4 research outputs found
RANCANG BANGUN MESIN PERAJANG BATANG JAGUNG SEBAGAI BAHAN TAMBAH PAKAN TERNAK GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PARA PETERNAK ( ROJOKOYO)
ABSTRAK Utomo, Hendra Setyo. & Muslim, Fakris. 2010. Rancang Bangun Perajang Batang Jagung sebagai Bahan Tambah Pakan Ternak Guna Meningkatkan Produtifitas para Peternak (Rojokoyo). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Solichin, S.T., M.Kes. (II) Drs. H. Sunomo, M.pd. Kata kunci: Mesin perajang, Jagung, Produktifitas peternak (Rojokoyo) Pada saat ini perkembangan hewan ternak (rojokoyo) semakin berkembang karena sebagian besar penduduk di daerah pedesaan khususnya para petani yang selain bermata pencaharian dengan bercocok tanam tetapi juga mencari tambahan penghasilan keluarga dengan memelihara hewan ternak, misalnya sapi, kambing, dan kerbau. Alasan mereka memilih memelihara hewan ternak selain perawatannya yang mudah, harga jual daripada hewan ternak tersebut juga lumayan tinggi. Juga, mendorong masyarakat pedesaan banyak yang memelihara hewan-hewan ternak ini. Akan tetapi di lain pihak kebutuhan permintaan akan bahan pakan ternak tersebut semakin tinggi dan lahan untuk pakan ternak itu sendiri semakin sempit karena persaingan untuk mendapatkan pakan semakin tinggi pula. Jagung (Zea mays) adalah merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Dari total luas lahan kering 853.250 ha, lahan yang telah diusahakan untuk jagung baru 11.998 ha dan palawija selain jagung 21.099 ha, sehingga tersisa 820.153 ha yang berpotensi untuk usaha tani jagung.(Jurnal Litbang Pertanian). Pada tahun 2006, luas panen jagung adalah 3,5 juta hektar dengan produksi rata-rata 3,47ton/ha, produksi jagung secara nasional 11,7 juta ton. Menurut Prasetyo (2002) limbah batang dan daun jagung kering adalah 3,46 ton/ha sehingga limbah pertanian yang dihasilkan sekitar 12.1juta ton. Dengan konversi nilai kalori 4370 kkal/kg (Sudradjat, 2004) potensi energi limbah batang dan daun jagung kering sebesar 66,35 GJ. Untuk itu sebelum dilakukan pembuatan mesin perajang bahan tambah pakan ternak (rojokoyo) penulis perlu melakukan analisa terlebih dahulu dengan tujuan menghindari kesalahan dalam pembuatan mesin perajang bahan tambah pakan ternak sehingga dapat meningkatkan produktivitas, efektivitas dan efisiensi mesin serta sesuai dengan prinsip kerja perajangan yang benar, ini menjadikan hasil yang akan dicapai sesuai apa yang diharapkan yaitu ukuran hasil perajangan yang lebih halus sekitar 10 mm dengan daya 1 HP dan 1400 rpm dan mampu merajang sekitar 45 kg/menit. Serta mengupayakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara maksimal supaya faktor keamanan dalam penggunaan mesin tersebut tercapai
PERJALANAN REFORMA AGRARIA BAGIAN DARI AMANAH KONSTITUSI NEGARA
The author examines and describes how agrarian reform is realized during different government periods. To do that, policy, and legal documents, directly or indirectly related to agrarian reform, is analysed. This research reveals that attempt at agrarian reform up to present is focussed developing policies aiming to restructure land ownership and utilization (land reform). Another finding is that the promulgation of Law No. 11 of 2020 (Law on Job Creation) tends to shift the focus more on granting easy access to land for development purposes. This change of policy priority will have dire consequence to access to land for the poor and most likely increase agrarian conflicts
Mathematical visualization process of junior high school students in solving a contextual problem based on cognitive style
Telaah Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Upaya Keberlangsungan Usaha Pada kopegtel Surya Cendrawasih Madiun
Structured and measured strategic management is required in mastering
the increasingly competitive business environment. Mastering the business
environment based on strategic management is the unity of steps from initial
strategy, management process, program implementation until control function of
the outcome.
Balanced Scorecard (BSC) as a strategic management approach has the
advantage because of the involvement of various aspects (perspectives)
comprehensively that is Finance, Customer, Internal Business Process and
Learning and Growth. BSC is a management tool that can be used to boost the
organization's ability to multiply profits so they can guarantee business continuity.
Kopegtel Surya Cendrawasih Madiun as part of a business entity needs to
ensure and guarantee the sustainability of its business considering the cooperative
was established in order to improve the welfare of all members and managers.
Therefore, the author intends with this Balanced Scorecard approach it is
expected to improve existing cooperative conditions and based on the four
approaches perspective is able to anticipate changes in business environment so in
the future Kopegtel Surya Cendrawasih Madiun is more existing and can
guarantee business continuity.
The author expects the research results to be beneficial for Kopegtel Surya
Cendrawasih Madiun in managing business and its organization in the future
