sokhletasi. Aktivitas antibakteri dari ekstrak diuji pada empat tingkat konsentrasi berbeda, yaitu 1%, 5%, 10%, dan 15%, dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak etanol kulit batang Kayu Ulin efektif dalam menekan pertumbuhan tiga jenis bakteri: S. aureus, S. epidermidis, dan C. acnes. Hasil pengujian konsentrasi ekstrak 1%, 5% dan 15% memiliki respon daya hambat sedang terhadap C. acnes. Sedangkan hampir semua konsentrasi ekstrak yang diujikan pada S. epidermidis menunjukkan aktivitas yang lemah. Zona hambat tertinggi dihasilkan oleh ekstrak etanol kulit batang Kayu Ulin 15% terhadap S. aureus, yaitu sebesar 9,8±4,3 mm, yang dapat dikategorikan sebagai respon daya hambat sedang. Penelitian lanjutan diperlukan untuk melihat kemampuan daya hambat dengan penggunaan metode ekstraksi yang berbeda.There are several social, cultural, and economic benefits to cultivating the native Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) in Kalimantan. The Dayak tribe utilizes the Kayu Ulin for herbal medicinal purposes, with its skin and roots proving effective in treating skin conditions such as acne, boils, and wound infections. Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, and Cutibacterium acnes are the root cause of acne, a skin infection. This study aimed to find out the potential of the ethanolic extract of Kayu Ulin bark as an antibacterial agent for acne bacteria. This study used the disc-diffusion (Kirby-Bauer) technique for extraction, which involved the soxhletation process with 96% ethanol as the solvent. Each of the four concentrations of the extract—1%, 5%, 10%, and 15%—was tested three times to determine its antibacterial activity. The study\u27s results showed that the ethanolic Kayu Ulin bark extract is effective in suppressing the growth of S. aureus, S. epidermidis, and C. acnes. Moderate inhibition of C. acnes was seen at concentrations of 1%,5%, and 15%. However, most extract concentrations tested on S. epidermidis showed weak activity. The highest inhibition zone was observed with the 15% ethanol extract of Kayu Ulin bark against S. aureus, measuring 9.8±4.3 mm, categorizing it as a moderate inhibitory response. Further research is warranted to explore the inhibitory capabilities using different extraction methods

    ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PERTUMBUHAN PETERNAKAN SAPI PERAH DENGAN PERAN MEDIASI SISTEM PRODUKSI DI KOTA MALANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh EO dan sistem produksi susu sapi perah terhadap pertumbuhan usaha peternakan sapi perah, dan untuk mengetahui bagaimana peran mediasi sistem produksi sapi perah terhadap pengaruh EO pada pertumbuhan usaha peternak sapi perah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang berfokus pada penelitian observasi langsung dan wawancara terstruktur. Prosedur pengambilan sampel menggunakan probabilitas secara acak sederhana untuk mengumpulkan data dari 196 peternak sapi perah di Kota Malang Provinsi Jawa Timur melalui kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EO dan sistem peternakan sapi perah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan usaha sapi perah. Namun kontribusi pengaruh EO terhadap pertumbuhan usaha sapi perah lebih rendah (5,77%). Setelah mengadopsi sistem produksi sebagai variabel moderasi dalam model, efek kontribusi meningkat menjadi 16,57%. Berdasarkan temuan penelitian, penelitian menyimpulkan bahwa praktek sistem produksi yang dianut berfungsi sebagai variabel moderasi yang memberikan kontribusi besar pengaruh EO terhadap pertumbuhan usaha peternakan sapi perah
    corecore