1,720,977 research outputs found
PEMBANGUNAN APLIKASI STEGANOGRAFI PADA FILE VIDEO AUDIO VIDEO INTERLEAVE MENGGUNAKAN ALGORITMA FAST FOURIER TRANSFORM
Perkembangan teknologi Komputer dan Internet saat
ini mendukung tersedianya berbagai informasi atau data
digital yang diinginkan secara cepat dan praktis. Akan
tetapi semua kemudahan dalam mengakses suatu informasi
berbanding terbalik dengan tingkat keamanan dan privasi
informasi tersebut. Oleh karena itu perlu dikembangkan
aplikasi yang dapat menjaga kerahasian suatu data atau
informasi.
Aplikasi Sistem Steganografi Video Avi dibangun
dengan tujuan untuk menyembunyikan pesan rahasia
didalam file video. SVA menggunakan penerapan algoritma
Fast Fourier Transform (FFT) sebagai metode penyisipan
dan pengambilan data dari file video berformat Avi.
Aplikasi SVA terdiri dari 2 proses utama yaitu
Embedding dan Extracting. Prosesnya untuk setiap frame
yang di-embbed akan di ambil nilai piksel biru dari
area yang berbeda beda di frame tersebut, yang dibagi
kedalam 7 blok matrik 2 x 2. Masing masing blok matrik
akan diubah ke domain frekuensi, dan selanjutnya
dilakukan proses penyisipan data didalam domain
frekuensi tersebut menggunakan sifat matrik frekuensi.
Proses Extracting dilakukan dengan cara menentukan
nilai 1 atau 0 bit binary ASCII dengan menggunakan
sifat dari matrik frekuensi. Nilai binary bit yang
didapat akan disusun menjadi pesan yang dapat di baca.
Proses Embedding akan menghasilkan Stego video
dengan informasi di dalamnya, dan proses Extracting
menghasilkan pesan rahasia yang terdapat di dalam stego
video. Masukan video pada aplikasi SVA berformat AVI
dan stego video berformat Avi tidak terkompres
Social Experience vs Social Technology in Enhancing The Intention to Use Social Commerce : A Case Study of Indonesia (2021)
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI BANK SAMP AH PADA USAHA KECIL MENENGAH (STUD I KASUS BANK SAMPAH GEMAH RIPAH BADEGAN, BANTUL)
Pemanfaatan TIK telah menjadi salah satu faktor
penggerak utama pada sektor usaha salah satunya pada
usaha kecil menengah (UKM). Bank Sampah Gemah
Rimpah Badegan, Bantu!, Yogyakarta adalah salah satu
bentuk UKM yang tumbuh dari kesadaran masyarakat
akan pengelolaan sampah. Bank sampah pada
prinsipnya beroperasi seperti layaknya sebuah bank
pada umumnya. Hanya saja objek yang ditabung
bukanlah uang, tetapi sampah.
Sebagai sebuah unit usaha kecil (UKM) yang
berbasis masyarakat, Bank Sampah Badegan p,erlu
untuk memiliki tingkat kredibilitas dan akuntabilitas
yang baik. Salah satu solusi yang dapat diterapkan
untuk bisa mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan
menerapkan teknologi informasi dan komunikasi (TJK)
sebagai komponen yang akan mempermudah
pengelolaan dan pertanggungjawaban setiap aktivitas
yang terdapat di bank sampah.
Salah satu bentuk penerapan 11K adalah dengan
membangun dan mengimplementasikan Sistem lnformasi
Bank Sampah pada bank sampah Badegan yang
diharapkan dapat membantu proses pencatatan dan
pengelolaan berbagai macam bentuk transaksi dari
produk yang ditawarkan oleh bank sampah badegan
MODEL ADOPSI LMS (LEARNING MANAGEMENT SYSTEM) DI SEKOLAH MENENGAH ATAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN ASPEK LINGKUNGAN, PRIBADI, DAN KUALITAS PEMBELAJARAN (2024)
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model teoritis untuk mengidentifikasi
faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan siswa terhadap penggunaan LMS (Learning
Manajemen System) di sekolah menengah di Indonesia selama covid-19. Model yang
diusulkan menggunakan kerangka SOR (Stimulus – Organisme – Respon) dan model
GETAMEL yang diperluas sebagai dasar pengembangan model.
Penelitian ini menggunakan 890 responden dari siswa SMA swasta untuk memvalidasi
model teoritis menggunakan analisis SEM (structural equation modeling) untuk menghasilkan
analisis efek langsung, tidak langsung, dan moderasi. Secara keseluruhan, studi ini
menawarkan model yang komprehensif untuk menjelaskan niat siswa SMA untuk
menggunakan teknologi dalam situasi COVID-19 yang belum dibahas secara mendalam oleh
penelitian sebelumnya.
Selanjutnya, keterlibatan analisis efek langsung, tidak langsung, dan moderasi
memberikan hasil dan diskusi yang lebih menyeluruh, dan dapat dianggap sebagai kontribusi
dari penelitian ini dari perspektif teknis
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT PENGGUNAAN SOCIAL COMMERCE BERKELANJUTAN BERDASARKAN TEORI PEMBENTUKAN HABIT (2024)
Penelitian ini mengusulkan model teoritis untuk menjelaskan niat pengguna untuk terus
terlibat dengan Social Commerce (SC) dari perspektif kebiasaan. Penelitian ini menggunakan
teori dampak sosial, ciri-ciri pribadi pengguna, dan kualitas SC untuk menjelaskan bagaimana
kebiasaan atau habit dari pengguna terhadap penggunaan SC dapat terbentuk, yang mengarah
pada penggunaan yang berkelanjutan. Penelitian sebelumnya belum mengeksplorasi secara
menyeluruh faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna untuk terus menggunakan platform
SC. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan ini dengan menyelidiki
pembentukan kebiasaan yang muncul dari interaksi sosial dan komunitas pada platform SC.
Memahami pembentukan kebiasaan memberikan cara alternatif untuk memahami penggunaan
SC secara terus-menerus, karena hal ini dianggap sebagai faktor penting yang mengarah pada
niat yang berkelanjutan. Secara teknis, penelitian ini akan mengumpulkan data dari responden
Indonesia dengan menggunakan desain lapangan cross-sectional. Sementara itu, analisis SEM
akan digunakan untuk mengkonfirmasi model teoritis yang diusulkan
PEMBANGUNAN PURWARUPA SISTEM EVALUASI PERFORMA KARYAWAN BERDASARKAN KONSEP EMPLOYEE RELATIONSHIP MANAGEMENT (ERM) MENGGUNAKAN METODE FUZZY CLASSIFICATION
Bagi perusahaan, performa dari karyawan adalah faktor yang turut serta memberikan kontribusi terhadap
performa perusahaan. Melalui divisi human resources and development (HRD), penting bagi perusahaan
untUk mengevaluasi kinerja karyawan dengan tujuan untuk menjaga kua/itas dan performa karyawan
pen1Sahiiiin1ersiibut. Proses evaluasi kinerja dari karyawan akan semakin terbantu apabila tersedia sistem
yang mampu secara otomatis membantu pihak HRD untuk melakukan hal tersebut. Berdasarkan
permasalahan tersebut, penulis akan membangun sebuah purwarupa sistem pendukung keputusan yang
diharapkan mampu mendukung proses evaluasi terhadap kinerja karyawan berdasarkan konsep Employee
Relationship Management (ERM). ERM dapat didefinisikan sebagai pemanfaatan tekno1ogi informasi pada
area human resources dengan tujuan meningkatkan kinerja dan loyalitas karyawan yang akan memberikan
dampak pada peningkatan performa perusahaan. Sistem yang dikembangkan pada penelitian ini berfokus
kepada komponen dart ERM yaitu komponen Evaluation and Assessment. Performa karyawan akan
dievaluasi berdasarkan dua aspek penilaian yang diambil dari area performance dan learning development.
Pada penelitian ini, purwarupa sistem evaluasi akan dikembangkan menggunakan metod~ fuzzy
classification. Metode ini memungkinkan perusahaan untuk bisa menggolongkan performa dari karyawan
berdasarkan dua aspek penilaian yang bisa diambil dari area performance dan learning development
MODEL FAKTOR KEPERCAYAAN PENGGUNA TERHADAP ADOPSI APLIKASI PEMBAYARAN SELULER (MOBILE PAYMENT) DARI ASPEK SOSIAL DAN KUALITAS LAYANAN (2022)
Penelitian ini menyelidiki pengaruh signifikan faktor sosial (Eksternalitas Jaringan dan
Norma Subjektif) terhadap faktor kualitas layanan (Perceived Usefulness, Uncertainty
Avoidance, dan Perceived Security) dalam menentukan persepsi kepercayaan pengguna
terhadap penggunaan aplikasi pembayaran seluler.
Penelitian ini menggunakan teori Dampak Sosial kerangka dasar untuk merumuskan
aspek-aspek sosial dalam model teoritis. Model teoritis yang digunakan selanjutnya akan
dianalisis dengan mengadopsi teknik structural equation modeling (SEM) dan kemudian
dikembangkan berdasarkan penelitian yang ada terkait dengan cara pengguna membangun
kepercayaan mereka terhadap penerimaan pembayaran mobile.
Riset ini menyajikan investigasi komprehensif yang menerapkan perspektif berbeda
tentang cara aspek sosial dan kualitas layanan mengembangkan kepercayaan pengguna
terhadap penggunaan pembayaran seluler. Hasil-hasil yang berkaitan dengan analisis pengaruh
langsung dan tidak langsung, serta faktor-faktor moderator, diharapkan juga dapat memberikan
kontribusi teoritis dan praktis. Kebanyakan penelitian terdahulu hanya menempatkan Trust
sebagai faktor yang melengkapi model teoretis mereka dan tidak membahas pembentukannya
secara mendalam. Oleh karenanya penelitian ini mengajukan model untuk menjelaskan proses
terbentuknya kepercayaan terhadap layanan pembayaran seluler dari dua aspek yaitu Sosial
dan Kualitas Layanan secara komprehensif yang belum dibahas pada penelitian sebelumnya
IBM BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PELANGGAN UMKM PRODUSEN ASESORIS DAN ALAT MUSIK YOGYAKARTA (2016)
Pemanfaatan teknologi informasi sebagai salah satu kunci faktor peningkatan
keunggulan kompetitif tidak lagi di dominasi oleh usaha berskala besar saja. Unit usaha
seperti UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) secara bertahap mulai mengadopsi
teknologi informasi sebagai salah satu rencana strategis pengembangan usaha. ECommerce
merupakan contoh teknologi yang tepat untuk diterapkan pada UMKM
dikarenakan dapat menjadi wadah berjualan dan promosi secara online. Artinya melalui
e-commerce, UMKM memperoleh keuntungan strategis dengan terintegrasinya proses
bisnis dari sisi internal dan eksternal yang akan memberikan dampat positif seperti
pertumbuhan pasar yang semakin luas dan meningkatnya relasi dengan konsumen
Trooper Electronic dan Delicore Custom Shop adalah contoh dari UMKM di Yogykarta
yang bergerak pada bidang jasa pembuatan asesoris dan alat musik gitar. Saat ini kedua
usaha tersebut belum memanfaatkan teknologi informasi secara optimal dalam
bisnisnya terutama dalam mengelola transaksi yang melibatkan pelanggan. Proses
pencatatan yang dilakukan oleh kedua UMKM tersebut masih dilakukan secara manual
dan mengakibatkan banyak detil pesanan yang tidak tercatat dengan baik. Akibatnya
saat pesanan dari konsumen mulai menumpuk, kedua UMKM tersebut mengalami
kesulitan dalam hal mengelola setiap detil pesanan yang masuk dan berakibat kepada
jadwal pengerjaan yang menjadi bertambah panjang. Ketidak tersediaanya sarana
teknologi informasi tersebut menyebabkan “Trooper Electronic” dan "Delicore Custom
Shop" sulit untuk bisa menjangkau dan mempertahankan relasi dengan konsumennya
yang artinya pelayanan terhadap konsumen menjadi tidak maksimal.
Berkaca dari hal tersebut, maka dengan tersedianya sebuah sistem yang mampu
mengintegrasikan proses bisnis dari sisi internal dan eksternal, akan memudahkan kedua
mitra yaitu Trooper Electronic dan Delicore Guitar, untuk menjalin interaksi dengan
pelanggannya dengan lebih masimal. Dengan di bangunnya sebuah e-commerce pada
kedua mitra melalui program IbM ini, diharapkan selain memudahkan pelanggan untuk
berinteraksi dengan kedua mitra, kedua UMKM ini juga mampu menjaga dan
mempertahankan relasi dengan pelanggan sehingga kedepannya pasar dari kedua kedua
mitra akan cepat bertumbuh dan semakin luas
The effects of environmental factors on user’s personal traits related to mobile payment adoption: a case study of Indonesia
Purpose – This study aims to investigate the influence of environmental factors on individual personality
traits associated with mobile payments (MP) adoption using the technological personal environment (TPE)
theory as a framework for the proposed theoretical model.
Design/methodology/approach – A total of 736 feedback from respondents was used to validate the
proposed model using structural equation modeling. The model comprises Trust and Self-efficacy to explain
MP adoption from a personal trait perspective. Meanwhile, environmental aspects are represented by social
influence, vendor regulations and network externalities.
Findings – The result indicates that self-efficacy has the most significant direct effect on user intention to use
MP, followed in decreasing order of significance by social influence, trust, vendor regulations and network
externalities. Furthermore, social influence is the most contributing aspect from the environmental area that
influences user intention directly and indirectly through trust and self-efficacy as mediators. Meanwhile, the
moderating effect analysis also found that gender moderates the effect of user self-efficacy on MP adoption.
Originality/value – This study fills the gap by comparing trust and self-efficacy and exploring how those
factors are developed and affected by the environmental aspect of MP usage. It was discovered that self-efficacy
was the most influential construct influencing the adoption of MP. Social influence was identified as
the primary environmental factor that directly impacts user intention regarding MP usage. Furthermore,
gender was shown as a moderator, as males place a higher value on self-efficacy as a factor affecting their
intention to embrace MP in comparison to females
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SUPRA DESA DAN KAWASAN PERDESAAN UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA (2016)
Pemerintah Indonesia periode tahun 2014-2019, mengesahkan Rencana Pengembangan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 dengan konsep membangun Indonesia dari
pinggir. Salah satu fokus RPJMN, yaitu fokus kelima yaitu pengurangan ketimpangan antarwilayah, negara memberikan fokus yang cukup besar pada pengembangan perdesaan dan
kawasan perbatasan. Pembangunan Indonesia dari pinggiran yang berfokus pada pengembangan perdesaan dikuatkan dengan disahkannya UU tentang Desa, yang didukung PP
no 43 tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan undang undang no 6 tahun 2014 tentang Desa
dan PP no. 60 tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN. Kewenangan desa
yang cukup banyak dalam filosofi “Desa Membangun” dalam pemerintahan presiden Joko
Widodo, mengubah paradigma pembangunan desa yang semula sebagai objek pembangunan
menjadi subjek pembangunan. Pembangunan yang semula tumpang tindih secara
kelembagaan, keuangan dan perencanaan sekarang menjadi lebih terkonsolidasi.
Perubahan paradigma pembangunan dan kewenangan desa dari kewenangan di bidang
penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan masyarakat
desa, dan pemberdayaan masyarakat desa selanjutnya membutuhkan dukungan sistem
informasi desa. Sistem Informasi Desa bahkan telah secara eksplisit muncul dalam UU Desa,
yaitu pada pasal 86 tentang Sistem Informasi Pembangunan Desa dan Pembangunan Kawasan
Perdesaan. Desa berhak mendapatkan akses informasi melalui Sistem Informasi Desa yang
dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/kota dan Sistem Informasi Desa akan
berisi data Desa, data Pembangunan Desa, Kawasan Perdesaan, serta informasi lain yang
berkaitan dengan Pembangunan Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan.
Saat ini Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa) telah berhasil dibangun yang
sedang diimplementasikan di 1000 desa, di delapan kabupaten sebagai pilot projek. SIDeKa
dibangun untuk membantu desa melaksanakan kewenangan dan pembangunan mandiri desa.
Ketika data dan informasi di desa telah cukup banyak terkumpul dan mempunyai kualitas
yang baik, maka kebutuhan selanjutnya adalah sistem informasi di level supra desa, seperti
kecamatan, kabupaten, provinsi, dan bahkan tingkat nasional. Sistem Informasi level supra
desa mempunyai sifat yang berbeda dengan SIDeKa karena sistem ini merupakan kumpulan,
dan aggregasi, serta harus mampu memberikan pelaporan dari semua desa secara timely.
Sistem Informasi supra desa diharapkan dapat digunakan dalam membantu dukungan data dan
informasi dalam perencanaan pembangunan jangka panjang, dan menengah, serta dalam
jangka pendek akan bertindak seperti sistem syaraf yang membantu memonitor potensi desa.
Penelitian ini akan merancang, dan membangun sistem informasi supra desa yang
terintegrasi dan selaras dengan visi, misi, dan tujuan pembangunan desa dalam UU Desa no 6
tahun 2014. Outcome dari penelitian ini adalah sistem informasi dalam bentuk perangkat
lunak yang diharapkan sesuai dengan karakteristik daerah, yang dapat digunakan untuk
membantu pemerintah di level desa dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya dalam
aspek pengambilan keputusan strategis maupun taktis
- …
