1,720,976 research outputs found

    GERAKAN MASYARAKAT MEMPROTES PENYELENGGARAAN PIALA DUNIA 2014 DI BRAZIL THE MASS MOVEMENT ON PROTESTING WORLD CUP 2014 IN BRAZIL

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa aksi protes terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2014 menjadi gerakan masyarakat yang kuat dan apa tujuan dari protes tersebut. Penelitian ini menggunakan data-data sekunder yang berasal dari buku-buku, jurnal dan media online. Dan data-data tersebut didapat dengan cara literatur review dan melalui analisis penalaran deduktif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa aksi protes terhapad penyelenggaraan piala dunia 2014 menjadi gerakana yang kuat dikarena oleh dua hal yaitu; pertama, adanya kondisi ketercerabutan (deprivasi) relatif yang dirasakan oleh amsyarakat Brazil. Kedua, adanya mobilisasi sumberdaya sebagai penggerak aksi protes tersebut. Sedangkan tujuan dari gerakan protes terhadap penyelenggaraan piala dunia tersebut adalah harapan akan peningkatan kesejahteraan sosial melalui peningkatan pelayanan publik yang diberikan pemerintah. Dan sebagai kontrol masyarakat terhadap pemerintah dalam pemanfaat anggaran dana publik sehingga lebih dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat

    Intervensi Arab Saudi Dalam Konflik di Yaman dan Implikasinya Terhadap Humanitarian Crisis

    Full text link
    Perang Saudara antara kelompok Houthi dan unit militer Yaman pada tahun 2014 ditengahi oleh PBB melalui perjanjian perdamaian The Peace and National Partnership Agreement yang juga merumuskan tatanan pemerintahan baru. Kelompok Houthi yang tidak setuju dengan tatanan pemerintahan yang baru tersebut, melanggar perjanjian dengan melakukan serangan militer terhadap pemerintahan resmi Yaman. Dalam aksinya, Kelompok Houthi menempatkan Presiden Hadi di bawah tahanan rumah yang berujung pada pengunduran diri dibawah tekanan. Kelompok Houthi yang semakin tidak terkontrol memaksa Presiden Hadi untuk meminta bantuan kepada Arab Saudi yang kemudian direspon dengan rangkaian serangan militer yang justru menyebabkan krisis kemanusiaan di Yaman. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi dari intervensi Arab Saudi terhadap krisis kemanusiaan di Yaman. Data yang digunakan dalam skripsi ini diperoleh dengan cara studi kepustakaan. Sumber data yang digunakan yaitu buku cetak, buku elektronik, situs internet dan jurnal ilmiah. Analisis data yang dilakukan yakni menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Permasalahan di deskripsikan kemudian dianalisis menggunakan teori sebagai alat bantu untuk membuat analisis yang kemudian diakhiri kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan oleh Arab Saudi di Yaman menyebabkan terciptanya keadaan darurat kompleks yang kemudian berujung pada terjadinya krisis kemanusiaan yang ditandai dengan kekerasan yang meluas dan menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil; pemindahan populasi; meluasnya penderitaan masyarakat, kelaparan, dan wabah penyakit; kebutuhan bantuan kemanusiaan berskala besar dan hambatan arus bantuan kemanusiaan oleh kendala politik dan militer; serta ancaman keamanan yang signifikan bagi pekerja kemanusiaan

    TRANSISI DEMOKRASI DI LIBYA PADA TAHUN 2011 – 2014

    Full text link
    Pada era kepemimpinan Muammar Gaddafi (1969 – 2011), Libya dikenal sebagai negara dengan sistem politik otoriter. Melalui undang-undang Libya Nomor 71 tahun 1972, Gaddafi membatasi hak partisipasi politik rakyat Libya. Selama empat dekade kepemimpinan Gaddafi rakyat tidak memiliki partai politik sebagai sarana menyalurkan aspirasi kepada pemerintah, sehingga komunikasi antara rakyat dan pemerintah menjadi buntu. Rakyat yang tidak puas dengan kepemimpinan Gaddafi dan menginginkan rezim politik demokratis melakukan pemberontakan melawan pemerintah. Pemberontakan dimulai sejak bulan Februari 2011 berujung pada terbunuhnya Gaddafi pada tanggal 20 Oktober 2011. Terbunuhnya Gaddafi menandakan bahwa rezim politik otoriter telah berakhir. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui proses tahapantahapan transisi demokrasi di Libya setelah berakhirnya rezim otoritarian Gaddafi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian tersebut meliputi teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Teknik pengumpulan data adalah studi pustaka untuk memperoleh data sekunder. Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penilitian menunjukkan bahwa transisi demokratisasi di Libya terjadi melalui dua jalur yaitu replacement dan intervensi. Hasil yang dapat dicapai dalam tahapan-tahapan transisi demokrasi yaitu Libya telah berhasil melakukan tahapan transisi, ditandai dengan peralihan pemerintahan dan liberalisasi, ditandai dengan dibukanya kebebasan pers dan diselenggarakannya pemilu pada tahun 2012 dan 2014, serta instalasi, ditandai dengan pengesahan UU. No. 29 tahun 2012 tentang kebebasan politik rakyat. Konsolidasi demokrasi Libya belum tercapai, hal tersebut ditandai dengan kegagalan rekonsiliasi keamanan dan politik Libya sampai pada tahun 2014

    KEPENTINGAN AMERIKA SERIKAT DALAM KAMPANYE “BEING LGBTI IN ASIA”

    No full text
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepentingan Amerika Serikat dalam kampanye Being LGBTI in Asia yaitu untuk mencapai kepentingan. Kepentingan nasional yang hendak dicapai yaitu: 1) mencegah terjadinya pelanggaran hak asasi manusia komunitas LGBTI di negara asing, 2) mempromosikan pluralisme dan kebebasan mengenai keberagaman orientasi seksual dan identitas gender, dan 3) memperkuat identitas nasional Amerika Serikat sebagai negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kebebasan dan pluralisme dunia. Kampanye Being LGBTI in Asia telah mampu mendorong sikap positif pemerintah yang ditandai dengan munculnya beberapa produk hukum yang lebih toleran terhadap hak-hak komunitas LGBTI, baik di Thailand, Filipina maupun di Indonesia. Selain telah mendorong munculnya beberapa produk hukum, kampanye Being LGBTI in Asia juga telah berhasil memperkuat hubungan komunitas LGBTI dengan pemerintah-pemerintah nasional

    PENURUNAN INDEKS DAYA SAING GLOBAL (GCI) OMAN SEJAK TAHUN 2013

    No full text
    Pertumbuhan ekonomi Oman telah tumbuh dan berkembang secara signifikan dalam dekade terakhir. Kesuksesan ekonomi sebuah negara sering diasosiasikan dengan tingkat daya saingnya atau kemampuan untuk bersaing sehingga dapat dikatakan bahwa kompetisi merupakan jantung dari pembangunan ekoni sebuah negara. Oman merupakan salah satu negara kawasan timur tengah yang mendapat penilaian tentang tingkat daya saingnya melalaui laporan Global Competitiveness Report yang dipublikasikan oleh World Economic Forum. WEF menganalisis tingkat produktivitas dan daya saing negara-negara di dunia melalui Global Coompetitiveness Index yang terdiri dari 12 pilar atau indikator penilaian. Penulis menemukan fenomena penurunan peringkat GCI Negara Oman sebagai sesuatu yang menarik untuk diteliti. Disaat negara-negara kawasan Timur Tengah mengalami peningkatan peringkat GCI, Oman menjadi satu-satunya negara yang mengalami penurunan peringkat GCI. Dalam meneliti penyebab penurunan GCI oman sejak tahun 2013 penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan format penelitian yang bersifat penelitian deskriptif. Pendekatan penelitian kualitatif dilakukan dengan sasaran penelitian yang terbatas, namun justru dapat digali data yang mendalam dengan sasaran terbatas tersebut. Semakin berkualitas data yang di kumpulkan, maka penelitian ini dapat semakin berkualitas. Menurunnya peringkat GCI Oman disebabkan oleh menurunnya skor pada beberapa pilar indikator GCI. Pendidikan menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi dalam penilaian daya saing negara. Karena pendidikan merupakan salah satu komponen supra sistem pembangunan yang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, kualitas sumber daya manusia harus diarahkan pada pengembangan kemampuan kompetitif yang tinggi menurut ukuran-ukuran global. Sehingga menurunnya kualitas dan kauntitas pendidikan akan berpengaruh terhadap menurunnya skor daya saing negara. Dalam kasus Oman, terdapat beberapa alasan penting yang berkontribusi pada menurunnya daya saing Negara Oman pada indikator pendidikan tinggi dan pelatihan. Menurunnya kualitas atau mutu pendidikan menjadi alasan utama yang ebrdampak pada turunnya daya saing negara Oman. Terdapat lima faktor penyebab menurunnya mutu pendidikan. Kelima faktor tersebut yaitu pertama karena menurunnya kualitas sistem pendidikan di Oman. Kedua menurunnya anggaran pendapatan pemerintah Oman yang berimbas pada menurunnya anggaran pendidikan tinggi di Oman. Ketiga menurunnya quality control pemerintah terhadap pendidikan tinggi di Oman. Keempat menurunnnya kualitas pendidikan tinggi di Oman. Kelima menurunnya kualitas pelatihan tenaga kerja di Oman. Agar tetap survive suatu negara harus memiliki daya saing yang unggul. Pendidikan tinggi memainkan peran yang semakin penting dalam menciptakan daya saing yang unggul untuk mendorong kinerja pertumbuhan ekonomi. Efektifitas pendidikan tinggi menentukan posisi suatu negara dalam perekonomian global. Pendidikan tinggi memiliki peran semakin penting di pasar persaingan melalui penciptaan inovasi baru yang akan mendukung produktivitas perekonomian suatu negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi

    KEPUTUSAN AMERIKA SERIKAT MENCABUT PEMBATASAN EKSPOR MINYAK MENTAH TAHUN 2015

    No full text
    Konsumsi energi minyak di Amerika Serikat sangat tinggi sehingga pemerintah mengupayakan berbagai cara agar kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Ketergantungan Amerika Serikat terhadap minyak asing dapat membahayakan dirinya sendiri seperti yang terjadi saat krisis minyak tahun 1970-an. Amerika Serikat mengalami dampak yang sangat serius. Oleh karena itu, Amerika Serikat berusaha menangani krisis minyak tersebut dengan cara mengeluarkan undang-undang EPCA yang berisi tentang pembatasan ekspor minyak mentah ke luar negeri. Namun, setelah 40 tahun berjalan, peraturan pembatasan ekspor minyak mentah ini dicabut. Keputusan pencabutan aturan ini berdasarkan hasil voting yang dilakukan di Kongres. Suara yang didapatkan adalah 2/3 dari anggota Kongres setuju untuk mencabut peraturan tersebut. Metode penelitian dalam penulisan karya ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penulisan karya ini berusaha menghasilkan argumen-argumen ilmiah dari hasil kalkulasi rasional akan informasi dan data yang telah penulis kumpulkan sebelumnya. Penulis mengumpulkan sejumlah data dari sumber sekunder yang berupa buku, jurnal, situs internet dan lain sebagainya. Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan analisis kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual, akurat atas data dan fakta yang telah terkumpul untuk diteliti dengan dilakukan pemilahan data, pengkajian dan interpretasi terlebih dahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa variabel yang menjadi pertimbangan para pembuat keputusan. Hal tersebut dapat dianalisis melalui sikap, tindakan maupun statemen yang diungkapkan oleh para pembuat keputusan. Pertama, produksi minyak Amerika Serikat terus mengalami peningkatan hingga mencapai puncaknya pada tahun 2015 yakni sebanyak 7,4 juta barel per hari. Peningkatan tersebut didorong oleh adanya teknologi pengeboran yang semakin canggih. Peningkatan produksi minyak dianggap relevan dilihat dari statemen yang dikeluarkan oleh Joe Barton selaku Senator perwakilan dari Texas. Kedua, kelompok produsen minyak yang memiliki posisi penting dalam mempengaruhi kebijakan di Amerika Serikat. Kelompok Producers for American Crude Oil Exports (PACE) merupakan pelobi yang mendorong adanya pencabutan pembatasan perdagangan minyak tersebut. Pembebasan perdagangan ini dianggap membawa keuntungan bagi para produsen minyak mentah di Amerika Serikat. Heitkamp sebagai salah satu wakil Senator Dakota Utara mengatakan bahwa pembatasan ekspor minyak mentah sama dengan membatasi para produsen minyak untuk bersaing di pasar global. Statemen yang dikeluarkan Heitkamp menunjukkan bagaimana ia mempertimbangkan masa depan para produsen minyak. Ketiga, adanya desakan dari Korea Selatan, Meksiko dan Uni Eropa. Kerjasama minyak dapat menjadi alat diplomasi untuk mempererat hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara yang telah mendesak pencabutan tersebut. Lisa Murkowski sebagai Senator perwakilan dari Alaska menyatakan keuntungan pencabutan pembatasan ekspor minyak adalah agar dapat menjadi pemasok bagi negara-negara yang ingin melepaskan ketergantungannya terhadap minyak dari negara yang bermasalah. Keputusan yang telah dibuat tidak terlepas dari argumen para pembuat keputusan. Dari statemen-statemen yang dikeluarkan oleh para pembuat keputusan dapat diketahui apa saja yang menjadi pertimbangan para pembuat keputusan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore