36,526 research outputs found
Hf isotopic characteristics of the Tarim Permian large igneous province rocks of NW China: Implication for the magmatic source and evolution
Abstract not availableZilong Li, Yinqi Li, Hanlin Chen, M. Santosh, Shufeng Yang, Yigang Xu, Charles H. Langmuir, Zhongxing Chen, Xing Yu, Siyuan Zo
Analisis strategi dan penyusunan anggaran induk untuk bisnis jasa pendidikan non formal (studi kasus pada Hanlin Mandarin Institute Bogor)
Seiring dengan semakin besarnya pengaruh China di dunia dan di Indonesia maka semakin banyak pula orang yang ingin mempelajari tentang
China. CV. Hanlin Mitra lnternasional adalah sebuah persekutuan komanditer yang berinvestasi dalam bisnis pendidikan. Perusahaan ini mendirikan
sebuah lembaga pendidikan non formal dengan nama Hanlin Mandarin Institute (Hanlin Mandarin) yang secara resmi mulai beroperasi pada bulan
Januari 2005 di kota Bogor. Selaku lembaga pendidikan swasta dan non formal, Hanlin Mandarin dikelols dengan prinsip-prinsip bisnis dan bukan
merupakan badan usaha nirlaba. Perencanaan bisnis yang ingin dilakukan adalah perencanaan jangka pendek yang dilanjutkan dengan implementasi
strategi terutama dalam bidang keuangan, yang dinyatakan dalam bentuk anggaran (budgeting).
Sekarang ini, Hanlin Mandarin masih berada pada masa awal usaha yang menjadi masa belajar dan menimba pengalaman, dimana masa awal ini
akan menjadi landasan perkembangan Hanlin Mandarin di masa yang akan datang. Hanlin Mandarin telah menerapkan manajemen keuangan secara
sederhana dalam bentuk pencatatan keuangan dengan metode akuntansi, namun demikian laporan-laporan keuangan yang ada belum digunakan untuk
kepentingan perencanaan dan pengendalian. Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang akan diteliti antara
lain : (1) Bagaimanakah visi dan misi Hanlin Mandarin? Apa tujuan strategis yang ingin dicapai oleh Hanlin Mandarin dalam jangka panjang dan jangka
pendek?, (2) Faktor-faktor eksternal atau perubahan lingkungan apa saja yang mempengaruhi dan yang akan diantisipasi dalam bidang usaha dan
pendidikan?, (3) Bagaimana strategi dan program jangka pendek yang dapat diterapkan dengan analisis di atas?, dan (4) Bagaimana anggaran
perusahaan bagi Hanlin Mandarin untuk tahun 2006 dan 2007?
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang dikernukakan sebelumnya, maka tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengidentifikasi visi
dan misi serta tujuan strategis yang ingin dicapai oleh Hanlin Mandarin dalam jangka panjang dan jangka pendek, (2) Mengidentifikasi faktor-faktor internal
dan eksternal yang berpengaruh terhadap Hanlin Mandarin sebagai pelaku usaha dan pelaku pendidikan, (3) Menentukan strategi jangka pendek dan
program yang dapat diimplementasikan untuk Hanlin Mandarin, dan (4) Menyusun master budget atau anggaran induk tahun 2006 dan 2007 yang
dapat diterapkan bagi Hanlin Mandarin. Penelitian ini akan bermanfaat bagi Hanlin Mandarin sebagai pelaku usaha dan pelaku pendidikan dalam
perencanaan perusahaan. Dalam jangka pendek, anggaran ini merupakan perwujudan dari perencanaan perusahaan dan dapat digunakan sebagai alat
pengendalian rnaupun alat pengukur kinerja perusahaan.
Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus pada bidang manajemen strategi dan akuntansi manajemen. Jenis data yang dikumpulkan terdiri dari
data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung,
penyebaran kuesioner dan wawancara langsung dengan pihak manajemen perusahaan serta pihak eksternal. Data sekunder diperoleh melalui studi
literatur dan data dari instansi terkait seperti Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Tenaga Kerja, Badan Pusat Statistik dan lain-lain.
Penelitian yang dilakukan sehubungan dengan manajemen strategi perusahaan dimulai dengan analisis visi dan misi perusahaan dengan analisis
deskriptif. Selanjutnya dilakukan identifikasi faktor-faktor internal dilakukan dengan analisis fungsional. Analisis fungsional dimaksudkan untuk
mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam bidang manajemen, pemasaran, keuangan dan pengajaran. Setelah itu, audit eksternal untuk
mengetahui peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan dan ancaman yang harus dihindari. Analisis kekuatan eksternal dari lingkungan makro
terdapat empat kategori besar yaitu kekuatan politik, ekonomi, sosial dan teknologi. Berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal dapat dilakukan
formulasi strategi dengan bantuan Matriks Internal Eksternal.
Berdasarkan formulasi strategi dapat dilakukan penyusunan program kegiatan tahunan. Teknik yang digunakan dalam penyusunan program untuk
perusahaan ini adalah Program Budgeting (PB) yang merupakan desain perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi. PB berorientasi pada hasil
(output-oriented) yang dijabarkan dalam sebuah matriks yang mengkombinasikan program, sumberdaya dan waktu.
Untuk dapat menyusun anggaran induk, Suadi (1999) menjelaskan bahwa terlebih dahulu harus mempersiapkan komponen-komponen anggaran
induk. Komponen yang paling kritis yang harus ada adalah anggaran penjualan. Berikutnya dilanjutkan dengan anggaran bahan pendukung proses
belajar mengajar, anggaran proses belajar mengajar, anggaran biaya penjualan, anggaran biaya umum dan administrasi, anggaran biaya overhead,
anggaran kas, anggaran rugi laba dan anggaran neraca.
Struktur organisasi Hanlin Mandarin masih sangat sederhana, belum mempekerjakan banyak karyawan dan masih bersifat sentralisasi pada
pemilik. Pemilik Hanlin Mandarin secara langsung memimpin perusahaan ini dengan jabatan direktur, membawahi empat kelompok kerja yang saling
terkait yaitu divisi keuangan, divisi pemasaran, divisi pengajaran dan divisi umum. Keempat divisi tersebut diatur oleh tiga orang manajer yaitu manajer
divisi pemasaran dan umum, manajer divisi keuangan dan mailajer divisi pengajaran. Kurang lebih satu tahun sejak didirikan Hanlin Mandarin memiliki
dua lini produk yang utama dalam pengajaran bahasa Mandarin yaitu course (kursus) dan curriculum support (CS).
Visi Hanlin Mandarin adalah memberdayakan manusia lndonesia dengan pengetahuan global mengenai China, juga membangun sumberdaya
manusia lndonesia untuk mampu memahami, berkomunikasi dan bekerja sama dengan China. Misi Hanlin Mandarin adalah menyediakan pelayanan
prima dalam pelatihan bahasa dan bidang lain yang terkait dengan China dalam rangka membangun kerja sama dalam bidang pendidikan dan budaya
antara lndonesia dan China.
Visi Hanlin Mandarin telah menggambarkan apa yang diinginkan perusahaan di masa depan yaitu memberdayakan manusia lndonesia
dengan pengetahuan tentang China. Untuk dapat memberdayakan manusia Indonesia, strategi umum Hanlin Mandarin adalah membangun SDM yang
mampu memahami, berkomunikasi dan bekerja sarna dengan China. Strategi ini cukup rasional untuk dilaksanakan, cukup terfokus dan menggambarkan
spesialisasi Hanlin Mandarin dalam bidang pengajaran bahasa Mandarin.
Satu unsur visi yang belum tercantum dalam visi Hanlin Mandarin adalah karakter atau identitas organisasi. Sedangkan misi Hanlin Mandarin
menyatakan dengan jelas bentuk produk dan jasa yang dihasilkan yaitu menyediakan pelayanan prima dalam pelatihan bahasa dan bidang lain yang
terkait dengan China. Juga rnenyebutkan tujuan bisnis atau ekonomi yang diinginkan yaitu membangun kerja sama dalam bidang pendidikan dan
budaya antara Indonesia dan China. Namun demikian, dalam pernyataan misi ini belum disebutkan konsumen yang dilayani, kemampuan dan
keunggulan perusahaan.
Hasil analisis internal menunjukkan bauran pemasaran dan kualitas pengajaran mendapatkan nilai tertinggi yaitu 3,75 artinya kedua faktor internal
ini merupakan kekuatan bagi Hanlin Mandarin. Faktor internal yang menjadi kelemahan terbesar untuk Hanlin Mandarin adalah surnber dana untuk
menjalankan kegiatan perusahaan yang mendapatkan nilai terendah yaitu 1. Hasil rekapitulasi faktor eksternal dapat menggambarkan meningkatnya
perdagangan antara lndonesia dan China (nilai 3,67) menjadi peluang sedangkan ancaman berasal dari inflasi dan pengangguran (nilai 2,33).
Hasil rekapitulasi tersebut lalu diaplikasikan ke Matriks Internal Eksternal (Matriks IE) sesuai dengan skor yang diperoleh. Total nilai Faktor Internal
yang diberi bobot adalah 3,08 dan total nilai Faktor Eksternal yang diberi bobot adalah 2,76. Dalam Matriks IE posisi Hanlin Mandarin berada di antara
sel IV dan V, implikasi strategi berdasarkan posisi tersebut adalah tumbuh dan bina (sel IV) juga pelihara dan pertahankan (sel V). Formulasi strategi
yang dapat diimplernentasikan untuk HMI antara lain : (1) Market penetration, menguasai pasar di Bogor dengan produk yang telah dikembangkan yaitu
kursus dan CS, (2) Market development, memperkenalkan produk-produk Hanlin Mandarin ke daeiah-daerah potensial di sekitar Jakarta dan Bogor, (3)
Product development, mempertahankan harga dan rneningkatkan kualitas produk seperti mematenkan produk, standarisasi pengajar dan pelatihan, dan
(4) Backward infegration, menjalin kerja sama dengan para pengajar private bahasa Mandarin di Jakarta dan Bogor.
Tujuan-tujuan strategis Hanlin Mandarin berdasarkan formulasi strategi disebutkan sebagai berikut : (1) Meningkatkan penjualan kursus'dan CS di
kota Bogor minimal 20% dari penjualan tahun 2005 dan 2006, (2) Menganalisa potensi pasar lalu mencari mitra dan rnemperkenalkan produkproduk
Hanlin Mandarin ke daerah sekitar Jakarta dan Bogor, (3) Meningkatkan kualitas pengajaran dengan melakukan pelatihan untuk
pengajar bahasa Mandarin, menetapkan standarisasi untuk pengajar Hanlin Mandarin dan tetap menjaga harga yang bersaing, (4) Meningkatkan
kesejahteraan karyawan dan pengajar dengan kornpensasi dan potensi berkembang yang menarik dan (5) Menjalin kerjasama dengan pengajarpengajar
Mandarin di daerah Bogor dan Jakarta.
Program kegiatan Hanlin Mandarin dengan metode Program Budgeting dijabarkan dalam tiga kategori program sesuai dengan kegiatan utama yang
terjadi di Hanlin Mandarin. Kategori pertama adalah program pemasaran dan pengajaran untuk produk-produk kursus dan CS, termasuk program
pengembangan pemasaran melalui kemitraan. Kategori program yang kedua dan ketiga berorientasi pada peningkatan kualitas, memperkuat aspek
manajemen dan keuangan. Kategori program yang ketiga menitikberatkan pada efektifitas pembiayaan pada masing-masing divisi dan peningkatan
kesejahteraan untuk karyawan.
Penyusunan anggaran induk Hanlin Mandarin dilakukan dengan mengaplikasikan alokasi sumberdaya di atas ke dalam skedul-skedul
anggaran. Dimulai dengan menyusun anggaran penjualan yang digunakan untuk menyusun anggaran proses belajar mengajar (PBM), anggaran bahan
pendukung PBM, anggaran biaya penjualan, anggaran biaya umum dan administrasi, anggaran biaya overhead dan anggaran biaya lainnya.
Berdasarkan skedul-skedul tersebut diperoleh anggaran kas, anggaran laba rugi dan anggaran neraca
Asumsi utama yang digunakan dalam menyusun anggaran ini adalah proyeksi penjualan tidak mengalami penyimpangan. Asumsi-asumsi dalam
menentukan proyeksi biaya adalah kenaikan biaya setiap tahun kurang lebih mengikuti laju inflasi. Untuk tahun 2006 dan 2007. kenaikan biaya
diperkirakan sebesar 15% berdasarkan rata-rata inflasi tahun 2005 yang mencapai 17,11% (BPS, 2006). Sedangkan kenaikan gaji karyawan
diperkirakan sebesar 10% berdasarkan kenaikan UMR DKI tahun 2005 sebesar 6% (www, 2005).
Anggaran penjualan tahun 2006 memproyeksikan Hanlin Mandarin dapat rnelayani 197 siswa untuk produk General Mandarin, 24 siswa untuk
produk Children Mandarin, 6 sekolah (1.195 siswa) dan I mitra untuk produk CS. Jumlah penjualan seluruh produk pada tahun 2006 dapat mencapai Rp
410.995.000,OO. Selanjutnya, pada tahun 2007 diproyeksikan Hanlin Mandarin dapat memperoleh unit penjualan sebanyak 200 siswa General
Mandarin, 20 siswa Children Mandarin, 9 sekolah (3.210 siswa) dan 2 mitra CS. Jumlah penjualan diharapkan meningkat dengan nilai Rp 707.382.500,OO.
Berdasarkan skedul-skedul anggaran di atas, pada tahun 2006 Hanlin Mandarin diproyeksikan rnasih mengalami kerugian sebesar Rp
14.893.252,OO. Pada tahun selanjutnya Hanlin Mandarin diproyeksikan dapat memperoleh laba apabila penjualan bisa memenuhi atau rnelebihi yang
diproyeksikan. Laba sebelum pajak pada tahun 2007 diperkirakan sebesar Rp 65.419.624,OO
Special issue: Process safety in times of a pandemic
Green Open Access added to TU Delft Institutional Repository ‘You share, we take care!’ – Taverne project https://www.openaccess.nl/en/you-share-we-take-care Otherwise as indicated in the copyright section: the publisher is the copyright holder of this work and the author uses the Dutch legislation to make this work public.Safety and Security Scienc
Late Paleozoic tectono-metamorphic evolution of the Altai segment of the Central Asian Orogenic Belt: constraints from metamorphic P-T pseudosection and zircon U-Pb dating of ultra-high-temperature granulite
Abstract not availableZilong Li, Xiaoqiang Yang, Yinqi Li, M. Santosh, Hanlin Chen, Wenjiao Xia
Distributed human computation framework for linked data co-reference resolution
Distributed Human Computation (DHC) is a technique used to solve computational problems by incorporating the collaborative effort of a large number of humans. It is also a solution to AI-complete problems such as natural language processing. The Semantic Web with its root in AI is envisioned to be a decentralised world-wide information space for sharing machine-readable data with minimal integration costs. There are many research problems in the Semantic Web that are considered as AI-complete problems. An example is co-reference resolution, which involves determining whether different URIs refer to the same entity. This is considered to be a significant hurdle to overcome in the realisation of large-scale Semantic Web applications. In this paper, we propose a framework for building a DHC system on top of the Linked Data Cloud to solve various computational problems. To demonstrate the concept, we are focusing on handling the co-reference resolution in the Semantic Web when integrating distributed datasets. The traditional way to solve this problem is to design machine-learning algorithms. However, they are often computationally expensive, error-prone and do not scale. We designed a DHC system named iamResearcher, which solves the scientific publication author identity co-reference problem when integrating distributed bibliographic datasets. In our system, we aggregated 6 million bibliographic data from various publication repositories. Users can sign up to the system to audit and align their own publications, thus solving the co-reference problem in a distributed manner. The aggregated results are published to the Linked Data Cloud
Intersystem soft handover for converged DVB-H and UMTS networks
Digital video broadcasting for handhelds (DVB-H) is the standard for broadcasting Internet Protocol (IP) data services to mobile portable devices. To provide interactive services for DVB-H, the Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) can be used as a terrestrial interaction channel for the unidirectional DVB-H network. The converged DVB-H and UMTS network can be used to address the congestion problems due to the limited multimedia channel accesses of the UMTS network. In the converged network, intersystem soft handover between DVB-H and UMTS is needed for an optimum radio resource allocation, which reduces network operation cost while providing the required quality of service. This paper deals with the intersystem soft handover between DVB-H and UMTS in such a converged network. The converged network structure is presented. A novel soft handover scheme is proposed and evaluated. After considering the network operation cost, the performance tradeoff between the network quality of service and the network operation cost for the intersystem soft handover in the converged network is modeled using a stochastic tree and analyzed using a numerical simulation. The results show that the proposed algorithm is feasible and has the potential to be used for implementation in the real environment
Beyond interfaces: A usability study of Chinese journal databases
A presentation at the Council on East Asian Libraries (CEAL) annual meeting in Boston, MA on March 21, 2007
Rose Galaida and the Central China Relief Records, 1946: Discovery, Investigation, and Implications
The materials in the Central China Relief Records (CCRR) collection provide a window to the experiences of Rose Galaida in Hubei. The collection consists of about 100 documents totaling over 300 pages (excluding duplicate copies) and 5 photographs.Peer reviewedPublished in the Journal of East Asian Libraries and available from the journal at: https://scholarsarchive.byu.edu/jeal/vol2011/iss153/
Breaking New Ground in East Asia Library History
Review of Peter X. Zhou. Collecting Asia: East Asian Libraries in North America (2010).Published in H-Net Reviews in the Humanities and Social Sciences and available at: http://www.h-net.org/reviews/showrev.php?id=32231March 201
- …
