1,724,730 research outputs found
Indeks Haryadi dan Prospeknya Untuk Menjadi Suatu “Formula of Everything (versi 31 Desember 2017)
Indeks Haryadi adalah suatu rumus, yang ditemukan oleh Sigit Haryadi pada bulan April 2016, lalu mulai akhir 2017 dipromosikan oleh pembuatnya untuk menjadi suatu “Formula for Everything”, yaitu suatu rumus yang bisa dimanfaatkan pada semua cabang ilmu. Indeks Haryadi berpelaung untuk menjadi suatu “Formula of Everything”, karena rumus ini sekaligus mengandung dua hal yang nampak bertentangan, oleh karena itu belum pernah ada orang yang berpikir untuk menyatukannya, yaitu “the Harmony” dan “the Gradation”, sementara di sisi lain, semua rumus-rumus yang ada di semua bidang ilmu, saat ini hanya mengandung salah satu saja, “the Harmony” saja, atau “the Gradation” saja. Nama lain dari rumus ini adalah “Harmony in Gradation” (Harmonis dalam Perbedaan) atau “Fairness over Inequality (Keadilan di atas Ketimpangan
Indeks Haryadi dan Prospeknya Untuk Menjadi Suatu “Formula of Everything (versi 31 Desember 2017)
Indeks Haryadi adalah suatu rumus, yang ditemukan oleh Sigit Haryadi pada bulan April 2016, lalu mulai akhir 2017 dipromosikan oleh pembuatnya untuk menjadi suatu “Formula for Everything”, yaitu suatu rumus yang bisa dimanfaatkan pada semua cabang ilmu. Indeks Haryadi berpelaung untuk menjadi suatu “Formula of Everything”, karena rumus ini sekaligus mengandung dua hal yang nampak bertentangan, oleh karena itu belum pernah ada orang yang berpikir untuk menyatukannya, yaitu “the Harmony” dan “the Gradation”, sementara di sisi lain, semua rumus-rumus yang ada di semua bidang ilmu, saat ini hanya mengandung salah satu saja, “the Harmony” saja, atau “the Gradation” saja. Nama lain dari rumus ini adalah “Harmony in Gradation” (Harmonis dalam Perbedaan) atau “Fairness over Inequality (Keadilan di atas Ketimpangan
Kalkulator Untuk Mengukur Tingkat Kompetisi di suatu Industri, dengan menggunakan rumus Indeks Haryadi
Metoda pengukuran tingkat kompetisi di suatu industri adalah dengan menggunakan rumus ini dibuat oleh Sigit Haryadi pada bulan April 2016, untuk memenuhi keinginan banyak orang terkait suatu metode yang lebih akurat dibanding metode eksisting yang dinilai kurang akurat, yaitu Herfinddahl-Hirschman Index. Berisi: 1. Alamat website; 2. Penjelasan Tentang Metoda; 3. Prosedur Menggunakan Kalkulator di Website; dan 4. Penjelasan cara perhitungan
Kalkulator Untuk Mengukur Tingkat Kompetisi di suatu Industri, dengan menggunakan rumus Indeks Haryadi
Metoda pengukuran tingkat kompetisi di suatu industri adalah dengan menggunakan rumus ini dibuat oleh Sigit Haryadi pada bulan April 2016, untuk memenuhi keinginan banyak orang terkait suatu metode yang lebih akurat dibanding metode eksisting yang dinilai kurang akurat, yaitu Herfinddahl-Hirschman Index. Berisi: 1. Alamat website; 2. Penjelasan Tentang Metoda; 3. Prosedur Menggunakan Kalkulator di Website; dan 4. Penjelasan cara perhitungan
Interaksi Simbolik Dalam Tiga Lukisan Kaca Karya Haryadi Suadi
Haryadi Suadi adalah maestro lukisan kaca khas Cirebon. Meskipun Haryadi seorang akademisi di lingkungan seni modern, Haryadi berperan penting di dalam mengembangkan seni lukis kaca khas Cirebon, tempat kelahirannya. Karya Haryadi Suadi merupakan substasiekspresi yang menekankan pada berbagai interpretasi atau pengalaman hidup penciptanya. Komunikasi seni yang terjadi dalam penyajian-pameran karya seni lukis kaca tradisi Haryadi Suadi berkorelasi dengan etnografi singkat lukisan kaca khas Cirebon. Lukisan yang dijadikan studi kasus kajian adalah lukisan berjudul Buroq, Kalacakra dan Sang Keadilan. Metode dan Teori yang digunakan adalah interaksi simbolik Herbert Blumer dengan metode kualitatif untuk menguraikan makna estetika simbolik tiga karya tersebut.
Kata kunci: lukisan kaca, Haryadi Suadi, Interaksi Simbolik, Komunikasi Seni.
ABSTRACT
Haryadi Suadi is a Cirebon glass painting maestro. Although Haryadi was an academic in the modern art environment, Haryadi played an important role in developing the unique glass painting of cirebon, his birthplace. haryadi suadi's work is an expression substrate that emphasizes various interpretations or life experiences of its creator. the art communication that takes place in the presentation of glass painting works of the haryadi suadi tradition correlates with a brief ethnography of cirebon glass paintings. paintings used as case study studies are paintings titled buroq, kalachakra and the justice. the method and theory used are herbert blumer's symbolic interaction with qualitative methods to describe the symbolic aesthetic meaning of the three works.
Keywords: Three Works of Haryadi glass painting, Symbolic Interaction, Communication of Art
Analisis Yuridis Terhadap Kedudukan Direktorat Jenderal Pajak Terhadap Asset Perusahaan Yang Dinyatakan Pailit / Oleh Haryadi
ABSTRAK (A)Nama: Haryadi (NIM : 205120040) (B) Judul Skripsi: Analisis Yuridis Terhadap Kedudukan Direktorat Jenderal Pajak Terhadap Asset Perusahaan Yang Dinyatakan Pailit (C)Halaman: x + 90 + Lampiran + 2015 (D) Kata kunci: Analisis Kedudukan Direktorat Jenderal Pajak, Hak Mendahulu (E)Isi: Kepailitan merupakan sarana perlindungan hukum terhadap kepentingan kreditor untuk mendapat pelunasan utang yang dilakukan oleh debitor. Seorang debitor dinyatakan pailit atas putusan pengadilan karena adanya permohonan pernyataan pailit yang diajukan atas inisiatif debitor sendiri ataupun inisiatif salah satu kreditor yang memenuhi ketentuan Pasal 2 ayat (1) UUK&PKPU. Salah satu kreditor yang harus mendapat pelunasan adalah tagihan pajak yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Pajak. Namun dalam proses penagihan pajak yang dilakukan DJP terhadap asset perusahaan yang dinyatakan pailit tidak jarang menimbulkan permasalahan. Oleh karena itu, perlu diketahui Bagaimana kedudukan DJP terhadap asset perusahaan yang dinyatakan pailit? Penulis meneliti permasalahan tersebut dengan metode penelitian hukum normatif. Data penelitian memperlihatkan bahwa berdasarkan Pasal 23A Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 1131 KUHPer, Pasal 21 ayat (3a) UU No. 28 Tahun 2007 (UU KUP), dan Pasal 19 ayat (6) UU PPSP pada intinya menyatakan negara memiliki hak mendahulu dari tagihan lainnya. Oleh karena itu jelas kemudian apabila terjadi penolakan atas tagihan pajak yang diajukan dengan alasan lewat waktu tidak dapat dibenarkan. Hal ini tentu melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan merugikan kepentingan negara. Selain itu, beberapa narasumber juga menyampaikan, apabila ada penolakan terhadap tagihan pajak merupakan tindakan melanggar ketentuan undang-undang. Seharusnya kurator dapat berperan aktif meminta tagihan pajak dari DJP, sehingga tidak terjadi keterlambatan. Sebagai kesimpulan Putusan Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 77/Pailit/2012/PN.NIAGA.Jkt.Pst jo Nomor: 02/Renvoi Prosedur/2013/PN.NIAGA.Jkt.Pst dan Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor: 387 K/Pdt.Sus.Pailit/2013 merupakan putusan yang tidak memperhatikan ketentuan undang-undang mengenai kedudukan DJP yang memiliki hak mendahulu. (F) Acuan: 23 (1988-2015).(G)Pembimbing: I.G.A. Adi, S.H., M.H. (H)Penulis: Haryad
Analisis Gaya Kepemimpinan Haryadi Suyuti Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model gaya kepemimpinan yang diterapkan Haryadi Suyuti sebagai walikota dalam menyelenggarakan Pemerintahan Kota Yogyakarta.
Desain penelitian ini deskriptif kualitatif. Subjek utama penelitian adalah Haryadi Suyuti selaku Walikota Yogyakarta, Kepala Bagian Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, serta staff ahli walikota Yogyakarta. Instrumen peneliti adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Adapun teknis analisis data yang digunakan melalui empat tahap yakni pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Haryadi Suyuti adalah gaya kepemimpinan pemerintahan demokratis. Kepemimpinan Haryadi Suyuti yang demokratis ditandai dengan adanya sifat keterbukaan beliau pada saat memimpin yang menyebabkan bawahan merasa dihargai, nyaman dan akrab terhadap pimpinan. Gaya demokratis Haryadi Suyuti dapat dilihat dari lima aspek yaitu perumusan visi dan misi, pengambilan keputusan/kebijakan, komunikasi, koordinasi dan motivasi. Dalam perumusan visi dan misi, cara yang digunakan Haryadi Suyuti dalam melibatkan berbagai pihak dan stakeholder merupakan sifat sebagai pemimpin yang terbuka kepada banyak pihak. Dalam pengambilan keputusan/kebijakan, Haryadi Suyuti selalu melibatkan bawahan yang terkait dalam bidangnya. Dalam berkomunikasi kepada bawahan, Haryadi Suyuti menggunakan bahasa-bahasa yang komunikatif dan akrab terhadap bawahannya. Dalam berkoordinasi kepada bawahan, Haryadi Suyuti melalui koordinasi rutin dan koordinasi insidental. Dalam memberikan motivasi kepada bawahan, Haryadi Suyuti tidak mengedepankan pemberian materi. Namun lebih kepada pujian, penghargaan dan apresiasi program. Sedangkan dalam hal melihat tingkat kematangan bawahan yang dilakukan oleh Haryadi Suyuti kepada pegawai, beliau menjelaskan bahwa penugasan maupun pendelegasian tugas yang beliau berikan pada dasarnya akan melihat dari tingkat pengetahuan dan pengalaman kerja pada pegawai yang bersangkutan
Perupaan Bahasa Rupa Tradisi Kontemporer Dalam Lukisan Kaca Haryadi Periode Tahun 1989-2011
Setiap seniman belajar berkesenian dari tradisi masyarakatnya. Setiap karya yang merupakan kekayaan tradisi seni suatu masyarakat, pada mulanya merupakan karya kreatif atau karya baru pada jamanya. Kekuatan para seni rupa adalah berfikir dengan bahasa rupa. Bahasa rupa dapat dipakai untuk mengungkap karya-karya seni rupa tradisi. Fokus penelitian ini ditunjukan pada karya lukisan kaca Haryadi, karena unsur-unsur rupa yang dihasilkan cenderung menjadi sangat bebas, namun tetap mengingatkan pada unsur bahasa rupa tradisi. Haryadi menjadi seniman kontemporer sejak ikut penelitian bahasa rupa dengan Primadi Tabrani, sehingga menjadikan Haryadi kontemporer dalam ketradisiannya. Latar belakang Haryadi dalam melukis kaca yaitu salah satunya kecintaanya terhadap karya seni lukis kaca. Secara garis besar, unsur-unsur tradisi lukisan kaca Haryadi pada periode tahun 1989-2011 mengambil unsur tradisi wayang, batik, kebudayaan Cirebon, Cina-Jawa, Islam, Hindu, dan dari unsur bahasa rupanya. Haryadi hanya mengambil bentuk-bentuk visualnya saja untuk ikomposisikan dalam karya-karyanya. Haryadi tidak mengambil sepenuhnya dari unsur-unsur tradisi, melainkan bahasa rupa tradisi
- …
