1,720,954 research outputs found
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ABSENSI ONLINE DALAM MENINGKATAN DISIPLIN APARATUR SIPIL NEGARA PADA SUBBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN DIKANTOR DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA KOTA PALEMBANG
Di era globalisasi yang semakin maju berdampak pada kemajuan Teknologi sehingga perkembangannya Suatu lembaga organisasi atau instansi harus bisa beradaptasi sesuai dengan Kemajuan Teknologi. Adanya kemajuan Teknologi mengakibatkan terjadi perubahan dari sistem manual ke elektronik. Teknologi mampu menggantikan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang ada di kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Palembang. Seperti Absensi yang sebelumnya Manual kini menggunakan system elektronik. Dalam pengambilan Data dilapangan. Masalah yang di dapat Dalam penelitian tersebut Setelah Melakukan observasi wawancara di lapangan peneliti dapat menyimpulkan masalah yaitu adanya ASN yang gagal teknologi. Dan kendala dalam jaringan penelitian ini teori utama yang di gunakan peneliti dalam pengambilan Data di lapangan atau dikantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Palembang yaitu teori George C. Edward III Sebagaimana teorinya adalah komunikasi, sumber daya manusia, disposisi, struktur birokrasi. Dan tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahuai Bagaimana Implementasi Kebijakan Absensi Online Dalam Peningkatan Disiplin Apratur Sipil Negara Pada Subbag UMUM Dan Kepegawaian Pada Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Palembang. Mengetahui faktor-faktor penghambat Implementasi Kebijakan Absensi Online Dalam Peningkatan Disiplin Aparatur Sipil Negara Pada Subbag Umum Dan Kepegawaian Pada Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Palembang
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
STRATEGI PEMBELAJARAN ANAK ADHD DI MI SE-KECAMATAN BANJARMASIN TIMUR .
Siswa ADHD cenderung terlihat lebih aktif dibandingkan siswa yang lain
dalam kelas, asik sendiri dengan hal lain ketika guru menjelaskan pembelajaran,
sulit bekerja sama dengan teman ketika diadakan kerja kelompok dalam kelas,
sering tidak menghiraukan ketika ditegur, menunjukkan hambatan dalam
pemusatan perhatian, serta menunjukkan sifat hiperaktif yang dapat mempengaruhi
kemampuannya dalam belajar. Strategi pembelajaran yang dapat membantu anak
ADHD untuk dapat fokus dan meningkatkan konsentrasi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu
penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke objek penelitian. Pendekatan
yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pendekatan
kualitatif adalah penelitian untuk memahami apa yang terjadi pada subjek
penelitian secara mendalam, dengan bentuk kata dan bahasa pada konteks khusus
yang alami dan deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dengan
cara observasi, wawancara, dan dokomentasi.
Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah strategi yang
digunakan guru dalam menangani anak ADHD yakni menempatkan posisi duduk
khusus untuk anak ADHD, bisa disamping meja guru atau berhadapan dengan meja
guru. Tidak memberikan hukuman yang terlalu berat, melakukan perjanjian atau
kesepakatan di awal proses pembelajaran. Strategi yang digunakan saat proses
pembelajaran berlangsung ada beberapa yang pertama face to face, yang kedua
yaitu guru menjelaskan materi secara berulang-ulang sambil memberikan contoh
gambar secara langsung, dan yang ketiga strategi talking stick strategi ini digunakan
ketika anak ADHD sudah mulai berkurang konsentrasinya dalam belajar. Adapun
faktor penghambat dalam strategi pembelajaran yaitu Pertama, terjadinya
kekacauan di kelas selama proses pembelajaran yang diakibatkan oleh anak ADHD
yang sering mengganggu temannya, kedua anak ADHD sulit untuk duduk dengan
diam dan selalu suka bertingkah, yang ketiga mudah bosan saat proses
pembelajaran di kelas, yang keempat anak ADHD tidak suka mengikuti peraturan
di kelas, anak ADHD cenderung melakukan apa yang mereka inginkan tanpa
menghiraukan peraturan yang ada, yang kelima sulit untuk bekerja sama dengan
dengan teman serta kurang bisa berkonsentrasi dalam proses pembelajaran.Siswa ADHD cenderung terlihat lebih aktif dibandingkan siswa yang lain
dalam kelas, asik sendiri dengan hal lain ketika guru menjelaskan pembelajaran,
sulit bekerja sama dengan teman ketika diadakan kerja kelompok dalam kelas,
sering tidak menghiraukan ketika ditegur, menunjukkan hambatan dalam
pemusatan perhatian, serta menunjukkan sifat hiperaktif yang dapat mempengaruhi
kemampuannya dalam belajar. Strategi pembelajaran yang dapat membantu anak
ADHD untuk dapat fokus dan meningkatkan konsentrasi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu
penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke objek penelitian. Pendekatan
yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pendekatan
kualitatif adalah penelitian untuk memahami apa yang terjadi pada subjek
penelitian secara mendalam, dengan bentuk kata dan bahasa pada konteks khusus
yang alami dan deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dengan
cara observasi, wawancara, dan dokomentasi.
Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah strategi yang
digunakan guru dalam menangani anak ADHD yakni menempatkan posisi duduk
khusus untuk anak ADHD, bisa disamping meja guru atau berhadapan dengan meja
guru. Tidak memberikan hukuman yang terlalu berat, melakukan perjanjian atau
kesepakatan di awal proses pembelajaran. Strategi yang digunakan saat proses
pembelajaran berlangsung ada beberapa yang pertama face to face, yang kedua
yaitu guru menjelaskan materi secara berulang-ulang sambil memberikan contoh
gambar secara langsung, dan yang ketiga strategi talking stick strategi ini digunakan
ketika anak ADHD sudah mulai berkurang konsentrasinya dalam belajar. Adapun
faktor penghambat dalam strategi pembelajaran yaitu Pertama, terjadinya
kekacauan di kelas selama proses pembelajaran yang diakibatkan oleh anak ADHD
yang sering mengganggu temannya, kedua anak ADHD sulit untuk duduk dengan
diam dan selalu suka bertingkah, yang ketiga mudah bosan saat proses
pembelajaran di kelas, yang keempat anak ADHD tidak suka mengikuti peraturan
di kelas, anak ADHD cenderung melakukan apa yang mereka inginkan tanpa
menghiraukan peraturan yang ada, yang kelima sulit untuk bekerja sama dengan
dengan teman serta kurang bisa berkonsentrasi dalam proses pembelajaran
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
