1,720,955 research outputs found
RANCANG BANGUN WEBSITE PROFIL HOTEL AGUNG PRABUMULIH MENGGUNAKAN FRAMEWORK BOOTSTRAP
Hotel Agung merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa penginapan dan dapat ditemui di Kota Prabumulih Propinsi Sumatera selatan. Hotel Agung terletak di Jln.Veteran No.91 Kota Prabumulih, masih di sekitar kawasan Stasiun Prabumulih. Hotel tersebut menyediakan fasilitas berupa kamar -kamar yang beragam jenis seperti Standard room, vip singgel room dan vip double room, serta vip family room. Perbedaan kelas kamar ini didasarkan pada kapasitas, harga, dan fasilitas yang ada di masing-masing kamar. Selain fasilitas kamar hotel Agung Prabumulih juga menyediakan fasilitas-fasilitas lain seperti Laundry, Lobby, hall room, Security Office, dan Parking area. Selama ini Hotel Agung belum mempunyai website sendiri sehingga informasi yang dilakukan oleh pihak hotel pada umumnya hanya berupa selebaran brosur atau media cetak lainnya, dimana informasi yang diberikan sangat terbatas karena adanya keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki, sehingga dalam hal penyebaran informasi dan kinerjanya dirasa kurang maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penggunaan teknologi komputer seperti website yang diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi tentang hotel kepada calon tamu dan pelanggan. Dalam pembuatan website ini penulis menggunakan framework bootstrap, untuk membuat tampilan website yang lebih menarik dan responsive , sehingga memungkinkan tampilan website tersebut tetap rapi sesuai dengan berbagai jenis resolusi
RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PERPAJAKAN DESA KARANG BINDU BERBASIS WEB
Karang Bindu Village is located in Rambang Kapak Tengah Prabumulih sub-district, South Sumatra. Led by the village head Mr. Iin Saputra. The administrator of Karang Bindu village has difficulties in collecting tax data, such as recording taxpayer data and proof of tax payments which are still being made manually. Therefore, it is hoped that there will be an application that can help admins in the tax data collection process. To obtain clearer information the author conducted research using qualitative descriptive methods. Where in this research the author used two data sources, namely, primary data and secondary data. In addition, data collection techniques were obtained from interview scripts and direct observation of the object of research and by looking for references through books or journals. After conducting this research, the authors collected the data obtained and then the authors resolved the existing problems by producing a "Web-Based Tax System Application in Karang Bindu Village". This application is made using the php web programming language, the database used by Mysql and the final report using a printable pdf, and using Vscode to edit the programming language.Desa Karang Bindu terletak di kecamatan Rambang Kapak Tengah Prabumulih, Sumatra Selatan. Dengan dipimpin oleh kepala desa Bapak Iin Saputra. Admin desa karang bindu kesulitan dalam pendataan pajak, seperti pencatatan data wajib pajak dan bukti pembayaran pajak masih dibuat secara manual. Oleh karena itu maka diharapkan adanya suatu aplikasi yang dapat membantu admin dalam proses pendataan pajak. Untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas penulis melakukan penelitian dengan cara menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dimana dalam penelitian ini penulis menggunkan dua sumber data yaitu, data primer dan data sekunder. Selain itu, teknik pengumpulan data didapat dari naskah wawancara dan observasi langsung kepada pihak objek penelitian serta dengan mencara referensi melalui buku atau jurnal. Setelah melakukan penelitian tersebut, penulis mengumpulkan data yang didapat kemudian penulis menyelesaikan permasalahan yang ada dengan cara menghasilkan “Aplikasi Sistem Perpajakan Pada Desa Karang Bindu Berbasis Web”. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemprograman web php, database yang digunakan Mysql dan laporan akhir menggunakan pdf yang dapat dicetak print, serta menggunakan Vscode untuk menyunying bahasa pemprogramannya
Strategi Survival Dan Meningkatakan Pendapatan Usaha Berbasis Digital Di Sentra Kampung Kreatif Kota Palembang
Peranan ekonomi digital menjadi sangat penting di masa new normal menurutnya, telah mentrasformasikan ekonomi Indonesia menjadi lebih mengandalkan infrastruktur digital. Pelaku usaha dapat menggunakan teknologi digital di dalam meningkatkan kualitas produk dan akses permodalan serta untuk menembus pasar. Setelah dimasa pandemic yang melada dunia dan dampak negative semua sektor kehidupan termasuk sektor unit usaha kecil menengah. Hal ini berdampak pada penurunan pendapatan yang diperoleh penjual sentra kampung kreatif pempek 26 Ilir Kota Palembang. Untuk itu di perlukan startegi bertahan dan meningatkan pendapatan bagi penjual di sentral kampung pempek 26 Ilir Kota Palembang berbasis digital. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ada analisis kualitatif dengan langkah eksploratif dengan tekhik observasi partisipatif, wawancara dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini merekomendasikan startegi bertahan dan cara meningkatkan pendapatan melakukan penjualan secara online, melakukan pemasaran secara di gital dan melakukan perbaikan kualitas produk dan penambahan layanan serta menjalin dan mengoptimalkan hubungan pemasaran pelanggan. Walau dratis penurunan pendapatan di peroleh bagi penjual sentral kampung kreatif pempek 26 ilir Kota Palembang selalu responsif dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan menyesuaikan perkembangan teknologi informasi agar bisa terus bertahan
Kata Kunci: Startegi Survival, Digital, Sentra Kampung Kreatif
Peningkatan Pangsa Pasar UMKM Pempek Melalui Optimalisasi Pemasaran Melalui Web
Dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai pelaku UMKM kuliner yang tergabung kedalam UMKM kota Palembang yang harus tetap bertahan. objek pengabdian kepada masyarakat Pempek Lala usaha di 26 ilir Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan wawasan, pelatihan, pendampingan seperti optimalisasi penggunaan marketing secara website dalam pemasaran produk. Masalah yang sifatnya urgen saat ini yang dihadapi mitra adal ah kurangnya kesadaran dan pengetahuan dan wawasan dalam penggunaan website dalam marketing mendukung peningkatan pendapatan dan bertahan. Dengan demikikian guna mengoptimalisasi penjual an melalui digital marketing pelaku UMKM perlu pendampingan. Pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan metode pendampingan dan pelatihan dengan pendekatan service learning melalui presentasi materi, praktek langsung dan tutorial oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat secara tatap muka Umpan balik dari kegiatan pengabdian dengan pengisian kuesioner dari para peserta. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah untuk memasarkan produk pelaku UMKM dengan mengoptimalkan digital marketing agar pendapatan meningkat. kegiatan ini memberikan manfaat bagi peserta yaitu pelaku UMKM dalam memperoleh pengetahuan, wawasan atas aktivitas penjualan produk lebih maksimal dan dapat meningkatkan pendapatan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
