2,005,227 research outputs found
642 Hari Mengupas Watak Pentadbir Hari Ini
Bersyukur kita ke hadrat Allah SWT kerana mengurniakan kesihatan yang terbaik untuk kita meneruskan agenda kehidupan kita di bumi Universiti Malaysia Pahang (UMP) yang kita cintai. Mungkin rakan-rakan sekalian tertanya-tanya apa yang dimaksudkan dengan 642 hari? 642 hari juga bersamaan dengan 1 tahun 277 hari, kurang 88 hari mencukupkan angka dua tahun. Kita tinggalkan dahulu angka ini kerana ada perkara yang lebih penting untuk dibincangkan
Gerunlah hari 'panggil memanggil'
RUPANYA banyak nama hari kiamat yang disebut dalam al-Quran, antaranya hari ‘panggil memanggil’, ‘hari penyesalan’, ‘hari mandul tanpa malam’ dan ‘hari yang tiada kebaikan.’
Firman Allah ertinya: “Dan berilah amaran (wahai Muhammad) kepada umat manusia seluruhnya tentang hari penyesalan iaitu hari diselesaikan perbicaraan perkara masing-masing pada masa mereka (yang ingkar) di dunia ini berada dalam kelalaian serta mereka pula tidak mahu beriman.” - (Maryam [19:39])
Dalam ayat lain, hari kiamat juga disebut sebagai hari mandul tanpa malam atau hari yang tiada kebaikan. - Tafsir Ibn Kathir
Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/mega/agama/gerunlah-hari-i-8216-panggil-memanggil-8217-i-1.826246#ixzz5kllii5bk
© Utusan Melayu (M) Bh
Pembesaran ayam pedaging hari per hari di kandang panggung terbuka
Buku ini sangat tepat bagi siapapun, terutama peternak pemula. Informasi yang disajikan pun lengkap dan dapat memandu kegiatan operasional pembesaran ayam pedaging hari per hari, mulai hari pertama hingga hari pemanenan.iv, 132 Hal. : Ilus. ; 23 c
Majlis Penutup Sambutan Hari Kebangsaan Ke-68 dan Hari Malaysia 2025 peringkat UMPSA meriah
PEKAN, 17 September 2025 - Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) hari ini mengadakan Majlis Penutup Sambutan Hari Kebangsaan Ke-68 dan Hari Malaysia 2025 peringkat universiti bertempat di Dewan Bankuet, UMPSA Pekan.
Hadir merasmikan majlis penutup, Timbalan Naib Canselor (Penyelidikan dan Inovasi), Profesor Ts. Dr. Aida Mustapha yang mewakili Naib Canselor, Profesor Dr. Yatimah Alias
Evaluating the novel Cinta Hari-Hari Rusuhan by Faisal Tehrani through the lens of Genuine literature
This paper is based on a critical reception of Faisal Tehrani's novel titled Cinta Hari-Hari Rusuhan. Most reader considers Cinta Hari-Hari Rusuhan as a serious literature novel that explores themes of the marginal society’s struggle. However, some scholars and literary critics deny the assertion that Cinta Hari-Hari Rusuhan is a serious novel. Significantly, the opposition to this claim is accompanied by the argument that Cinta Hari-Hari Rusuhan is a pulp novel. The clash between these two contrasting perspectives on the status of Cinta Hari- Hari Rusuhan as a literary work is problematized in this paper. Therefore, this paper seeks to analyze the novel Cinta Hari-Hari Rusuhan and subsequently articulate its position. To unravel these issues and achieve the goals of this study, it adopts Mohd. Affandi Hassan's Genuine Literature concept as an analytical framework. This choice is deemed appropriate and relevant since Genuine Literature provides the only local literary theory that seriously and consistently discusses questions regarding the status of literary works. Furthermore, Genuine Literature emphasizes taklif philosophy as a core point of discussion, thus opening room for evaluating the position of literature grounded in Islamic worldview perspectives. This also considers the strength of Faisal Tehrani's religious educational background, making the selection of Genuine Literature justified. In addition to offering theoretical aspects, Genuine Literature also presents several analytical tools such as narrative axis and narrative space. Based on analysis findings, it can be concluded that Cinta Hari-Hari Rusuhan follows “lust- based love” as its narrative axis. To develop this narrative axis effectively, specific storytelling elements such as characters and characterization techniques are employed along with language manipulation. With such a narrative axis and storytelling techniques employed in Cinta Hari-Hari Rusuhan, it becomes evident that it belongs to the category of pulp novels according to the Genuine Literature framework
Pilkada dan Hari Keluarga Nasional
Pilkada serentak tahun 2018 ini telah usai kita laksanakan, pada berbagai Provinsi dan Kabupaten Kota di Indonesia. Setiap warga negara yang berhak telah menyalurkan hak suaranya ada pemilihan tanggal 27 Juni 2018. Saat ini sebagai warga negara kita menunggu dengan baik keputusan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang siapa yang akan menjadi gubernur, walikota atau bupati dalam lima tahun kedepan.Bagi para kandidat atau partai politik yang mengusung calon yang akan duduk dalam pimpinan daerah kedepannya, saatnya menyusun kebijakan yang berpihak kepada rakyat demi kemaslahatan bersama. Pilkada adalah sebuah pertarungan politik dalam sebuah gelanggang, bila pertandingan itu telah usai saatnya utk bekerja nyata. Salah satu isu strategis yang semestinya menjadi perhatian setiap calon kepala daerah adalah menciptakan masyarakat sehat dan sejahtera. Isu-isu ini seharusnya diangkat bersamaan bersaaan dengan peringatan-peringatan hari nasional yang memang telah menjadi momen untuk itu. Hari ini tanggal 29 Juni, adalah Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Keluarga Berencana Nasional telah luput dari perhatian. Indonesia akan mengalami “Bonus Demografi” yang mana angkatan usia produktif (15-64 tahun) akan jauh lebih banyak atau berada pada angaka 60-70%, dibandingkan dengan penduduk usia muda (kurang dari 14 tahun) dan usia lanjut diatas 65 tahun. Bonus demografi telah dimulai pada periode 2012 hingga 2045, dan akan terjadi dengan puncaknya pada tahun 2030. Jumlah usia produktif yang lebih banyak diyakini akan mampu membawa kemajuan lebih pesat bagi pembangunan Indonesia dari segala dimensi jika mampu direncanakan dan dikelola dengan baik. Akan tetapi, jika jumlah yang banyak ini tidak menjadi perhatian, terutama bagi kepala daerah yang telah kita pilih kemaren, maka “Bonus akan berubah menjadi petaka.
Esensi Hari Santri
Gegap gempita perayaan Hari Santi Nasional tahun 2024 sudah terasa di berbagai tempat. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri yang bertepatan dengan tanggal 22 Oktober menjadi dasar para santri dan simpatisannya untuk merayakannya. Adalah Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari yang mengeluarkan resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 yang dikemudian hari menjadi acuan sejarah peran santri dalam membela NKRI
Esensi Hari Santri
Gegap gempita perayaan Hari Santi Nasional tahun 2024 sudah terasa di berbagai tempat. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri yang bertepatan dengan tanggal 22 Oktober menjadi dasar para santri dan simpatisannya untuk merayakannya. Adalah Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari yang mengeluarkan resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 yang dikemudian hari menjadi acuan sejarah peran santri dalam membela NKRI
Hari kemenangan kita
Di pagi kemenangan yang indah ini, Takbir bergema di pagi hari, Keluarga tersayang bersiap sedia, Menunaikan solat raya bersam
Spatial modulation aided zero-padded single carrier transmission for dispersive channels
In this paper, we consider spatial modulation (SM) operating in a frequency-selective single-carrier (SC) communication scenario and propose zero-padding instead of the cyclic-prefix considered in the existing literature. We show that the zero-padded single-carrier (ZP-SC) SM system offers full multi-path diversity under maximum-likelihood (ML) detection, unlike the cyclic-prefix based SM system. Furthermore, we show that the order of ML detection complexity in our proposed ZP-SC SM system is independent of the frame length and depends only on the number of multipath links between the transmitter and the receiver. Thus, we show that the zero-padding applied in the SC SM system has two advantages over the cyclic prefix: 1) achieves full multipath diversity, and 2) imposes a relatively low ML detection complexity. Furthermore, we extend the partial interference cancellation receiver (PIC-R) proposed by Guo and Xia for the detection of space-time block codes (STBCs) in order to convert the ZP-SC system into a set of narrowband subsystems experiencing flat-fading. We show that full rank STBC transmissions over these subsystems achieves full transmit, receive as well as multipath diversity for the PIC-R. Furthermore, we show that the ZP-SC SM system achieves receive and multi-path diversity for the PIC-R at a detection complexity order which is the same as that of the SM system in flat-fading scenario. Our simulation results demonstrate that the symbol error ratio performance of the proposed linear receiver for the ZP-SC SM system is significantly better than that of the SM in cyclic prefix based orthogonal frequency division multiplexing as well as of the SM in the cyclic-prefixed and zero-padded single carrier systems relying on zero-forcing/minimum mean-squared error equalizer based receivers
- …
