1,720,987 research outputs found
Kemandirian Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Program IPA dan IPS dengan Strategi Pembelajaran Inkuiri pada Materi Integral Kelas XII MAS Muhammadiyah 2 Al-Furqan Banjarmasin Tahun Pelajaran 2016/2017
Heldawati. 2016. Kemandirian Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Program IPA dan IPS dengan Strategi Pembelajaran Inkuiri pada Materi Integral Kelas XII MAS Muhammadiyah 2 Al-Furqan Banjarmasin Tahun Pelajaran 2016/2017. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Hasby Assidiqi, S.Pd., M.Si.
Kata Kunci: Kemandirian Belajar, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Strategi Pembelajaran Inkuiri, Integral.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemandirian belajar siswa program IPA dan IPS dengan strategi pembelajaran inkuiri, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa program IPA dan IPS dengan strategi pembelajaran inkuiri dan perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa program IPA dan IPS dengan strategi pembelajaran inkuiri.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis penelitian lapangan dan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII MAS Muhammadiyah 2 Al-Furqan Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu sampling jenuh, yakni kelas XII program IPA dan IPS. Teknik analisis data adalah rata-rata, standar deviasi, variansi, uji normalitas, uji homogenitas, uji T dan uji U.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kemandirian belajar siswa program IPA dengan strategi pembelajaran inkuiri ada enam orang siswa berada pada kualifikasi cukup baik dan satu orang siswa berada pada kualifikasi baik, (2) kemandirian belajar siswa program IPS dengan strategi pembelajaran inkuiri ada tiga orang siswa berada pada kualifikasi kurang baik, sepuluh orang siswa berada pada kualifikasi cukup baik dan dua orang siswa berada pada kualifikasi baik, (3) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa program IPA dengan nilai rata-rata kelasnya adalah 69,84 atau berada pada kualifikasi cukup baik, (4) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa program IPS dengan nilai rata-rata kelasnya adalah 52,24 atau berada pada kualifikasi kurang, dan (5) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa program IPA dan IPS dengan strategi pembelajaran inkuiri pada materi integral kelas XII MAS Muhammadiyah 2 Al-Furqan Banjarmasin tahun pelajaran 2016/2017
PENANAMAN NILAI- NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI ISTIGHOSAH DI RA SEMUDERA RAYA KEC. BANJARMASIN SELATAN KOTA BANJARMASIN
Heldawati: 190101080375. Penanaman Nilai-Nilai Agama dan Moral melalui
Istighosah di RA Samudera Raya Kec. Banjarmasin Selatan Kota
Banjarmasin. Pembimbing Bidang Konten dan Metodologi Ibu Rizki Nor
Haida, S. Psi., M. Pd dan Pembimbing Bidang Bahasa dan Teknik
Penulisan Ibu Dra. Rusdiah, M. Pd. I, pada Program Studi Pendidikan
Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari
Banjarmasin. 2023.
Kata Kunci: Penanaman Nilai Agama dan Moral, Istighosah, Anak Usia Dini
Menanamkan nilai agama dan moral pada anak usia dini bukanlah perihal
yang mudah, karena itu perlunya metode-motede yang tepat dalam penanamannya
walaupun dilakukan secara bertahap sedikit demi sedikit dan menyesuaikan
dengan usia anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penanaman Nilai-Nilai agama
dan moral melalui Istighosah di RA Samudera Raya Kec. Banjarmasin Selatan
Kota Banjarmasin, faktor pendukung dan penghambat dalam penanaman nilai
nilai ibadah melalui istighosah.
Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian yaitu di RA Samudera
Raya Kec. Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Subjek penelitian yakni kepala
sekolah dan 4 orang guru kelompok A dan B. Sedangkan objek penelitian ini
adalah penanaman nilai-nilai agama dan moral melalui istighosah di RA
Samudera Raya Kec. Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Teknik
pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian penanaman nilai-nilai agama dan moral
melalui istighosah di RA Samudera Raya Kec. Banjarmasin Selatan Kota
Banjarmasin merupakan suatu penanaman nilai-nilai agama dan moral yang
dilakukan melalui kegiatan istighosah. Istighosah ialah kegiatan yang rutin
dilakukan setiap 1 kali dalam seminggu yakni pada hari selasa dari jam 08.00
WITA s.d 08.30 WITA. Materi istighosah diulang kembali setiap harinya di
dalam kelas masing-masing dengan dibimbing oleh guru kelas. Proses
pelaksanaan penanaman nilai-nilai agama dan moral melalui istighosah dilakukan
dengan beberapa metode yakni, metode pembiasaan, metode bercakap-cakap,
metode keteladanan, dan metode bernyanyi. Faktor pendukung meliputi: a. guru,
b. orang tua, c. sarana. Faktor penghambat meliputi: a. prasarana, b. anak
Konsep Kafa’ah Dalam Pernikahan (Studi Pemikiran Imam Hanafi Dan Malik)
Lia Heldawati. 2014. Konsep Kafa’ah Dalam Pernikahan (Studi Pemikiran Imam Hanafi Dan Malik). Skripsi, Perbandingan Mazhab (PM), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Pembimbing: (1) Dr. Faturrahman Azhari, M.HI (2) Imam Alfiannor, S.Ag, M.HI.
Dengan latar belakang masalah adanya perbedaan konsep dalam menentukan ukuran kafa>’ah, sehingga menimbulkan pemahaman dan aplikasi hukum yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library reseach), yang bersifat studi literatur. Untuk mengumpulkan data yang diperlukan digunakan survey kepustakaan dan studi literatur. Kemudian diolah dengan teknik editing, kategorisasi, dan interpretasi, lalu dianalisis secara kualitatif komparatif, lalu ditarik kesimpulannya.
Dari hasil penelitian kepustakaan yang dilakukan diperoleh: pertama, konsep maz\hab H}anafi> tentangkafa>’ah sangatlah berbeda dengan konsep kafa>’ah dari maz\hab Ma>lik. Tempat tinggal Imam Hanafi yang berada di Kufah dengan keadaan sosial yang tinggi membuat beliau menganggap penting permasalahan Kafa’ah dalam pernikahan, berbeda dengan Imam Malik yang bertempat tinggal di Kota Madinah dengan keadaan sosial masyarakat yang biasa dan belum bercampur dengan pengaruh Persia dan Romawi. Kedua,ukuran kafa>’ahdari maz\hab H}anafi> dan maz\hab Ma>lik juga berbeda, Imam Hanafi menentukkan ukuran kafa>’ah dari segi agama, pekerjaan, kemerdekaan, diyanah, dankekayaan. Sedangkan Imam Malik hanya dari segi agama dan bebas cacat fisik.
Menurut hasil analisis konsep kafa>’ah dari maz\hab Ma>liklah yang lebih dekat dengan hukum Islam, karena Islam tidak membedakan penganutnya dari segi apapun dan Allah telah menciptakan sebaik-baik ciptaan-Nya, tidak ada yang membedakan satu sama lain kecuali taqwanya
Analisis Keberadaan Dewan Pengawas Dalam Independensi Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi
Elysa Heldawati. NIM 1908206028 “ Analisis Keberadaan Dewan
Pengawas Dalam Independensi Kinerja Komisi Pemberantasan
Korupsi “
Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi hukum
sebagai pedoman dalam tatanan hidup berbangsa dan bernegara. Yang
mana bentuk intervensi hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
sangat besar. Salah satunya adalah dengan mengatur Komisi
Pemberantasan Korupsi yang merupakan komisi negara dan memiliki
wewenang menyelenggarakan pendidikan, pencegahan dan pemberantasan
korupsi. Dewasa kini Indonesia digemparkan oleh adanya Revisi Undang�Undang KPK mengenai keberadaan Dewan Pengawas. Yang kemudian
Dewan Pengawas ini menjadi Dewan yang memonitori atau mengawasi
Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun dilihat pada fakta yang terjadi
Dewan Pengawas ini menghadirkan polemik-polemik baru melalui aturan
“Harus Izin” Dewan Pengawas, yang mana seharusnya KPK ini menjadi
lembaga Independen yang dipertahankan nafasnya bukan justru kemudian
dikategorikan ke rumpun eksekutif yang dengan jelas menggadaikan
keindependenan KPK itu sendiri. Belum lagi faktor dari sistem baru kerja
KPK yang ditempuh cukup panjang, seperti surat izin penggeledahan,
penyitaan dan penyadapan. Padahal seharusnya seluruh proses
pemberantasan korupsi mampu atau bisa diselenggarakan dengan cepat.
Padahal jika dibandingkan penanganan kasus korupsi yang berkiblat pada
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002, yang menyatakan efektivitas dan
independensi kinerja KPK lebih terjaga. Sedangkan setelah adanya revisi
Undang-Undang No.19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan
Korupsi, kinerja KPK cenderung tidak maksimal dan khawatir menjadi
komisi yang politis lantaran masuk kedalam rumpun eksekutif.
KATA KUNCI : Komisi Pemberantasan Korupsi, Dewan Pengawas,
Independensi, Eksekutif, Undang-Undan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pengaruh Penggunaan Media Tiga Dimensi Pada Materi Mengenal Sifat-Sifat Bangun Ruang Mata Pelajaran Matematika Di MI Sullamuttaufiq Kota Banjarmasin
Heldawati Indriani, 2016. Pengaruh Penggunaan Media Tiga Dimensi Pada Materi Mengenal Sifat-Sifat Bangun Ruang Mata Pelajaran Matematika Di MI Sullamuttaufiq Kota Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Dra. Raihanatul Jannah, M. Pd.
Kata Kunci: Penggunaan, Pengaruh (Proses dan Hasil Belajar), Media Tiga Dimensi, Sifat-sifat Bangun Ruang
Pembelajaran dengan menggunakan media dikembangkan atas dasar memenuhi kebutuhan siswa, karena pada kenyataannya siswa merasa cukup sulit memahami materi yang disampaikan karena objek matematika itu sendiri yang bersifat abstrak. Maka dengan adanya pengembangan berbagai macam media pembelajaran diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kemajuan dalam dunia pendidikan. Dalam hal ini, media tiga dimensi dapat membantu siswa dalam memahami materi tersebut karena bersifat kontrit serta memberikan pengalaman langsung kepada siswa.
Perumusan masalah yang diteliti yaitu: 1) bagaimana penggunaan mediatiga dimensi pada materi sifat-sifat bangun ruang mata pelajaran matematika di MI Sullamuttaufiq, 2) apakah ada pengaruh yang segnifikan terhadap proses belajar yang menggunakan media tiga dimensi dan tanpa menggunakan media tiga dimensi pada materi sifat-sifat bangun ruang di MI Sullamuttaufiq, 3) apakah ada pengaruh yang segnifikan terhadap hasil belajar yang menggunakan media tiga dimensi dan tanpa menggunakan media tiga dimensi pada materi sifat-sifat bangun ruang di MI Sullamuttaufiq; dan penelitian ini bertujuan, 1) mengetahui penggunaan media tiga dimensi dengan materi sifat-sifat bangun ruang mata pelajaran Matematika di MI Sullamuttaufiq, 2) mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan terhadap proses belajar dengan menggunakan media tiga dimensi dan tanpa menggunakan media tiga dimensi dengan materi sifat-sifat bangun ruang di MI Sullamuttaufiq, dan 3) mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar dengan menggunakan media tiga dimensi dan tanpa menggunakan media tiga dimensi pada materi sifat-sifat bangun ruang di MI Sullamuttaufiq.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dan menggunakan metode kuase eksperimen dengan populasi yaitu seluruh siswa kelas kelas V di MI Sullamuttaufiq. sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dimana seluruh siswa kelas V (VA dan VB) diambil untuk dijadikan sampel.
Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa: 1) alat peraga media tiga dimensi digunakan pada kelas VA eksperimen dapat membantu siswa memahami materi yang disampaikan, sebaliknya tidak dengan kelas VB kontrol; 2) tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap proses belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dimana pada penilaian afektif kelas eksperimen dengan rata-rata 15.54 dan 14.92 pada kelas kontrol, penilaian psikomotorik pada kelas eksperimen dengan rata-rata 14.59 dan 14.17 pada kelas kontrol; 3) tidak terdapat
vi
perbedaan yan
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
