390 research outputs found

    Scenarios for Climate Change Mitigation from the Energy Sector in Indonesia: The Role of Fiscal Instruments

    Get PDF
    As mandated by the recent Copenhagen Accord, Indonesia submitted a nationally appropriate mitigation actions plan to reduce greenhouse gasses emission by 26% by 2020. However, for now, specific strategies especially appropriate instruments to achieve those targets are yet under early planning stage. This study is an attempt to contribute to the policy design on how Indonesia can achieve that target in particular for the energy sector by looking directly at specific instruments available and under the discretion of Indonesian government particularly the Ministry of Finance. For this purpose, we constructed AGEFIS-E model, a computable general equilibrium (CGE) model with a focus on energy sector and fiscal instruments. As the departure from the previous literature on CGE modeling in Indonesia, this model incorporates explicitly the renewable energy such as geothermal and hydropower. It was used to exercise various scenarios of finding an effective mix of instruments to reduce emissions from the energy sector. We find that a scenario of engineering the energy relative prices through pricing-instruments is an effective way to achieve a given target of reducing emissions from the energy sectors. More specifically, we conclude that removing energy subsidy (fuel and electricity) can contribute to significant reduction in carbon emissions. Adding a carbon tax to the policy mix will complement to find the best scenario to achieve a certain target of emissions reduction. A target of 14% reduction of emissions from the energy sector, for example, can be achieved by removing energy subsidy complemented by a carbon tax of only around US$3/ton CO2. Half of the reduction is attributed to the removing energy subsidy alone, suggesting evidence that the emissions reduction potential of energy pricing reform has been overlooked in the policy agenda.climate change, computable general equilibrium model, fiscal instruments, energy, Indonesia

    ANALISIS TEKNIK PERSUASI DAN ARGUMENTASI DALAM RUBRIK OPINI PADA SURAT KABAR JAWA POS SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)

    Get PDF
    Ainiyah, Alifina Nur. 2019. Analisis Teknik Persuasi dan Argumentasi pada Rubrik opini pada Surat Kabar Jawa Pos serta Relevansinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas (SMA). Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Islam Majapahit. Pembimbing: 1. Wawan Hermawan, M.Pd. 2. Rani Jayanti, M.Hu

    Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan : Volume 14, Nomor 4, April 2012

    No full text
    Daftar Isi :Analisis Triwulanan : Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran Triwulan I - 2012Tim Penulis Laporan Triwulanan, Bank IndonesiaOffshore and Onshore IDR Market : Evidence On Information SpilloverYayat Cadarajat and Alexander LubisReducing Poverty Through Subsidies : Simulation of Fuel Subsidy Diversion To Non Food CropsIndra Maipita, Wawan Hermawan, FitrawatyDampak Kebijakan Fiskal Terhadap Ouput dan InflasiNdari Surjaningsih, G.A.Diah Utari, Budi TrisnantoSurvey Measures of Inflation ExpectationEndy Dwi Tjahjono, Harmanta, Nur M.Adhi Purwato458hlm.;18x25c

    Desain dan Kinerja Unit Pemetik Tongkol pada Mesin Pemanen Jagung

    No full text
    Unit pemetik jagung yang terdapat pada mesin pemanen jagung perlu didesain ulang untuk mendapatkan desain yang lebih baik dengan menggunakan bahan lokal dan dengan pabrikasi yang lebih sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain dan membuat prototipe unit pemetik jagung yang dapat diaplikasikan pada mesin pemanen jagung dua baris tanam. Unit pemetik jagung yang dirancang harus mampu memetik tongkol jagung pada tanaman jagung, dan mengumpankan tongkol ke unit perontok. Komponen utama dari unit pemetik yang didesain yaitu snapping rolls, rantai penarik, dan auger. Analisis desain untuk komponen utama menggunakan data karakteristik tanaman jagung dan target pemanenan dua baris tanaman dengan kecepatan 5 km/jam. Dari hasil desain telah dibuat prototipenya dan telah diujicoba. Kinerja bagian screw conveyor cukup baik dengan 100% pengumpanan. Penambahan plat sirip pada snapping rolls dari 4 menjadi 6 dan meniruskan plat sirip serta memperbesar diameter poros snapping rolls mampu meningkatkan kinerja pemetikan jagung dari 74.07 % menjadi 100%

    Gaya Reaksi Tanah terhadap Sirip Tunggal yang Dioperasikan pada Tanah Miring dalam Bak Tanah

    No full text
    Kemampuan traktor tangan dengan kelengkapan roda besi bersirip dalam mendaki lereng tergantung pada cengkeraman sirip-siripnya pada dinding lereng. Sirip roda yang masuk lebih dalam diduga akan menghasilkan gaya dorong yang lebih besar saat mendaki lereng. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur gaya reaksi tanah terhadap plat sirip tunggal pada tanah miring dalam bak tanah sehingga didapatkan sudut sirip yang optimal untuk meningkatkan kemampuan roda besi bersirip dalam mendaki tanah lereng. Percobaan dilakukan menggunakan model plat sirip berukuran 10 cm panjang × 3.5 cm tinggi, jari jari putar sirip 30.4 cm, pada bak tanah dengan kemiringan permukaan tanah 30°. Pengukuran gaya reaksi tanah pada sirip dilakukan pada lima variasi sudut sirip, yaitu -15°, 0°, 15°, 30°, dan 45°, pada tiga variasi sinkage, yaitu 2.5 cm, 5 cm, dan 7.5 cm, dengan kecepatan putar sirip 11 rpm. Tanah yang digunakan bertekstur liat, kadar air 45.61 % bk dan kerapatan isi tanah 1.02 g/cm3. Gaya reaksi tanah pada sirip diukur dengan sensor gaya tipe-L, torsi diukur dengan sensor torsi, sudut putar sirip diukur dengan potensiometer putar, pergerakan maju model sirip diukur dengan sensor ultrasonik. Semua data pengukuran direkam melalui sistem perekaman data pada komputer. Hasil pengukuran membuktikan bahwa sudut sirip yang lebih kecil (-15°) mudah masuk ke dalam tanah dengan gaya reaksi tanah arah tangensial sirip yang lebih kecil mampu meminimalisir slip yang terjadi, dan menghasilkan gaya dorong yang lebih besar pada kemiringan tanah 30°

    Peningkatan kinerja unit penanam dan pemupuk pada mesin penanam dan pemupuk jagung terintegrasi

    Get PDF
    Konsumsi jagung oleh masyarakat Indonesia cukup besar. Sebagian besar kebutuhan jagung masih berasal dari impor karena produksi dalam negeri masih belum memenuhinya. Produksi dapat ditingkatkan dengan cara memperbaiki sistem budidaya jagung. Sebagian besar petani jagung masih menggunakan tugal untuk menanam jagung dan menaburkan pupuk secara manual di samping alur benih. Dengan menggabungkan beberapa proses dalam satu mesin diharapkan dapat menghemat waktu dan biaya dibandingkan dengan cara manual. Salah satu mesin yang telah dikembangkan adalah mesin penanam dan pemupuk jagung terintegrasi. Mesin ini adalah mesin penanam sekaligus pemupuk jagung yang diintegrasikan dengan alat pembuat guludan dan rotary dengan tenaga penggerak traktor roda dua. Prototipe pertama (prototipe-1) mesin ini masih memiliki beberapa kekurangan di antaranya adalah hanya terdapat satu hopper untuk tiga jenis pupuk, dosis pupuk yang tidak bisa diatur, serta besarnya tingkat kemacetan roda penggerak metering device

    Desain Konseptual Mesin Penangkap dan Pengangkut Tandan Buah Sawit di dalam Kebun

    No full text
    In oil palm harvesting, falling fruit bunches have a considerable potential energy, which can be captured and used to power the wheelbarrow in evacuating the fruit bunches. This study was conducted to measure the coefficient of rolling resistance of a wheel barrow, analyze the potential energy of falling fresh fruit bunch, design a conceptual design of the catchment platform and evacuation machine. Measurement of wheel rolling resistance and soil penetration resistance were conducted at the evacuation track in the field. The energy potential of the falling fruit bunches was measured during harvesting, with variations of the fruit height of approximately 3 m, 8 m, 9 m and 15 m. The results showed that machine mobility in the field was very good. Soil penetration resistance was in the range of 16.44-22.10 kgf/cm2. Average coefficient of rolling resistance of the wheels was 0.159. Potential energy of falling fruit bunches were in the range of 0.44-4.44 kJ. Theoretical traveling distance of the wheel barrow using the captured potential energy was in the range of 2.27 m - 22.98 m. A conceptual design of catchment flatform and evacuation machine was designed

    Rancang Bangun dan Kinerja Aerator Tipe Kincir dengan Sudu Bergerak

    No full text
    To reduce operating costs, the power efficiency of paddle wheel aerator needs to be improved. The purpose of this study was to design a paddle wheel aerator with movable blades to reduce its rotation power requirement and produce the best aeration performance. In this aerator design, paddles were driven to open and close on hinges using cam-rods mechanism, in which the paddles opened while scooping up water, and closed when paddles were above the water surface. The aerator was rotated using an electric motor. Performance tests were carried out on a test pond, on operating depths of 4 and 6 cm, with a combination of rotational speed of 115, 135, and 154 rpm. In the test, the electrical power requirements, and the performance of aeration, i.e.: water covering area, bursts length, and bursts wide were measured. The test results showed that the use of electric power could be reduced about 2-5 watts using the paddle wheel aerator with movable paddles, at operating depth of 4 cm at all rotational speeds tested. But at 6 cm operating depth, the use of the movable paddles type aerator could not reduce the need for electrical power. The resulting aeration performance of of the movable paddles aerator was relatively similar with that of the fixed blade aerator

    Desain Sistem Penggandengan Trailer Tipe Pivot untuk Traktor Roda Dua.

    No full text
    Penggunaan trailer yang digandengkan pada traktor roda dua memiliki kelemahan pada saat traktor berbelok. Stang traktor bergerak menjauhi operator mengakibatkan, operator harus turun dari tempat duduk operator untuk membelokkan traktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja pengoperasian penggandengan trailer pada traktor roda dua, melalui perbaikan desain sistem penggandengan menggunakan tipe pivot dan tempat duduk operator yang mengikuti gerakan stang traktor roda dua. Rancangan penggandeng menggunakan rangka penghubung yang dipasang kokoh pada penggandeng traktor, dilengkapi tempat duduk operator dan sebuah roda bantu di bawahnya, dan titik gandeng untuk trailer di belakangnya. Saat membelok, rangka dan tempat duduk operator mengikuti arah belok traktor. Hasil dari perancangan dan pengujian menunjukan sistem penggandengan trailer tipe pivot dapat meningkatakan kinerja pengoperasian trailer. Traktor dan trailer stabil ketika digunakan dengan tempat duduk operator yang dapat mengikuti gerakan stang traktor roda dua. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan roda bantu membuat semua roda traktor dan trailer dapat menapak pada landasan. Rangka gandengan mudah dipasang dan dilepas dengan waktu rata-rata pemasangan dan pelepasan berturut-turut 130.2 detik dan 63.6 detik. Traktor roda dua dengan sistem penggandengan tipe pivot memiliki radius putar 2.54 m – 2.8 m
    corecore