1,721,084 research outputs found
Minat Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar
Hamdiah.2012.Minat Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. Syaiful Bahri Djamarah, M.Ag, (II) Drs.H.Mujiansyah, M.Pd.
Penelitian ini mengemukakan tentang minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, dengan rumusan masalah, yaitu bagaimana minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIdi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.sebanyak 40 orang. Objek penelitian ini adalah minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, angket dan dokumenter. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing, koding, klasifikasi data, tabulating dan interpretasi data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar bahwa minat siswa cukup baik dapat dilihatdari beberapa indikator segi perencanaan baik karena dilihat dari beberapa indikator seperti perasaan siswa tentang kesulitan belajar IPS, perasaan siswa terhadap mata pelajaran IPS, perasaan siswa tentang penting tidaknya IPS untuk dipelajari dan perasaan siswa ketika guru berhalangan masuk. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa adalah faktor guru yang kurang mendukung karena mempunyai latar belakang pendidikan PAI dan dengan pengalaman mengajar selama 4 tahun, faktor siswa yang meliputi tingkat pemahaman siswa ketika pelajaran IPS berlangsung,perhatian siswa dalam pelajaran IPS, keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas IPS, keaktifan siswa dalam mencatat penjelasan guru, keaktifan siswa dalam bertanya, keaktifan siswa dalam kelas saat pelajaran IPS berlangsung, keaktifan siswa dalam kelas ketika guru tidak dapat hadir, keaktifan siswa mengulang pelajaran di rumah yang cukup baik untuk mendukung dalam minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS dan faktor orang tua yang meliputi peran orang tua dalam membantu anak belajar IPS di rumah dan peran orang tua dalam memotivasi anak cukup baik namun perlu ditingkatkan lagi dalam hal membimbing dan memotivasi anak belajar
Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam Pada SMP Negeri di Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong
Hj. Hamdiah, S.Ag: Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam Pada
SMP Negeri di Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong., di bawah
bimbingan (I) Dr. H. Hidayat Ma’ruf, M.Pd (II) Dr. Dina Hermina, M.Pd Tesis,
Pada Program Pascasarjana Konsentrasi Pendidikan Agama Islam IAIN
Antasari Banjarmasin, 2014.
Kata Kunci: Kompetensi, Pedagogik, Guru Pendidikan Agama Islam.
Studi dalam penelitian ini adalah mengenai Kompetensi Pedagogik guru
pendidikan agama Islam pada SMP Negeri di kecamatan Haruai. Penelitian ini
beranjak dari pengamatan awal penulis dan informasi dari beberapa informan bahwa
guru Pendidikan Agama Islam masih minim dalam hal penguasaan kompetensi
pedagogik hal itu ditandai dengan : Guru masih belum maksimal dalam memahami
kondisi peserta didik, Perencanaan pembelajaran yang belum maksimal,
Pelaksanaan pembelajaran yang belum optimal. Evaluasi hasil belajar yang tidak
dilaksanakan secara menyeluruh. Belum optimalnya pengembangan peserta didik .
Oleh karena itu, masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana
cara guru pendidikan agama Islam pada SMPN di kecamatan Haruai Kab. Tabalong
dalam memahami peserta didik yang meliputi : tingkat kecerdasannya, kreatifitas,
cacat fisik, dan perkembangan dan pertumbuhan kognitif. (2)Bagaimana kemampuan
guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang meliputi : identfikasi
kebutuhan, perumusan kompetensi dasar dan penyusunan program pembelajaran.
(3)Bagaimana kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang meliputi
kemampuan melakukan pre tes, proses, dan post tes. (4)Bagaimana kemampuan guru
dalam mengevaluasi hasil belajar yang meliputi : Tes kemampuan dasar, Penilaian
akhir satuan pendidikan, Penilaian program dan penilaian kelas. (5) Bagaimana
kemampuan guru dalam mengembangkan peserta didik yang meliputi : kegiatan
ekstra kurikuler, pengayaan, remedial dan bimbingan konseling.
Metode yang dipakai dalam analisis data ini adalah deskriptif kualitatif,
sedangkan dalam penarikan kesimpulan menerapkan metode induktif yaitu
menggunakan data-data yang bersifat umum kemudian dibuat kesimpulan yang
bersifat khusus. Analisis ini digunakan untuk menggambarkan kompetensi pedagogik
guru pendidikan agama Islam dalam memahami kondisi peserta didik, penerapan
perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan
pengembangan peserta didik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi pedagogik guru dalam
bidang pemahaman terhadap peserta didik terlihat sudah maksimal. Perencanaan
pembelajaran Agama Islam terkait dengan kompetensi pedagogik sudah dilakukan
dengan semaksimal mungkin. Pelaksanaan pembelajaran yang meliputi pre test,
proses dan post test sudah dilakukan dengan maksimal. Evaluasi hasil belajar
terhadap pendidikan Agama Islam terkait dengan kompetensi pedagogik sudah
dilaksanakan dengan baik dan maksimal. Pengembangan peserta didik yang
dilakukan guru sebagi bagian dari kompetensi pedagogik diusahakan oleh guru PAI
dengan semaksimal mungkin
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
