1,721,046 research outputs found
PENGELOLAAN PERIKANAN CAKALANG BERKELANJUTAN MELALUI STUDI OPTIMASI DAN PENDEKATAN BIOEKONOMI DI KOTA KENDARI
Kota Kendari memiliki peranyang cukup besar dalam menyuplai hasil perikanan tangkap
dan memperkuat produk ekspor perikanan Indonesia didunia internasional. Salah satu
produk ekspor perikanan yang dihasilkan adalah ikan cakalang. Pemanfaatan yang tinggi
menyebabkan penurunan stok ikan cakalang dialam yang berujung pada overfishing,
sehingga diperlukan suatu kajian optimasi pemanfaatan berdasarkan faktor biologi.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat produksi dan upaya penangkapan yang
dapat memberikan keuntungan yang optimal baik secara biologi maupun ekonomi atau
profitabilitas usaha penangkapan sehingga pengelolaan sumberdaya ikan cakalang sebagai
komoditas unggulan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan di
Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara pada bulan Juni sampai Juli 2016. Metode
analisis yang digunakan adalah analisis bioteknis dan bioekonomi serta optimasi statik
menggunakan pendekatan model estimasi Walter-Hilbon(W-H). Hasil penelitian
mengindikasikan bahwa ikan cakalang diperairan Sulawesi Tenggara belum mengalami
“overfishing” bahkan mampu memberikan keuntungan ekonomi bagi nelayan. Dalam
kondisi MSY atau pengelolaan biologi optimal jumlah effort diestimasi sebanyak
1.113,388 trip, produksi sebesar 14.273,16 ton dan rantai ekonomi sebesar Rp
90.699.030.000, sedangkan dalam kondisi MEY yang merupakan pengelolaan ekonomi
optimal, terestimasi effort sebanyak 994,85 trip, produksi sebesar 11.755,94 ton dan
besaran rantai ekonomi yakni Rp 95.996.070.000. Hasil analisis CPUE, bioekonomi,
optimasi statik menunjukkan produksi actual masih berada dibawah nilai produksi lestari
baik dari produksi, effort dan rantai ekonomi. Berdasarkan analisis tersebut, effort usaha
ikan cakalang dapat ditingkatkan dari upaya aktual sebesar 921.602 trip menjadi 994.850
trip yang akan memberikan rantai ekonomi maksimum dan pengelolaan sumberdaya ikan
cakalang secara berkelanjutan
POLA PERTUMBUHAN, RESPON OSMOTIK DAN TINGKAT KEMATANGAN GONAD KERANG Polymesoda erosa DI PERAIRAN TELUK YOUTEFA JAYAPURA PAPUA
Kerang Polymesoda erosa (nama lokal kerang kodok) termasuk kelas bivalve yang banyak
ditemukan di perairan Teluk Youtefa Jayapura. Kerang ini hidup di daerah lumpur, lumpur
berpasir dan serasah mangrove yang telah terdekomposisi menjadi lumpur. Habitat hidup
kerang Polymesoda erosa terganggu akibat aktivitas antropogenik oleh masyarakat
setempat seperti penebangan hutan mangrove, bahan pencemar, sedimentasi dan
penangkapan kerang yang tidak terkontrol. Tujuan penelitain ini adalah mengetahui pola
pertumbuhan, respon osmotik dan tingkat kematangan gonad melalui studi histologi.
Seratus tiga puluh tiga (133) sampel kerang P.erosa dikumpulkan dari tiga stasiun berbeda
selama bulan juni 2016. Hubungan morfometri panjang berat dianalisis menggunakan
analisis regresi linearitas sederhana dan korelasi. Hasil penelitian menunjukan jumlah kelas
frekuensi panjang tertinggi kerang P.erosa adalah 50,56–56,56 mm dengan kisaran ukuran
29,56-85,65 mm. Pola pertumbuhan kerang P.erosa adalah alometri positif terhadap 50
individu kerang jantan, 55 individu kerang betina dan 28 individu kerang unidentified
(UND). Respon osmotik kerang P.erosa terdiri dari dua pola yaitu hipoosmotik dan
hiperosmotik. Hasil studi histologi tingkat kematangan gonad kerang P.erosa ditemukan
tiga tingkatan yaitu TKG I, TKG II, TKG III dan gonad yang tidak dapat dibedakan jantan
atau betina (unidentified)
ANALISIS DATA EKSTRIM TINGGI GELOMBANG DI PERAIRAN UTARA SEMARANG MENGGUNAKAN GENERALIZED PARETO DISTRIBUTION
Informasi gelombang ekstrim merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam
perencanaan bangunan pantai. Tinggi gelombang ekstrim diidentifikasi untuk
memaksimalkan ketahanan bangunan pantai terhadap kejadian gelombang tinggi (ekstrim).
Penelitian ini mengambil lokasi di perairan utara semarang dimana terjadi berbagai
aktivitas pembangunan. Metode Generalized Pareto Distribution digunakan untuk
menentukan nilai maksimum yang terjadi (kala ulang) pada periode 2, 5, 10, 25, 50 dan
100 tahun. Pada penelitian ini ambang batas nilai ekstrim ditentukan dengan nilai
percentile 90. Berdasarkan hasil uji kesesuaian model menggunakan Uji Kolmogorov-\ud
Smirnov disimpulkan bahwa data ekstrim tinggi gelombang di perairan utara semarang
mengikuti Generalized Pareto Distribution. Hasil perhitungan kala ulang tinggi gelombang
ekstrim tertinggi sebesar 5,73 meter terjadi pada bulan maret dengan periode 100 tahun
ANALISIS SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT, KLOROFIL-A, DAN ANGIN TERHADAP FENOMENA UPWELLING DI PERAIRAN PULAU BURU DAN SERAM
Indonesia merupakan negara kepulauan karena wilayah lautnya lebih luas dibanding darat,
sehingga berpotensi sebagai daerah penghasil sumber daya ikan laut. Kondisi permukaan
laut selalu berubah setiap waktu sehingga membutuhkan data citra Aqua MODIS dan
Quickscat untuk memberikan informasi secara temporal. Sensor MODIS dapat mengukur
kandungan klorofil-a dan suhu permukaan laut (SPL) sebagai parameter utama upwelling.
Sensor QuickScat dapat mengukur arah dan kecepatan angin sebagai parameter pendukung
upwelling dan data sebaran ikan untuk membuktikan parameter upwelling mempengaruhi
potensi dan tangkapan ikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil analisis
sebaran suhu permukaan laut, klorofil-a dan angin terhadap fenomena upwelling di
perairan Pulau Buru dan Seram. Metode pengolahan data citra Aqua MODIS dan
QuickScat menggunakan bahasa pemograman yang dibangun untuk mendapatkan nilai
secara klimatologi dari tahun 2003-2015 dari parameter upwelling yaitu SPL, klorofil-a
dan angin. Data hasil klimatologi selanjutnya dianalisis secara spasial dan statistika
sehingga dapat mengetahui hubungan antar parameter upwelling untuk mendapatkan peta
tematik sebaran SPL dan klorofil-a pada saat terjadi fenomena upwelling. Hasil hubungan
antar parameter SPL dan klorofil-a mempunyai korelasi sempurna mengikuti pola yang
tidak searah artinya SPL tinggi maka klorofil-a rendah. Kecepatan angin mengikuti pola
klorofil-a yang searah artinya klorofil-a tinggi maka kecepatan angin tinggi. Hubungan
yang sempurna setiap parameter di perairan Pulau Buru dan Seram mendapatkan titik
puncak upwelling di bulan Agustus. Bulan Agustus terjadi upwelling yang sangat kuat
dengan SPL 26,703°C, kandungan klorofil-a 0,474 dan kecepatan angin 6,680 m/s
KELIMPAHAN, KEANEKARAGAMAN, DAN TINGKAT KERJA OSMOTIK LARVA IKAN PADA PERAIRAN BERVEGETASI LAMUN DAN ATAU RUMPUT LAUT DI PERAIRAN PANTAI JEPARA
Keberadaan lamun dan rumput laut sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan biota
laut terutama larva ikan. Informasi mengenai daya dukung lingkungan bagi organisme
perairan khususnya larva dan juvenil ikan seperti tekanan osmotik media sangat penting
untuk dikaji, mengingat pada stadia larva dan juvenil merupakan stadia yang masih sensitif
terhadap perubahan lingkungannya terutama salinitas karena berpengaruh pada fisiologi
organisme terutama tekanan osmotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis
hubungan antara struktur komunitas dan Tingkat Kerja Osmotik (TKO) larva ikan dengan
osmolaritas media hidup (milieu exterieur) di habitat lamun dan rumput laut. Penelitian
dilaksanakan pada bulan April – Mei 2016. Materi dalam penelitian ini adalah sampel larva
ikan dan sampel air laut yang diperoleh dari tiga lokasi penelitian. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode studi kasus dengan analisis deskriptif. Metode pengambilan
sampel secara systematic random sampling. Ketiga lokasi penelitian memiliki nilai
kelimpahan tertinggi dari famili Nemipteridae, indeks keanekaragaman dalam kondisi
rendah, dengan keseragaman tiap famili larva ikan hampir sama setiap lokasi dengan
kecenderungan tidak ada famili larva ikan yang mendominasi. Kerapatan lamun tertinggi
di Pantai Bandengan dari spesies Thalassia sp. sebanyak 4590 tegakan/50m2. Pola
osmoregulasi larva ikan pada setiap stasiun adalah sama yaitu pola hipoosmotik terhadap
lingkungan karena osmolaritas media (milieu exterieur) bersifat hiperosmotik. Hasil
signifikasi uji Korelasi Pearson menunjukkan belum ada hubungan atau keterkaitan antara
osmolaritas media dengan struktur komunitas
KUALITAS DENDENG ASAP IKAN TONGKOL (EUTHYNNUS SP), TUNUL (SPHYRAENA SP) DAN LELE (CLARIAS SP) DENGAN METODE PENGERINGAN CABINET DRYER
Telah dilakukan percobaan tentang pembuatan dendeng dari ikan tongkol (Euthinus sp),
dan tunul (Sphyraena sp) dan lele (Clarias sp) dengan penambahan aroma asap
menggunakan metode pengeringan cabinet dryer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui perubahan kualitas dari masing-masing ikan yang dibuat menjadi produk
dendeng asap serta membandingkan kualitas dari ikan tersebut. Metode penelitian yang
digunakan adalah eksperimental laboratories dengan rancangan percobaan menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK). Alat pengering yang digunakan adalah cabinet dryer
berbentuk kotak vertikal. Suhu proses yang dipakai adalah 65oC. Bahan baku ikan dan
bumbu diperoleh dari pasar lokal Semarang. Asap yang digunakan adalah asap cair
tempurung kelapa yang diredestilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai
organoleptik dari dendeng asap ikan tongkol, tunul dan lele berturut-turut adalah
3,66<μ<4,11; 3,35<μ<3,85 dan 3,98<μ< 4,38. Penurunan kandungan lisin pada masingmasing
ikan berturut-turut adalah 27,84%, 43,81% dan 35,08%. Rendemen yang
dihasilkan berturut-turut sebesar 40,98%, 35,19% dan 42,16%. Kandungan proksimat pada
masing-masing ikan mengalami perubahan nyata. Kadar protein (dry base) mengalami
penurunan berturut-turut dari masing-masing ikan 10,13%, 3,96% dan 6,03%. Kadar lemak
(dry base) juga mengalami penurunan berturut-turut sebesar 14,76%, 14,41% dan 39,45%
sedangkan kadar abu mengalami kenaikan berturut-turut 13,64%, 2,97% dan 46,15%.
Kesimpulan yang bisa diambil adalah semua produk dendeng yang dihasilkan dapat
diterima konsumen dengan baik terutama dendeng ikan lele. Perubahan yang paling
banyak terjadi pada pembuatan dendeng ikan lele untuk parameter rendemen, kadar lemak,
kadar abu. Penurunan kadar lisin dan kadar air terbanyak pada dendeng ikan tunul.
Penurunan kadar protein terbanyak pada dendeng ikan tongkol
KAJIAN POTENSI ENERGI ARUS LAUT DI SELAT TOYAPAKEH, NUSA PENIDA, BALI
Kebutuhan energi listrik terus mengalami peningkatan dan sumber energi listrik di
Indonesia masih didominasi oleh energi fosil yang ketersediaannya terbatas di alam,
sehingga diperlukan pencarian sumber energi lain yang terbarukan. Nusa Penida
merupakan wilayah kepulauan yang dikelilingi selat–selat sehingga berpotensi untuk
pengembangan energi terbarukan yaitu arus laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui tipe arus laut serta mengetahui potensi energi yang dapat dihasilkan dari arus
laut di Selat Toyapakeh, Nusa Penida, Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dan penentuan lokasi dengan cluster sampling. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap,
yaitu survey lapangan yang terdiri dari pengukuran arus dan pasang surut sertatahap
pengolahan data yang terdiri dari analisa data, numerik, dan menghitung estimasi rapat
daya. Tipe arus laut di Selat Toyapakeh adalah arus pasang surut yang bergerak ke arah
tenggara saat pasang dan ke arah barat daya saat surut. Selat Toyapakeh berpotensi dalam
pemanfaatan energi arus laut. Daerah potensi terletak pada koordinat 115°27”51,903’ -
115°28”34,387’ BT dan 8°40” 15,430’ - 8°41”7,045’LS dengan luas 0,6 km2. Daya rata –
rata yang dihasilkan di titik potensi adalah 16,6 kW dan 66,47 kW per tahun
SUBTITUSI SILASE TEPUNG BULU AYAM DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN RELATIF, PEMANFAATAN PAKAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN NILA LARASATI (Oreochromis niloticus)
Tepung bulu ayam adalah salah satu solusi untuk pengganti tepung ikan karena memiliki
protein yang tinggi, namun tepung bulu ayam memiliki keratin yang sulit di cerna oleh
ikan sehingga dalam pengaplikasiannya tepung bulu ayam harus di fermentasi
menggunakan mikroba keratinoplilic agar menghasilkan enzim keratinase sehingga tepung
bulu ayam dapat lebih dicerna oleh ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji
pengaruh subtitusi tepung ikan dengan silase tepung bulu ayam pada pakan buatan
terhadap laju pertumbuhan relatif, pemanfaatan pakan dan kelulushidupan ikan nila larasati
(Oreochromis niloticus). Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan nila larasati dengan
bobot rata-rata 2,52±0,25g/ekor dan padat tebar 25ekor/m3. Penelitian ini menggunakan
metode eksperimental, Rancangan Acak Lengkap 5 perlakuan dan 3 kali ulangan.
Perlakuan dalam penelitian ini adalah subtitusi tepung ikan dengan tepung bulu ayam,
yaitu : A (0% tepung bulu ayam), B (25% tepung bulu ayam), C (50% tepung bulu ayam)
dan D (75% tepung bulu ayam), dan E (100% tepung bulu ayam). Data yang diamati
meliputi bobot mutlak, laju pertumbuhan relatif (RGR), efisiensi pemanfaatan pakan
(EPP) dan Kelulushidupan (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa silase tepung bulu
ayam dalam pakan buatan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap RGR,
EPP dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan. Dosis terbaik
substitusi tepung bulu ayam sebesar 25% mampu menghasilkan RGR dan EPP
tertinggi.Kualitas air pada media pemeliharaan berada pada kisaran yang sesuai untuk
budidaya ikan nila larasati (Oreochromis niloticus)
BIOKONSENTRASI LOGAM PLUMBUM (Pb) PADA BERBAGAI UKURAN PANJANG CANGKANG KERANG HIJAU ( Perna viridis ) DARI PERAIRAN TELUK SEMARANG
Perairan pantai Teluk Semarang sudah tercemar logam berat timbal (Pb). Bahan pencemar
tersebut masuk melalui sungai-sungai yang membawa berbagai macam limbah menuju
perairan pantai Semarang. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi logam Pb
dalam kolom air, sedimen, jaringan lunak kerang hijau. Menentukan pola hubungan regresi
antara konsentrasi Pb dalam jaringan lunak dengan konsentrasi Pb dalam air. Menentukan
nilai faktor biokonsentrasi kerang hijau di perairan serta analisis bagaimana perbedaan
hubungan signifikan antara berbagai ukuran kerang hijau dengan lokasi yang berbeda.
Penelitian dilakukan pada September 2015 hingga Maret 2016 dengan 3 stasiun di lokasi
budidaya kerang hijau Tambaklorok. Analisis konsentrasi logam berat Pb menggunakan
metode AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometer). Pengolahan data menggunakan
SPSS dan Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi logam berat Pb
dalam air berkisar 0,51- 0,76 mg/l. Rata-rata konsentrasi logam berat Pb dalam sedimen di
tiga stasiun pengamatan diperoleh rata-rata konsentrasi logam Pb antara 4,975-20,43
mg/kg. Kerang hijau yang telah diambil di perairan disortir dan dipisahkan sesuai ukuran
panjang cangkang dan dilakukan penimbangan seberat 1 kg masing – masing sesuai
ukuran panjang cangkang. Ukuran kecil (2-3 cm), sedang (3-4 cm) dan kerang yang besar
dengan ukuran panjang cangkang (5-6 cm). Hasil pengukuran konsentrasi logam berat Pb
pada P.viridis menunjukkan bahwa rata-rata kerang hijau ukuran panjang cangkang 4-5
cm di lokasi stasiun III terendah konsentrasi logam berat Pb sebesar 0,24 mg/kg.
Sedangkan rata-rata konsentrasi logam berat Pb pada P.viridis yang tertinggi terdapat di
stasiun I sebesar 0,89 mg/kg dengan ukuran panjang cangkang 2-3 cm. Persamaan korelasi
antara panjang cangkang dan konsentrasi Pb adalah Y= - 0,131 + 1,13 X. Nilai Standar
error of the Estimate (SEE) 0,19. Sedangkan standar deviasi 0,20 artinya kelayakan
variabel predictor (perairan) untuk memprediksi variabel tergantung (kerang) layak karena
SEE lebih besar nilainya dari pada standar deviasi. Rata – rata nilai Biokonsentrasi Faktor
(BCF) kerang hijau berukuran kecil lebih tinggi daripada kerang hijau yang berukuran
sedang dan kerang hijau yang berukuran besar
HUBUNGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK SEDIMEN DENGAN KELIMPAHAN SAND DOLLAR DI PULAU CEMARA KECIL KARIMUNJAWA JEPARA
Sand dollar merupakan hewan yang berkulit duri dari kelas Echinoidea dari filum
Echinodermata. Kebiasaan Sand dollar adalah membenamkan diri ke dalam pasir,dan
mengambil makanan dari serasah yang berada di sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan bahan organik sedimen terhadap kelimpahan Sand dollar. Penelitian
dilakukan pada bulan Maret - April 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah
metode purposive sampling. Variabel penilaian adalah kelimpahan Sand dollar, bahan
organik sedimen dan parameter lingkungan (temperature,pH,salinitas,dan arus). Analisis
data dengan menggunakan analisis korelasi linier sederhana. Nilai bahan organik tertinggi
pada Titik I yaitu 4,028 % dengan kelimpahan Sand dollar sebanyak 335 individu/m2,
sedangkan titik V dengan nilai bahan organik terendah yaitu 3,974 % dengan kelimpahan
Sand dollar 121 individu/m2. Berdasarkan analisis regresi linier antara kandungan bahan
organik sedimen dengan kelimpahan Sand dollar diperoleh nilai koefisien determinasi (R²)
yaitu 0,7167 yang berarti bahan organik sedimen dapat berpengaruh terhadap kelimpahan
Sand dollar sebesar 71,67 % sementara 28,33 % lagi dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai
koefisien korelasi (r) yaitu sebesar 0,846564, menggambarkan bahwa hubungan antara
kandungan bahan organik sedimen dengan kelimpahan Sand dollar di Pulau Cemara Kecil
bernilai sangat kuat
- …
