1,720,956 research outputs found
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Kerjasama Ternak Ayam di Desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan
ABSTRAK
Habibi, Muhammad Wildan, 2021. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Kerjasama Ternak Ayam Di Desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan. Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut AgamaIslam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing. Dr. Hj. Rohmah Maulidia,M.Ag.
Kata kunci/keyword: Tinjauan Hukum Islam, Kerjasama
Penelitian ini membahas usaha peternakan ayam pedaging (broiler) di Desa Selotinatah dilakukan oleh kedua belah pihak yang berakad, berdasar perjanjian bersama menjalankan suatu usaha peternakan ayam. Kerjasama ini didasari oleh akad syirkah mudha<rabah yaitu pihak pemodal menyerahkan modalnya kepada seorang pengelola untuk dikelola dan berkembang menjadi usaha yang menghasilkan keuntungan. Dalam praktiknya, di peternakan pihak pemodal yang seharusnya menanggung penuh semua modal dalam peternakan, namun dalam beberapa kasus atau kelalaiannya membuat pihak pengelola juga mengeluarkan modal dalam perawatan ayam peternak tersebut, dan dalam bagi hasilnya juga tidak jelas nisbah nya, karena keuntungan untuk pengelola adalah selisih harga kontrak dengan harga pasar sehingga keuntungan bergantung pada harga pasar.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana tinjauan hukum islam terhadap akad kerjasama pengelolaan ternak ayam di desa selotinatah kecamatan ngariboyo kabupaten magetan? (2) bagaimana tinjauan hukum islam terhadap bagi hasil kerjasama pengelolaan ternak ayam di desa selotinatah kecamatan ngariboyo kabupaten magetan?
Adapun jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif, sedangkan tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan menggunakan metode induktif yaitu proses berfikir dari fakta empiris yang didapat di lapangan (berupa data lapangan), yang kemudian data tersebut dianalisis, dan berakhir dengan kesimpulan terhadap permasalahan yang diteliti berdasarkan pada data yang diperoleh dari lapangan.
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwasanya (1) praktik kerjasama peternakan ayam di desa selotinatah dengan sistem syirkah mudha<rabah belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai dengan hukum Islam, yang mana dalam akadnya terjadi kesepakatan bahwa semua modal awal ditanggung oleh pemodal namun nyatanya pihak pengelola terkadang juga mengeluarkan modal, sehingga hal tersebut menyalahi aturan yang ada dalam akad syirkah mudha<rabah. (2) berdasarkan bagi hasil yang ditentukan dalam perjanjian awal adalah persentase harga kontrak, namun jika harga pasar sedang turun maka bukan persentase yang didapat pengelola tapi pembagian rata ayam antara pemilik dan pengelola, sehingga kadangkala pengelola merasa kecewa dengan model pembagian hasil tersebut tapi jika hasil panen ayam itu dipasarkan maka hasil keuntungan yang didapat pengelola persentasenya sedikit
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) ideal dalam persepsi masyarakat nelayan : Study di Kelurahan Mayangan Kota Probolinggo
ABSTRAK
Pendidikan merupakan bagian yang integral dalam kehidupan manusia, dimana manusia dapat membina kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Dengan demikian dari nilai-nilai yang ada berlangsung suatu proses pendidikan sesuai dengan tujuan utama pendidikan yaitu mengembangkan pengetahuan keterampilan dan sikap peserta didik secara optimal.
Lingkungan masyarakat merupakan terjadinya proses pendidikan yang sangat berpengaruh terhadap pemikiran anak. Faktor lingkungan menjadi perhatian penting dalam merencanakan pendidikan, terutama dalam merancang analisis sosial untuk menyampaikan pendidikan agama Islam di lingkungan masyarakat, karena tanpa memahami kondisi sosial masyarakat dengan baik, maka akan sangat sulit menanamkan nilai-nilai ke-Islam-an dalam lingkungan masyarakat tersebut.
Mengingat pentingnya pengaruh sosial terhadap pendidikan peserta didik, yang dimana semua pengetahuan dan pengalaman peserta didik akan terkontaminasi dengan kondisi lingkungan yang ada. Maka, dalam memberi pengetahuan dan pendidikan agama Islam, seorang guru memahami latar belakang peserta didik terlebih dahulu.
Demikian pula dengan peserta didik di kelurahan mayangan yang berlatar belakang nelayan. Masyarakat nelayan seringkali diasumsikan sebagai masyarakat pinggiran yang terbelakang dalam hal pendidikannya. Maka dari itu, peneliti berusaha menggali secara mendalam realitas pendidikan agama Islam yang terjadi di kalangan masyarakat nelayan dengan membuat rumusan sebagai berikut: (1) Bagaimana guru pendidikan agama Islam yang ideal? (2) Bagaimana kondisi
sosial masyarakat nelayan di kelurahan Mayangan kota Probolinggo? (3) Bagaimana persepsi masyarakat nelayan terhadap guru pendidikan agama Islam yang ideal di kelurahan Mayangan kota Probolinggo?
Penelitian ini dilakukan dalam usaha mendapatkan tujuan-tujuan, yakni: (1) Mengetahui dan mampu mengklasifikasikan tipologi guru pendidikan agama Islam yang ideal. (2) Mengetahui kondisi sosial masyarakat nelayan di kelurahan Mayangan kota probolinggo. (3) Mengetahui ciri dan karakteristik guru pendidikan Islam yang ideal dalam persepsi masyarakat nelayan di kelurahan Mayangan kota Probolinggo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan berparadigma Kualitatif Deskriptif, Bogdan dan Taylor mendefinisikan “Metodologi Kualitatif” sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Menurut mereka, pendekatan ini, diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). Jadi, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau oraganisasi ke dalam variabel atau hipotetis, tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari sesuatu keutuhan.
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, sebab penelitian ini diarahkan untuk mendiskripsikan keadaan atau fenomena mengenai guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam persepsi masyarakat nelayan di Kelurahan Mayangan Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo (terhadap pendidikan formal bagi anak tanpa suatu maksud menguji hipotesis).
Dari temuan di lapangan menungkapkan bahwa dari keempat kompetensi peserta didik yang coba dicetuskan oleh pemerintah, hanya aspek kompetensi profesional dan Pedagogik saja yang tidak terdapat dalam kriteria guru ideal perspektif masyarakat Nelayan di Kelurahan Mayangan kota Probolinggo. Sedangkan dua kompetensi lainnya (sosial, kepribadian) dianggap penting oleh masyarakat.
Kondisi sosial masyarakat Masyarakat di kelurahan Mayangan mayoritas beragama Islam dan berpencaharian sebagai nelayan. Setiap hari mereka hidup bergantung pada hasil laut. Jika hasil laut melimpah, maka akan makmur kehidupannya. Begitu pula sebaliknya, jika kondisi laut tidak memungkinkan untuk berlayar mencari ikan, mereka banyak yang menjadi pengangguran dan sulit untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Para nelayan di Mayangan juga masih berpendidikan rendah yaitu maksimal berpendidikan SMA dan mayoritas masih dalam jenjang SMP.Karena keahlian melaut tidak membutuhkan jenjang pendidikan yang tinggi.bisa dipelajari dengan masyarakat lain atau secara turuntemurun. Namun, perhatian terhadap pendidikan tidak kalahnya dengan masyarakat kota, masyarakat nelayan juga mempunyai kepedulian yang sangat tinggi terhadap pendidikan anaknya. dibuktikan dari beberapa informan yang tetap menyekolahkan anaknya mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga kuliah.
Dari temuan di lapangan menungkapkan bahwa dari keempat kompetensi peserta didik yang coba dicetuskan oleh pemerintah, hanya aspek kompetensi profesional dan Pedagogik saja yang tidak terdapat dalam kriteria guru ideal perspektif masyarakat Nelayan di Kelurahan Mayangan kota Probolinggo. Sedangkan dua kompetensi lainnya (sosial, kepribadian) dianggap penting oleh masyarakat. Tidak masuknya kriteria kompetensi Paedagogiek dan profesional, penulis analisis terkait dengan minimnya informan tentang referensi guru PAI yang baik menurut pemerintah. Karena kesibukan para informan untuk menghidupi diri maupun keluarga, dan setiap hari berjuang di tengah laut untuk mencari uang yang banyak. Guru PAI yang ideal di mata masyarakat pesisir adalah guru yang mempunyai akhlak baik, dan mampu membimbing ke agama yang benar, atau secara sederhana mampu mengajari putra-putrinya belajar ngaji dan mengerti kehidupan.
ABSTRACT
Education is an integral part of human life, where people can build his personality to this personalities in accordance with the values that exist in society an culture. This from the existiny values held an educational process in accordance with the primary purpose of education is to develop the knowledge skills an attitudes learners optimally.
Community environment is the occurrence of the educational process that is very influential on the thinking of the child. Environmental factor’s become significant attention society, because the surroundings without understanding the social conditions is the community, it will be very hard to instill Islamic values the learners.
Given the importance of the social influence of the education of learnes will be contaminated with environment conditions. It is in giving knowledge and Islamic education, a teaching understand the beckground of the learners.
Similarry, student in the village of mayangan which is behind it. Fishing communities is often assumed as a sub urban community that is underdeveloped in erms of required by his/her education. This researchers trying to dig deeply and realistic, Islamic education that occurs among fishing communities by creating the following formula: 1) How Islamic religious religious education teachers ideal? 2) How social conditions fishing communities in the village of mayangan town of probolinggo? 3) How do perception of fishing communities against Islamic
religious education theachers in the Mayangan village town of Probolinggo.
This research was conducted in a attempt to get the goals, namely: 1) knowing and bangable to classify a typolory of Islamic religious aducation teachers. 2) know the traits and characteristics of Islamic religious education teacher are ideal in perception of fishing communities in the Mayangan village town of Probolinggo. 3)
This research uses qualitative descriptive approach, bogdan and taylor defined the “qualitative methodology” as a procedure that produces research and descriptive from of the written word or spoken of people ared behavior that can be observed. According to them, this approach is directed at setting and individual holistically. So, in this case should not be isolated individual or organization into variables or hypothetical, but recol to see it as part of a whole.
Research using qualitative descriptive approachers because this research is directed to describe things and phenomenon of Islamic religious education teachers in the public perception of fisherman in the Mayangan village town of Probolinggo (of formal education for children without an intent to test a hypothesis).
Community social conditions moslem majority Mayangan and working as a fisherman, every day of their lives depended on the outcame of the sea. Fisherman in the area of Mayangan is also still have low educational background of most of them are only educated through high school and junior high school level still majority, because the skills are at sea do not require high education levels, but no less attention to education with urban society in general, fishing communities also have a high concern for his son’s education, evidenced by some informants that are capable of studying his son to college.
Field findings revealed that of the four competencies of learners who try initiated by government, professional competence and Pedagogic aspects do not become the focus of the criteria of an ideal teacher perspective Mayangan fishing communities in the district of Probolinggo. That is, people are not too concerned fishermen teacher classroom skills and depth of knowledge that were owned by a religious teacher. Although both of these remain a consideration in choosing a religion teacher who is able to manage the classrooms well and understand the material in mendalam.Sedangkan two other competencies (social, personality) are
considered important by masyarakat.Karena, both in the application of the competency in direct contact with learners in schools and associated interactions with the surrounding community. author analyzes associated with the lack of informants about a good teacher reference PAI according to the government. It is also caused due to the busyness of the informants to support themselves and families, and every day fighting in the middle of the ocean to find a lot of money.
PAI ideal teacher in the public eye Coastal is teachers who have good morals, and able to guide to the true religion, or simply be able to teach their children to learn the Koran and understand life
Permainan edukatif puzzle surat Al-Qur’an (Q-Puzzle) menggunakan backpropagation sebagai penentu level permainan
INDONESIA:
Al-Qur’an adalah kitab suci umat muslim seluruh dunia di mana seluruh umat sangat dianjurkan untuk membaca bahkan menghafalnya. Berbagai cara dilakukan agar dengan teknologi yang terus maju tidak mengganggu kegiatan beribadah dan belajar. Bahkan pengguna saat ini dari berbagai kalangan sehingga aplikasi ibadahpun masuk ke dalam game. Qur’an Puzzle dibangun untuk mengimbangi perkembangan teknologi agar tetap bisa beribadah, belajar dan menghafal. Backpropagation diterapkan di dalam penelitian ini, di mana ada tiga layer diantaranya tiga neuron input, tiga neuron hidden dan satu neuron output. Metode ini digunakan untuk menentukan level apakah yang akan diterima user dalam perpindahan stage. Penentuan level tersebut berdasarkan penilaian waktu penyelesaian, banyak kesalahan dan banyak bantuan. Penilaian tadi (waktu, kesalahan dan bantuan) menjadi neuron input, sedangkan level menjadi neuron output. Dari hasil ujicoba penelitian backpropagation dapat digunakan untuk menentukan level game Q-Puzzle ini bahkan output dari game ini (level) bisa lebih dikarenakan sangat memadainya metode ini.
ENGLISH:
Al Qur'an as a holy book of Islam is commanded to be read and memorise for moslem. To help moslem to do the commond, advance technology is Qur'an Puzzle. Qur'an Puzzle ia a worship application in a form of game. This application is built for balancing worship (studying and memorizing) and advance technology. Backpropagation is applied in this study, in which there are three layers including three input neurons, three hidden neurons and one output neuron. This method is used to determine what level the user will receive in the stage movement. Determination of these levels is based on the timing of completion, many errors and lots of help. The judgment (time, error and help) becomes the input neuron, while the level becomes the output neuron. From the results of backpropagation research trials can be used to determine the level of this game Q-Puzzle even the output of this game (level) can be more due to very adequate this method
Implementasi program adiwayata dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa: Studi multi situs di SD Insan Amanah dan SDU Al-Ya’lu Kota Malang
مستخلص البحث
لتدفيع تطوير الشركة، يجب أن يكون إدارة جيدة للموارد البشرية أو أداء الموظف. لتحسين أداء الموظف، يمكن أن يتم عن طريق خلق ثقافة تنظيمية وبيئة عمل ملائمة. الأهداف البحث هي تحديد تأثير الثقافة التنظيمية وبيئة العمل على أداء الموظف.
استخدم هذا البحث نهجًا كميًا.السكان البحث هو جميع الموظفين في الشركة مي مناغيمنت 16 أوفيس كارانجبلوسو مالانج باستخدام تقنيات أخذ العينات الاحتمالية التي حصلت عليها 77 الموظفين. تقنية تحليل البيانات هي الانحدار الخطي المتعدد بمساعدة برنامج
دلت نتائج البحث، الأول، الثقافة التنظيمية وبيئة العمل لهما تأثير كبير على أداء الموظف، الثاني، يشير إلى أن الثقافة التنظيمية لها تأثير كبير على متغير الأداء، وبيئة العمل ليس لها تأثير كبير على متغير الأداء. والثالث، الثقافة التنظيمية هي الأكثر تأثيرا على متغير الأداء الموظف
ABSTRACT
There must be good management of human resources or employee performance in encouraging the development of a company. To improve employee performance can be done by creating an organizational culture and an adequate work environment. The purposes of the research are to determine the influence of organizational culture and work environment against employee performance.
The research used a quantitative approach. The research population was all employees of CV ME Management 16 Office Karangploso of Malang by using probability sampling techniques that were obtained by 77 employees. The data analysis technique used multiple linear regressions with the help of SPSS 16.0 software
The results of the research, first, organizational culture and work environment have a simultaneous influence against the employee performance, second, organizational culture has a significant influence against the performance variable, and the work environment had no significant influence against performance variable. And the third, organizational culture has the most dominant influence against employee performance variable
ABSTRAK
Kegiatan pembangunan yang mengabaikan lingkungan akan mengakibatkan hilangnya keseimbangan ekosistem dan degradasi kualitas lingkungan seperti tanah longsor, erosi, sedimentasi, penggundulan hutan, peningkatan lahan kritis, pencemaran tanah, air dan udara, abrasi pantai, serta penurunan debit permukaan air tanah. Keadaan ini akan membuat kualitas lingkungan semakin menurun dan tidak layak untuk dijadikan sebagai tempat hidup.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendiskripsikan kebijakan program tentang adiwiyata dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa SD Insan Amanah dan SDU Al-Ya’lu Kota Malang, (2) Mendiskripsikan pelaksanaan program adiwayata dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa SD Insan Amanah dan SDU Al-Ya’lu Kota Malang, (3) Mendiskripsikan dampak program adiwiyata dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa SD Insan Amanah dan SDU Al-Ya’lu Kota Malang.
Penelitian yang dilaksanakan oleh penulis merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Kehadiran peneliti sangat penting, sebab peneliti disini merupakan instrumen penelitian dan sebagai sumber pengumpul data. Penelitian ini dilaksanakan di SD Insan Amanah dan SDU Al-Ya’lu Kota Malang pada bulan Oktober-Desember 2018, yang diawali dengan mengantarkan izin penelitian dari UIN Malang, kemudian minggu selanjutnya dilakukanlah penelitian.
Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa implementasi program adiwiyata di SD Insan Amanah dan SDU Al Ya’lu kota Malang dalam membentuk karakter peduli lingkungan siswa berhasil dengan menggunakan dua prinsip dasar, yakni: 1. Prinsip Partisipatif: komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran; dan 2). Prinsip Kontinuias: seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
