1,721,154 research outputs found

    Desain dan Kinerja Unit Pemetik Tongkol pada Mesin Pemanen Jagung

    No full text
    Unit pemetik jagung yang terdapat pada mesin pemanen jagung perlu didesain ulang untuk mendapatkan desain yang lebih baik dengan menggunakan bahan lokal dan dengan pabrikasi yang lebih sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain dan membuat prototipe unit pemetik jagung yang dapat diaplikasikan pada mesin pemanen jagung dua baris tanam. Unit pemetik jagung yang dirancang harus mampu memetik tongkol jagung pada tanaman jagung, dan mengumpankan tongkol ke unit perontok. Komponen utama dari unit pemetik yang didesain yaitu snapping rolls, rantai penarik, dan auger. Analisis desain untuk komponen utama menggunakan data karakteristik tanaman jagung dan target pemanenan dua baris tanaman dengan kecepatan 5 km/jam. Dari hasil desain telah dibuat prototipenya dan telah diujicoba. Kinerja bagian screw conveyor cukup baik dengan 100% pengumpanan. Penambahan plat sirip pada snapping rolls dari 4 menjadi 6 dan meniruskan plat sirip serta memperbesar diameter poros snapping rolls mampu meningkatkan kinerja pemetikan jagung dari 74.07 % menjadi 100%

    Gaya Reaksi Tanah terhadap Sirip Tunggal yang Dioperasikan pada Tanah Miring dalam Bak Tanah

    No full text
    Kemampuan traktor tangan dengan kelengkapan roda besi bersirip dalam mendaki lereng tergantung pada cengkeraman sirip-siripnya pada dinding lereng. Sirip roda yang masuk lebih dalam diduga akan menghasilkan gaya dorong yang lebih besar saat mendaki lereng. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur gaya reaksi tanah terhadap plat sirip tunggal pada tanah miring dalam bak tanah sehingga didapatkan sudut sirip yang optimal untuk meningkatkan kemampuan roda besi bersirip dalam mendaki tanah lereng. Percobaan dilakukan menggunakan model plat sirip berukuran 10 cm panjang × 3.5 cm tinggi, jari jari putar sirip 30.4 cm, pada bak tanah dengan kemiringan permukaan tanah 30°. Pengukuran gaya reaksi tanah pada sirip dilakukan pada lima variasi sudut sirip, yaitu -15°, 0°, 15°, 30°, dan 45°, pada tiga variasi sinkage, yaitu 2.5 cm, 5 cm, dan 7.5 cm, dengan kecepatan putar sirip 11 rpm. Tanah yang digunakan bertekstur liat, kadar air 45.61 % bk dan kerapatan isi tanah 1.02 g/cm3. Gaya reaksi tanah pada sirip diukur dengan sensor gaya tipe-L, torsi diukur dengan sensor torsi, sudut putar sirip diukur dengan potensiometer putar, pergerakan maju model sirip diukur dengan sensor ultrasonik. Semua data pengukuran direkam melalui sistem perekaman data pada komputer. Hasil pengukuran membuktikan bahwa sudut sirip yang lebih kecil (-15°) mudah masuk ke dalam tanah dengan gaya reaksi tanah arah tangensial sirip yang lebih kecil mampu meminimalisir slip yang terjadi, dan menghasilkan gaya dorong yang lebih besar pada kemiringan tanah 30°

    Peningkatan kinerja unit penanam dan pemupuk pada mesin penanam dan pemupuk jagung terintegrasi

    Full text link
    Konsumsi jagung oleh masyarakat Indonesia cukup besar. Sebagian besar kebutuhan jagung masih berasal dari impor karena produksi dalam negeri masih belum memenuhinya. Produksi dapat ditingkatkan dengan cara memperbaiki sistem budidaya jagung. Sebagian besar petani jagung masih menggunakan tugal untuk menanam jagung dan menaburkan pupuk secara manual di samping alur benih. Dengan menggabungkan beberapa proses dalam satu mesin diharapkan dapat menghemat waktu dan biaya dibandingkan dengan cara manual. Salah satu mesin yang telah dikembangkan adalah mesin penanam dan pemupuk jagung terintegrasi. Mesin ini adalah mesin penanam sekaligus pemupuk jagung yang diintegrasikan dengan alat pembuat guludan dan rotary dengan tenaga penggerak traktor roda dua. Prototipe pertama (prototipe-1) mesin ini masih memiliki beberapa kekurangan di antaranya adalah hanya terdapat satu hopper untuk tiga jenis pupuk, dosis pupuk yang tidak bisa diatur, serta besarnya tingkat kemacetan roda penggerak metering device

    Desain Konseptual Mesin Penangkap dan Pengangkut Tandan Buah Sawit di dalam Kebun

    No full text
    In oil palm harvesting, falling fruit bunches have a considerable potential energy, which can be captured and used to power the wheelbarrow in evacuating the fruit bunches. This study was conducted to measure the coefficient of rolling resistance of a wheel barrow, analyze the potential energy of falling fresh fruit bunch, design a conceptual design of the catchment platform and evacuation machine. Measurement of wheel rolling resistance and soil penetration resistance were conducted at the evacuation track in the field. The energy potential of the falling fruit bunches was measured during harvesting, with variations of the fruit height of approximately 3 m, 8 m, 9 m and 15 m. The results showed that machine mobility in the field was very good. Soil penetration resistance was in the range of 16.44-22.10 kgf/cm2. Average coefficient of rolling resistance of the wheels was 0.159. Potential energy of falling fruit bunches were in the range of 0.44-4.44 kJ. Theoretical traveling distance of the wheel barrow using the captured potential energy was in the range of 2.27 m - 22.98 m. A conceptual design of catchment flatform and evacuation machine was designed

    Rancang Bangun dan Kinerja Aerator Tipe Kincir dengan Sudu Bergerak

    No full text
    To reduce operating costs, the power efficiency of paddle wheel aerator needs to be improved. The purpose of this study was to design a paddle wheel aerator with movable blades to reduce its rotation power requirement and produce the best aeration performance. In this aerator design, paddles were driven to open and close on hinges using cam-rods mechanism, in which the paddles opened while scooping up water, and closed when paddles were above the water surface. The aerator was rotated using an electric motor. Performance tests were carried out on a test pond, on operating depths of 4 and 6 cm, with a combination of rotational speed of 115, 135, and 154 rpm. In the test, the electrical power requirements, and the performance of aeration, i.e.: water covering area, bursts length, and bursts wide were measured. The test results showed that the use of electric power could be reduced about 2-5 watts using the paddle wheel aerator with movable paddles, at operating depth of 4 cm at all rotational speeds tested. But at 6 cm operating depth, the use of the movable paddles type aerator could not reduce the need for electrical power. The resulting aeration performance of of the movable paddles aerator was relatively similar with that of the fixed blade aerator

    Desain Sistem Penggandengan Trailer Tipe Pivot untuk Traktor Roda Dua.

    No full text
    Penggunaan trailer yang digandengkan pada traktor roda dua memiliki kelemahan pada saat traktor berbelok. Stang traktor bergerak menjauhi operator mengakibatkan, operator harus turun dari tempat duduk operator untuk membelokkan traktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja pengoperasian penggandengan trailer pada traktor roda dua, melalui perbaikan desain sistem penggandengan menggunakan tipe pivot dan tempat duduk operator yang mengikuti gerakan stang traktor roda dua. Rancangan penggandeng menggunakan rangka penghubung yang dipasang kokoh pada penggandeng traktor, dilengkapi tempat duduk operator dan sebuah roda bantu di bawahnya, dan titik gandeng untuk trailer di belakangnya. Saat membelok, rangka dan tempat duduk operator mengikuti arah belok traktor. Hasil dari perancangan dan pengujian menunjukan sistem penggandengan trailer tipe pivot dapat meningkatakan kinerja pengoperasian trailer. Traktor dan trailer stabil ketika digunakan dengan tempat duduk operator yang dapat mengikuti gerakan stang traktor roda dua. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan roda bantu membuat semua roda traktor dan trailer dapat menapak pada landasan. Rangka gandengan mudah dipasang dan dilepas dengan waktu rata-rata pemasangan dan pelepasan berturut-turut 130.2 detik dan 63.6 detik. Traktor roda dua dengan sistem penggandengan tipe pivot memiliki radius putar 2.54 m – 2.8 m

    Design Of Variable Rate Fertilizer Applicator Frame

    No full text
    Frame for variable rate fertilizer applicator has been developed in order to mount the unit with the transplanter. The purpose of this study is to design and analyze its performance in paddy fields. The design of the frame unit was carried out with Computer Aided Design Software based on data obtained through the formulation and refinement of the idea of design and analysis of strength of material. The main function of the frame is to support hopper unit which has 120 kg weight. Variable rate fertilizer applicator unit consisted of four fertilizer hoppers, each equipped with a variable metering device which powered by a DC electric motor. Once designed, then prototype was built and its performance was tested in the experimental paddy field of the Mechanical and Biosystem Engineering Department, Faculty of Agricultural Technology, Bogor Agricultural University. The results of functional test and field performance test showed the designed prototype was function properly and was able to support the load generated by four filled hoppers full of fertilizer (120 kg). Average sinkage on an empty hopper was 21.60 cm, while the average sinkage on filled hopper was 24.74 cm. The average slip for empty hopper was 16.3% while the average slip for filled hopper was 20.2%

    Rancang Bangun Mesin Pemupuk Kelapa Sawit dengan Metode Pembenaman ke Dalam Tanah

    No full text
    Fertilizer application methods for oil palm by spreading fertilizer on the soil surface need to be fixed, by immersion of fertilizer in the soil to make it more effective and more efficient in the use of fertilizer. The objective of this research was to design and construct a prototype of fertilizer immersion machine for oil palm, driven by a four-wheel tractor. The machine was designed using a rotor type metering device for fertilizer metering, and a rotary blades mechanism for immersion of fertilizer in the soil. The metering device and the rotary shaft were driven by the PTO of the tractor using a gear box and sprockets-chain power transmissions. The rotary unit consisted of four rotary blades mounted on two flanges which were welded to the rotary shaft with flanges spaced of 20 cm. Rotary diameter was 45 cm, working width was 20 cm, and the rotation speed was 200 rpm. The machine was mounted on a four-wheel tractor via the three point hitches. Based on the results of the design, a prototype was constructed and tested. The test results showed that the machine could immerse fertilizer into the soil at a depth of 10-15 cm and mixing with soil in fairly evenly. Fertilizing dose was about 1 kg per meter application

    Desain dan Kinerja Roda Penggerak Metering Device Mesin Penanam Kedelai

    No full text
    In order to support the design of two rows soybean planting machine powered by a hand tractor, it is needed to design and determine the towed wheel for the metering device. The towed wheel is expected to be able to rotate two metering discs, has a low level of wheel sliding, and less soil sticking. For the purpose, the towed wheel was fitted by flexible shafts for transmitting torque to rotate the metering discs. To get the best wheel, five different types of wheels were made and tested, i,e. 1) rubber wheel with rubber lugs, 2) steel wheel with rubber lugs, 3) steel wheel with steel lugs, 4) steel wheel and 5) rubber wheel. Wheel diameter was 25 cm and wheel width was 10 cm. The wheels were tested using the planting machine operated on dry soil (31% of water content) and wet soil (53% of water content). Wheel performances were measured, using parameters: level of wheel sliding and soil sticking on wheel. The test result showed that the wheels could rotate the metering discs of the soybean planting machine. The rubber wheel with rubber lugs had the lowest level of wheel sliding (22% on dry soil, and 21% on wet soil). Rubber wheel without lugs had advantage where the amount of soil sticking was least, on the wet soil

    Pengembangan Unit Penanam Benih Kedelai Tipe Vakum dan Pemupuk Bertenaga Traktor Tangan

    No full text
    Prototipe mesin penanam benih kedelai tipe vakum bertenaga traktor tangan telah dibuat sebelumnya. Prototipe tersebut mampu menanam kedelai serta memupuk pada dua alur tanam per satu lintasan traktor. Hasil penjatahan benihnya mencapai tingkat kepresisian yang tinggi, namun kapasitas lapangannya hanya 0.059 ha/jam. Kapasitasnya masih dapat ditingkatkan dengan menggunakan empat alur penanaman dalam satu lintasan traktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan melakukan uji kinerja mesin penanam benih kedelai tipe vakum dan pemupuk bertenaga traktor tangan untuk empat alur tanam. Dari hasil desain, sebuah prototipe mesin penanam benih kedelai tipe vakum dan pemupuk bertenaga traktor tangan telah berhasil dibuat dan diuji kinerjanya. Mesin ini dirancang untuk empat alur tanam kedelai dalam sekali lintasan. Ada empat unit penanam benih dan pemupuk yang dipasangkan berjejer pada rangka penarik, untuk menanam kedelai dan mengaplikasikan pupuk NPK dengan jarak antar baris 40 cm. Penjatah benih dan penjatah pupuk untuk keempat unit pemupuk dan penanam digerakkan dengan memanfaatkan putaran poros roda traktor. Penjatah benih yang digunakan adalah tipe vakum untuk penjatahan benih tunggal per lubang tanam, dan menghindari kerusakan benih. Untuk menghasilkan tekanan hisapan pada piringan penjatah benih, digunakan sebuah blower penghisap yang diputar oleh motor diesel pada traktor, yang ditransmisikan melalui sabuk-V dan puli. Hisapannya dialirkan ke setiap ruang hisap di penjatah benih, melalui pipa PVC fleksibel. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan tekanan hisap untuk empat penjatah benih dan kehilangan tekanan dalam salurannya, didesain blower dengan dimensi diameter impeler 200 mm, tinggi sudu 60 mm, dan jumlah sudu 8. Penjatah pupuk menggunakan auger dengan pitch bertingkat dilengkapi pengarah aliran pupuk dari hopper ke ruang auger. Auger dengan pitch bertingkat didesain dengan tahapan panjang pitch 15, 20 dan 25 mm, dan diameter auger 35 mm. Dengan mengarahkan aliran pupuk ke bagian auger tersebut, tingkat penjatahan pupuk dapat diubah menjadi tiga pilihan, tanpa harus merubah kecepatan putar auger-nya. Setiap unit penanam dilengkapi dengan pembuka alur tipe shovel dengan kedalaman alur yang dapat diset serta dipasang satu roda bantu untuk menjaga kestabilan kedalaman alur untuk ke empat unit penanam. Pengujian prototipe mesin dilakukan dalam dua kondisi (uji stasioner dan uji lapangan). Dalam uji stasioner, traktor ditopang sedemikian rupa sehingga roda traktor dapat berputar tanpa menyentuh tanah. Pengujian dilakukan dengan menghidupkan engine traktor pada kecepatan putar 1800 dan 2000 rpm (kecepatan putar poros penjatah pupuk 18 dan 20 rpm), dengan gigi transmisi L-1. Pengujian menggunakan dua varietas benih kedelai yaitu Anjasmoro dan Agro Mulyo. Dalam tiap percobaan (100 penjatahan), dilakukan mengamatan benih yang dijatahkan untuk setiap unit penanam menggunakan kamera, lalu dihitung frekuensi kejadian: penjatahan tunggal, penjatahan lebih dari satu, dan kosong. Untuk kinerja pemupuk, dilakukan pengukuran jumlah pupuk yang dijatahkan dalam tiap lima putaran roda (6.9 putaran auger), untuk ketiga ukuran pitch auger-nya. Hasil uji stasioner menunjukkan bahwa penjatah benih mampu mendistribusikan lebih dari 97% benih tunggal (1 benih per lubang tanam) pada kecepatan putar blower di atas 5000 rpm. Kualitas penjatahan benih menunjukan klasifikasi yang sangat baik dengan nilai quality of feed index ≥ 99%, miss index ≤ 0.5% dan multiple index ≤ 0.5%, pada kecepatan blower 6000 rpm untuk benih Anjasmoro dan 5500-6000 rpm untuk benih Agro Mulyo. Penjatah pupuk mampu mengalokasikan pupuk secara merata dan akurasi cukup tinggi (error < 8%), untuk ketiga ukuran pitch auger. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa unit penanam dan pemupuk telah bekerja dengan baik. Unit penanam benih mampu menempatkan benih dengan baik dengan jarak tanam rata-rata 19.02 cm dan kedalaman tanam 4.8 cm, dengan kondisi slip roda rata-rata 12.8%. Unit pemupuk mampu mendistribusikan pupuk dengan baik pada ketiga panjang pitch yang berbeda dengan nilai error rata-rata kurang dari 6%. Uji lapangan menunjukkan bahwa kapasitas lapangan efektif mencapai 0.137 ha/jam, efisiensi 73.7% pada saat diuji pada kecepatan engine 1800 rpm (kecepatan maju traktor 0.325 m/s), tingkat kecepatan L-1. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mesin telah mampu meningkatkan kapasitas kerja menjadi 2 kali lipat dibanding prototipe sebelumnya apabila menggunakan kecepatan maju traktor yang sama. Kualitas perkecambahan hasil penanaman yang diukur pada 5 HST menunjukkan nilai yang cukup baik yaitu rata-rata 80.42%. Adapun tidak tercapainya persentase perkecambahan 89% (daya tumbuh benih) adalah bukan dari pengaruh penanaman menggunakan mesin melainkan karena belum maksimalnya waktu pengamatan dan kurang meratanya sebaran air yang disiramkan pada lahan sehingga ada benih yang kekurangan air untuk perkecambahan
    corecore