1,720,976 research outputs found
EKSPERIMEN PEMBUATAN SUGAR PASTRY DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG AMPAS TAHU
Pastry Sugar is a small cake made from ingredients flour, margarine, powdered sugar, egg yolks and making done by the oven. To reduce the dependency of wheat flour in the making of sugar pastry flour tofu is used as substituents. This study aims to analyze the physical and chemical characteristic that include protein content (micro Kjedhal), moisture content (oven method), heavy metal (Cu) residues (AAS at 324.7 nm), and organoleptic characteristic. Data analysis using the Anava to know the difference in quality sugar pastry and then proceed to determine the value of Test Tukye Best of each sample. The results of research, the more substitutes tofu higher protein content. The highest organoleptic assessment is sugar pastry with flour substitute tofu waste 10%. Sugar pastry is the best (SNI meet No.01-2973-1992) contains 15% protein content, water content 1.56%, and 9.75 ppm Cu .. Key words: sugar pastry, substitution, flour tof
HUBUNGAN DUKUNGAN IBU KANDUNG, MERTUA DAN SUAMI DENGAN PRAKTEK ASI EKSKLUSIF (0-6 BULAN) DI KAMPUNG SEREH WILAYAH PUSKESMAS SENTANI PAPUA.
Cakupan ASI eksklusif Kota Jayapura belum mencapai target 80%. Data profil kesehatan Kabupaten Jayapura Papua tahun 2014 menunjukkan cakupan ASI ekslusif 40,28%. Terjadi peningkatan dibandingkan dengan tahun 2012 yang baru mencapai 28,78%. Hal ini menunjukkan bahwa program ASI esklusif di kota Jayapura belum berhasil. Tujuan penelitian Mengetahui hubungan dukungan ibu kandung, ibu mertua dan suami dengan praktek ASI eksklusif di Kampung Sereh Papua.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan retrospektif dengan desain penelitian kasus kontrol, sampel 69 orang ditentukan secara random dibagi 2 yaitu. kelompok kasus (ASI Eksklusif) dan kontrol (Tidak ASI eksklusif). Metode pengumpulan data dengan wawancara langsung menggunakan lembar kuesioner. Analisis statistik dengan menggunakan Chi-Square.Hasil Penelitian ini di dapatkan proporsi ASI eksklusif (59,4%). Sedangkan dari uji statistik menunjukan Adanya hubungan yang sangat signifikan antara dukungan ibu kandung (p: 0,006), ibu mertua (p: 0,00) dan suami (p: 0,007).Dukungan ibu kandung, ibu mertua dan suami yang baik dapat meningkatkan praktik ASI eksklusif
USIA MENARCHE, INDEKS MASA TUBUH, FREKUENSI KONSUMSI, DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA PADA SISWI SLTP DI PINGGIR DAN PUSAT KOTA, KOTA SEMARANG
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan usia menarche, indeks masa tubuh, frekuensi konsumsi bahan makanan dan status sosial ekonomi orang tua pada siswi SLTP di pinggir dan tengah/ pusat kota, Kota Semarang. Metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian survey, jenis penelitian Explanatory Research dan rancangan penelitian Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan di kota Semarang, pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di pinggir dan di tengah (pusat) kota. Populasi adalah seluruh siswi SLTP di kota Semarang. Metode pengambilan sampel adalah “Cluster Random Sampling”. Diambil secara “random” dua SLTP yang terletak di pusat kota Semarang dan dua SLTP yang terletak di pinggir kota Semarang. Besar sampel dihitung berdasarkan rumus besar sampel minimal. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 180 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, uji beda dilakukan dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian siswi yang berasal dari sekolah di pinggir kota yang sudah menstruasi sebanyak 66 orang (73,3 %), di pusat kota sebanyak 74 siswi (82,2 %). Rata-rata usia menarche pada siswi sekolah di pinggir kota (12,1 tahun) dan di pusat kota (11,6 tahun) ; Rata-rata indeks masa tubuh pada siswi di pinggir kota (18,1 kg/m2) dan di pusat kota (20,3 kg/m2). Uang jajan di sekolah pada siswi sekolah pinggir kota rata-rata per hari adalah Rp 3.088,-, di pusat kota Rp 5.157,-. Rata-rata uang jajan di luar sekolah per hari pada siswi di pusat kota lebih tinggi yaitu Rp 7.241,-, di pinggir kota Rp 2.565,-. Rata-rata pendapatan keluarga per kapita per bulan pada siswi di pinggir kota (Rp 349.875,-/kapita/bulan) dan di pusat kota (Rp 806.926,-/kapita/bulan). Kesimpulan, Ada perbedaan yang bermakna rata-rata usia menarche pada siswi sekolah di pinggir kota (p=0,009); rata indeks masa tubuh; rata-rata frekuensi konsumsi daging ayam, daging sapi, daging kambing (masing-masing p=0,000), ikan segar dan udang (p=0,023), ikan asin (p=0,010), ikan olahan (pindang, asap, ikan kaleng) (p=0,001) dan susu (p=0,000) pada siswi di pinggir kota dan di pusat kota. Ada perbedaan yang bermakna rata-rata uang jajan di sekolah dan rata-rata uang jajan di luar sekolah; pendidikan bapak, dan pendidkan ibu; pekerjaan bapak dan pekerjaan ibu ; rata-rata pendapatan keluarga per kapita per bulan pada siswi di pinggir kota dan di pusat kota (masing-masing p=0,000). Tidak ada perbedaan kesukaan berolah raga pada siswi di pinggir kota dan di pusat kota (p= 0,126). Ada perbedaan yang bermakna pernah tidaknya siswi dalam melihat tayangan/bacaan dewasa pada siswi di pinggir kota dan di pusat kota (p=0,000).Kata kunci: usia menarche, indeks masa tubuh, frekuensi konsumsi, sosial ekonomi, pusat dan pinggir kot
ASUPAN SERAT DENGAN KADAR GULA DARAH, KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN STATUS GIZI PADA PASIEN DDIABETUS MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT ROEMANI SEMARANG
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan serat dengan kadar gula darah, kadarkolesterol total dan status gizi pada penderita diabetes mellitus tipe 2 pasien rawat jalan di RumahSakit Roemani Muhammadiyah Semarang.Secara khusus mendiskripsikan karakteristik sample ,jumlah asupan serat , kadar gula darah , kadar kolesterol total ,status gizi ,menganalisis hubunganasupan serat dengan kadar gula darah ,menganalisis hubungan asupan serat dengan kadar kolesteroltotal menganalisis hubungan asupan serat dengan status gizi.Metode penelitian dengan Explanotry Reseach dengan pendekatan cross sectional denganmenggunakan 35 sampel. Analisis statistik menggunakan uji kenormalan data dengan teknik ujiKolmogorov Smirnov (Uji K-S), jika distribusi normal gunakan uji korelasi person dan jika distribusitidak normal gunakan uji Rank Sperman.Karakteristik Penderita Diabetus Millitus Penderita DM tipe 2 di rs roemani : 68.57% perempuan,65.72% berusia antara 45 – 68 tahun, 42.86% sebagai ibu rumah tangga, 57.15% asupan seratnya 7.3-10%., 77.14% mempunyai kadar gula darah 200 – 250 mg/dl., 57.14% mempunyai kadar kolesteroltotal 80 – 200 mg/d, 57.4% mempunyai status gizi yang gemuk tingkat ringan dan tingkat berat.,. Adahubungan antara asupan serat dengan kadar gula darah p=0.001 (p<0.05), Ada hubungan antaraasupan serat dengan kadar kolesterol total p=0.002 (p<0.05) ;Ada hubungan antara asupan seratdengan status gizi p=0.001 (p<0.05)Simpulan : Asupan serat berhubungan erat dengan kadar gula darah, kolesterol total dan status gizipada penderita diabetes mellitus
ANALISIS KADAR ZAT GIZI, UJI CEMARAN LOGAM DAN ORGANOLEPTIK PADA BAKSO DENGAN SUBSTITUEN AMPAS TAHU
Latar Belakang: Bakso merupakan salah satu dari makanan sepinggan yang sangat populer dan digemari oleh masyarakat Ampas tahu digolongkan dalam limbah industri hasil pertanian yaitu barang sisa proses hasil pertanian yang dibuang karena dipandang tidak mempunyai nilai ekonomi, mudah rusak dan akan menjadi sarang bakteri pembusuk jika dibuang sembarangan. Bila dilihat dari nilai gizinya ampas tahu masih mempunyai kandungan protein yang cukup tinggiTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar zat gizi ( protein dan lemak ), cemaran logam ( tembaga dan timbal), dan organoleptik pada bakso dengan berbagai variasi substitusi ampas tahu Metode : Penelitian ini dilakukan analisa kadar protein menggunakan Mikro Kjedal, kadar lemak menggunakan Metode Soxhlet sedangkan Kadar tembaga( Cu) dan timbal ( Pb) dibaca absorbansinya dengan AAS, kadar Pb pada panjang gelombang 293, nm dan Cu pada panjang gelombang 324,7 nm. Hasil : Hasil analisa menunjukkan semakin banyak substitusi ampas tahu semakin tinggi kadar protein, dan semakin rendah kadar lemaknya. Analisa statistic dengan uji Anova menunjukkan hasil ada pengaruh substitusi ampas tahu terhadap kadar protein dan kadar lemaknya .Sedangkan hasil analisa kadar timbal dan tembaga lebih rendah dibandingkan kadar timbal dan tembaga maksimum yang diperbolehkan SNI No.01-3818-1995.Analisa statistik dengan uji Anova menunjukkan ada pengaruh substitusi ampas tahu terhadap kadar timbal dan tidak ada pengaruh substitusi ampas tahu terhadap kadar tembaga. Penilaian organoleptik dengan 25 panelis menunjukkan citarasa yang paling disukai adalah bakso dengan substitusi ampas tahu 30%. Uji Friedmen untuk analisa organoleptik menunjukkan ada pengaruh kualitas bakso dari aspek warna sedangkan dari aspek rasa, aroma dan rasa tidak ada pengaru
PENGARUH PEMBERIAN NUGGET FURFURES SOYBEAN TEMPEH TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN PENINGKATAN HDL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DISLIPIDEMIA
Latar Belakang Penyakit Jantung koroner merupakan penyebab utama kematian di Indonesiaakibat atherosklerosis yang ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol darah. Tempemempunyai sifat hipokolesterolemik. Bekatul juga dapat menurunkan kadar lemak darah.Pengelolaan penyakit jantung melalui modifikasi diet dengan bahan dasar tepung tempe danRicebran . Tujuan : membuktikan pengaruh pemberian Nugget Furfures Soybean terhadappenurunan kadar kolesterol darah tikus putih Rattus nurvegicus hiperkolestrolemia. Metode : Desain penelitian eksperimental Randomizet Pre and Post Contro –Group Only . Analisisstatistik dengan uji Anova dilanjutkan uji post hoc test . Hasil : Ada pengaruh yang signifikan pemberian Nugget Furfures Soybean terhadap penurunan kadar kolesterol totalantara kelompok kontrol dengan perlakuan 1,2 dan 3 , ada perbedaan yang signifikanpenurunan kolesterol untuk perlakuan 1,2 dan 3 pada minggu ke tiga. Kesimpulan :Pemberian Nugget Furfures Soybean dapat menurunkan kadar kolesterol total dibandingkandengan tidak diberi perlakuan. Terdapat perbedaan yang signifikan penurunan kolesterol total pada perlakuan 1,2 dan 3 di minggu ke tiga.Kata Kunci : Nugget Furfures Soybean, Kadar Kolesterol, Tikus putih (rattus norvegicus), Hiperkolesterolemi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
