1,720,956 research outputs found
Penilaian Kinerja Tenaga Kerja Sukarela Menggunakan Pembobotan AHP dan MOORA
Kualitas suatu dinas atau instansi tidak terlepas dari kualitas kinerja para karyawannya, ada banyak cara untuk meningkatkan kinerja para karyawan salah satunya adalah reward dan punishment yang diberikan berdasarkan penilaian kinerja karyawan. Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Musi Rawas Utara karyawan dibagi menjadi dua yaitu pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Kerja Sukarela yang tugas dan wewenangnya juga berbeda, yang mana untuk tenaga kerja sukarela untuk menilai kinerja selama ini masih menggunakan checklist dan kriteria hanya berdasarkan kerajinan dan presensi. Penelitian ini menggunakan 10 kriteria yang diuji kembali melalui uji validitas dan menghasilkan 5 kriteria yang valid yaitu lama bekerja, pendidikan, disiplin waktu, tanggung jawab dan sikap, untuk selanjutnya diberikan bobot menggunakan bobot AHP dan penghitungan MOORA. Penelitian ini menggunakan 10 sampel data tenaga kerja sukarela yang saat ini masih aktif menjadi tenaga kerja sukarela di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang mana hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan evaluasi kinerja tenaga kerja sukarela.Kualitas suatu dinas atau instansi tidak terlepas dari kualitas kinerja para karyawannya, ada banyak cara untuk meningkatkan kinerja para karyawan salah satunya adalah reward dan punishment yang diberikan berdasarkan penilaian kinerja karyawan. Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Musi Rawas Utara karyawan dibagi menjadi dua yaitu pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Kerja Sukarela yang tugas dan wewenangnya juga berbeda, yang mana untuk tenaga kerja sukarela untuk menilai kinerja selama ini masih menggunakan checklist dan kriteria hanya berdasarkan kerajinan dan presensi. Penelitian ini menggunakan 10 kriteria yang diuji kembali melalui uji validitas dan menghasilkan 5 kriteria yang valid yaitu lama bekerja, pendidikan, disiplin waktu, tanggung jawab dan sikap, untuk selanjutnya diberikan bobot menggunakan bobot AHP dan penghitungan MOORA. Penelitian ini menggunakan 10 sampel data tenaga kerja sukarela yang saat ini masih aktif menjadi tenaga kerja sukarela di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang mana hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan evaluasi kinerja tenaga kerja sukarela
Sistem Pendukung Keputusan Penerima Bantuan Bibit Bawang Merah Di Kecamatan Karang Dapo
The growth of the agricultural sector, especially in shallot production, has become the main focus in supporting food security in Musi Rawas Utara Regency which has been faced with the challenge of how to create smarter and more focused agricultural strategies. The agriculture and fisheries department has so far used a computerized system but not yet. decision support system, one of which is the distribution of seed aid to farmers to increase production yields, so it is felt that there is a need to develop and implement a decision support system for recipients of shallot seed aid because shallots are one of the mainstay commodities focused on by the Musi Rawas Utara Agriculture and Fisheries Service in Karang Dapo sub-district, this research uses the weighted product method which uses 6 criteria, namely harvest scale, land area, number of members of the farmer group, requirements for prospective locations and requirements for prospective farmer groups whose requirements have been determined by the agriculture and fisheries service which resulted in the Danau Gede farmer group being The preference with the largest value from the other 11 alternatives is with a vector value V = 0.07978270931306. Pertumbuhan sektor pertanian khususnya dalam produksi bawang merah, menjadi fokus utama dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Musi Rawas Utara yang selama ini dihadapkan dengan tantangan bagaimana menciptakan strategi pertanian yang lebih cerdas dan terarah, dinas pertanian dan perikanan selama ini sudah menggunakan sistem komputerisasi namun belum terhadap sistem pendukung keputusan yang salah satunya adalah distribusi bantuan bibit kepada petani untuk meningkatkan hasil produksi sehingga dirasa perlu adanya pengembangan dan implementasi sistem pendukung keputusan penerima bantuan bibit bawang merah dikarenakan bawang merah adalah salah satu komoditi andalan yang difokuskan oleh dinas pertanian dan perikanan musi rawas utara pada kecamatan karang dapo, penelitian ini menggunakan metode weigthed product yang menggunakan 6 kriteria yaitu skala panen, luas lahan, jumlah anggota kelompok tani, syarat calon lokasi dan syarat calon kelompok tani yg persyaratannya sudah ditetapkan oleh dinas pertanian dan perikanan yang menghasil kelompok tani danau gede sebagai preferensi dengan nilai terbesar dari 11 alternatif lainnya yaitu dengan nilai vektor V = 0,07978270931306
Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Dengan Metode Naïve Bayes
Penentuan Ketua BEM adalah keputusan penting yang melibatkan berbagai faktor dan kriteria yang setiap periodenya dipilih ulang untuk menentukan ketua dan wakil ketua BEM yang sebagai bentuk demokrasi dari mahasiswa, apalagi BEM sebagai wadah atau organisasi yang bagi mahasiswa terkhusus di STMIK Bina Nusantara Jaya lubuklinggau, sebelumnya telah diadakan beberapa kali pemilihan ketua/calon ketu BEM di STMIK bina Nusantara Jaya Lubuklinggau sehingga tentunya sudah terdapat data atau riwayat siapa saja yang pernah menyalonkan dan memenangkan pemilihian ini. Metode Naïve Bayes dipilih karena kemampuannya dalam mengatasi masalah klasifikasi dengan data yang relatif besar dan kompleks. Keunggulan utama dari sistem ini adalah kemampuannya dalam memberikan rekomendasi yang obyektif dan terukur berdasarkan data yang ada. Hal ini membantu menghindari bias yang mungkin muncul dalam proses pemilihan manual yang lebih rentan terhadap faktor subjektif. Dengan menerapkan metode Naïve Bayes, SPK ini dapat menghasilkan peringkat kandidat yang sesuai dengan probabilitas mereka untuk berhasil dalam peran Ketua BEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan rekomendasi yang konsisten dan dapat diandalkan dalam konteks penentuan Ketua BEM
Sistem Informasi Dashboard Pengolahan Data Pembayaran Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB)
Pada proses pengolahan data pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di kantor Kelurahan Sukajadi mengalami kesulitan dalam pencarian data masyarakat per RT, melihat history untuk pembayaran 1 tahun sebelumnya serta sulitnya dalam mengetahui informasi dari hasil proses pengolahan data wajib pajak yang sudah membayar dan yang belum membayar Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) karena tidak adanya laporan. Sehingga diperlukan sistem informasi dashboard pengolahan data pembayaran Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB). Dengan adanya sistem informasi dashboard yang dapat menampilkan hasil dari proses pengolahan data pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) berupa laporan yang disajikan secara grafik, diharapkan dapat membantu pegawai kantor kelurahan sukajadi dalam pengolahan data tersebut
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
