1,720,960 research outputs found
PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM BELAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
Matematika merupakan pengetahuan yang sifatnya abstrak dan bernalar deduktif, serta dalam memahaminya memerlukan pemikiran yang tinggi. Siswa SD yang masih berada dalam taraf berpikir konkret dan dalam mengambil suatu kesimpulan masih menggunakan cara berpikir induktif. Dari kedua hal yang tidak sejalan itu diperlukan jembatan penghubung (metode), yang dapat menghubungkan keduanya. Salah satu metode yang telah berhasil menghubungkan kedua keadaan di atas adalah dengan melalui pembelajaran kooperatif, namun diperlukan pemaduan dengan model-model pembelajaran lainnya. Model pembelajaran tersebut antara lain adalah model pembelajaran perubahan konseptual. Model pembelajaran konseptual berakar dari teori pemrosesan informasi dan dalam ide-ide mengenai pergeseran paradigma. Pembelajaran inovativ yang difasilitasi dengan nuansa kooperatif mengkomunikasikan kebutuhan siswa untuk belajar berinteraksi sosial secara afektif dan psikomotor dengan sesama teman di sekolah. Oleh sebab itu, pembelajaran kooperatif sangat perlu diimplementasikan karena disamping dapat memberikan kemudahan belajar, juga memfasilitasi siswa untuk memahami makna learning to live together.Kata kunci: pembelajaran inovati
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SD INPRES BTN IKIP II MAKASSAR
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran yang mengarah kepada peningkatan hasil belajar matematika. Subyek siswa sebanyak 32 orang semester I 2012. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus dilakukan sebanyak dua kali pertemuan pembelajaran. Data kuantitaf diperoleh melalui tes untuk hasil belajar dan data kualitatif tentang kegitan guru dan siswa melalui lembaran observasi. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I skor rata-rata hasil belajar matematika berada pada kategori “cukup” dan pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar berada pada kategori “baik”. Secara kualitatif terjadi peningkatan motivasi, minat, dan aktivitas siswa, serta kegiatan guru dalam proses pembelajaran matematika dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD meningkat. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar matematika pecahan siswa kelas IV SD Inpres BTN IKIP II Makassar. Kata Kunci: hasil belajar, pembelajaran kooperatif tipe STAD
PENGARUH MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Tinggi dan rendahnya hasil belajar matematika dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Beberapa faktor diantaranya adalah faktor motivasi dan minat belajar. Motivasi yang rendah dapat menimbulkan rasa malas untuk mengikuti pelajaran serta minat yang rendah dapat membuat siswa tidak aktif dalam pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh motivasi dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri Kompleks IKIP Makassar baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersamaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri Kompleks IKIP Makassar baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersamaan. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian ex-post facto. Sampel yang menjadi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Kompleks IKIP Makassar, dengan jumlah siswa sebanyak empat puluh sembilan orang, Data dalam penelitian dikumpulkan melalui angket, dokumentasi, uji validitas, dan uji reliabilitas. Selanjutnya diolah dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama: terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri Kompleks IKIP Makassar. Motivasi belajar matematika berada pada kategori sedang. Kedua: terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara minat belajar terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri Kompleks IKIP Makassar. Minat belajar matematika berada pada kategori cukup tinggi. Ketiga: terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dan minat belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Negeri Kompleks IKIP Makassar. Hasil belajar matematika berada pada kategori sedang
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PROBLEM SOLVING SECARA BERKELOMPOK
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui pendekatan problem solving pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Barombong pada semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 dengan subyek penelitian sebanyak 38 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa penggunaan lembar observasi pada saat berlangsungnya proses pembelajaran dan tes yang diberikan pada setiap akhir siklus. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil yang diperoleh melalui analisis deskriptif sebagai berikut: (1) Hasil belajar matematika siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Barombong pada siklus II berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 73,39 dari jumlah siswa 38 orang dengan nilai tertinggi 96 dan nilai terendah 35 dengan standar deviasi 13,89, (2) Adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 dari siklus I ke siklus II terdapat 26 siswa (68,42%)belum tuntas belajar, 12 siswa (31,58%) telah tuntas belajar dan pada siklus II terdapat 5 siswa (13,16%) belum tuntas belajar, 33 siswa (86,84%) telah tuntas belajar. Data hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan jumlah kehadiran siswa, kesungguhan dan keberanian siswa dalam proses belajar mengajar mengalami peningkatan dalam mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dimengerti, dan siswa yang aktif pada saat kerja kelompok mengalami peningkatan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendekatan problem solving dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Barombong
SEKELUMIT PANDANGAN TENTANG PENTINGNYA PEMAHAMAN STRATEGI BELAJAR-MENGAJAR BAGI GURU MATEMATIKA SEKOLAH DASAR
The pupils’ incapability in comprehending mathematics leads to their failure to graduate from schools. Mathematics as a deductive knowledge, whose object is abstract, which should be delivered to children of primary-school ages who are still in the stage of concrete and inductive thinking, should be facilitated with an appropriate mathematics learning strategy. A mathematics learning strategy is a way to convey mathematics subject matters carried out by pupils and teachers to learn mathematics-learning materials in order to achieve instructional objectives. One of many learning-teaching strategies is: expository and heuristic learning-teaching strategy. Conveying mathematics learning materials can be done through inductive and deductive methods, teaching concept, inquiry (guided and free), and mathematics problem solving. Each method has its advantage and disadvantage; as a result, the teachers should be skillful in choosing an appropriate method suitable for a certain material and in accordance with the pupils’ thinking stage. The primary teachers’ proficiency in applying a mathematics learning strategy will lead to the increasing of the educational quality, particularly the increasing of the primary-school pupils’ quality in learning mathematics. Kata-kata kunci: Strategi pembelajaran, Matematika, dan Siswa dan Guru S
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
