1,720,992 research outputs found

    Pengembangan Dalam Motorik Kasar Melalui Permainan Melempar dan Menangkap Bola Di Kelompok A Ppt Matahari Gunungsari Surabaya

    Full text link
    Permainan bola merupakan suatu kegiatan bermain dengan media bola yang dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Permainan ini merupakan salah satu permainan yang sangat mudah dan digemari oleh anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi permainan melempar dan menangkap bola dalam mengembangkan motorik kasar di kelompok A di PPT Matahari Gunungsari Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dengan jumlah 2 siklus. Subjek penelitian adalah anak kelompok A di PPT Matahari Gunungsari Surabaya tahun ajaran 2017-2018. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pra siklus hampir 70% anak usia 2-3 tahun di PPT Matahari masih belum berkembang sesuai harapan. Pada siklus I hasilnya masih belum maksimal, karena dalam implementasinya pendidik masih kurang berinteraksi dengan anak. Sedangkan pada siklus II hasilnya sesuai harapan karena dalam implementasinya pendidik lebih memanfaatkan waktu daya konsentrasi anak

    Pelatihan Model Pembelajaran Sentra (Beyond Centre And Circle Time) Pada Bunda Dan Wali Murid Di PPT Teratai Gayungan Surabaya

    Full text link
    Pendekatan BCCT merupakan pendekatan yang sangat kompleks. Dibutuhkan guru yang kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran. Karena dalam 1 kali pembelajaran guru harus menyediakan beberapa kegiatan dalam satu waktu tersebut. Di kota Surabaya khususnya tidak sampai 50 % PPT menggunakan pembelajaran sentra sebagai pilihan dalam proses pengajaran. Padahal kenyataan di lapangan banyak para orang tua yang mengeluhkan juga ketika anaknya kurang bersemangat saat sekolah karena selalu diajarkan menulis di buku, membaca, berhitung secara dekte tanpa memberikan kesempatan anak untuk bermain. Tujuan dari pelatihan yang dilakukan di PPT Teratai yang terletak di Jalan Menanggal VII/1 RW 03 Kelurahan Menanggal Kecamatan Gayungan adalah untuk menjadikan alternative pemecahan masalah kebosanan anak di sekolah dan juga mengenalkan lebih jauh bagaimana model pembelajaran sentra/BCCT ini diterapkan di sekolah yang sempit. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah dengan melakukan pemaparan materi secara online kemudian praktek dirumah peserta sendiri-sendiri dan dikirimkan melalui video. Hasil dari pelatihan tersebut ternyata menimbulkan semangat yang luar biasa dari bunda guru dan wali murid dalam menerapkan di sekolah karena melihat model pembelajaran bermain sambil belajar yang ada dalam BCCT ini. Mereka semua antusisas dan lebih termotivasi untuk menyemangati anak dalam proses belajar. Saran untuk pelatihan ini perlu dilakukan secara berkala dan diualng-ulang agar hasilnya lebih maksimal dan lebih banyak guru yang paham tentang metode BCC/sentra

    Pengaruh Media Loto Warna dan Bentuk terhadap Kemampuan Kognitif Anak Kelompok A di TK Khadijah Pandegiling Surabaya

    No full text
    Macam aspek-aspek perkembangan anak usia dini salah satunya adalah aspek perkembangan kognitif.  Bidang kognitif pada anak usia 4-5 tahun sesuai dengan Kurikulum Taman Kanak-Kanak 2010 dibagi menjadi tiga bidang yaitu bidang pengetahuan umum dan sains, konsep bentuk, warna, ukuran dan pola, konsep bilangan, lambang bilangan dan huruf. Bidang pengembangan konsep bentuk, warna, ukuran dan pola merupakan bidang kemampuan dimana anak dapat mengklasifikasi benda berdasarkan bentuk, warna atau ukurannya berdasarkan fungsi, ciri-ciri, dan jenisnya. Pengenalan warna dan bentuk penting untuk anak usia dini karena membantu anak dalam pemahaman konsep berikutnya di jenjang dasar. Salah satu media yang dapat menstimulasi dengan cukup baik adalah media loto warna dan bentuk. Dimana media tersebut memberikan pemahaman tentang warna dan bentuk yang disajikan seperti puzzle. Loto warna dan bentuk merupakan media visual yang terlihat menarik. Desain Penelitian yang digunakan adalah Penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini yaitu anak usia 4-5 tahun di TK Khadijah Pandegiling Surabaya. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa media loto warna dan bentuk berpengaruh terhadap kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan dibandingkan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan. Teknik analisis data yang diperoleh yaitu T hitung=50 0 lebih besar dari T tabel= 30. Hal ini berarti penggunaan media loto warna dan bentuk memiliki pengaruh terhadap kemampuan mengenal kognitif anak dalam mengenal warna dan bentuk di TK Khadijah Pandegiling Surabaya. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa media loto warna dan bentuk berpengaruh terhadap kemampuan kognitif anak dalam mengenal warna dan bentuk

    Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Metode Bermain Peran Di Ppt Tunas Prima Kebraon Surabaya

    Full text link
    Metode bermain peran adalah cara mengajar yang dilakukan oleh guru dengan jalan menirukan tingkah laku dari sesuatu situasi sosial. Metode bermain peran lebih menekankan pada keikutsertaan pada anak didik untuk bermain peran/ bersandiwara dalam hal menirukan masalahmasalah sosial. Keterampilan sosial adalah suatu kemampuan secara cakap yang tampak dalam tindakan, mampu mencari, memilih dan mengelola informasi, mampu mempelajari hal-hal baru yang dapat memecahkan masalah sehari-hari, mampu memiliki keterampilan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, memahami, menghargai, dan mampu bekerjasama dengan orang lain yang majemuk, mampu mentranformasi kemampuan akademik dan beradaptasi dengan perkembangan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan sosial melalui metode bermain peran pada anak usia 3-4 tahun di PPT Tunas Prima Kebraon Surabaya. Desain Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini yaitu anak usia 3-4 tahun di PPT Tunas Prima Kebraon Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata keterampilan sosial sebelum penerapan metode bermain peran (prasiklus) 54,25% dan nilai rata-rata keterampilan sosial sesudah penerapan metode bermain peran (siklus II) 86,25%, sehingga memperoleh peningkaan keterampilan sosial melalui metode bermain peran sebanyak 32%.Simpulan dari penelitian ini adalah ada peningkaan keterampilan sosial melalui metode bermain peran pada anak usia 3-4 tahun di PPT Tunas Prima Kebaon Surabaya

    Efektifitas Permainan Assosiative Terhadap Sibling Rivalry

    Full text link
    Sibling rivalry adalah permusuhan dan kecemburuan antara saudara kandung yang menimbulkan ketegangan diantara mereka. Hal ini terjadi apabila masing-masing anak berusaha lebih unggul dari yang lain. Tujuan penelitian mengetahui efektifitas Permainan Assosiative play terhadap Sibling Rivalry. Populasi penelitian adalah Anak Sibling Rivalry yang bersekolah di PAUD Kasih Ibu Karangrejo VI Wonokromo Surabaya sebesar 32 orang. Besar sampel 30 anak Sibling Revalry, dibagi 2 kelompok yaitu 15 kelompok perlakuan dan 15 kelompok kontrol yang diambil dengan cara probability sampling teknik simple random sampling. Variabel independen Permainan Assosiative play dan variabel dependen Sibling Rivalry. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner sebelum dan sesudah perlakuan permainan Assosiattif Play. Penelitian dilakukan selama 1 bulan yaitu 1 minggu 3 kali perlakuan. Pengolahan data meliputi editing, coding, procesing, cleaning, dan tabulating. Data dianalisa dengan uji Mann-Whitney Test dan uji wilcoxon signed rank test dengan α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan kelompok perlakuan sesudah permainan Associative play sebagian besar (80%) mengalami penurunan Sibling Rivalry dengan kategori ringan, sedangkan kelompok kontrol sebagian besar (53,3%) mengalami peningkatan Sibling Rival dengan kategori berat. Hasil analisis menggunakan uji Mann-Whitney Test didapatkan nilai p adalah 0.024 dan nilai α=0.05, berarti p>α artinya terdapat perbedaan antara Sibling Rivalry pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, pada uji statistik Wilcoxon sign rank test didapatkan ρ = 0,001 <α (0,05), artinya terdapat efektifitas permaianan Associative play terhadap Sibling Rivalry di di PAUD Kasih Ibu Karangrejo VI Wonokromo Surabaya. Assosiative Play efektif menurunkan Sibling Rivalry, sehingga disarankan agar orang mampu memperlakukan anaknya dengan baik dan bijak agar sibling bisa teratasi

    Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Kegiatan Morning Fun Di KB Khadijah Pandegiling Surabaya

    Full text link
    Morning fun merupakan salah satu strategi pembelajaran yang diterapkan kepada anakanak pada pagi hari sebagai kegiatan peralihan dari rumah ke sekolah dengan konsep bermain menyenangkan dan sesuai minat anak. Kegiatan morning fun sangatlah penting bagi anak, karena saat pagi hari anak-anak membutuhkan suasana yang menyenangkan sehingga dapat mempengaruhi proses belajar anak di sekolah dan aspek perkembangan anak. Morning fun bertujuan merangsang anak untuk bermain bersama dengan teman, bermain mandiri, bergerak bebas, melatih motorik halus anak. Morning Fun merupakan aplikasi antara kegiatan junal pagi dengan model pembelajaran independent learning. Jurnal pagi merupakan proses transisi bagi anak dari rumah ke sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan sosial emosional melalui kegiatan morning fun di KB Khadijah Pandegiling Surabaya. Desain Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini yaitu anak usia 3-4 tahun di KB Khadijah Pandegiling Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kemampuan sosial emosional sebelum penerapan kegiatan morning fun (prasiklus) 54,25% dan nilai rata-rata kemampuan sosial emosional sesudah penerapan kegiatan morning fun (siklus II) 86,25%, sehingga memperoleh peningkaan kemampuan sosial emosional melalui kegiatan morning fun sebanyak 32%.Simpulan dari penelitian ini adalah ada peningkaan kemampuan sosial emosional melalui kegiatan morning fun di KB Khadijah Pandegiling Surabaya

    SENTRA KARAKTER DALAM MENSTIMULASI KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KB-TK KHADIJAH PANDEGILING SURABAYA

    Full text link
    The character center is a vehicle to provide stimulus in the form of knowledge planting, love and the inculcation of good behavior that becomes a pattern / habit. At this early age, a child's character will be formed from the results of learning and absorbing from our behavior as parents and from the surrounding environment. At this age mental development takes place very quickly. The purpose of this study was to determine how the application of character centers in stimulating the emotional social abilities of children aged 5-6 years at KB Khadijah Pandegiling Surabaya. This type of research is a descriptive qualitative study. The research subjects were 13 students at Mazraatul Ulum Paciran Kindergarten. The research data is taken through observation, field notes, interviews and documentation while learning. The results of the study state that character center learning can stimulate children's social emotional development as evident from 13 Al-A'rof group children, there are 8 children who are able to be independent in doing tasks, 10 children who are able to wait patiently, 8 children are able to be responsible and 11 children are able to share . Based on the results of the research above, it can be concluded that the learning center of character in stimulating the social development of children in group B in Khadijah Pandegiling Kindergarten Surabaya. Furthermore, it is recommended in implementing character center learning to be able to use the correct procedures so that the child's potential can be developed optimallySentra karakter merupakan wahana untuk memberikan stimulus yang berupa penanaman pengetahuan, kecintaan dan penanaman perilaku kebaikan yang menjadi sebuah pola/kebiasaan. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan sentra karakter dalam menstimulasi kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di KB Khadijah Pandegiling Surabaya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Kualitaitif deskriptif. Subyek penelitian adalah anak didik di TK Mazraatul Ulum Paciran yang berjumlah 13 anak. Data penelitian diambil melalui observasi, catatan lapangan, wawancara dan dokumentasi saat pembelajaran. Hasil Penelitian menyebutkan bahwa pembelajaran sentra karakter dapat menstimulasi perkembangan sosialemosional anak terbukti dari 13 anak kelompok Al-A’rof terdapat 8 anak yang mampu mandiri dalam mengerjakan tugas, 10 anak yang mampu sabar menunggu giliran, 8 anak mampu bertanggung jawab dan 11 anak mampu berbagi. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran sentra karakter dalam menstimulasi perkembangan sosialemosional anak kelompok B di TK khadijah Pandegiling Surabaya. Selanjutnya disarankan Dalam melaksanakan pembelajaran sentra karakter untuk dapat menggunakan prosedur yang benar agar potensi anak dapat dikembangkan dengan optima

    Peran Orangtua dalam Menstimulasi Perkembangan Sosial Anak Usia 4-5 Tahun di TK Khadijah Pandegiling Surabaya

    Full text link
    Anak adalah individu yang aktif membentuk pengetahuan berdasarkan pengalaman yang diperoleh melalui lingkungan tempat bergaulnya. Kemampuan sosial anak akan berkembang ketika anak melakuka sosialisasi dengan teman sekitarnya. Kemampuan sosial ini tidak terlepas dari peran orangtua yang sangat berpengaruh.. Banyak sekali orangtua yang tidak memperhatikan hal ini karena mereka sibuk bekerja dan tidak punya waktu. Komunikasi dan pelayanan yang diberikan di di TK Khadijah Pandegiing Surabaya adalah orangtua diwajibkan selalu berperan aktif dalam proses pembelajaran di sekolah, maka orangtua selalu melakukan komunikasi dan aktif menyampaikan perkembangan anak dirumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran orang tua dalam menstimulasi perkembangan sosial anak usia 4-5 tahun di TK Khadijah Pandegiling Surabaya. Metode penelitiannya menggunakan kualititatif deskriptif. Proses pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan credibility, transferability, dependability, dan conformability. Hasil penellitiannya adalah Hasil analisis menunjukkan bahwa ada keterkaitan yang sangat signifikan mengenai peran orang tua dalam menstimulasi kemampuan sosial anak usia 4-5 tahun, yang berdampak pada kepribadian anak di perkembangan selanjutnya. Saran dari penelitian ini adalah perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui lebih dalam tentang adanya keterkaitan antara stimulasi orang tua terhadap kemampuan bersosialisasi anak

    KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA 3-4 TAHUN DALAM KEGIATAN BERCERITA DI PPT TANJUNG IX KENJERAN SURABAYA

    Full text link
    Language skills affect each other. Before the child is able to speak, read, and write the child first listens. Listening is the earliest ability a child learns among the three other abilities. This is explained also by Tarigan (2008: 2) "in childhood we learn to listen to language then speak, after that we read and write". PPT activities that are able to develop the ability to listen to children through storytelling activities. By telling a child's hearing can be functioned well to help the ability to speak, by increasing vocabulary vocabulary, the ability to say words, train stringing sentences in accordance with the stage of development. The research design used is qualitative descriptive research. The subjects of this study were children aged 3-4 years in PPT Tanjung IX Kenjeran Surabaya. From the results of research the ability to listen is the ability that can be possessed by children through guidance, in group A PPT Tanjung IX Kenjeran Surabaya children the ability to listen to children based on research results is still in the developing stages. To reach the stage it has developed and is developing very well the teacher must guide and train the child. The data analysis technique of the Miles and Huberman model consists of 3 steps namely, data reduction, data display, and conclusion drawing / verification. The conclusion of this study is that the child is in the stage of developing according to the expected indicators. Situation factors are the factors that most influence the ability to listen to children in storytelling activities. The method used by teachers in PPT Tanjung IX Kenjeran Surabaya is the method of recounting, working on it, answering questions and paraphras
    corecore