1,721,046 research outputs found

    Analysis of the Effect of the Number of Centrifugal Pump Blades on Pump Efficiency

    No full text
    58 HalamanPengaruh jumlah sudu pompa sentrifugal terhadap efisiensi pompa”.Skripsi. Teknik Mesin S1. Fakultas Teknik Universitas Medan Area Saat ini pompa menjadi sarana yang sangat vital dalam dunia industri. Pompa sering di jumpai dan di butuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah tangga maupun industry. Saat ini hampir setiap perusahaan besar memiliki pompa, minimal satu buah pompa. Pengembangan-pengembangan modifikasi pompa untuk mencapai performa yang maksimal terus ditingkatkan. Performa pompa dapat ditingkatkan dengan inovasi pengembangan dari komponen-komponen dari pompa itu sendiri atau dengan melakukan modifikasi. Dan penulis disini mencoba mengganti sudu impeler dengan jumlah yang berbeda. Pada percobaan kali ini impeler yang digunakan adalah impeler dengan jumlah sudu 4, 5 dan 6 yang masing-masing akan dipasang dan dibandingkan hasilnya. Hasil penelitian ini menghasilkan efisiensi tertinggi ada pada jumlah sudu 6 yaitu 39,96% sedangkan terendah ada pada impeler dengan jumlah sudu 4 yaitu 15,44% . The effect of the number of centrifugal pump blades on pump efficiency". Thesis. Mechanical Engineering S1. Faculty of Engineering, University of Medan Area Currently, the pump is a very vital tool in the industrial world. Pumps are often encountered and needed in everyday life, both in households and industries. Currently, almost every big company has a pump, at least one pump. Pump modification developments to achieve maximum performance continue to be improved. Pump performance can be improved by developing innovative components of the pump itself or by modifying it. And the author here tries to replace the impeller blades with different amounts. In this experiment, the impeller used is an impeller with a number of blades of 4, 5 and 6, each of which will be installed and the results will be compared. The results of this study showed that the highest efficiency was at the number of blades 6, namely 39.96%, while the lowest was at the impeller with the number of blades 4, namely 15.44%

    Analysis of the Effect of Powder Coal Size on the Performance of PLTU 2x7 MW With Chain Grate Type Boiler

    No full text
    59 halamanBoiler jenis stoker di Indonesia secara luas diaplikasikan pada PLTU yang memiliki kapasitas dibawah 10 MW. Salah satu PLTU yang dibangun dengan boiler berjenis stoker adalah PLTU Tanjung Balai Karimun 2x7 MW yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau. Sesuai dengan ASME Section VII, Part 13. Boiler Auxiliary, ukuran batubara yang direkomendasikan agar boiler stoker dapat beroprasi dengan optimal adalah 32 mm dengan campuran maksimal 25% berukuran 6 mm. Pada kenyataannya batubara yang digunakan pada PLTU Tanjung Balai Karimun sebagian besar berukuran halus yaitu 58% berukuran 31,5 -2,38 mm dan 17% berukuran < 2,38 mm. Terhadap penggunaan ukuran batubara non-standar ASME pada boiler stoker, penulis bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh ukuran batubara tersebut terhadap performa pembangkit dari segi specific fuel consumption (SFC), heat rate baik itu turbine heat rate (THR), gross plant heat rate (GPHR) maupun net plant heat rate (NPHR), serta efisiensi termal siklus. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data operasi pembangkit saat menggunakan ukuran batubara non-standar ASME serta sebagai pembanding dilakukan pengambilan data operasi pembangit saat menggunakan ukuran batubara standar ASME yang diperoleh dari data performance test yang telah dilakukan pada beban 75% kapasitas pembangkit. setelah dilakukan perhitungan terhadap performa pembangkit yang beroperasi menggunakan ukuran batubara non-standar ASME maupun pembangkit yang beroperasi menggunakan ukuran batubara standar ASME serta membandingkannya, diketahui bahwa untuk menghasilkan 1 kWh, pembangkit saat beroperasi menggunakan ukuran batubara non-standar ASME memiliki nilai SFCgross dan GPHR 26,80% lebih tinggi serta THR 0,47% lebih tinggi dan juga nilai SFCnetto dan NPHR 25,87% lebih tinggi dibandingkan saat pembangkit beroperasi menggunakan ukuran batubara standar ASME. Nilai efisiensi termal siklus pembangkit saat beroperasi menggunakan batubara nonstandar ASME 4,34% lebih kecil dibandingkan dengan saat beroperasi menggunakan ukuran batubara stnadar ASME. Sehingga dapat disimpukan bahwa untuk memproduksi 1 kWh pembangkit yang beroperasi menggunakan ukuran batubara non-standar ASME membutuhkan batubara serta energi lebih banyak dibandingkan dengan saat pembangkit beroperasi menggunakan batubara standar ASME. Stoker boiler in Indonesia widely applied in steam power plant wich is have less than 10 MW in capacity. PLTU Tanjung Balai Karimun 2x7 MW is one of steam power plant that built with the stoker boiler type wich is located in Riau Islands Province. Based on ASME Section VII, Part 13. Boiler Auxiliary, the recommended coal sizing to get the optimum operation of boiler stoker is 32 mm with maximum mixture of 25% in 6 mm. in the actual condition, the coal that used to PLTU Tanjung Balai Karimun is mostly in fine particle size or powder with 58% in 31,5 mm – 2,38 mm and 17% in < 2,38 mm. Regarding the use of non-standard ASME coal size on boiler stoker, author want to know about the effect of that coal to the performance of power plant in terms of specific fuel consumption, heat rate wich is turbine heat rate, gross plant heat rate, net plant heat rate and also thermal efficiency. This research was conducted by taking power plant operating data when using non-standard ASME coal sizes and as a comparison, the power plant operating data when using standar ASME coal sizes are also taken which is from performance test data on 75% capacity of the plant. After calculating the performance of power plant when using non-standard ASME coal sizes and when using standard ASME coal sizes and comparing them, it is known that to produce 1 kWh, the power plant when using non-standard ASME coal size has a 26,80% higher on SFCgross and GPHR value, and 0,47% higher on THR value, and also 25,87% higher on SFCnetto and NPHR value than when operates using standard ASME coal size. Thermal efficiency value when the power plant operates using nonstandard ASME coal sizes is 4,34% smaller than when using standard ASME coal size. So it can be concluded that to produce 1 kWh the power plant when using nonstandard ASME coal sizes requires more both coal and energy than when the power plant operates using standar ASME coal size

    Analysis of the Effect of Pump Head Variations on Pressure Flow Rate in Centrifugal Pumps At PT. Interzone Prima

    No full text
    65 HalamanIndustry pada kolam renang banyak menggunakan pompa dengan Gaya sentrifugal yaitu gaya yang bergerak membentuk lintasan lingkaran,gaya sentrifugal dimanfaatkan menjadi salah satu gaya dalam pompa air dari manual hingga otomatis (Pompa Sentrifugal). Tujuan Penelitian menganalisis penurunan flowrate pada pompa sentrifugal, menguji variasi head pompa sentrifugal secara efisien, menentukan kapasitas mesin pompa yang dibutuhkan kolam renang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, metode ini digunakan oleh penulis karena cocok dengan adanya beberapa fenomena yang terjadi dalam penelitian dengan mengkombinasikan dengan data pendukung. Penelitian ini menggunakan 3 variasi head dengan ketinggian 0,8 meter menghasilkan debit air 5.553x10-6 m3/s, head 1 meter menghasilkan debit air 5.498x10-6 m3/s, head 1,2 meter menghasilkan debit air 5.451x10-6 m3/s. Hasil penelitian ini yaitu, Penurunan flowrate tekanan dari 3500 kPa menjadi 1500 kPa akibat adanya kavitasi pada katup isap. Pada ketinggian Head 1,2 meter menghasilkan nilai efisiensi lebih besar dengan 12,04%. Kapasitas dan Head total yang tepat digunakan pada kolam renang ini yaitu diatas 6.667x10-6 m3/s dan Head total diatas 20 Meter. Industry in swimming pools uses many pumps with centrifugal force, which is a force that moves to form a circular trajectory, centrifugal force is used to be one of the forces in water pumps from manual to automatic (Centrifugal Pump). The purpose of the study analyzes the flowrate decrease in the centrifugal pump, tests the variation of the centrifugal pump head efficiently, determines the capacity of the pump machine needed by the swimming pool. The method used in this study is a descriptive method, this method is used by the author because it matches the existence of several phenomena that occur in the study by combining with supporting data. This study used 3 variations of head with a height of 0.8 meters resulting in a water discharge of 5.553x10-6 m3/s,, head 1 meter produced a water discharge of 5.498x10-6 m3/s, head 1.2 meters produced a water discharge of 5.451x10-6 m3/s. The result of this study is, a decrease in pressure flowrate from 3500 kPa to 1500 kPa due to cavitation in the suction valve. At a head height of 1.2 meters it produces a greater efficiency value by 12.04%. The right capacity and total Head used in this swimming pool is above 6.667x10-6 m3/and the total Head is above 20 meters

    Job Training Report on Water and Steam Circulation Systems at PT Soci Mas

    No full text
    76 HlmBerdasarkan hasil kerja praktek yang telah dilaksanakan di PT. SOCI MAS Medan, dapat disimpulkan beberapa hal yakni sebagai berikut: 1. Mahasiswa mengetahui penerapan Sistem pembangkit tenaga pada power plant di PT. SOCI MAS Medan, menambah wawasan dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di perguruan tjnggi dan meningkatkan pemahaman antara teori dan hasil analisis dari penerapan Sistem pembangkit tenaga pada power plant di PT. SOCI MAS Medan. 2. Penerapan system pembangkit tenaga pada power plant di PT. SOCI MAS Medan memiliki ketercapaian 86,74 persen berdasarkan hasil audit eksternal tahun 2019, sehingga penerapan power plant PT. SOCI MAS Medan masuk kedalam kriteria memuaskan. Dengan hasil penerapan power plant di PT. SOCl MAS Medan yang memuaskan tentunya masih memerlukan perbaikan dan peningkatan kinerja pembangkit lagi sebagai continuously improvement. Perbaikan dilakukan sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku terhadap setiap sub indikator yang masih memiliki sedikit kekurangan dan perlu adanya peningkatan sesuai dengan perundangan dan peraturan yang berlaku

    Field Work Practice Report Analysis of Fuel Pump Repair and Maintenance on Nissan Grand Livina 1500 Cc

    No full text
    87 HlmPembuatan tugas kerja praktek analisa perbaikan dan perawatan fuel pump (pompa bahan bakar) pada mesin Nissan Grand Livina 1500 cc dan cara mengatasinya memiliki 2 kesimpulan, diantaranya: 1. Dalam mengatasi kerusakan pada pompa bahan bakar khususnya Nissan Grand Livina 1500 cc ada peroses dan urut-urutannya mulai identifikasi pemeriksaan dan jika ada kerusakan dilanjutkan ke proses perbaikan ataupun penggantian komponen. Hal ini bertujuan agar didapat data yang lebih spesifik dan langsung dapat di temukan sumber kerusakan yang sebenarnya tanpa ada yang tertinggal. 2. Merawat sistem fuel pump (pompa bahan bakar) diperlukan guna mendukung umur kendaraan terutama pada mobil nissan grand livina. Yang harus di perhatikan dalam merawat sistem pompa bahan bakar seperti pengecekan kondisi pompa bahan bakar, sender unit, saringan bahan bakar dan lain sebagainya sesuai prosedur perawatan

    Job Training Report on Mechanical Technology Repair and Maintenance of Starter Motor on Nissan Grand Livina 1500 Cc Cars

    No full text
    52 HlmPembuatan laporan kerja praktek analisa gangguan sistem stater pada mesin Nissan Grand Livina 1500 cc dan cara mengatasinya memiliki 2 kesimpulan, diantaranya: 1. Dalam mengatasi kerusakan pada sistem starter khususnya starter Nissan Grand Livina 1500 cc ada proses dan urut-urutannya mulai identiflkasi pemeriksaan dan jika ada kerusakan dilakukan ke proses perbaikan ataupun penggantian komponen. Hal ini bertujuan agar didapati data yang lebih spesifik dan langsung dapat ditemukan sumber kerusakan yang sebenarna tanpa ada yang tertinggal 2. Merawat sistem starter pun diperlukan guna mendukung umur kinerja Starter terutama pada motor starter sehingga dapat sedikit memperpanjang umur motor stater. Yang harus di perhatikan dalam merawat sistem stater seperti pengecekan kondisi aki, kondisi sekring sistem stater, kondisi motor stater seperti solenoid, brash atau panjang sikat, kumparan dan lilitan angker dan lain sebagainya sesuai prosedur perawatan

    Job Training Report PT Berkat Bima Sentana Power Plant 120 MW PLTD Belawan Sumbagut

    No full text
    65 HlmSetelah kegiatan Kerja Praktek yang telah dilakukan pada PT BERKAT BIMA SENTANA PLTD 120 mw dapat disimpulkan bahwa: A. Kegiatan Kerja Praktek ini sangat bermanfaat guna meningkatkan kemampuan dan pengalaman saya saat terjun dalam dunia kerja serta pengaplikasian ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah, khususnya sangat mendukung dalam dunia kerja industri pembangkit listrik. B. Proses pembangkitan listrik khususnya pada PT BERKAT BIMA SENTANA PLTD 120 MW terdiri dari siklus Uap,siklus separasi, siklus pembakaran dan siklus pembawa HSD dan MFO. C. Efisiensi Boiler adalah prestasi kerja atau tingkat unjuk kerja Boiler yang didapatkan dari perbandingan antara energi yang dipindahkan ke atau diserap oleh fluida kerja didalam ketel dengan masukan energi kimia dari gas buang engine. D. Didapatkan nilai efisiensi boiler pada beban 22 MW adalah 34%. Efisiensi boiler rendah disebabkan rendahnya beban dan kebutuhan steam

    Generator Power Analysis Using 4 Turbine Blades Type Whirlpool Micro Hydro Power Plant ( MHP )

    No full text
    47 HalamanMenipisnya ketersediaan energi yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi dan batubara yang digunakan sebagai bahan bakar Pembakit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) diperlukan alternatif lain untuk menghasilkan energi listrik untuk meminimalisir polusi yang dihasilkan dari proses pembakarannya yang dapat menimbulkan pemanasan global, dan mengikis lapisan ozon. Untuk itu dapat diperlukan energi baru terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ( PLTMH ) untuk memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakat yang ramah lingkungan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui besar daya turbin yang menggunakan 4 buah sudu tipe turbin whirlpool. Dalam penelitian ini membahas tentang Analisa Daya Generator Dengan Menggunakan 4 Buah Sudu Turbin Tipe Whirlpool Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui lima kali pengujian dengan menggunakan debit air yang sama sebesar 0,00625 m3/s. Sehingga diperoleh hasil akhir berupa data daya generator tertinggi sebesar 4,18 watt, daya air sebesar 14,059 watt, daya turbin terbesar 0,570 watt, torsi tertinggi sebesar 0,059 Nm dan efisiensi turbin terbaik sebesar 29,75 %. The depletion of the availability of non-renewable energy such as oil and coal used as fuel for Steam Power Plants (PLTU) and Diesel Power Plants (PLTD) requires other alternatives to produce electrical energy to minimize pollution resulting from the combustion process which can cause global warming, and eroding the ozone layer. For this reason, new renewable energy such as Micro Hydro Power Plants (PLTMH) can be needed to meet the electrical energy needs of the community that are environmentally friendly. The purpose of this study is to determine the power of the turbine that uses 4 blades of the whirlpool turbine type. In this study discusses Generator Power Analysis Using 4 Turbine Blades Type Whirlpool Micro Hydro Power Plant. Data collection in this study was carried out through five tests using the same water discharge of 0.00625 m3/s. So that the final results are obtained in the form of data of the highest generator power of 4.18 watts, water power of 14.059 watts, the largest turbine power of 0.570 watts, the highest torque of 0.059 Nm and the best turbine efficiency of 29.75%

    Performance Analysis of Micro Power Plant Screw Turbines With Variations in Shaft Tilt Angle

    No full text
    50 HalamanTurbin ulir (Archimede Screw) merupakan salah satu jenis turbin yang digunakan pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PL TMH). Archimedes Screw dulunya digunakan oleh manusia sebagai pompa air untuk mempennudah mengambil air dari sungai, namun seiring berjalannya waktu kini kegunaan Archimedes Screw telah berubah menjadi turbin air. Archimedes Screw merniliki keunggulan yaitu ramah lingkungan karena tidak mengganggu ekositem air, merniliki head yang rendah dan efisiensi yang dihasilkanjuga cukup tinggi. Faktor yang mempengaruhi kinetja turbin ulir adalah sudut kerniringan, head air, debit air dan blade turbin ulir. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui berapa sudut kerniringan terbaik untuk menghasilkan daya dan efisiensi tertinggi untuk diterapkan pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Variasi sudut kerniringan poros turbin ulir yang digunakan untuk penelitian ini yaitu sudut 32°, 37°, 42° dan 47° dengan diameter blade 0,35 m, jarak blade 0,29 m dan panjang blade 0,87 m, dengan debit air 0,013 m3/s. Dari basil penelitian ini diperoleh putaran rata-rata maksimum poros turbin 194,66 rpm dan putaran generator 621,33 rpm, daya generator 36,42 Watt dan efisiensi tertinggi 37,5% pada sudut 47°. The screw turbine ( Archimede Screw ) is one type of turbine used in the Micro Hydro Power Plant (PLTMH) system. Archimedes Screw used to be used by humans as a water pump to make it easier to take water from rivers, but over time now the use of Archimedes Screw has turned into a water turbine. Archimedes Screw has the advantage that it is environmentally friendly because it does not interfere with the water ecosystem, has a low head and the resulting efficiency is also quite high. Factors that affect the performance of screw turbines are tilt angle, water head, water flow and bladescrew turbine. The purpose of this research is to find out what is the best slope angle to produce the highest power and efficiency to be applied to Hydroelectric Power Plants (PLTA). Variations in the tilt angle of the screw turbine shaft used in this study were 32°, 3JO, 42° and 4JO with a blade diameter of 0.35 m, a blade distance of 0.29 m and a blade length of 0.87 m, with a water flow rate of0.013 m 3 Is .. From the results of this study, the maximum average rotation of the turbine shaft is 194.66 rpm and the generator rotation is 621.33 rpm, the generator power is 36,42 Watt and the highest efficiency is 37,5% at an angle 47

    Analysis of Engine Performance With Bioethanol and Pertalite Combination Fuel on 4-Step Motorcycles

    No full text
    49 HalamanMenipisnya bahan bakar fosil, meningkatnya suhu bumi dan memburuknya kualitas udara merupahkan fenomena yang tak terelakan pada saat ini. Kondisi ini merupahkan akibat pemakaian bahan bakar fosil yang menigkat dan berlebihan. Penelitian ini dilakukan untuk mencari alternative bahan bakar selain minyak bumi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis peforma unjuk kerja mesin motor bakar 4 langkah dengan perpaduan bahan bakar pertalite 65% dan 75%, dengan bioethanol 35% dan 25%. Bioethanol (C2H5OH) adalah bahan bakar terbarukan dari jenis oksigenat (oxsigenates) bioethanol juga bahan bakar dari tumbuh-tumbuhan yang memiliki sifat seperti bensin. Keuntungan penggunaan bioethanol adalah memberikan peforma yang baik dan ramah lingkungan. Perlu diingat bahwa karakteristik alkohol berikut turunannya bersifat relatif korosif bila bercampur dengan karet, plastik, tembaga, kuningan, dan aluminium. Pengujian bahan bakar pada campuran pertalite dilakukan pada mesin bensin 4 langkah tanpa modifikasi. Pengujian yang dilakukan akan menggunakan komposisi pertalite dicampur dengan 35% dan 25% Ethanol dengan menggunakan Dyno Dynamics Chassis Dynamometer, dimana mesin yang di uji harus terpasang pada rangka kendaraan lengkap dengan seluruh aksesoris kendaraan tersebut. Hasil dari pengujian diketahui bahwa ternyata campuran pertalite-Ethanol dapat meningkatkan torsi teringgi sebesar 7,5 Nm, daya mesin yang dihasilkan pada 9000rpm sebesar 7,2 kW. Pada campuran bahan bakar Ethanol sebesar 35 % jika dibandingkan dengan campuran 25%, hal ini menunjukkan bahan bakar bioethanol 25% lebih tinggi menghasilkan daya jika dibandingkan dengan bioethanol 35%. Walaupun demikian terjadi beberapa kerugian, yaitu konsumsi bahan bakar yang meningkat. The depletion of fossil fuels, increasing earth temperature and deteriorating air quality are unavoidable phenomena at this time. These conditions are the result of the increasing and excessive use of fossil fuels. This research was conducted to find alternative fuels other than petroleum. Bioethanol (C2H5OH) is a renewable fuel from the type of oxygenate (oxsigenates) bioethanol is also a fuel from plants that has properties like gasoline. The advantage of using bioethanol is that it provides good performance and is environmentally friendly. Keep in mind that the characteristics of alcohols and their derivatives are relatively corrosive when mixed with rubber, plastic, copper, brass, and aluminum. The fuel test of the pertalite mixture was carried out on a four stroke gasoline engine without modification. Tests carried out will use the composition of pertalite mixed with 35% and 25% Ethanol using a Dyno Dynamics Chassis Dynamometer, where the engine being tested must be installed on the vehicle frame complete with all vehicle accessories. The test results show that the pertalite-Ethanol mixture can increase torque, engine power and efficiency. In the Ethanol fuel mixture of 35% when compared to the 25% mixture, this shows that E-25 fuel produces higher power when compared to E-35. However, there were several disadvantages, namely increased fuel consumption
    corecore