2 research outputs found
Variasi Bahasa Jual Beli dalan Jaring Anggota Comboran Malang Online
Variasi bahasa merupakan macam - macam bahasa yang memiliki karakter dan ciri yang berbeda . Variasi bahas a jual beli dalam jar ing anggota grup c o mboran Malang online , menjadi menarik karena macam - macam bahasanya yang unik dan bervariasi . Penggunaan variasi bahasa jual - beli yang digunakan memiliki kekhasan sehingga membentuk kata baru. Secara umum, suatu kelompok sosial menciptakan kata - kata baru yang ber tujuan untuk mengintimkan sebuah komunikasi dan menghindari kebosanan dalam percakapan. Kata - kata baru tersebut dibentuk dengan menggunakan proses bentuk variasi bahasa dan fungsi untuk menyampaikan maksud pembicaraan mereka . Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi variasi bahasa jual beli dalam jar ing anggota comboran Malang online . Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analisis teks . Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa teks dari percakapan anggota grup. Sumber data penelitiannya adalah percakapan dan komentar yang digunakan anggota grup Comboran Malang online di media sosial Facebook . Pengumpulan data dilakukan denga n menggunakan teknik pengamatan dan ik h tisar dokumen untuk mencatat data den gan cara melakukan penagkapan layar dari komputer . Instr umen utama yang digunakan untuk mengumpulka n data adalah peneliti sendiri, y ang bertindak sebagai pengamat. Instrumen pendukung yang digunakan adalah panduan peng umpulan data dan analisis data. Analisis data dil akukan dengan pengidentifikasian data, peng klasifikasi an data, pengodean data, penafsiran data, penyimpu lan hasil penelitian, dan pengecekan keabsahan . Hasil analisis data tersebut , diperole h dua fokus penelitian sebagai berikut . Pertama, bentuk variasi bahasa j u al beli yang digunakan oleh anggota grup comboran Malang online. Bentuk variasi bahasa jual beli tersebut dibagi menjadi delapan bentuk yaitu , derivasi zero, kata majemuk, pembalikan fonem, lambang, singkatan, akroni m , penggalan, dan kosakata dari bahasa asing. Bentuk - bentuk variasi bahasa tersebut yang digunakan untuk mengetahui makna penggunaan variasi bahasa yang digunakan. Kedua, t er dapat tujuh fungsi variasi bahasa dalam grup comboran Malang online, yaitu : (a) instrumental untuk memberikan perintah dan himbauan kepada pembeli , (b) representasi untuk menggambarkan fakta dan realita s barang yang dijual , (c) regulasi untuk meng atur dan m en gen dalikan orang lain dengan cara memberikan perjanjian , (d) heuristik untuk memperoleh s ebuah jawaban atau pengetahuan dari sebuah pertanyaan , (e) i nteraksi untuk mengatur jalannya komunikasi agar dapat berjalan lancar , (f) perorangan untuk mengetahui perasaan dan emosi orang lain , dan (g) imajinatif untuk memberikan gambaran dan bayangan seb uah barang yang dideskripsikan . ii Berdasarkan paparan di atas, diajukan sebuah saran untuk beberapa pihak yaitu kepada peneliti selanjutnya, kepada anggota grup comboran Malang online , dan kepada masyarakat umum . Kepada peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan untuk memulai penelitian baru yang berkaitan dengan bentuk dan fungsi variasi bahasa. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan dan memperdalam penelitian, baik dari segi bentuk, ciri - ciri, karakteristik, makna pengguna an, dan fungsi variasi bahasa tersebut. Kepada anggota grup comboran Malang online penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan ketika melakukan percakapan dalam grup jual beli untuk mengekspresikan dan lebih mengembangkan keunikan bahasa yang dipakai terhadap grup yang lainya. Disarankan kepada masyarakat umum penelitian ini dapat menjadi sumber informasi dan menambah pengetahuan makna dan fungsi pemakaian bahasa jual
PRAKTEK BAGI HASIL TABUNGAN HAJI DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus Bank Muamalat Cabang Enggal, Bandar Lampung)
ABSTRAK
Mudharabah merupakan pola kerja sama ekonomi yang menjadi
unggulan bank syariah, sehingga banyak masyakarat mengidentifikasi
bank syariah sebagai “bank bagi hasil”. Penulis tertarik menelaah
lebih lanjut tentang bagi hasil pembiayaan Mudharabah pada bank
syariah khususnya Bank Muamalat. Pada penelitian ini penulis
menentukan rumusan masalah adalah bagaiamana praktek bagi hasil
tabungan haji pada Bank Muamalat Cabang Enggal Bandar Lampung
dan bagaimana pandangan hukum islam tentang praktek bagi hasil
tabungan haji pada bank Muamalat Cabang Enggal Bandar Lampung.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif dengan cara pengumpulan data dilakukan dengan metode tes
dan wawancara sehingga dapat memberikan gambaran keadaan yang
terjadi secara nyata untuk kemudian ditarik kesimpulan yang dapat
dijadikan dasar untuk memberikan saran untuk menguji hipotesis yang
ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek bagi hasil
tabungan haji di Bank Muamalat Cabang Enggal Bandar Lampung.
Akad yang digunakan adalah akad Mudharabah yaitu perjanjian bagi
hasil antara pemilik modal (shahibul maal) dengan pengusaha
memiliki keahlian atau pengalaman dalam pengelolaan sebuah proyek.
Bank Muamalat Cabang Enggal Bandar Lampung, telah
menerapkan sistem bagi hasil deposito Mudharabah yang sesuai
dengan prinsi-prinsip syariat Islam. Hal ini tercemin dari kejelasan
akad yang mengatur pengelolaan dana nasabah. Bank telah
menetapkan syarat dan ketentuan yang ketat, memastikan bahwa
setiap usaha yang dijalankan dengan mengunakan dana nasabah
tersebut tidak bertentangan dengan hukum Islam. Pelaksanaan praktek
bagi hasil pada tabungan haji di Bank Muamalat Cabang Enggal
Bandar Lampung, mengadopsi sistem profit Sharing. Dalam sistem
ini, keuntungan yang di peroleh dari Shahibul Maal (pengelolaan
dana) nasabah akan dibagi antara nasabah dan bank berdasarkan
proporsi yang telah disepakati di awal dan dihitung berdasarkan laba
bersih yang diperoleh setelah dikurangi seluruh biaya operasional. ABSTRACT
Mudharabah is a cooperative economic model that is a hallmark
of sharia bank, leading many in society to identify Islamic banks as
“profit-sharing banks.” The author is interested in further examining
the profit-sharing aspect of Mudharabah financing at Islamic banks,
particularly Bank Muamalat. In this research, the author formulates
the problem statement: how does the practice of profit-sharing for hajj
savings work at Bank Muamalat Enggal Bandar Lampung Branch, and
how is the Islamic legal perspective on this practice.
The methodology used in this study is qualitative, with data
collection conducted through tests and interviews to provide a realistic
depiction of the situation, enabling conclusions to be drawn that can
serve as a basis for recommendations to test existing hypotheses. This
research aims to understand the profit-sharing practices for hajj
savings at Bank Muamalat Cabang Enggal Bandar Lampung. The
contract employed is the Mudharabah agreement, which is a profitsharing agreement between capital owners (shahibul maal) and
entrepreneurs who possess expertise or experience in managing a
project.
Bank Muamalat Enggal Bandar Lampung Branch has
implemented a profit-sharing system for Mudharabah deposits that
aligns with Islamic principles. This is reflected in the clarity of the
contract governing the management of customer funds. The bank has
established strict terms and conditions, ensuring that every venture
undertaken with customer funds does not contradict Islamic law. The
implementation of profit-sharing practices for hajj savings at Bank
Muamalat Enggal Bandar Lampung Branch adopts a profit-sharing
system where profits generated from customer fund management are
divided between customers and the bank based on a pre-agreed
proportion, calculated from net profits after deducting all operational
costs
