1,720,964 research outputs found

    Pengaruh Food Quality, Price Fairness, dan Service Quality terhadap Behavioral Intention di Restoran Dragon Hotpot Surabaya

    Full text link
    Bisnis jasa makanan saat ini menjadi industri yang dinamis. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah perusahaan jasa makanan di semua subsektor industri, termasuk restoran. Kualitas makanan / food quality, kewajaran harga / price fairness, dan kualitas layanan / service quality diterima menjadi variabel yang sering digunakan dalam meneliti behavioral intention. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang pengaruh dari food quality, price fairness, dan service quality terhadap behavioral intention di Restoran Dragon Hotpot Surabaya. Penelitian ini melibatkan 122 responden perempuan dan laki-laki yang berusia di atas 17 tahun dan pernah makan di Dragon Hotpot Surabaya minimal 1 kali. Pengolaan data kuantitatif menggunakan program Partial Least Square (PLS). Proses analisis dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS melalui dua tahapan utama yaitu evaluasi outer model dan inner model. Dari hasil analisa data, ditemukan bahwa food quality dan price fairness memiliki pengaruh signifikan terhadap behavioral intention sedangkan service quality tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap behavioral intention

    Pengaruh Food Quality, Price Fairness, dan Service Quality Terhadap Behavioral Intention di Restoran Dragon Hotpot Surabaya

    No full text
    Bisnis jasa makanan saat ini menjadi industri yang dinamis. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah perusahaan jasa makanan di semua subsektor industri, termasuk restoran. Kualitas makanan / food quality, kewajaran harga / price fairness, dan kualitas layanan / service quality diterima menjadi variabel yang sering digunakan dalam meneliti behavioral intention. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang pengaruh dari food quality, price fairness, dan service quality terhadap behavioral intention di Restoran Dragon Hotpot Surabaya. Penelitian ini melibatkan 122 responden perempuan dan laki-laki yang berusia di atas 17 tahun dan pernah makan di Dragon Hotpot Surabaya minimal 1 kali. Pengolaan data kuantitatif menggunakan program Partial Least Square (PLS). Proses analisis dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS melalui dua tahapan utama yaitu evaluasi outer model dan inner model. Dari hasil analisa data, ditemukan bahwa food quality dan price fairness memiliki pengaruh signifikan terhadap behavioral intention sedangkan service quality tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap behavioral intention

    Pengaruh Food Quality, Price Fairness, dan Service Quality Terhadap Behavioral Intention di Restoran Dragon Hotpot Surabaya

    No full text
    Bisnis jasa makanan saat ini menjadi industri yang dinamis. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah perusahaan jasa makanan di semua subsektor industri, termasuk restoran. Kualitas makanan / food quality, kewajaran harga / price fairness, dan kualitas layanan / service quality diterima menjadi variabel yang sering digunakan dalam meneliti behavioral intention. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang pengaruh dari food quality, price fairness, dan service quality terhadap behavioral intention di Restoran Dragon Hotpot Surabaya. Penelitian ini melibatkan 122 responden perempuan dan laki-laki yang berusia di atas 17 tahun dan pernah makan di Dragon Hotpot Surabaya minimal 1 kali. Pengolaan data kuantitatif menggunakan program Partial Least Square (PLS). Proses analisis dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS melalui dua tahapan utama yaitu evaluasi outer model dan inner model. Dari hasil analisa data, ditemukan bahwa food quality dan price fairness memiliki pengaruh signifikan terhadap behavioral intention sedangkan service quality tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap behavioral intention

    PENGARUH STREAMER ATTRACTIVENESS DAN PARA-SOCIAL INTERACTION TERHADAP AROUSAL DAN IMPULSIVE BUYING PADA TIKTOK LIVE SHOPPING

    Full text link
    Pengguna aktif sosial media di Indonesia semakin meningkat membuat bisnis online melalui media sosial semakin banyak. Dengan adanya platform jualan secara online memudahkan penjual dan pembeli untuk berkomunikasi. Meningkatnya penggunaan metode live streaming membuat aplikasi di TikTok semakin berkembang pesat. Berdasarkan studi terdahulu, variabel yang dapat mempengaruhi live streaming adalah streamer attractiveness dan para-social interaction. Kedua variabel ini dapat mempengaruhi arousal dan impulsive buying. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari streamer attractiveness dan para-social interaction terhadap arousal dan impulsive buying pada TikTok Live Shopping. Penelitian ini menggunakan 135 responden laki-laki dan perempuan berusia 18-45 tahun yang pernah menonton live stream TikTok 1 kali seminggu dalam waktu 6 bulan. Pengolaan data kuantitatif menggunakan program Partial Least Square (PLS). Proses analisis dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS melalui dua tahapan utama yaitu evaluasi outer model dan inner model. Teknik analisa data yang digunakan selanjutnya adalah uji T. Dari hasil analisa data, ditemukan bahwa streamer attractiveness dan para-social interaction berpengaruh positif terhadap arousal dan arousal berpengaruh positif terhadap impulsive buying

    PENGARUH STREAMER ATTRACTIVENESS DAN PARA-SOCIAL INTERACTION TERHADAP AROUSAL DAN IMPULSIVE BUYING PADA TIKTOK LIVE SHOPPING

    No full text
    Pengguna aktif sosial media di Indonesia semakin meningkat membuat bisnis online melalui media sosial semakin banyak. Dengan adanya platform berniaga secara online memudahkan penjual dan pembeli untuk berkomunikasi. Meningkatnya penggunaan metode live streaming membuat aplikasi di TikTok semakin berkembang pesat. Berdasarkan studi terdahulu, variabel yang dapat mempengaruhi live streaming adalah streamer attractiveness dan para-social interaction. Kedua variabel ini dapat mempengaruhi arousal dan impulsive buying. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari streamer attractiveness dan para-social interaction terhadap arousal dan impulsive buying pada TikTok Live Shopping. Penelitian ini menggunakan 135 responden laki-laki dan perempuan berusia 18-45 tahun yang pernah menonton live stream TikTok 1 kali seminggu dalam waktu 6 bulan terakhir. Pengolaan data kuantitatif menggunakan program Partial Least Square (PLS). Proses analisis dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS melalui dua tahapan utama yaitu evaluasi outer model dan inner model. Teknik analisa data yang digunakan selanjutnya adalah uji T. Dari hasil analisa data, ditemukan bahwa streamer attractiveness dan para-social interaction berpengaruh positif terhadap arousal dan arousal berpengaruh positif terhadap impulsive buying

    PENGARUH STREAMER ATTRACTIVENESS DAN PARA-SOCIAL INTERACTION TERHADAP AROUSAL DAN IMPULSIVE BUYING PADA TIKTOK LIVE SHOPPING

    No full text
    Pengguna aktif sosial media di Indonesia semakin meningkat membuat bisnis online melalui media sosial semakin banyak. Dengan adanya platform berniaga secara online memudahkan penjual dan pembeli untuk berkomunikasi. Meningkatnya penggunaan metode live streaming membuat aplikasi di TikTok semakin berkembang pesat. Berdasarkan studi terdahulu, variabel yang dapat mempengaruhi live streaming adalah streamer attractiveness dan para-social interaction. Kedua variabel ini dapat mempengaruhi arousal dan impulsive buying. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari streamer attractiveness dan para-social interaction terhadap arousal dan impulsive buying pada TikTok Live Shopping. Penelitian ini menggunakan 135 responden laki-laki dan perempuan berusia 18-45 tahun yang pernah menonton live stream TikTok 1 kali seminggu dalam waktu 6 bulan terakhir. Pengolaan data kuantitatif menggunakan program Partial Least Square (PLS). Proses analisis dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS melalui dua tahapan utama yaitu evaluasi outer model dan inner model. Teknik analisa data yang digunakan selanjutnya adalah uji T. Dari hasil analisa data, ditemukan bahwa streamer attractiveness dan para-social interaction berpengaruh positif terhadap arousal dan arousal berpengaruh positif terhadap impulsive buying

    Batik: a Strategy for Women s Empowerment in the Former-Red Light Districts Dolly Surabaya

    No full text
    The former Dolly red-light district in Putat Jaya, Surabaya, once known as one of the largest prostitution hubs in Southeast Asia, has been undergoing a social and economic transformation following its closure in 2014. A batik training program held in RW 12, Putat Jaya, aims to empower women in the area by developing batik craft skills and creating new economic opportunities. This training involves 20 participants, primarily women, who are taught the techniques of stamped batik using recycled materials. The training methods include color theory, batik design, and hands-on practice in efficient batik production. Despite difficulties differentiating products and limited marketing efforts, this program shows great potential for empowering women and creating sustainable business opportunities. The outcomes of this training are expected to reduce reliance on government assistance and enhance economic independence

    PENGARUH VISUAL MERCHANDISING KKV GALAXY MALL SURABAYA TERHADAP REPURCHASE INTENTION DENGAN SHOPPING LIFESTYLE SEBAGAI VARIABEL MODERASI DAN IMPULSIVE BUYING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh Visual Merchandising KKV Galaxy Mall Surabaya terhadap Repurchase Intention dengan Shopping Lifestyle sebagai variabel moderasi dan Impulsive Buying sebagai variabel mediasi. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan dengan cara survey secara langsung di KKV Galaxy Mall dan online melalui Line, Whatsapp, dan Instagram. Jumlah responden yang berhasil diperoleh dan diolah datanya sebanyak 124 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hasil dari penelitian tugas akhir ini menunjukkan bahwa Visual Merchandising tidak berpengaruh signifikan terhadap Repurchase Intention, Visual Merchandising berpengaruh terhadap Impulsive Buying, Impulsive Buying berpengaruh terhadap Repurchase Intention, Impulsive Buying memediasi secara signifikan hubungan Visual Merchandising terhadap Repurchase Intention, dan Shopping Lifestyle tidak memoderasi hubungan Visual Merchandising terhadap Repurchase Intention customer KKV Galaxy Mall Surabaya

    PENGARUH VISUAL MERCHANDISING KKV GALAXY MALL SURABAYA TERHADAP REPURCHASE INTENTION DENGAN SHOPPING LIFESTYLE SEBAGAI VARIABEL MODERASI DAN IMPULSIVE BUYING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI

    No full text
    This research aims to analyze the influence of Visual Merchandising at KKV Galaxy Mall Surabaya on Repurchase Intention, with Shopping Lifestyle as a moderating variable and Impulsive Buying as a mediating variable. Data collection for this research was conducted through direct surveys at KKV Galaxy Mall and online via Line, Whatsapp, and Instagram. A total of 124 respondents were successfully obtained and their data processed. The data analysis technique used was Partial Least Square (PLS). The results of this final research project indicate that Visual Merchandising does not have a significant effect on Repurchase Intention, Visual Merchandising has an effect on Impulsive Buying, Impulsive Buying has an effect on Repurchase Intention, Impulsive Buying significantly mediates the relationship between Visual Merchandising and Repurchase Intention, and Shopping Lifestyle does not moderate the relationship between Visual Merchandising and Repurchase Intention of KKV Galaxy Mall Surabaya customers
    corecore