61 research outputs found
Optimasi Formula Tablet Lepas Lambat Kaptopril Menggunakan Sistem Kombinasi Polimer HPMC K4M dan Guar Gum (Optimization of Formula Sustained Release Captopril Using Combination Polymer System HPMC K4M and Guar Gum)
Kaptopril merupakan obat anti hipertensi dengan frekuensi penggunaan berulang kali dalam sehari,oleh sebab itu kaptopril perlu diformulasikan dalam bentuk lepas lambat. Formula tablet lepas lambat kaptopril diperoleh dengan menggunakan metode factorial design. Faktor yang diteliti adalah perbandingan HPMC K4M – Guar gum pada tingkat 1:1 dan 4:1 serta konsentrasi asam tartrat pada tingkat 0% dan 5%. Respon terpilih adalah kekerasan tablet, kerapuhan tablet, fl oating lag time, dan konstanta laju disolusi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kedua faktor dan interaksinya terhadap sifat fi sik massa tablet, pelepasan kaptopril, fl oating lag time, seta memperoleh formula optimum yang memenuhi persyaratan dan menghasilkan tablet dengan pola
pelepasan obat menurut kinetika orde nol. Faktor kombinasi perbandingan HPMC K4M – Guar gum dapat meningkatkan kekerasan, menurunkan kerapuhan, mempercepat fl oating lag time, dan memperbesar konstanta laju disolusi. Faktor konsentrasi asam tartrat dapat menurunkan kekerasan, meningkatkan kerapuhan, mempercepat fl oating lag time, dan memperbesar konstanta laju disolusi. Faktor interaksi keduanya dapat menurunkan kekerasan, meningkatkan kerapuhan, memperlambat fl oating lag time, dan memperbesar laju disolusi. Formula optimum dapat diperoleh dengan kombinasi perbandingan HPMC K4M – Guar gum 3,04:1 dan konsentrasi asam tartrat 1,33%, dengan respon kekerasan 12,48 kp, kerapuhan 0,29%, fl oating lag time 0,92 menit, dan konstanta laju disolusi
0,04 mg/menit
Role of Natural Polysaccharides Xanthan GUM-Locust Bean Gum in Per-Oral Druc Delivery Systems
Xanthan gum is a heteropolysaccaride derived from corn starch and produced by fermentation with the bacteria Xanthomonas campestris. Locust bean gum is a natural hydrocolloid obtained from the seed endosperm of the
carob tree (Ceratonia siliqua L.). The structure of locust bean gum consists of a β-(14)-D-mannosa backbone to which D-galactose units are attached α-(16). Locust bean gum is a non ionic polysaccaride, which can form gel if it is combined with xanthan gum Locust bean gum is capable of synergistic interactions with xanthan gum.
This combination can be used for a matrix of a sustained release dosage form based on the ability of the combination of xanthan gum and locust bean gum to form gel. In this research, ibuprofen was used as an active
ingredient formulated in control release tablet dosage form. The results exhibited that the combination of xanthan gum and locust bean gum at a ratio of 1:1 gave the longest in vitro release. Kinetic drug release
tend to zero order with dominant mechanism is erosion
Optimization Formula of Aloe Vera L.Powder Extract Effervescent Granules
Aloe vera L. is one of medicinal plants spread throughout Indonesia. Based on researches and experiences empirically, Aloe vera L. has been proven to cure or prevent some diseases. The aims of this research were to make effervescent granules of Aloe vera L. powder
extract and looking for optimum formula of effervescent granules of Aloe vera L. powder extract which have granules and dissolving time physical properties which are appropriate with rule and regulations. Optimization techniques used this research was factorial design method with two factors and two levels which are concentration of PVP K-30 with low level 2Vo andhighlevel SVo,
and concentration of lactose monohydrate with low level 5Vo and high level ll%o. The observed responses to determine the optimum granules formula in factorial design are angle of repose, granules friability, and dissolving time. The result showed that PVP K-30, lactose monohydrate, ind interaction between PVP K-30 and lactose monohydrate significantly influenced the angle of
repose, granules friability, and dissolving time. Based on the Design-Expert optimization program,
effervescent granules formula with optimum physical properties of gtanules to reach for 4.58Vo of
PVP K-30 and9.O8Vo of lactose monohydrate and the result is angle of repose 36.42', granules friability 0.93Vo, and granules dissolving time 1.76 minutes
Optimization of formula sustained releaase captopril tablet using factorial design method
Kaptopril merupakan salah satu obat yang sering digunakan dalam pengobatan hipertensi dengan frekuensi penggunaan berulang kali dalam sehari, karena itu kaptopril perlu diformulasikan dalam bentuk lepas lambat serta dicari formula optimumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kedua faktor dan interaksinya, yaitu perbandingan polimer HPMC K4M – xanthan gum pada tingkat 1:1 dan 4:1 serta konsentrasi asam tartrat pada tingkat 0% dan 5% terhadap sifat fisik massa tablet, pelepasan obat, floating lag time. Selain itu, dicari formula optimum yang memenuhi persyaratan dan menghasilkan tablet dengan pola pelepasan obat menurut kinetika orde nol. Berdasarkan program optimasi Design Expert diperoleh formula optimum menggunakan kombinasi perbandingan polimer HPMC K4M – xanthan gum 3,75:1 dan konsentrasi asam tartrat 4,5% akan menghasilkan respon kekerasan 12,02 Kp, kerapuhan 0,47 %, floating lag time 0,32 menit, dan konstanta laju disolusi 0,05 mg/menit. Hasil yang diperoleh menyimpulkan bahwa faktor kombinasi perbandingan polimer HPMC K4M – xanthan gum dapat meningkatkan kekerasan tablet, menurunkan kerapuhan tablet, mempercepat floating lag time, dan memperbesar konstanta laju disolusi. Faktor asam tartrat dapat menurunkan kekerasan tablet, meningkatkan kerapuhan tablet, mempercepat floating lag time, dan memperbesar konstanta laju disolusi. Interaksi kedua faktor menurunkan kekerasan tablet, meningkatkan kerapuhan tablet, memperlambat floating lag time, dan memperbesar laju disolusi
Amilum kulit pisang (Musa paradisiaca) Agung sebagai bahan pengikat tablet.
lnvensi ini berhubungan dengan pembuatan amilum dari kulit pisang (Musa paradisiaca) agung serta pemanfaatannya daiam bidang farmasi sebagai bahan tambahan sediaan tablet. Keunggulan pisang (Musa paradisiaca) agung yaitu memiliki ukuran buah yang
besar dan panjang (34-36 cm) dengan bobot 10-20 kg/tandan; kulit buah yang tebal sehingga tahan disimpan 3-4 minggu setelah petik dan iJ'lemiliki rasa buah yang manis. Pisang (Musa paradisiaca) agung banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kripik pisang, dengan 1agian kulitnya dibuang. Amilum kulit pisang (Musa paradisiaca) agung yang diperoleh, digunakan sebagai pengikat pacta tablel \assa tablet yang dihasilkan memenuhi persyaratan berdasarkan nilai Carr's index dan Hausner ratio, serta tablet dengan mutufisik yang \suai dengan persyaratan kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur tablet
Optimasi Tablet Ibuprofen Menggunakan Simple Lattice Design
The aim of this research is to obtain the oplimum mixture proportions of Vivapur® Type 101 (microcrystalline cellulose) and lactose monohydrate on ibuprofen
tablets made by wet granulation method. Vivapur® type 101 and lactose monohydrate when combined may have a synergistic effect that can improve the physical
properties of tablets influencing effect on the quality of tablets. Optimization design used in this study was the simplex lattice design, using Design Expert® program. Responses used in determining the optimum formula were
tablet hardness, tablet friability, disintegration time of tablets, and the percent of drug released within 30 minutes. The results showed that the polynomial equation for hardness was Y = 6.9633 XA + 4.5567 XB + 6.1868 XAB; friability was Y = 0.4956 XA + 0.6071 XB - 0.2198
XAB; tablet disintegration time was Y = 1 XA + 17.337 Xn + 14.02 XAB; and percent of drug released within 30 minutes was Y = 96.38 XA + 79.49 Xn - 23.50 XAB· Concluded that Vivapur® type 101 and lactose monohydrate was the dominant affecting factor on tablet hardness, tablet friability, disintegration time of tablets, and the percent of drug released within 30 minutes
- …
