1,721,028 research outputs found
Field Work Practice Report at PT. Bandar Sumatra Indonesia Sipef . Plantation Unit
80 HlmDari hasil Praktik Kerja Lapangan yang sudah dilakukan di PT.Bandar
Sumatera Indonesia. Unit Kebun SIPEF, bahwa penulis sudah paham dan
mengetahui tentang Pembibitan, okulasi, pemeliharaan, panen, dan pasca panen
tanaman karet dan dapat disimpulkan bahwa:
1. llmu yang didapat dari pelaksanaan praktek kerja di lapangan hampir sama
dengan ilmu teori di perkuhahan akan tetapi di lapangan lebih
banyak menggunakan ilmu praktis yang mengacu pada teori dasar yang
ada. Akan tetapi pelaksanaan di lapangan tergantung kebiiakan dari
pimpinan.
2. Kemampuan manajemen, koordinasi dalam organisasi harus dikuasai agar
dapat mengelola kebun dalam sekala besar.
3. Tahapan pekerjaan Pembibitan, okulasi, pemeliharaan, panen dan pasca
panen tanaman karet yang dilaksanakan di Kebun Bandar Pinang
meliputi:
4. Pemeliharaan bibit karet mulai dari batang bawah (rootstock) sampai
pemeliharaan batang atas (entres), hingga bibit yang sudah siap okulasi
harus dilakukan penanganan yang serius karena pada pembibitan ini yang
menentukan tinggi nya produksi tanaman karet.
5. Pemeliharaan pada masa immature harus dilakukan secara teratur dan
dengan teknik yang benar agar tanaman dapat mencapai kriteria matang
sadap tepat pada waktunya, supaya produktivitas tanaman tinggi
Pengaruh Pemberian Berbagai Sumber Biochar dan Berbagai Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Produki Tanaman Jagung Hitam (Zea mays L.)
Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor, yaitu pemberian berbagai sumber biochar ( notasi B) B0 =tanpa Pemberian Biochar; B1 = Biochar sekam padi (1 kg/plot) ; B2 = Biochar tongkol jagung (1 kg/plot); B3 = Biochar cangkang kemiri (1 kg/plot) dan pemberian berbagai pupuk kandang ( notasi K) (K0 = tanpa pemberian pupuk kandang; K1 = Pupuk kandang sapi ( 1kg/plot); K2 = pupuk kandang ayam (1 kg/plot) ; K3 = pupuk kandang kambing (1 kg/plot), diulang 2 kali. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat produksi basah/sampel menggunakan klobot, berat produksi basah/plot menggunakan klobot, berat produksi basah/ sampel tanpa klobot, berat produksi basah/plot tanpa klobot, berat produksi kring pipil /sampel, berat produksi kering pipil/plot, berat produsi kering pipil 100 butir. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengaruh pemberian berbagai biochar yaitu sekam padi, tongkol jagung, cangkang kemiri tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan dan berbagai pupuk kandang yaitu sapi, ayam dan kambing juga tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan.The study used factorial randomized block design with two factors, namely the provision of various biochar sources ( notation B ) B0 =without giving biochar, B1 = rice husk (one kilogram/plot0 biochar B2 = corncob biochar (one kilogram/plot), B3 = candlenut biochar (one kilogram/plot) and giving various (notation manure K) K0 = without giving manure, K1 = cow manure (one kilogram/plot), K2 =chicken manure (one kilogram/plot), K3 = goat manure (one kilogram/plot), repeated twice. Parameters observed were plant height, stem diameter, number of leaves, wet production weight/sample using klobot, wet production weight/plot using klobot,wet production weight/sample without klobot, wet production weight/plot without klobot, dru production weigh of pipil/sample, dry weight of production of onehundred grain pipil. The results of the study showed that the effect of giving various biochar of rice husk corn cobs of candlenut shells did not signficantly affect all observation parameters and various manure, namely cows, chickens and goats also did not significantly affect all observed parameters
Uji Aplikasi (Trichoderma Sp) dan Biochar Sekam Padi pada Bibit Okulasi Karet (Hevea brasiliensis) yang Ditumpangsari dengan Tanaman Padi (Oryza sativa L)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh uji aplikasi Trichoderma
Sp yang dikombinasikan dengan biochar sekam padi sehingga bisa dilihat
pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit okulasi karet yang ditumpang sarikan
dengan tanaman padi, yang dilaksanakan di Desa Sampali, kecamatan Percut Sei
Tuan Kabupaten Deli Serdang, dengan ketinggian tempat 16 m dpl, tofografi datar
dan jenis tanah alluvial. Penelitian ini dimulai dari bulan Juni samapi Agustus 2018.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak
Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yakni : 1) Faktor
Trichoderma Sp yang terdiri dari 3 taraf dosis, yaitu T0 = Kontrol (tanpa
Trichoderma Sp); T1 = 50 g / polibeg; T2 = 100 g / polibeg; dan 2) Faktor Biochar
Sekam Padi yang terdiri dari 4 taraf dosis, yakni: B0 = Kontrol (tanpa biochar); B1
= 50 g / polibeg; B2 = 100 g / polibeg; B3 = 150 g / polibeg. Penelitian ini dilaksanakan
dengan ulangan sebanyak 3 ulangan.
Parameter yang dimati dalam penelitian ini adalah waktu pecah mata tunas,
panjang tunas, jumlah daun, luas daun (cm2), warna daun, dan diameter tunas (cm).
Adapun hasil yang telah diperoleh dari penelitian ini adalah Trichoderma sp
berpengaruh sangat nyata pada luas daun umur 5-12 minggu setelah pecah mata
tunas. Pemberian biochar sekam padi juga berpengaruh sangat nyata pada luas daun
umur 9, 10, dan 12 Minggu setelah pecah mata tunas.This study aims to determine the effect of the Trichoderma Sp application
test combined with rice husk biochar so that it can be seen the effect on the growth of
rubber grafting seedlings intercropped with rice plants, which was carried out in
Sampali Village, Percut Sei Tuan sub-district, Deli Serdang Regency, with altitude of
16 meters above sea level flat topography and alluvial soil types. This research starts
from June to August 2018.
The design used in this study was a Factorial Randomized Block (RBD)
with 2 Treatment Factors, namely ; 1) Trichoderma Sp factor which consists of 3
dose levels, namely T0 = Control (without Trichoderma Sp) ); T1 = 50 g / polibag;
T2 = 100 g / polibeg; and 2) Biochar factors of rice hunsk which consist of 4 levels of
dosage, namely: B0 = Control (without Biochar) ); B1 = 50 g / polibeg; B2 = 100
g/polibag; B3 = 150 g/polibeg. This research was carried out with replications of 3
replications.
The parameters observed in this study were shoot burst time, shoot length,
leaf number, leaf area (cm2), leaf color, and bud diameter (cm). The results obtained
from this study are that Trichoderma Sp has a very significant effect on leaf area aged
5-12 weeks after buds burst. The administration of rice husk biochar also had a very
significant effect on leaf area aged 9, 10, and 12 weeks after buds burst
Field Work Practice Report at PTP Nusantara IV Tonduhan Business Unit
66 HlmUnit Usaha Tonduhan adalah salah satu unit usaha dari PT Perkebunan
Nusantara IV yang terletak di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara,
bergerak dibidang usaha perkebunan kelapa sawit.
Banyak pengalaman dan ilmu pengetahuan yang dapat diambil selama
pelaksanaan praktik kerja lapangan. Dalam pembelajaran yang dilakukan pada
kegiatan selama PKL mahasiswa diajari bagaimana bersikap baik di kawasan
perkebunan, mahasiswa diajari bagaimana beretika yang baik pada saat di kantor
divisi dan dikebun. Selama pelaksanaan praktik kerja lapangan mahasiswa
mendapatkan ilmu pengetahuan tambahan dan wawasan baru mengenai teknis-teknis
budidaya perkebunan kelapa sawit baik itu pemeliharaan, Penanaman
Leguminosa Cover Crop (LCC), Pengendalian Hama Sensus Ulat Api, Kastrasi,
Chemist, Perkenalan Knapsack Sprayer, Penunasan, Trosentelling, Angka
Kerapatan Panen, Panen dan Pengangkutan
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Cabai Merah Keriting (Capsicum Annuum L.) Terhadap Pemberian Biochar Kendaga Cangkang Biji Karet Dan Pupuk Kandang Kuda Pada Tanah Bekas Tanaman Hortikultura
Response of Rice Husk Biochar and Potassium Phosphate Fertilizer on Growth and Production of Soybean Plants (glycine max (l.) Merril)
97 halamanRespon Pemberian Biochar Sekam Padi Dan Pupuk Kalium Fosfat Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril). Skripsi ini bawah bimbingan Bapak Ir. Gusmeizal, MP selaku ketua pembimbing dan Ibu Dr. Ir. Sumihar Hutapea, MS selaku anggota pembimbing. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di Jalan PBSI No. 1 Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan dengan ketinggian tempat sekitar 22 m di atas permukaan laut (dpl), sejak September hingga Januari 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu: 1). Pemberian Biochar Sekam Padi (notasi B) dengan 4 taraf perlakuan, yakni: B0= Tanpa biochar sekam padi; B1= Pemberian biochar sekam padi pada dosis 10 ton/ha; B2= Pemberian biochar sekam padi pada dosis 20 ton/ha; B3= Pemberian biochar sekam padi pada dosis 30 ton/ha. 2). Pemberian Pupuk Kalium Fosfat (notasi P) dengan 4 taraf perlakuan, yakni: P0= Tanpa pupuk Kalium Fosfat; P1= Pemberian pupuk Kalium Fosfat pada konsentrasi 0,3 %; P2= Pemberian pupuk Kalium Fosfat pada konsentrasi 0,6 %; P3= Pemberian pupuk Kalium Fosfat pada konsentrasi 0,9 %. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, hari berbunga, panjang akar, berat akar segar, berat akar kering, biomassa tanaman, jumlah polong, jumlah biji, berat biji, dan berat 100 biji. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, yakni: 1). Pemberian biochar sekam padi berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman umur, jumlah daun, jumlah cabang, dan berat biji, berpengaruh nyata pada parameter, panjang akar, biomassa tanaman, berat akar segar, berat akar kering, dan berpengauh tidak nyata pada parameter hari berbunga, jumlah polong, jumlah biji, dan berat 100 biji. Perlakuan pemberian biochar sekam padi pada dosis 30 ton/ha merupakan hasil yang terbaik. 2). Pemberian pupuk kalium fosfat berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah biji, dan berat biji, berpengaruh nyata pada parameter biomassa tanaman, dan berat 100 biji, dan berpengaruh tidak nyata pada parameter hari berbunga, panjang akar, berat akar segar, dan berat akar kering. Perlakuan pemberian pupuk kalium fosfat pada konsentrasi 0,9 % merupakan hasil yang terbaik. 3). Interaksi pemberian biochar sekam padi dan pupuk kalium fosfat berpengaruh tidak nyata pada seluruh parameter. Response of Rice Husk Biochar and Potassium Phosphate Fertilizer on Growth and Production of Soybean (Glycine max (L.) Merril). This thesis under the guidance of Mr. Ir. Gusmeizal, MP as the head of the supervisor and Mrs. Dr. Ir. Sumihar Hutapea, MS as the supervising member. This research was conducted in the experimental field of the Faculty of Agriculture, University of Medan Area, which is located at Jalan PBSI No. 1 Medan Estate, Percut Sei Tuan Subdistrict with an altitude of about ± 22 m above sea level (asl), from September to January 2021. This research was conducted using a Factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of 2 treatment factors, namely: 1 ). Provision of Rice Husk Biochar (notation B) with 4 levels of treatment, namely: B0 = No rice husk biochar; B1= Rice husk biochar at a dose of 10 tons/ha; B2= Rice husk biochar at a dose of 20 tons/ha; B3= Rice husk biochar at a dose of 30 tons/ha. 2). Provision of Potassium Phosphate Fertilizer (P notation) with 4 treatment levels, namely: P0 = No Potassium Phosphate fertilizer; P1= Potassium phosphate fertilizer application at a concentration of 0.3%; P2= Potassium phosphate fertilizer application at a concentration of 0.6%; P3= Potassium phosphate fertilizer application at a concentration of 0.9%. The parameters observed in this study were plant height, number of leaves, number of branches, flowering days, root length, fresh root weight, dry root weight, plant biomass, number of pods, number of seeds, seed weight, and weight of 100 seeds. in this study, namely: 1). The application of rice husk biochar had a very significant effect on the parameters of plant height, age, number of leaves, number of branches, and seed weight, had a significant effect on parameters, root length, plant biomass, fresh root weight, dry root weight, and had no significant effect on flowering day parameters. , number of pods, number of seeds, and weight of 100 seeds. The treatment of rice husk biochar at a dose of 30 tons/ha was the best result. 2). The application of potassium phosphate fertilizer had a very significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, number of branches, number of pods, number of seeds, and weight of seeds, significantly affected parameters of plant biomass, and weight of 100 seeds, and had no significant effect on parameters of flowering day, length roots, fresh root weight, and dry root weight. The treatment of potassium phosphate fertilizer at a concentration of 0.9% was the best result. 3). The interaction of rice husk biochar and potassium phosphate fertilizer had no significant effect on all parameters
Practical Report of Soil Fertilization and Fertilization: Response of Plant Growth and Production of Peanut (Arachis Hypogaea L) to Application of Jengkol Skin Biochar Fertilizer and Chicken Manure Compost
35 HalamanAnjuran pemakaian pupuk kandang difungsikan sebagai pupuk dasar. Di indonesia hampir sebagian tanahnya berada pada kondisi kurang hara dan strukturnya padat karena di dominasi oleh unsur liar sehingga dibutuhkan pupuk kandang dalam jumlah cukup besar yaitu antara 10.000 - 20.000 kg/ha. Sebagai pupuk dasar pupuk kandang diaplikasi secara merata ke seluruh lahan percobaan, pada umumnya pupuk kandang di tebarkan dan tunggu 1-2 minggu sebelum penanaman. Pupuk kandang ayam umumnya digunakan oleh petani hortikultura dalam meningkatkan produktivitas tanaman sayur dan buah yang ditanamnya. It is recommended to use manure as a basic fertilizer. In Indonesia, almost part of the soil is in a state of lack of nutrients and the structure is dense because it is dominated by wild elements so that large amounts of manure are needed, namely between 10,000 - 20,000 kg/ha. As a basic fertilizer, manure is applied evenly to all experimental fields, in general, manure is spread and waits 1-2 weeks before planting. Chicken manure is generally used by horticultural farmers to increase the productivity of the vegetables and fruit they plant
Effect of Application of Various Types of Biochar and Oyster Mushroom Baglog Waste on Plant Growth and Production Red Rice in Rubber Planting
82 HalamanHendra Ranto Simanjuntak. 14.821 .0076. Pcngarnh Aplikasi Bcrbagai Jeni. Limbah
Biochar Dan Baglog Jamur Tiram Tcrlrndap Pcrtumbuhan Dan Produksi Tanaman
Padi Merah Pada Pcrtanaman Karct, dibawah bimbingan Dr. Ir. Sumihar Hutapca,
MS selaku Ketua dan Ir. Asmah Indrawaty, MP sclaku Anggota Pcnaschat. Penclitian
ditakukan di Dcsa Sampali, Kccamatan Pcrcut Sci Tuan, Kabupaten Deli Serdang,
Sumatcra Utarn pada bulnn Juni-Oktobcr 2018 . Pcnclitian rncnggmrnkan Rancangan
Acak Kclompok (RAK) Faktorial, dcngan 2 (dua) foktor pcrlakuan yaitu: I) F<1ktor
biochar dcngan notasi (B) yang tcrdiri dari 4 level yaitu 80 =- tanpa biochar (kontrol );
Bl = biochar serbuk gcrgaji 5 ton I ha (0,5 kg I m2); 82 = tongkol jagung Biochar 5
ton I ha (0,5 kg I m2) ~ 83 = scrbuk gcrgaji biochar 5 ton I ha (0 ,5 kg I m2), dan 2)
Faktor kompos untuk baglog jamur tiram dengan notasi (K) terdiri dari 3 taraf, yaitu:
KO = tanpa kompos baglog limbah jamur tiram ; K 1 = kompos baglog jamur ti ram 5
ton I ha (0,5 kg I m2)~ K2 = kompos baglog jamur tiram 10 ton I ha (5 kg I m2).
Setiap perlal-aian diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga didapatkan 36 plot
percobaan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah: Tinggi tanaman (cm),
Jumlah anakan (batang), Jumlah malai per sampel tanaman, bobot produksi per
sampel tana.man (g), bobot produksi per plot (g), bobot 1000 bulir beras (g). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: Pemberian berbagai jenis. Biochar tidak berpengaruh
nyata terhadap pertumbuhan dan produksi beras merah. Perlakuan perlah.'uan kompos
jamur tiram baglog tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan clan jumlah
malai tanaman contoh, berpengamh nyata terhadap tinggi tanaman 6 mst dan bobot
I 000 butir pacli, berpengaruh nyata terhadap bobot produksi per tanaman. sampel dan
berat produksi per plot. Perlak'llan kombinasi biochar dan kompos limbah baglog
jamur tiram tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan clan produksi padi merah
cli perkebunan karet. T-lcndra Ranto Simanjuntuk 14.821.0076. The Impact Of /\pplaying Various
Types Biochnr Waste And Oyster Mushroom Baglog Waste to The Growth and
Production Of Red Rice in Rubber Plunlalion. Guided by Dr. Ir. Sumihar Hutapca,
MS as the chief of advisor ond Ir. /\smah lndrnwuty, MP as member of advisor.
The research was carried out in Dcsa Sampali, Percut Sci Tuan District, Deli
Scrdang, North Sumatera in the month of' June -- Octob<.:r 2018. This research was
held by using the Factorial Randomized Group Design (RAK) with 2 trcatm<.:nt
factors. with two treatment factors which arc: (I) Biochar ractor with notation (B)
which consists of 4 levels that arc BO=-= without biochar (Control); BI = 5 tons/ha
(0.5 Kg /m2 ) of Sawdust biochar: 132"'· 5 tons/ha of Corncob biochar~ 83= 5
tons/ha(0,5 kg/m2)of jcngkol peel biochar, and 2) Compost factor for Baglog of
Oyster Mushroom with (K) Notation consists of three levels namely as follow: KO
= without compost Baglog of Oyster Mushroom ~ KI ==Com posh Baglog of
Oyster Mushroom with 5 tons/ha ~ K2= Com posh Baglog of Oyster Mushroom
with 10 tons/ha . Each trial is repeated three times to get 36 of trial plots.
Observed parameters on this research are : plant height (Cm), Amount of Anakan
(Stem), amount of panicles per sample, production weight per sample (g),
production weight per plot (g), weight of 1.000 grains of rice (g). The result of
this research shows that: Applying various types of biochar has no impact on the
production and growth of red rice plant, Composh Baglog of Oyster Mushroom
trials have no impact on 6 mst plant height and 1,000 grains of rice weight but has
impact on production weight per sample and weight per plot. Trial of combination
between Biochar and Compost of Oyster Mashroom Baglog waste didn't have a
real effect on the growth and the production of Red Rice
Uji Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Keriting (Brassica juncea L.) secara Hidroponik dengan Sumber Nutrisi yang Berbeda
Penelitian mengenai tanaman sawi keriting secara hidroponik dengan nutrisi AB Mix, Growmore, dan Bayfolan dilaksanakan di Rumah Kasa, Fakultas Pertanian, Universitas Medan Area, di jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mulai bulan Oktober sampai November 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman Sawi Keriting (Brassica juncea L.) pada sistem hidroponik dengan sumber nutrisi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari tiga taraf : P1 = Nutrisi AB mix 1000 ppm, P2 = Pupuk Growmore 1000 ppm, dan P3 = Pupuk Daun Bayfolan 1000 ppm. Parameter yang diamati adalah : tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, warna daun, bobot kotor, dan bobot bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nutrisi AB Mix (P1), Growmore (P2) dan Bayfolan (P3) sangat berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, warna daun dan berpengaruh nyata terhadap bobot kotor dan bobot bersih tanaman. Nutrisi AB Mix merupakan perlakuan terbaik, namun Growmore memberikan warna daun yang lebih hijau.The research on hydroponic curly mustard (Brassica juncea L.) with nutrients of AB Mix, Growmore, and Bayfolan was carried out in green house, Faculty of Agriculture, University of Medan Area, on Jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Percut Sei Tuan, Deli Serdang Regency, from October to November 2018. This study aims to determine the response of growth and production of curly mustard plants in hydroponic systems with different nutritional sources. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with three levels: P1 = 1000 ppm AB mix nutrition, 1000 ppm P2 = Growmore fertilizer, and P3 = Bayfolan leaf fertilizer 1000 ppm. The parameters observed were: plant height, leaf number, leaf width, leaf color, gross weight, and net weight. The result showed that AB Mix, Growmore and Bayfolan nutrition significantly affected the parameters of observation of plant height, leaf number, leaf width, leaf color, and significantly affected the gross weight and net weight of plants. From the all treatments AB Mix Nutrition is the best treatment but Growmore gives a greener leaf color
Pengaruh Pemberian Biochar dari Berbagai Sumber dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Padi Beras Hitam (Oryza Sativa L.)
44 HalamanRancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dimana faktor 1 pemberian biochar dari berbagai sumber yang terdiri dari 4 taraf perlakuan, yakni A0 = kontrol (tanpa perlakuan), A1= Mengunakan biochar tongkol jagung dosis 10 ton/ha (1 kg/plot); A2= Mengunakan biochar sekam padi dosis 10 ton/ha (1 kg/plot); A3= Mengunakan Biochar cangkang kemiri dosis 10 ton/ha (1 kg/plot). Faktor 2 pemberian pupuk kandang sapi yang terdiri dari 4 taraf perlakuan, yakni B0= kontrol (tanpa perlakuan) B1= mengunakan pupuk kandang sapi dosis 5 ton/ha (0,5 kg/plot); B2= mengunakan pupuk kandang sapi dosis 10 ton/ha (1 kg/plot); B3= mengunakan pupuk kandang sapi dosis 15 ton/ha (1,5 kg/plot). Penelitian ini dilakukan ulangan sebanyak 2 ulangan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm) , jumah anakan (batang) dan hama dan penyakit yang terdapat pada tanaman padi beras hitam. Adapun hasil yang telah diperoleh dari penelitian ini adalah pemberian biochar dari berbagai sumber berpengaruh tidak nyata pada tingnggi tanaman dan jumlah anakan tetapi, pemberian pupuk kandang sapi berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman dan jumlah anakan
- …
