7 research outputs found
From Description to Prescription: Planning Intervention for Sustainable Beringin Watershed 2040
Urban and Regional Planning is a process by which
planners work together with various development
actors to allocate available resources while also
taking the long-term environmental sustainability,
socio-economic, and equity components of
development into account. Peter Hall (2002) states
that planning is “the making of an orderly sequence
of action that will lead to the achievement of a
stated goal or goals with a spatial or geographical
component, in which the general objective is to
provide for a spatial structure of activities (or of land
use) which in some way is better than the pattern
that would exist without planning.” Referring to
this definition, it is clear that Urban and Regional
Planning is about prescribing spatial components
of human living environment. This studio project
allows the students to demonstrate their capability
as prescriptive practitioners in developing the basic
knowledge of the planning process, and their ability
to understand the complex system of linkages that
connects spatial elements with other elements in
the human living environment
The use of language features of male and female authors in two short stories The Yellow Wallpaper and A Rose for Emily
ENGLISH:
Many critics believe that men and women have different life experiences, the writing of male and female authors will differ, as well. Some people believe that male authors are not able to write accurately from female perspective or present feminist ideals. The majority of the time, life from the female point of view is portrayed literature by women authors but male authors have also taken on the female perspective. When writing about women, it is possible that authors will describe them differently depending on gender, language, and culture. This research is an attempt to answer two research questions: (1) what are the types of language features used by male and female authors in short stories The Yellow Wallpaper and A Rose for Emily. (2) What are the differences between male and female authors in language features in short stories The Yellow Wallpaper and A Rose for Emily. To answer the research question, the research analysis & data based on Sociolinguistics of Men and Women's language representation proposed by Robin Lakoff theory.
Methodologically, the researcher uses descriptive qualitative as the research design. The data were analyzed by: (1) the data were classified based on the linguistic features theory by Lakoff, (2) the researcher analyzed the data based on ten categories of women's language and four categories of men’s language, (3) the researcher described and explained the context of the selected data which are in the form of word, statements or phrases.
Based on the analysis, the researcher concludes that there are two language features from four men’s language feature used by male author in A Rose for Emily short story, those are Interruptions and Commands. Meanwhile, there are three language features from ten women’s language feature used by female author in The Yellow Wallpaper, those Lexical Hedges, Intensifier and Empty Adjective.
Finally, based on the findings mentioned above, the researcher suggests the next researchers suggest the next researcher of the theories such as Deborah Tannen (1975) and Robin Lakoff {1975} of the differences between male and female language to provide deep information about gender differences to strengthen Lakoff’s theory.
INDONESIA:
Banyak pengkritik percaya bahwa pria dan wanita memiliki pengalaman hidup yang berbeda, penulisan penulis pria dan wanita akan berbeda juga. Beberapa orang percaya bahwa penulis laki-laki tidak bisa menulis secara akurat dari perspektif perempuan atau cita-cita kaum feminis saat ini. Sebagian sepanjang waktu, kehidupan dari sudut pandang perempuan digambarkan sastra oleh penulis perempuan, tetapi penulis laki-laki juga telah mengambil pada perspektif penulis perempuan. Ketika menulis tentang perempuan, ada kemungkinan bahwa penulis akan menjelaskan secara berbeda tergantung pada jenis kelamin, bahasa, dan budaya.Penelitian ini merupakan upaya untuk menjawab dua pertanyaan penelitian: (1) apa saja jenis fitur bahasa yang digunakan oleh penulis penulis laki-laki dan perempuan dalam cerita pendek The Yellow Wallpaper dan A Rose for Emily. (2) Apa perbedaan antara penulis laki-laki dan perempuan penulis dalam fitur bahasa dalam cerita pendek The Yellow Wallpaper dan A Rose for Emily. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, analisis penelitian & data berdasarkan Sosiolinguistik Pria dan representasi bahasa Perempuan yang diusulkan oleh teori Robin Lakoff.
Secara metodologis, peneliti menggunakan deskriptif kualitatif dengan desain penelitian. Data dianalisis dengan: (1) data yang diklasifikasikan berdasarkan linguistik fitur teori oleh Lakoff, (2) peneliti menganalisis data berdasarkan sepuluh kategori bahasa perempuan dan empat kategori bahasa laki-laki, (3) peneliti menggambarkan dan menjelaskan konteks data yang dipilih yang berupa kata, pernyataan atau frase.
Berdasarkan hasil analisis, peneliti menyimpulkan bahwa ada dua fitur bahasa dari fitur bahasa empat laki-laki yang digunakan oleh penulis penulis laki-laki di cerita pendek A Rose for Emily, yaitu Interupsi dan Perintah. Sementara itu, ada tiga fitur bahasa dari fitur bahasa sepuluh perempuan yang digunakan oleh penulis perempuan di The Yellow Wallpaper, yaitu leksikal Hedges, Intensifier dan Adjective Empty.
Akhirnya, berdasarkan temuan tersebut di atas, peneliti menyarankan para peneliti berikutnya supaya peneliti selanjutnya menggunakan teori seperti Deborah Tannen (1975) dan Robin Lakoff {1975} dari perbedaan antara bahasa penulis laki-laki dan perempuan untuk memberikan informasi mendalam tentang perbedaan gender untuk memperkuat teori Lakoff ini
PERAN KEPALA DESA DALAM PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMER 06 TAHUN 2014 TENTANG DESA DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PRESFEKTIF FIKIH SIYASAH (Studi di Desa Mulang Maya Kabupaten Lampung Utara)
ABSTRAK
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa hadir
sebagai angin segar yang membawa paradigma baru dalam pembangunan
desa, memberikan otonomi yang lebih besar serta mendorong
kemandirian ekonomi melalui pendirian Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes). Pendirian BUMDes didasari oleh Undang-Undang Nomor 06
Tahun 2014 Tentang Desa dalam Pasal 87 Peran Kepala Desa dalam
pengelolaan BUMDes tersirat dalam pasal 90 yaitu sebagai pemberi
modal awal menggunakan anggaran Desa, pendamping atau penasehat,
akses Prioritas dalam pengelolaan sumber daya dan aset Desa. Dalam
Implementasinya Kepala Desa di Desa Mulang Maya, Kabupaten
Lampung Utara perannya kurang efektif dalam memajukan BUMDes bisa
dilihat dalam pengawasan dan kegiatan usaha yang berada di desa
Mulang Maya. Maka rumusan Masalah yang akan dipecahkan oleh
penulis Adalah Bagaimana Peran Kepala Desa Dalam Pengelolaan Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes) berdasarkan Undang-Undang No 06 Tahun
2014 tentang Desa dan Bagaimana Peran Kepala Desa Dalam
Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Presfektif Fikih Siyasah
Tanfidziah?
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field
research), dengan sifat penelitian yaitu deskriptif-analisis. Pendekatan
yang digunakan di dalam penelitian ini adalah yuridis-empiris yaitu
melihat hukum dalam aspek kenyataan. Sumber data yang digunakan
berasal dari data primer melalui : wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Data sekunder yang digunakan meliputi karya ilmiah,
peraturan perundang-undangan, buku, internet, maupun sumbersumber lain yang dapat mendukung penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan prinsip
otonomi desa sebagai diatur di dalam Undang-Undang Nomor 06
Tahun 2014 tentang Desa, seorang Kepala Desa memiliki kewenangan
yang cukup luas untuk menjalankan pemerintahan desa diantaranya
dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui badan
usaha milik desa (BUMDES). Melalui studi lapangan yang dilakukan
di Desa Mulang Maya, masih belum optimalnya mekanisme
BUMDES untuk membangun kesejahteraan diakibatkan beberapa
faktor seperti: 1) Kesiapan sarana dan prasarana, 2) Faktor SDM, dan
3) Faktor Administrasi. Dalam tinjauan Fikih Siyasah, fungsi dari
Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) telah selaras dengan prinsip
kemaslahatan umum. Meskipun dalam pelaksanaannya masih
ditemukan beberapa kendala yang perlu diperbaiki kembali. ABSTRACT
Law Number 6 of 2014 concerning Villages came as a breath of
fresh air, bringing a new paradigm to village development, providing
greater autonomy and encouraging economic independence through the
establishment of Village-Owned Enterprises (BUMDes). The
establishment of BUMDes is based on Article 87 of Law Number 6 of
2014 concerning Villages. The role of the Village Head in BUMDes
management is implied in Article 90, namely as a provider of initial
capital using the Village budget, a companion or advisor, and priority
access in the management of Village resources and assets. In its
implementation, the Village Head in Mulang Maya Village, North
Lampung Regency, has been ineffective in advancing BUMDes, as
evidenced by the supervision and business activities within the village.
Therefore, the problem formulation to be addressed by the author is:
What is the role of the Village Head in managing Village-Owned
Enterprises (BUMDes) based on Law Number 6 of 2014 concerning
Villages and how does the Village Head's role in realizing community
welfare from a Fiqh Siyasah Tanfidziah perspective?
This study employed field research, with a descriptive-analytical
approach. The approach employed in this study is juridical-empirical,
examining law from a practical perspective. Primary data sources
include interviews, observation, and documentation. Secondary data
include scientific papers, laws and regulations, books, the internet, and
other sources that may support this research.
The results indicate that, based on the principle of village
autonomy as stipulated in Law Number 6 of 2014 concerning Villages, a
Village Head has considerable authority to run village government,
including realizing community welfare through Village-Owned
Enterprises (BUMDES). A field study conducted in Mulang Maya Village
revealed that the BUMDES mechanism for building welfare is still
suboptimal due to several factors, including: 1) Inadequate facilities and
infrastructure, 2) Human resources, and 3) Administrative factors. From
a Fiqh Siyasah perspective, the function of Village-Owned Enterprises
(BUMDES) is aligned with the principle of public welfare. However,
several obstacles remain in its implementation that require improvement
STRATEGI PEMASARAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN PENDIDIKAN SDIT DI GUNUNG TERANG BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah adanya pening�katan jumlah siswa dari tahun ke tahun, yang terhitung sejak Tahun Pelajaran
2019/2020 hingga 2023/2024. Peningkatan jumlah siswa di SDIT Gunung
Terang Bandar Lampung tidak terlepas dari strategi pemasaran yang telah
dilaksanakan oleh pihak lembaga. Upaya yang telah dilakukan oleh SDIT Pe�lita Khoirul Ummah dan SDIT Muhammadiyah Gunung Terang dalam
melaksanakan kegiatan pemasaran antara lain melalui testimoni wali murid,
pembuatan brosur, penyelenggaraan lomba, pemanfaatan media sosial, serta
kunjungan langsung ke sekolah TK. Berdasarkan latar belakang tersebut,
penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai strategi pemasaran
yang diterapkan oleh SDIT Pelita Khoirul Ummah dan SDIT Muhammadiyah
Gunung Terang Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
implementasi tujuh elemen dalam bauran pemasaran, yaitu jasa pendidikan,
biaya, lokasi, promosi, sumber daya manusia (guru), sarana dan prasarana,
serta proses yang diterapkan di kedua sekolah tersebut
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk
memahami perilaku, fenomena, atau keadaan tertentu. Sumber data meliputi
wakil kepala sekolah, guru, staf tata usaha, peserta didik, dan wali murid
SDIT Gunung Terang Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang
terkumpul dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kes�impulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi, menggabungkan
dokumentasi, observasi, dan catatan lapangan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : Studi ini menunjukkan
bahwa strategi pemasaran dan manajemen pendidikan Islam sangat penting
untuk meningkatkan kepuasan akademik. 1) Jasa Pendidikan: SDIT Pelita
Khoirul Ummah dan SDIT Muhammadiyah Gunung Terang menawarkan
program unggulan yang membantu perkembangan akademik dan spiritual
siswa. 2) Biaya: Keduanya menawarkan struktur biaya yang mempertim�bangkan kebutuhan siswa dengan potongan dan bantuan keuangan. 3) Lokasi:
SDIT Pelita Khoirul Ummah berada di lokasi strategis, dan SDIT Muham�madiyah menggunakan teknologi untuk menjadi lebih mudah diakses. 4)
Promosi: memanfaatkan social media, pengadaan lomba sekolah dan strategi
kunjungan langsung . 5) SDM: SDIT Muhammadiyah berfokus pada profe�sionalisme, sedangkan SDIT Pelita Khoirul Ummah menekankan nilai reli�gious. 6) Sarana Prasarana: Keduanya menggunakan pendekatan inovatif un�tuk mengelola fasilitas. 7) Proses Pembelajaran: Gunakan pendekatan inovatif
yang memenuhi kebutuhan siswa.
Kata kunci: Kepuasan pelanggan, pendidikan, strategi Pemasaran,
vi
ABSTRACT
The background of this study was the increase in the number of
students year by year, from the 2019/2020 academic year to 2023/2024.
The increase in the number of students at SDIT Gunung Terang Bandar
Lampung was influenced by the marketing strategies implemented by the
institution. The efforts made by SDIT Pelita Khoirul Ummah and SDIT
Muhammadiyah Gunung Terang in carrying out marketing activities in�cluded testimonials from parents, brochure creation, organizing competi�tions, utilizing social media, and conducting direct visits to kindergartens.
Based on this background, the author was interested in exploring the mar�keting strategies applied by SDIT Pelita Khoirul Ummah and SDIT Mu�hammadiyah Gunung Terang Bandar Lampung. This study aimed to ex�amine the implementation of seven elements in the marketing mix, namely
educational services, costs, location, promotion, human resources (teach�ers), facilities, and processes applied at both schools.
The research used a descriptive qualitative approach to under�stand behaviors, phenomena, or specific situations. The data sources in�cluded the vice principal, teachers, administrative staff, students, and par�ents of SDIT Gunung Terang Bandar Lampung. Data collection tech�niques involved observation, interviews, and documentation. The collected
data were analyzed through data reduction, data presentation, and con�clusion verification. Data validity was tested through triangulation, com�bining documentation, observation, and field notes.
The results of this study showed that marketing strategies and Is�lamic education management were crucial in increasing academic satis�faction. 1) Product: SDIT Pelita Khoirul Ummah and SDIT Muhammadi�yah Gunung Terang offered outstanding programs that supported stu�dents' academic and spiritual development. 2) Price: Both schools provid�ed a cost structure that considered students' needs, with discounts and fi�nancial assistance. 3) Place: SDIT Pelita Khoirul Ummah was located in
a strategic area, while SDIT Muhammadiyah used technology to make it
more accessible. 4) Promotion: They utilized social media, organized
school competitions, and conducted direct visits. 5) People: SDIT Mu�hammadiyah focused on professionalism, while SDIT Pelita Khoirul Um�mah emphasized religious values. 6) Phsycal evidence: Both schools ap�plied innovative approaches to manage their facilities. 7) Process: They
used innovative approaches that met students' needs
Keywords: Customer satisfaction, education, marketing strateg
PENERAPAN SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC) UNTUK MENINGKATKAN SELF-ESTEEM PADA SISWA DARI KELUARGA BROKEN HOME DI SMA NEGERI 1 SIMPANG PEMATANG KABUPATEN MESUJI
ABSTRAK
Remaja yang mengalami self-esteem rendah mempunyai penilaian negative terhadap diri sendiri,
menilai bahwa dirinya tidak berharga, serta menarik diri dari lingkungan. Namun, malalui
pendekatan ini membantu remaja untuk mengkontruksikan solusi bagi dirinya agar dapat
meningkatkan self-esteem atau harga dirinya pendekatan SFBC mengajak remaja untuk
mengubah pandangan negative tentang dirinya agar menjadi lebih posisif terhadap dirinya dan
masa depannya bukan terpaku pada masa lalunya. Memahami potensi terhadap diri remaja
dengan demikian self-esteem remaja dapat meningkatkan self-esteem terhadap siswa dari
keluarga broken home di SMA Negeri 1 Simpang Pematang Kabupaten Mesuji.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), pendekatan yang penulis gunakan
dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan sifat deskriptif yaitu menggambarkan secara
lengkap dengan data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data primer
dalam penelitian ini adalah 1 wali kelas XI, 1 guru bimbingandan konseling dan 4 remaja, sumber data
sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan hasil penelitian relevan yang terdahulu. Teknik anaslisis data
dalam penelitian ini menggunakan teori Miles Huberman & A. Michael yaitu, reduksi data, display data,
verifikasi dan penegasan kesimpulan.
Hasil dari penelitian terdapat lima tahapan dalam penerapan solution focused brief counseling,
diantaranya: 1) Tahap Pembinaan Hubungan, yaitu puntuk menjalin hubungan baik antara guru
bimbingan dan konseling dan siswa, 2) Tahap Identifikasi Masalah yaitu guru bimbingan dan konseling
memberikan fasilitas untuk mengembangan siswa, 3) Tahap Penetapan Tujuan, yaitu untuk mengubah
pola piker tentang situasi masalah yang dihadapi oleh siswa, 4) Tahapan Merancang dan Melaksanakan
Intervensi, yaitu untuk menghambat pola perilaku siswa dengan melalukan alternative untuk
mengaksikan masalah yang dihadapi oleh siswa , dan 5) Tahap Terminasi, Evaluasi dan Tindak Lanjut,
yaitu guru bimbingan dan konseling memberikan kesempatan agar siswa mengaplikasikan keterampilan
untuk pemecahan masalah yang dihadapi oleh siswa.
Kata kunci : Self-Esteem, Solution Focused Brief Counseling
iv
ABSTRACT
Adolescents who experience low self-esteem have a negative assessment of themselves,
consider themselves worthless, and withdraw from their environment. However, this approach
helps teenagers to construct solutions for themselves in order to increase their self-esteem or
self-esteem. The SFBC approach invites teenagers to change negative views about themselves so
that they become more aware of themselves and their future rather than being exposed to their
past. Understanding the potential of teenagers, thereby increasing the self-esteem of teenagers,
can increase the self-esteem of students from Broken Home families at SMA Negeri 1 Simpang
Pematang, Mesuji Regency.
This type of research is field research (field research), the approach the author uses in this
research is a qualitative approach with a descriptive nature, namely describing it completely with
data obtained from observation, interviews and documentation. Primary data sources in this
research were 1 class XI homeroom teacher, 1 guidance and counseling teacher and 4 teenagers,
secondary data sources were obtained from books, journals and previous relevant research
results. The data analysis technique in this research uses the theory of Miles Huberman & A.
Michael, namely, data reduction, data display, verification and confirmation of conclusions.
The results of the research are five stages in implementing short counseling focused solutions,
including: 1) Relationship Development Stage, namely to establish a good relationship between
the guidance and counseling teacher and students, 2) Problem Identification Stage, namely the
guidance and counseling teacher who provides facilities for student development , 3) Goal
Setting Stage, namely to change thinking patterns about problem situations faced by students, 4)
Designing and Implementing Intervention Stage, namely to inhibit student behavior patterns by
taking alternatives to address the problems faced by students, and 5) Termination Stage ,
Evaluation and Follow-up, namely guidance and counseling teachers provide opportunities for
students to apply skills to solve problems faced by students.
Keywords: Self-Esteem, Brief Solution Focused Counseli
PERANAN DIGITAL ECONOMY DAN BRAND IDENTITY DALAM PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Starbucks Antasari, Kota Bandar Lampung)
ABSTRAK
Pesatnya perkembangan teknologi digital yang ditandai dengan
kehadiran sejumlah berbagai alat komunikasi mutakhir, dimana setiap
orang dapat mengolah, memproduksi, serta mengirimkan maupun
menerima segala bentuk pesan komunikasi, di mana saja dan kapan
saja, seolah-olah tanpa mengenal batasan ruang dan waktu, dengan
sendirinya telah memacu terjadinya perkembangan di sektor media
massa, yang merupakan bagian dari komponen komunikasi. Dalam
rumusan rmasalah pada penelitian ini adalah : (1) Bagaimana peranan
Digital Economy dan Brand Identity pada Starbucks Antasari? (2)
Bagaimana dampak Digital Economy dan Brand Identity dalam
Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat menurut Perspektif Ekonomi
Islam?
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif
atau penelitian lapangan (field research), dan pengambilan data
menggunakan teknik purposive sampling yaitu memilih sekelompok
subjek yang didasari atas cirri-ciri yang dipandang memiliki
keterkaitan yang erat hubungannya dengan cirri-ciri pokok populasi.
Yaitu terdiri karyawan Starbucks Antasari Bandar Lampung
berjumlah 10 orang. Kemudian, masyarakat sekitar Starbucks Antasari
Bandar Lampung yang dijadikan sampel dalam penelitian ini
berjumlah 30 orang. Maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 40
orang.
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan menunjukan
bahwa brand identity sangat berpengaruh terhadap cara pandang
customer dalam memilih produk, dan dengan adanya pemberlakuan
digital economy maka hal ini dapat membantu pemasukan usaha serta
dengan berjalannya usaha ini dengan baik maka dapat terus
meningkatkan pemberdayaan masyarakat sekitar, yang lebih
menekankan pada pemberdayaan manusia dengan mengendalikan
kehidupan mereka dan sumber dayanya, menciptakan sumber
kehidupan rumah tangganya, dan secara langsung mereka dapat
mengejar pembangunan sebagai suatu upaya kesejahteraan.Peran
Digital Economy dan Brand Identity pada Starbucks Antasari,
iii
berperan penting dalam Digital Economy mempermudah proses jual
beli atau transaksi dan pasar yang terjadi di dunia maya / internet.
Kemajuan teknogi saat ini membantu dalam networking dan
penjualan, mempermudah transaksi pembayaran serta membantu
pemasaran produk. Di dalam perspektif Ekonomi Islam yang di
dasarkan pada teori Imam Al-Ghazali, yaitu: ekonomi digital dalam
menjalankan perniagaan tidak berbeda dengan perdagangan
konvensional, tetapi disertai dengan aturan aturan dan kewajiban yang
harus selaras dengan kebutuhan dan prinsip-prinsip Ekonomi Islam
yaitu kejujuran dan kemaslahatan.
Kata Kunci : Digital Economi, Brand Identity, Pemberdayaan
Masyarakat, Perspektif Ekonomi Islam
iv
ABSTRACT
The rapid development of digital technology is marked by the
presence of a number of the latest communication tools, where
everyone can process, produce, and send and receive all forms of
communication messages, anywhere and anytime, as if without
knowing the limitations of space and time, by itself. has spurred
developments in the mass media sector, which is part of the
communication component. In the formulation of the problem in this
study: (1) What is the role of the Digital Economy and Brand Identity
at Starbucks Antasari? (2) What is the impact of Digital Economy and
Brand Identity in Increasing Community Empowerment according to
the Islamic Economic Perspective?
In this study, the author uses qualitative methods or field
research, and data collection uses purposive sampling technique,
namely selecting a group of subjects based on characteristics that are
considered to have a close relationship with the main characteristics
of the population. It consists of 10 employees of Starbucks Antasari
Bandar Lampung. Then, the people around Starbucks Antasari
Bandar Lampung who were sampled in this study amounted to 30
people. So the sample in this study amounted to 40 people.
Based on the research that the author did, it shows that brand
identity is very influential on the customer's perspective in choosing
products, and with the implementation of the digital economy, this can
help business income and by running this business well, it can
continue to improve the empowerment of the surrounding community,
which emphasizes more on empowering people by controlling their
lives and resources, creating the sources of household life, and
directly pursuing development as a means of welfare. The role of the
Digital Economy and Brand Identity at Starbucks Antasari, plays an
important role in the Digital Economy, facilitating the buying and
selling process or transactions and markets that occur in cyberspace /
internet. Current technological advances help in networking and
sales, simplify payment transactions and help product marketing. In
the perspective of Islamic Economics which is based on Imam Al-
v
Ghazali's theory, namely: the digital economy in carrying out
commerce is no different from conventional trade, but is accompanied
by rules and obligations that must be in line with the needs and
principles of Islamic Economics, namely honesty and benefit.
Keywords: Digital Economy, Brand Identity, Community
Empowerment, Islamic Economic Perspectiv
PENGARUH PERILAKU CYBERBULLYING TERHADAP MINAT PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMP NEGERI 23 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Cyberbullying secara umum merupakan salah satu bentuk
kekerasan yang dialami anak-anak atau remaja yang dilakukan teman
seusia mereka melalui dunia cyber (dunia maya). Seiring dengan
perkembangannya zaman teknologi memberikan pengaruh terhadap
kehidupan manusia karena teknologi membuat kehidupan kita sehari
hari menjadi lebih mudah. Bahkan peran teknologi tidak hanya
memberikan kemudahan dalam aktivitas sosial dan budaya saja,
namun juga memudahkan dalam aktivitas lainnya mulai dari bidang
ekonomi dan industri, maupun bidang pendidikan. Sebaliknya,
Perkembangan teknologi berdampak pada perubahan tingkah laku
khususnya pelajar dalam lingkungan sekolah maupun luar lingkungan
sekolah. Penggunaan komunikasi tanpa pengawasan juga dapat
menimbulkan berbagai macam penyimpangan, misalnya saja yang
akhir-akhir ini sering kita dengar dengan istilah cyberbullying.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi pengaruh
perilaku cyberbullying terhadap minat belajar peserta didik pada mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri
23 Bandar Lampung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh
perilaku Cyberbullying terhadap minat belajar peserta didik pada mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekeerti dan untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh perilaku Cyberbullying terhadap
minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam. Adapun pendekatan yang penulis gunakan yaitu pendekatan
kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan
metode penelitian Survey. Adapun Teknik pengumpulan data berupa
kuesioner. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden
menggunakan Teknik penentuan sampel dengan cara simple random
sampling. Adapun proses analisis data menggunakan analisis regresi
sederhana, dengan Perilaku Cyberbullying sebagai variabel bebas atau
independent dan Minat Belajar sebagai variabel terikat atau
dependent.
ii
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis, hasil
pengujian hipotesis
Perilaku Cyberbullying menunjukkan nilai
signifikasi (sig) variabel perilaku cyberbullying adalah sebesar 0,000.
Kriteria nilai sig 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H₀
ditolak dan Hₐ diterima. Yang berarti perilaku cyberbullying memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar peserta didik di SMP
Negeri 23 Bandar Lampung. Hasil koefisien determinasi menunjukkan
besarnya keeratan antara perilaku cyberbullying terhadap minat belajar
peserta didik di SMP Negeri 23 Bandar Lampung yaitu sebesar 0,958
atau 95,8% yang berarti perilaku cyberbullying memiliki tingkat
pengaruh yang tinggi terhadap minat belajar peserta didik pada mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri
23 Bandar Lampung.
Kata Kunci : Cyberbullying, Minat Belajar.
iii
ABSTRACT
Cyberbullying in general is a form of violence experienced by
children or adolescents committed by their peers through the cyber
world (cyberspace). Along with the development of the technological
age, it has an influence on human life because technology makes our
daily lives easier. In fact, the role of technology not only provides
convenience in social and cultural activities, but also facilitates other
activities ranging from the economic and industrial sectors, as well as
the education sector. On the other hand, technological developments
have an impact on changing behavior, especially for students in the
school environment and outside the school environment. The use of
unsupervised communication can also cause various kinds of
deviations, for example, which we often hear lately with the term
cyberbullying. This study aims to find out information on the influence
of cyberbullying behavior on students' learning interests in the subject
of Islamic Religious Education and Ethics at SMP Negeri 23 Bandar
Lampung.
This study aims to find out whether there is an influence of
Cyberbullying behavior on students' learning interests in the subjects
of Islamic Religious Education and Budi Pekeerti and to find out how
much influence Cyberbullying behavior has on students' learning
interests in Islamic Religious Education subjects. The approach used
by the author is a quantitative approach. Data collection was carried
out using the Survey research method. The data collection technique is
in the form of a questionnaire. The sample in this study amounted to
50 respondents using the sample determination technique by simple
random sampling. The data analysis process uses simple regression
analysis, with Cyberbullying Behavior as an independent variable and
Learning Interest as a bound or dependent variable..
Based on the results of the research conducted by the author,
the results of the Cyberbullying Behavior hypothesis test showed that
the significance value (sig) of the cyberbullying behavior variable was
0.000. The criteria for the sig value are 0.000 < 0.05. So it can be
concluded that H₀ is rejected and Hₐ is accepted. This means that
cyberbullying behavior has a significant influence on the learning
iv
interests of students at SMP Negeri 23 Bandar Lampung. The results
of the determination coefficient showed the magnitude of the closeness
between cyberbullying behavior and the learning interest of students
at SMP Negeri 23 Bandar Lampung, which was 0.958 or 95.8%,
which means that cyberbullying behavior had a high level of influence
on students' learning interest in Islamic Religious Education and
Ethics subjects at SMP Negeri 23 Bandar Lampung.
Keywords: Cyberbullying, Interest in Learning
