21 research outputs found
Nilai-nilai Akhlak dalam syair tanpo wathon
INDONESIA:
Di utusnya nabi Muhammad SAW di muka bumi ini menandakan segera berakhirnya sejarah kegelapan zaman jahiliyah. Prioritas pertama dan utama diutusnya nabi Muhammad SAW tidak hanya menyebarkan agama Islam, namun juga untuk merenovasi kerangka zaman jahiliyah yang bobrok akan moral dan akhlak pada saat itu. Pada masa awal Islam, Nabi Muhammad SAW merupkan suara otoritatif mewakili kehendak Tuhan. Tidak ada yang berani meragukan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini sekaligus menjadi suara nomor satu yang di jadikan panutan utama dan pertama jika terjadi penyimpangan-penyimpangan akhlak umat Islam pada saat itu. Namun dengan berlangsungnya pergantian zaman serta seiring dengan hilangnya sosok manusia yang paling berpengaruh nomor satu di dunia yakni Nabi Muhammad SAW, akhlak umat manusia mengalami kemerosotan dalam dimensi kualitas. terlihat jelas dewasa ini masyarakat Indonesia mengalami kemerosotan nilai-nilai akhlak. Berangkat dari sinilah penulis akan mengupas tuntas “Syair tanpo wathon” dengan menggunakan pendekatan hermeneutika sebagai bentuk langkah meratas asa ditengah pelik bangsa dalam bingkai akhlak.
Dalam penelitian ini mencakup pada tiga pokok pembahasan, yaitu: (1) Apa latar belakang penulis serta latar belakang sejarah dalam penulisan syair tanpo wathon? (2) Bagaimana interpretasi nilai-nilai akhlak dalam syair tanpo waton? (3) Bagaimana metode implementasi syair tanpo wathon dalam kehidupan sehari-hari?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun metodenya menggunakan hermenetika prespektif Gadamer.
Hasil penelitian ini adalah latar belakang penulis yang merupakan didikan lingkungan pesantren memberikan efek pada keahlian ilmu agama mendalam serta budaya pembuatan karya sastra tinggi yang mengakibatkan penulis ahli dalam membuat syair. Disamping itu, merosotnya akhlak di masyarakat yang mendorong terlahirnya syair oleh Gus Nizam untuk membuat syair sebagai metode dakwah yang paling efektif sebagai instrument penataan hati. Sebagai metodologis praktisnya adalah dengan cara memperkuat fondasi jiwa yakni dengan zdikir untuk membangun kerangka akhlak yang mulia.
ENGLISH:
In the Prophet Muhammad sent him on this earth immediately signaled the end of the dark history of the time of ignorance. The first and foremost priority of the coming of Prophet Muhammad is not only spread the religion of Islam, but also to renovate dilapidated frame of the time of ignorance, moral and character at the time. In the early days of Islam, the Prophet Muhammad merupkan authoritative voice representing the will of God. No one dares to doubt what was conveyed by the Prophet Muhammad. Use it as the number one sound made in the main and first role models if deviations morals of the Muslims at the time. However, with the ongoing change of the times as well as the loss of a human figure is the most influential number one in the world of the Prophet Muhammad, the morals of mankind deterioration in the quality dimension. clearly visible nowadays Indonesian society degenerate moral values. Departing from this author will discuss thoroughly "Poem Tanpo Wathon" using hermeneutic approach as a form meratas step up amid the quaint character of the nation in the frame.
In this study includes the three principal discussion, namely: (1) What is the background of the author as well as the historical background in the writing of poetry Tanpo Wathon? (2) How does the interpretation of the moral values of the poem Tanpo waton? (3) How is the implementation method Tanpo Wathon poetry in everyday life?
This study used a qualitative approach. The method uses hermeneutics Gadamer perspective.
The results of this study are the background of the author which is education boarding schools to give effect to the expertise profound religious knowledge and culture manufacture of high literary works that resulted expert author in making poetry. In addition, the decline of morality in society that encourages terlahirnya poem by Gus Nizam to make the poem as a method of propaganda is most effective as an instrument structuring heart. As a practical methodology is to strengthen the foundations of the soul that is with zdikir to build the framework of a noble character
PENDUGAAN UMUR SIMPAN MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TEST (ASLT) MODEL ARRHENIUS PADA FRUIT NORI
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menentukan umur simpan Fruit Nori dengan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius baik yang menggunakan kemasan maupun yang tidak menggunakan kemasan. Menentukan umur simpan dengan menggunakan Accelerated Shelf Life Test (ASLT) dilakukan dengan mempercepat proses degradasi atau reaksi dalam percobaan yaitu meningkatkan suhu penyimpanan pada beberapa suhu di atas suhu kamar, sehingga mempercepat umur simpan analisis waktu. Metode ASLT yang digunakan dalam menentukan masa kadaluwarsanya Fruit Nori dengan menggunakan parameter kadar air dan uji sensoris. Fruit Nori disimpan selama 20 hari, pada suhu 25 OC, 35 OC dan 45 OC. Hasil perhitungan model Arrhenius dipilih parameter tekstur sebagai parameter kritis untuk menentukan umur simpan Fruit Nori. Hasil penelitian menunjukan nilai R2 terbesar digunakan untuk penentuan umur simpan produk yaitu parameter kesukaan tekstur baik produk yang menggunakan kemasan maupun tanpa kemasan (reaksi orde nol) dengan persamaan Arrhenius Ln K = -290,1 (1/T) – 0,687 dengan nilai R2 sebesar 0.999 pada produk yang dikemas dan persamaan Arrhenius Ln K = -612,2 (1/T) – 0,099 dengan nilai R2 sebesar 1 pada produk yang tidak dikemas. Umur simpan Fruit Nori jika disimpan pada suhu ruang (25 OC) adalah 31 hari 13 jam 40 menit 48 detik pada produk yang dikemas dan 51 hari 16 jam 33 menit 36 detik pada produk yang tidak dikema
ANALISIS KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT DENGAN AHP UNTUK MENGURANGI RISIKO KREDIT MACET (STUDI KASUS PADA LEMBAGA PENGELOLA MODAL USAHA KELAUTAN DAN PERIKANAN)
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected]
Tinjauan Yuridis Tentang Peralihan Hak Atas Tanah yang Akan Digunakan Untuk Jalan Tol Trans Sumatera (Studi Pada BPN Lampung Selatan)
Soil is an important element in life especially for humans. In the transfer of land rights, the government issued regulations, namely: Government Regulation Number 10 of 1961 concerning land registration amended by regulation number 24 of 1997 concerning land registration contained in article 37 paragraph 1 which reads "transfer of rights to land in unit property rights through sale and purchase. , exchanges, grants, income in the company and other acts of transfer of rights, except the transfer of auction rights which are only registered if it is proven that there are deeds that have been made by PPAT ”. There are two forms of transfer of land rights, namely: transfer and diahlikan. and the Presidential Regulation was then revised by the seventh President of Indonesia, Mr. Joko Widodo with the issuance of Presidential Regulation Number 117 of 2015 concerning Amendments to Presidential Regulation Number 100 of 2014 concerning the Acceleration of Toll Road Development in Sumatra which will soon be added to a total of 24 Sumatra toll road developments. In writing this journal, the author discusses a problem, namely: How is the implementation of the transfer of land rights to be used for road telling
Legal Analysis of the Legal Consequences of the Cancellation of the Deed of Land Sale and Purchase Agreement (Case Study of Case Number 154/Pdt.G/2022/PN.Smg)
Land sale and purchase is a reciprocal agreement involving the seller and the buyer. The content of the promise in question is where one party carries out its obligations, while the other party acknowledges it or promises to provide compensation if there is a violation of the contents of the contract. The agreement is intended as a preliminary agreement of the main intention of the parties to transfer land rights. The research approach method is a normative legal approach. A research method that obtains legal knowledge by emphasizing the provisions of applicable regulatory laws. This type of research is by examining library materials and secondary data including primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials, in the form of documents or applicable laws and regulations related to this approach method. Legal protection for the fulfillment of the rights of the parties if one party defaults in the sale and purchase agreement is highly dependent on the strength and binding sale and purchase agreement made. The law on Cancellation of the Sale and Purchase Agreement is that the parties may be subject to a fine of an amount that has been agreed upon from the amount that the buyer must pay to the seller or buyer, for each day of delay. Legal Considerations from the Judge on the Cancellation of the Deed of Sale and Purchase of Land Case Number 154/Pdt.G/2022/PN.Smg, According to the author, it is in accordance with the applicable legal regulations as explained by the author previously, where in this case the Agreement ends and as far as necessary both parties release themselves from what is stipulated in Article 1266 and Article 1267 of the Civil Code, and the Seller is obliged to return the money that has been paid by the Buyer after deducting a few percent from the selling price of the land and building as a replacement for the costs incurred by the Seller plus a fine that must be paid by the Buyer to the Seller
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NIRLABA BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) NOMOR 45 (Studi Pada Masjid Al-Iman Bukit Tinggi)
This study aims to compile the financial statements of the Samsul Hidayah Mosque Moyo Village in accordance with the standards made by the Indonesian Accountants Association (IAI) namely Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No. 45. In this study, the authors analyzed the financial statements of the Samsul Hidayah Mosque with how to collect data, present data, analyze data, so as to produce conclusions about the actual picture, then compare with Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No.45. this type of research is qualitative with interpretive approach. The author uses data collection techniques through observation, interviews, and documentation to obtain relevant data. The results of this study indicate that the financial report of Al-Iman Bukit Tinggi Mosque is only a simple record of cash receipts and cash disbursements and the final balance of the mosque. However, the mosque management did not make an inventory of the assets owned by the mosque. The financial statements of Al-Iman Bukit Tinggi Mosque are not in accordance with the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No.45 which consists of Financial Position Reports, Activity Reports, Cash Flow Statements, and Notes to Financial StatementsPenelitian ini bertujuan untuk menyusun laporan keuangaan Masjid Samsul Hidayah Desa Moyo sesuai dengan standar yang di buat oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No 45. Dalam penelitian ini, penulis melakukan analisis data laporan keuangan Masjid Samsul Hidayah dengan cara mengumpulkan data, menyajikan data, menganalisa data, sehingga menghasilkan kesimpulan tentang gambaran yang sebenarnya, kemudian membandingkan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.45. jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendeketan interpretif. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laporan keuangaan Masjid Al-Iman Bukit Tinggi hanya berupa laporan pencatatan penerimaan kas dan pengeluaran kas serta saldo akhir masjid dengan sederhana. Namun, pengurus masjid kurang menginventarisasikan jumlah aset yang dimiliki masjid. Laporan keuangan Masjid Al-Iman Bukit Tinggi tidak sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.45 yang terdiri dari Laporan Posisi Keuangan, Laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuanga
Decision Support System for the Most Chosen and Preferred Smartphone Using the MOORA Method: Author\u27s Country: Indonesia
The rapid development of the digital era in Indonesia has posed difficulties for consumers in choosing the right smartphone for them. This research aims to develop a DSS (Decision Support System) using the MOORA (Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis) method to determine the best smartphone according to consumer preferences, with criteria including smartphone price, design, usability flexibility, durability, performance, and camera quality. Evaluation is carried out by calculating the weight value of each criterion and ranking the smartphone alternatives based on a questionnaire. The research results show that the MOORA method is able to determine the best smartphone according to the people of Solo and help consumers choose the right smartphone for them. This research involves five of the most widely used smartphones in Indonesia (Apple, Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, and Infinix) using the MOORA (Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis) method based on the defined criteria. The results show that Xiaomi smartphones rank first both in terms of quality and user quantity. The practical implications of this research are significant, providing consumers with a data-driven approach to make informed smartphone choices, thereby enhancing their purchasing satisfactio
Analisis Perbandingan Waktu Dan Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan Antara Metode Bekisting Konvensional Dan Metode Bekisting Aluminium Pada Proyek Pembangunan Gedung DPRD Balai Pemuda Surabaya Searchprototipe Adaptive Relay Untuk Kapasitor
Bekisting merupakan cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beban selama beton dituang hingga beton mengeras/pengecoran. Munculnya jenis bekisting baru yakni bekisting aluminium. Jika dibandingkan dengan bekisting konvensional, bekisting aluminium merupakan bekisting yang efektif digunakan terutama pada proyek besar karena dapat digunakan berulangkali dan biaya untuk tenaga kerja relatif lebih sedikit dibandingkan dengan bekisting konvensional. Sehingga dapat digunakan dalam proyek ini. Lalu dari segi lingkungan, bekisting aluminium tidak menghasilkan sampah dan apabila tidak digunakan dapat dilebur kembali. Bekisting aluminium juga menggunakan metode fix shoring sehingga lebih aman dalam pelaksanaan pekerjaannya dan mobilitas bekisting aluminium juga lebih mudah dibandingkan bekisting konvensional. Pada proyek akhir ini, penulis akan membandingkan waktu dan biaya pelaksanaan antara penggunaan bekisting konvensional dan bekisting aluminium pada proyek Gedung DPRD Balai Pemuda Surabaya yang berlokasi di Jl. Gubernur Suryo No. 15, EmbongKaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur. Gedung DPRD ini adalah sebuah gedung perkantoran yang memiliki 8 lantai ditambah dengan 1 basement dan setiap lantainya memiliki lantai yang tipikal. Dalam tugas akhir ini dilakukan analisis dan perbandingan antara metode bekisting konvensional dan metode bekisting aluminium dengan mempertimbangkan produktivitas, harga survey, dan mempertimbangkan jumlah dari pekerja sehingga didapatkan perbandingan dari segi waktu dan biaya dari kedua metode tersebut. Dari hasil analisis proyek akhir ini, pada pembangunan Proyek Gedung DPRD Surabaya dengan menggunakan bekisting konvensional dapat diselesaikan dalam 123 hari kerja, sedangkan jika menggunakan bekisting aluminium dapat diselesaikan dalam 94 hari kerja dengan selisih 29 hari kerja lebih cepat dibandingkan bekisting aluminium. Jika ditinjau dalam segi biaya, bekisting konvensional membutuhkan biaya sebesar Rp22.839.953.727 sedangkan jika menggunakan bekisting aluminium membutuhkan biaya sebesar Rp29.187.318.174 yang dimana bekisting aluminium membutuhkan biaya 21.74% lebih mahal dibandingkan bekisting konvensional
==================================================================================================================================
Formwork is a temporary mold that is used to hold the load while the concrete is poured until the concrete hardens/casts. The emergence of a new type of formwork, namely aluminum formwork. When compared to conventional formwork, aluminum formwork is an effective formwork used especially in large projects because it can be used repeatedly and costs for labor are relatively less compared to conventional formwork. So it can be used in this project. Then from an environmental point of view, aluminum formwork does not produce waste and can be melted down if it is not used. Aluminum formwork also uses the fix shoring method so that it is safer to carry out work and the mobility of aluminum formwork is also easier than conventional formwork. In this final project, the author will compare the time and cost of implementation between the use of conventional formwork and aluminium formwork in the DPRD Balai Pemuda Surabaya Building project that located on Jl. Governor Suryo No. 15, EmbongKaliasin, Genteng District, Surabaya City, East Java. This DPRD building is an office building that has 8 floors and 1 basement and each floor has a typical floor. In this final project, an analysis and comparison is carried out between the conventional formwork method and the aluminium formwork method by considering productivity, survey pricesm and considering the number of worker so that a comparison is obtained in terms of time and cost of the two methods. From the results of this final project analysis, the construction of the DPRD Surabaya Building Project using conventional formwork can be completed in 123 working days, while using aluminum formwork it can be completed in 94 working days with a difference of 29 working days faster than aluminum formwork. In terms of cost, conventional formwork costs IDR 22.839.953.727 whereas using aluminum formwork costs IDR 29.187.318.174 where aluminum formwork costs 21.74% more expensive than conventional formwork
Analisis Perbandingan Waktu Dan Renacana Anggaran Biaya Pelaksanaan Antara Metode Bekisting Konvensional Dan Metode Bekisting Aluminium Pada Proyek Pembangunan Gedung Dprd Balai Pemuda Surabaya
Bekisting merupakan cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beban selama beton dituang hingga beton mengeras/pengecoran. Munculnya jenis bekisting baru yakni bekisting aluminium. Jika dibandingkan dengan bekisting konvensional, bekisting aluminium merupakan bekisting yang efektif digunakan terutama pada proyek besar karena dapat digunakan berulangkali dan biaya untuk tenaga kerja relatif lebih sedikit dibandingkan dengan bekisting konvensional. Sehingga dapat digunakan dalam proyek ini. Lalu dari segi lingkungan, bekisting aluminium tidak menghasilkan sampah dan apabila tidak digunakan dapat dilebur kembali. Bekisting aluminium juga menggunakan metode fix shoring sehingga lebih aman dalam pelaksanaan pekerjaannya dan mobilitas bekisting aluminium juga lebih mudah dibandingkan bekisting konvensional. Pada proyek akhir ini, penulis akan membandingkan waktu dan biaya pelaksanaan antara penggunaan bekisting konvensional dan bekisting aluminium pada proyek Gedung DPRD Balai Pemuda Surabaya yang berlokasi di Jl. Gubernur Suryo No. 15, EmbongKaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur. Gedung DPRD ini adalah sebuah gedung perkantoran yang memiliki 8 lantai ditambah dengan 1 basement dan setiap lantainya memiliki lantai yang tipikal. Dalam tugas akhir ini dilakukan analisis dan perbandingan antara metode bekisting konvensional dan metode bekisting aluminium dengan mempertimbangkan produktivitas, harga survey, dan mempertimbangkan jumlah dari pekerja sehingga didapatkan perbandingan dari segi waktu dan biaya dari kedua metode tersebut. Dari hasil analisis proyek akhir ini, pada pembangunan Proyek Gedung DPRD Surabaya dengan menggunakan bekisting konvensional dapat diselesaikan dalam 123 hari kerja, sedangkan jika menggunakan bekisting aluminium dapat diselesaikan dalam 94 hari kerja dengan selisih 29 hari kerja lebih cepat dibandingkan bekisting aluminium. Jika ditinjau dalam segi biaya, bekisting konvensional membutuhkan biaya sebesar Rp22.839.953.727 sedangkan jika menggunakan bekisting aluminium membutuhkan biaya sebesar Rp29.187.318.174 yang dimana bekisting aluminium membutuhkan biaya 21.74% lebih mahal dibandingkan bekisting konvensional
==================================================================================================================================
Formwork is a temporary mold that is used to hold the load while the concrete is poured until the concrete hardens/casts. The emergence of a new type of formwork, namely aluminum formwork. When compared to conventional formwork, aluminum formwork is an effective formwork used especially in large projects because it can be used repeatedly and costs for labor are relatively less compared to conventional formwork. So it can be used in this project. Then from an environmental point of view, aluminum formwork does not produce waste and can be melted down if it is not used. Aluminum formwork also uses the fix shoring method so that it is safer to carry out work and the mobility of aluminum formwork is also easier than conventional formwork.
In this final project, the author will compare the time and cost of implementation between the use of conventional formwork and aluminium formwork in the DPRD Balai Pemuda Surabaya Building project that located on Jl. Governor Suryo No. 15, EmbongKaliasin, Genteng District, Surabaya City, East Java. This DPRD building is an office building that has 8 floors and 1 basement and each floor has a typical floor. In this final project, an analysis and comparison is carried out between the conventional formwork method and the aluminium formwork method by considering productivity, survey pricesm and considering the number of worker so that a comparison is obtained in terms of time and cost of the two methods. From the results of this final project analysis, the construction of the DPRD Surabaya Building Project using conventional formwork can be completed in 123 working days, while using aluminum formwork it can be completed in 94 working days with a difference of 29 working days faster than aluminum formwork. In terms of cost, conventional formwork costs IDR 22.839.953.727 whereas using aluminum formwork costs IDR 29.187.318.174 where aluminum formwork costs 21.74% more expensive than conventional formwor
Perancangan dan Implementasi Smart Digital Signature Berbasis Teknologi Blockchain
Pandemi Covid-19 memberikan banyak perubahan pada aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terdampak pada proses administrasi persetujuan dan penandatanganan dokumen dari yang semula dilakukan dengan cara konvensional yaitu datang ke tempat dinilai tidak efisien dan tidak dapat dilakukan dengan kondisi sekarang. Hal ini mendorong perubahan pada proses penandatanganan dokumen menjadi digital melalui internet. Dalam perkembangannya, penandatanganan secara digital masih menimbulkan kekhawatiran dan keresahan bagi banyak pihak terkait potensi pemalsuan, masalah otentikasi, dan integritas dikarenakan tanda tangan digital tidak menjamin apapun tentang waktu ketika dokumen ditandatangani. Oleh karena itu, penulis mengusulkan penggunaan teknologi blockchain yang diintegrasikan dengan IPFS (Inter-Planetary File System). Blockchain dan IPFS dipilih karena bersifat terdistribusi dan terdesentralisasi, sedangkan penggunaan IPFS untuk mengatasi permasalahan memori dan biaya yang cukup besar pada blockchain dalam penyimpanan dokumen. Pada penelitian ini, proses perancangan dilakukan dengan menyusun arsitektur informasi, user flow, arsitektur sistem, perancangan penyimpanan data hingga alur komunikasi sistem. Kemudian implementasi sistem tanda tangan digital menggunakan publik blockchain yang ditulis dengan bahasa solidity untuk menyimpan data selama proses tanda tangan. Integrasi blockchain, IPFS, dan sistem tanda tangan digital menggunakan bahasa pemrograman golang yang ditulis dengan konsep clean architecture. Proses pengujian dan evaluasi menggunakan dua metode yaitu pengujian fungsional dan pengujian integritas data. Hasil pada penelitian ini adalah sistem tanda tangan digital dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan berdasarkan dari pengujian fungsional terhadap 90 fungsi dengan 318 test case yang memiliki cakupan pengujian sebesar 100% dengan waktu 30,12 detik, serta penggunaan blockchain dan IPFS menjamin integritas dari data dibuktikan dengan hasil pengujian integritas dengan menggunakan 35 sampel file dokumen yang menghasilkan tidak ada perubahan hash dan isi dari dokumen.
===================================================================================================================================
The COVID-19 pandemic has transformed many aspects of human life. One of them is the administrative process of approval and signing of documents, from what was originally carried out conventionally, specifically by coming to an office. However, it is inefficient and impossible to be carried out under the current conditions. This encourages changes in the process of signing documents digitally via the Internet. Yet, in its development, digital signing concerns several parties regarding the potential for counterfeiting, authentication and integrity issues since a digital signature does not guarantee the exact time when the document was signed. Therefore, the author proposes the utilization of blockchain technology integrated with IPFS (Inter-Planetary File System). Blockchain and IPFS were chosen for the distributed and decentralized characters, while IPFS is utilized to overcome memory problems and considerable costs on the blockchain in document storage. In this research, the design process was conducted by compiling information architecture, user flow, system architecture, data storage design and system communication flow. The next phase is to implement a digital signature system using a public blockchain written in solidity language to store data during the signature process. Integration of blockchain, IPFS, and digital signature systems using the golang programming language was written with a clean architecture concept. The testing and evaluation process employs two methods, specifically functional testing and data integrity testing. The results of this study prove that the digital signature system can run as expected based on functional testing of 88 functions with 318 test cases, which have 100% test coverage with 30.12 seconds, and the use of blockchain and IPFS guarantees the integrity of the data as evidenced by the results Integrity testing using 35 sample document files which results in no change in the hash and contents of the document
