88,312 research outputs found

    Tindak pidana perusakan kafe salsa di daerah Kemang Jakarta Selatan oleh organisasi masyarakat (front pembela Islam) / oleh Erfan Hidayat Syar

    No full text
    abstrak (A) Erfan Hidayat Syar (NIM: 205000052) (B) Judul Skripsi: Tindak Pidana Perusakan Kafe Salsa di Daerah Kemang ? Jakarta Selatan oleh Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam (C) Halaman vi + 87 + 16 + 2007 (D) Kata Kunci : Tindak Pidana Perusakan, Front Pembela Islam (E) Isi: Aparat penegak hukum yang pertama menangani tindak pidana yang terjadi dimasyarakat adalah polisi. Selaku penegak hukum polisi mempunyai tugas pokok yaitu : Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat., menegakan hukum , memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam melaksanakan tugasnya Polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap dan menangkap pelaku tindak pidana perusakan. Untuk mengungkap suatu tindak pidana Polisi melakukan tindakan-tindakan, penangkapan, penahanan, penyitaan dan meminta keterangan para saksi dan tersangka. Tindakan tersebut bertujuan untuk membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. Penanganan tindak pidana perusakan Kafe Salsa, Kemang Jakarta Selatan oleh Front Pembela Islam yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya tidak sesuai dengan ketentuan Undang ? Undang yang berlaku ( KUHAP), karena dilakukan secara lisan melalui telepon dan pemanggilan dilakukan pada hari libur. (F) Daftar acuan : 16 (1980-2004) (G) Dosen Pembimbing : Yuwono Prianto, S.H, M.H (H) Penulis : Erfan Hidayat Sya

    Perlindungan Hukum Terhadap Nelayan Indonesia di Perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia-Australia (StudiKasus: Penangkapan Nelayan Tradisional Indonesia Oleh Pemerintah Australia di salah satu Gugusan Pulau Rote yaituPasir Nusa Tenggara Timur)/ Oleh Inneke Hidayat

    No full text
    ABSTRAK (A)Nama: Inneke Hidayat (B)Judul Skripsi : Perlindungan Hukum Terhadap Nelayan Indonesia di Perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia-Australia (Studi Kasus: Penangkapan Nelayan Tradisional Indonesia Oleh Pemerintah Australia di salah sat uGugusan Pulau Rote yaitu Pasir Nusa Tenggara Timur) (C) Halaman: vii+104 halaman (D)Kata kunci: Perlindungan, Nelayan, Gugusan, Pulau, Rote (E)Isi: Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali Pulau salah satunya adalah Pulau Pasir yang merupakan Gugusan dariPulau Rote, banyak nelayan Indonesia di Gugusan Pulau Rote yang ditangkap oleh Pemerintah Australia, oleh sebab itu Pemerintah Indonesia sangat memberikan perlindungan pada para nelayan tersebut. (F)Acuan: (G)Pembimbing: Dr. H. SugengSupartono., S.H.,M.H. (H) Penulis :InnekeHidaya

    Discharge estimation in a backwater affected meandering river

    No full text
    Variable effects of backwaters complicate the development of rating curves at hydrometric measurement stations. In areas influenced by backwater, single-parameter rating curve techniques are often inapplicable. To overcome this, several authors have advocated the use of an additional downstream level gauge to estimate the longitudinal surface level gradient, but this is cumbersome in a lowland meandering river with considerable transverse surface level gradients. Recent developments allow river flow to be continuously monitored through velocity measurements with an acoustic Doppler current profiler (H-ADCP), deployed horizontally at a river bank. This approach was adopted to obtain continuous discharge estimates at a cross-section in the River Mahakam at a station located about 300 km upstream of the river mouth in the Mahakam delta. The discharge station represents an area influenced by variable backwater effects from lakes, tributaries and floodplain ponds, and by tides. We applied both the standard index velocity method and a recently developed methodology to obtain a continuous time-series of discharge from the H-ADCP data. Measurements with a boat-mounted ADCP were used for calibration and validation of the model to translate H-ADCP velocity to discharge. As a comparison with conventional discharge estimation techniques, a stage-discharge relation using Jones formula was developed. The discharge rate at the station exceeded 3250 m<sup>3</sup> s<sup>−1</sup>. Discharge series from a traditional stage-discharge relation did not capture the overall discharge dynamics, as inferred from H-ADCP data. For a specific river stage, the discharge range could be as high as 2000 m<sup>3</sup> s<sup>−1</sup>, which is far beyond what could be explained from kinematic wave dynamics. Backwater effects from lakes were shown to be significant, whereas interaction of the river flow with tides may impact discharge variation in the fortnightly frequency band. Fortnightly tides cannot easily be isolated from river discharge variation, which features similar periodicities

    Sleep paralysis in medieval Persia – the Hidayat of Akhawayni (? –983 AD)

    No full text
    Samad EJ Golzari,1 Kazem Khodadoust,5 Farid Alakbarli,6 Kamyar Ghabili,2 Ziba Islambulchilar,3 Mohammadali M Shoja,1 Majid Khalili,1 Feridoon Abbasnejad,1 Niloufar Sheikholeslamzadeh,7 Nasrollah Moghaddam Shahabi,4 Seyed Fazel Hosseini,2 Khalil Ansarin11Tuberculosis and Lung Disease Research Center, Tabriz University of Medical Sciences; 2Medical Philosophy and History Research Center, Tabriz University of Medical Sciences; 3Department of Pharmaceutics, Tabriz University of Medical Sciences; 4Students' Research Committee, Tabriz University of Medical Sciences, Tabriz, Iran; 5Azerbaijan National Academy of Sciences; 6Institute of Manuscripts of the Azerbaijan National Academy of Sciences, Baku, Azerbaijan; 7Faculty of Law, Central Tehran Branch, Islamic Azad University, Tehran, IranAbstract: Among the first three manuscripts written in Persian, Akhawayni's Hidayat al-muta`allemin fi al-tibb was the most significant work compiled in the 10th century. Along with the hundreds of chapters on hygiene, anatomy, physiology, symptoms and treatments of the diseases of various organs, there is a chapter on sleep paralysis (night-mare) prior to description and treatment of epilepsy. The present article is a review of the Akhawayni's teachings on sleep paralysis and of descriptions and treatments of sleep paralysis by the Greek, medieval, and Renaissance scholars. Akhawayni's descriptions along with other early writings provide insight into sleep paralysis during the Middle Ages in general and in Persia in particular.Keywords: sleep paralysis, night-mare, Akhawayni, Persi

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Analisis perjanjian hutang piutang yang dapat menimbulkan perbuatan melawan hukum studi kasus putusan No. 0218/Pdt.g/2004/PN Jak-bar)/ oleh Alfred Hidayat

    No full text
    abstrak (A) Nama: Alfred Hidayat(NIM: 205000128) (B) Judul Skripsi: Analisis Perjanjian Hutang Piutang Yang Dapat Menimbulkan Perbuatan Melawan Hukum (Studi Kasus Putusan No. 0218 / pdt.g / 2004 / PN Jak-Bar). (C) Halaman: viii + 76 + 16 + 2007 (D) Kata Kunci: Analisis Perjanjian Hutang Piutang (E) Isi: Perjanjian hutang piutang mempunyai kekuatan hukum yang mengikat antara kedua belah pihak. Seperti halnya undang-undang, jika salah 1 pihak tidak melaksanakan isi perjanjian berarti telah melakukan wanprestasi. Ada kemungkinan dalam perjanjian tersebut dapat menimbulkan perbuatan melawan hukum, karena terjadi penyimpangan dari isi perjanjian dan menimbulkan kerugian. Hal tersebut memungkinkan para pihak dalam suatu perjanjian hutang piutang yang mengakibatkan kerugian dapat dikenakan gugatan berdasarkan perbuatan melawan hukum. Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dan empiris. Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa suatu perjanjian hutang piutang yang mengakibatkan kerugian dapat dikenakan gugatan berdasarkan perbuatan melawan hukum karena yang terjadi antara para pihak tidak termasuk dalam isi kontrak perjanjian, dan para tergugat mendapat hukuman untuk membayar ganti rugi secara renteng. Sebaiknya untuk menghindari perselisihan, maka para pihak hendaknya bertindak dengan itikad baik sesuai dengan isi perjanjian dan tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang, ketertiban umum, kesusilaan, serta kepantasan. (F) Acuan: 16 (1977 ? 2004) (G) Pembimbing I.G.A. Adi, S.H., M.H. (H) Penulis Alfred Hidaya

    KONTESTASI MAKNA SALIH DALAM MEDIA SOSIAL AKUN YOUTUBE BUYA SYAKUR, ADI HIDAYAT, DAN KHALID BASALAMAH

    No full text
    Keragaman resepsi makna saleh dalam Al-Qur‟an oleh beberapa ulama melalui media sosial Youtube menunjukkan adanya wacana penafsiran di media sosial. Interpretasi masing-masing ulama cenderung memunculkan ideologinya dalam penyampaian gagasan mereka. Perbedaan makna saleh oleh beberapa ulama kontemporer, seperti Buya Syakur, Adi Hidayat, dan Khalid Basalamah, melalui media You Tube menunjukkan adanya keterpengaruhan pra-pemahaman dalam menafsirkan makna shaleh. Perihal tersebut mempengaruhi output interpretasi makna dari ulama dan berpengaruh pada keragaman pemahaman. Oleh karenanya, penelitian ini akan menjawab tiga rumusan masalah yaitu, prespektif para ulama mengenai makna saleh. kemudian latar belakang pendakwah yang mempengaruhi lahirnya kontestasi makna saleh di media sosial, dan implikasi di media sosial dari terjadinya kontestasi makna saleh. Selanjutnya penelitian ini menggunakan teori yang digagas oleh F Eickelman, Jon W Anderson. Wickelman melihat bagaimana intelektual muslim berbagi gagasannya mengenai pemahaman Islam melintasi batsasan fisik, geografis dan kultural yang semunya dapat terjadi melalui adanya media baru. Kemudian teori dari Karl Manheim, teori ini dipilih karena untuk mengetahui konstruksi tindakan sesoeorang, dan pada konsep ideologi Mannheim menyatakan tiada pemikiran manusia yang kebal terhadap pengaruh ideologisasi dari konteks sosialnya. Penelitian ini merupakan penelitian library research dan menggunakan metode netnografi sebagai analisis objek material dari sekumpulan video yang menjelaskan makna saleh di media sosial Youtube. Adapun hasil penelitian ini adalah Prespektif ulama mengenai makna saleh, dapat terlihat bahwa orang saleh adalah seseorang yang kebaikannya lebih tinggi dari pada keburukannya, karena sejatinya manusia pasti pernah melakukan kesalahan dalam kehidupannya. M. Quraish Shihab mengartikan saleh sebagai “terhentinya kerusakan” atau “yang bermanfaat dan sesuai”. Adapun Pandangan tiga tokoh organisasi sosial tersebut tentang korelasi antara kedua kesalehan, terlihat dan ketiganya meyakini, adanya pengaruh antara keduanya, walaupun pandangan dari masing-masing tokoh beragam. Kesalehan individual akan berpengaruh pada kesalehan sosial. Kemudian dampak dari prespektif ketiga tokoh orgaisasi sosial tersebut mengenai makna saleh terlihat dengan jelas dari respon para pengguna media sosial. Terdapat beberapa pengguna merespon dengan hal yang positif dan ada yang merespon dengan respon negatif. Yang mana hal tersebut mempengaruhi dalam segi penyerapan pemahaman makna

    [Newspaper Clipping: Author Claims Evidence of Second JFK Assassin #1]

    No full text
    Newspaper article titled "Author Claims Evidence of Second JFK Assassin." The article states that author Richard J. Whalen concluded "that there is circumstantial evidence to support the theory of a second assassin in the shooting of President John F. Kennedy.

    Hidayat Hosain's letter to Theodor Nöldeke

    No full text

    PENGARUH KUALITAS PRODUK, PERSEPSI HARGA DAN WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi pada lapangan futsal Hidayat Futsal Square)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh secara parsial dan simultan pengaruh kualitas produk, persepsi harga dan word of mouth terhadap keputusan pembelian jasa lapangan futsal Hidayat Futsal Square (HFS). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik nonprobability sampling metode yang digunakan yaitu sampling incidental dengan cara menyebarkan kuesioner sebanyak 130 responden. Alat analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS/Windows. V.15. pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t dan uji F, dengan taraf signifikan 5%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ketiga variabel yang masuk dalam analisis secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Pembelian Jasa Lapangan Futsal hidayat Futsal Square (HFS). Kesimpulan ini didasarkan pada hasil perhitungan yang menunjukkan nilai F hitung sebesar 6,371 lebih dari F tabel 2,677 dari ketiga variabel tersebut, ternyata Persepsi harga memiliki pengaruh yang lebih besar dengan nilai t hitung sebesar 2,368 dengan taraf signifikansi 2,5%
    corecore