1,721,252 research outputs found

    MORALITAS DALAM PERSPEKTIF AGAMA DAN SOSIOLOGI ( STUDI PERBANDINGAN PEMIKIRAN MURTADHA MUTHAHHARI DAN EMILE DURKHEIM )

    Full text link
    YUNI HASTUTI DWI RETNO HANDAYANI : Persoalan moral selalu menjadi wacana yang tak pernah pudar di kalangan masyarakat. Persoalan moral selalu mengarah kepada baik dan buruk tindakan manusia. Dalam konteks sosiologi, ruang lingkup moralitas sangat diperhatikan. Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial, tidak terlepas dari segala keteraturan yang mengikat manusia di lingkungan tempat hidupnya. Tindakan manusia yang dilakukan di masyarakat harus sesuai dengan kode etik dan norma-norma tertentu. Peran agama juga sangat penting dalam menjunjung perbuatan moral. Agama sebagai petunjuk dapat mengantarkan manusia menuju kehidupan yang lebih baik terutama dalam menjunjung tinggi perilaku yang mulia. Esensinya, suatu perbuatan tidak akan memiliki arti apapun apabila tidak dibarengi dengan nilai agama. Kajian agama dan sosiologi tentunya akan menjadi pembahasan yang menarik dalam konteks moralitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami pandangan Emile Durkheim dan Murtadha Muthahhari mengenai konsep moral (moralitas); untuk mengetahui relasi pemikiran dari kedua tokoh yakni Murtadha Muthahhari dan Emile Durkheim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka menggunakan sumber data yang dihimpun dari kepustakaan. Referensi yang digunakan berupa buku-buku maupun sumber mengenai teori moral, agama serta sosiologi. Keseluruhan dari referensi tersebut digunakan untuk membandingkan teori moralitas yang dikaji dari sudut pandang agama dengan moralitas yang dikaji dari sudut pandang sosiologi. Hasil riset yang diperoleh dari penelitian ini bahwasannya moralitas yang dipandang dari segi agama harus di mulai dengan pengenalan terhadap Tuhan. Unsur keimanan dan ketakwaan merupakan dasar dari perbuatan moral. Muthahhari menegaskan suatu perbuatan dapat dikatakan perbuatan akhlaki atau memiliki nilai moral apabila perbuatan tersebut diorientasikan hanya kepada Allah SWT. Emile Durkheim atas kajian moralitas yang ditawarkannya lebih menegaskan bahwa suatu perbuatan dapat dikatakan bermoral apabila perbuatan tersebut menjunjung tinggi kepentingan umum. Durkheim menilai bahwa masyarakat merupakan dasar dari tujuan moral. Dalam konteks sosiologi, Durkheim tidak mengaitkan unsur teologi ke dalam moralitas, akan tetapi Durkheim memprioritaskan bahwa masyarakat merupakan tujuan dari perbuatan moral

    Pengaruh Pola Asuh Disiplin Ibu terhadap Karakter Disiplin Anak Usia Taman Kanak-Kanak

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh disiplin ibu terhadap karakter disiplin anak usia taman kanak-kanak pada TK di Kota Bogor. Desain penelitian menggunakan cross sectional study yang melibatkan 46 orang anak dan ibunya, dipilih secara accidental sampling dan diwawancarai dengan kuesioner. Pola asuh disiplin diukur menggunakan kuesioner The Dimensions of Discipline Inventory (DDI) yang diadaptasi dan dimodifikasi dari Straus dan Fauchier (2011) dengan nilai cronbach’s alpha 0.864, dan Kuesioner Perkembangan Karakter Anak Usia Prasekolah yang diadaptasi dan dimodifikasi dari Hastuti (2014) dengan nilai cronbach’s alpha 0.649. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara lama pendidikan ibu dengan cara implementasi disiplin dan terdapat hubungan positif signifikan antara status pernikahan utuh dengan penilaian kognitif. Penilaian kognitif merupakan pendapat atau penilaian orang tua terhadap pola asuh disiplin baik yang disetujui maupun tidak. Karakter disiplin anak dipengaruhi oleh lama pendidikan ibu, usia ibu, dan situasi dalam penerapan disiplin (R2 Adjusted= 0.492). Situasi dalam penerapan disiplin merupakan suatu keadaan atau kondisi orang tua ketika menerapkan perilaku disiplin kepada anak

    Metode sosialisasi orangtua, kontrol diri, penggunaan media sosial dan perilaku pornografi siswa SMP Kota Bogor

    No full text
    Perilaku pornografi adalah salah satu perilaku menyimpang yang tidak diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode sosialisasi orangtua, kontrol diri dan penggunaan media sosial terhadap perilaku pornografinya. Desain pada penelitian ini adalah menggunakan cross-sectional study dengan menggunakan metode purposive dan simple random sampling dalam pemilihan sampel. Sampel penelitian ini adalah 86 siswa dari dua sekolah negeri di kota Bogor dengan kategori memiliki orangtua lengkap dan berusia 12-15 tahun. Analisis data menggunakan metode statistik deskriptif, uji korelasi dan uji regresi menggunakan Statistic Program for Sosial Science (SPSS). Hasil dari penelitian ini menunjukan metode sosialisasi orangtua tergolong sedang, sementara itu kontrol diri remaja terkategori rendah baik apada remaja laki-laki maupun perempuan. Ditemukan bahwa durasi remaja perempuan dalam menggunakan media sosial lebih tinggi dibandingkan dengan remaja laki-laki, sementara itu perilaku pornografi remaja laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Terdapat pengaruh positif antara penggunaan media sosial dengan perilaku pornografi. Hubungan negatif juga ditemukan antara metode sosialisasi orangtua dan kontrol diri dengan perilaku pornografi. Penelitian ini menemukan bahwa pengguunaan media sosial dan kontrol diri remaja memiliki pengaruh terhadap perilaku pornografi

    Pengaruh Gaya Pengasuhan Penerimaan-Penolakan Ayah terhadap Tingkat Agresivitas Remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung

    No full text
    Agresivitas adalah suatu perilaku melukai atau mengganggu orang lain. Agresivitas dapat ditanamkan ke anak melalui pengawasan orangtua yang tidak konsisten, pemberian hukuman berat, kegagalan untuk menetapkan batas, dan interaksi orangtua-anak yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi gaya pengasuhan penerimaan-penolakan ayah dengan tingkat agresivitas remaja. Penelitian ini melibatkan 67 remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung. Responden dalam penelitian dipilih secara simple random sampling dengan kriteria berusia 15 hingga 18 tahun (remaja), serta memiliki pengalaman diasuh dengan ayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin ayah menerapkan gaya pengasuhan penerimaan, maka tingkat agresivitas anak semakin menurun. Selain itu, semakin ayah menerapkan gaya pengasuhan penolakan, tingkat agresivitas anak akan meningkat. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dimensi gaya pengasuhan agresi berpengaruh signifikan terhadap tingkat agresivitas andikpas

    B-Guide: aplikasi panduan untuk mendeteksi dan menstimulasi kemampuan kognitif, motorik, dan bahasa pada anak usia 3-5 tahun

    Full text link
    Perkembangan anak terdiri dari kemampuan kognitif, motorik, dan bahasa. Kemampuan kognitif merupakan kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Kemampuan ini penting berkaitan dengan penalaran anak dalam menyelesaikan masalah dan kemampuan berfikir anak. Kemampuan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord.Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Kemampuan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif, yang berarti faktor intelek sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan, bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan. Penting bagi orangtua mengetahui perkembangan anak. Hal ini dikarenakan bisa terjadi salah asuh jika orangtua tidak tahu kemampuan anaknya.Bila orangtua lebih awal mengetahui perkembangan anaknya kurang pada kemampuan motorik maka, orangtua dapat memberi pelatihan yang tepat untuk meningkatkan kemampuan motorik anaknya. BGUIDE merupakan aplikasi yang dapat menggantikan pakar dalam menilai kemampuan kognitif, motorik, dan bahasa pada anak. Hal ini akan sangat membantu orangtua. Aplikasi ini berbasis website yang interaktif dan mudah dipahami.Aplikasi ini dikembangkan dengan metode jaringan saraf tiruan. Jaringan saraf tiruan sistem pemodelan komputasi dengan karakteristik kinerja serupa dengan jaringan saraf tiruan biologis.Dikt

    Gaya Pengasuhan, Kelekatan Teman Sebaya, Paparan Media Sosial, dan Karakter Sopan Santun pada Siswa SMP

    No full text
    Karakter sopan santun adalah sekumpulan nilai baik yang didasarkan pada perasaan untuk menghargai diri sendiri, orang lain, dan menghargai lingkungan yang ditunjukan dengan perilaku yang menyayangi dan menghormati diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya pengasuhan orang tua, kelekatan teman sebaya, dan paparan media sosial terhadap karakter sopan santun siswa SMP. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 86 siswa yang terpilih menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gaya pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua adalah autoritatif, kelekatan teman sebaya dikategorikan masih rendah, paparan media sosial remaja dapat dikategorikan tinggi, dan karakter sopan santun remaja dapat dikategorikan tinggi. Karakter sopan santun remaja perempuan lebih baik dibandingkan remaja laki-laki. Kelekatan teman sebaya juga berpengaruh positif terhadap karakter santun pada anak. Faktor lain yang berpengaruh terhadap karakter santun remaja yaitu usia anak, usia ayah, dan lama pendidikan ibu. Kata kunci: gaya pengasuhan, karakter sopan santun, media sosial, siswa SMP, teman sebay

    Kualitas Interaksi Orang Tua-Anak, Lingkungan Sekolah, dan Karakter Tekun pada Remaja Siswa SMP

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas interaksi orang tua-anak, lingkungan sekolah dan karakter tekun pada remaja siswa SMP. Penelitian dilakukan di dua sekolah menengah pertama di dua Kecamatan di Kota Bogor dan melibatkan 86 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan metode self report yang diisi responden dengan dipandu peneliti dan wawancara mendalam kepada beberapa responden. Data dianalisis dengan uji deskriptif, uji independet t-test, uji korelasi, dan uji regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas interaksi orang tua-anak, lingkungan sekolah dan karakter tekun berada pada kategori sedang. Terdapat perbedaan antara karakter tekun anak perempuan dan anak laki-laki yaitu anak perempuan memiliki karakter tekun yang lebih baik dibandingkan anak laki-laki. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif signifikan antara interaksi orang tua dan anak serta kualitas lingkungan sekolah dengan karakter tekun. Jenis kelamin dan interaksi ibu dengan anak berpengaruh positif signifikan terhadap karakter tekun

    Pengaruh Pola Asuh Emosi Orangtua dan Kontrol Diri Remaja terhadap Perilaku Bermain Game Online Remaja Laki-laki dan Perempuan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh emosi orangtua dan kontrol diri remaja terhadap perilaku bermain game online pada anak remaja. Penelitian ini melibatkan 60 responden sebagai sampel berusia 16-18 tahun dari SMK Negeri di Kota Bekasi. Pemilihan sekolah dilakukan secara purposive sedangkan pemilihan contoh dilakukan secara non-proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan teknik self-report menggunakan kuesioner. Terdapat perbedaan jenis kelamin pada kontrol diri remaja, remaja perempuan memiliki kontrol diri lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Pada perilaku bermain game online, remaja laki-laki memiliki perilaku bermain game online yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Hasil uji korelasi menemukan adanya hubungan antara jenis kelamin remaja, pendidikan ibu, dan kontrol diri remaja, dengan perilaku bermain game online pada remaja. Terdapat pengaruh secara langsung oleh kontrol diri remaja dan secara tidak langsung oleh pola asuh emosi melalui kontrol diri terhadap perilaku bermain game online

    Pengaruh Gaya Pengasuhan dan Pola Asuh Akademik Terhadap Prestasi Siswa SMP pada Daerah Pantai dan Pegunungan di Kabupaten Fakfak Papua Barat

    No full text
    Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat fakfak adalah rendahnya kualitas pendidikan pada setiap tingkatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh gaya pengasuhan dan pola asuh akademik terhadap prestasi siswa SMP di daerah pantai dan pegunungan di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Penelitian melibatkan 40 responden kelas VIII yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pola asuh akademik yang diberikan orangtua baik pada daerah pantai maupun pegunungan berada pada kategori rendah. Untuk penerapan gaya pengasuhan dapat orangtua pada daerah pantai menerapkan gaya pengasuhan penerimaan dengan skor 73 dan pegunungan dengan skor 40-60 untuk gaya pengasuhan penolakan. Pada daerah pantai dan pegunungan memiliki kekhasan prestasi masing-masing, daerah pantai dengan prestasi akademik yang baik dan daerah pegunungan dengan prestasi non akadermik yang baik. Beberapa faktor mempengaruhi prestasi siswa, baik akademik maupun non-akademik yaitu lama pendidikan orangtua, aktivitas siswa, gaya pengasuhan penolakan dan pola asuh akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan dan pola asuh akademik berpengaruh terhadap prestasi siswa SMP di Kabupaten Fakfak baik secara akademik maupun non-akademik

    Pengaruh Interaksi antara Ayah dan Ibu dengan Anak terhadap Permasalahan Perilaku Sosial Emosi Anak Usia Sekolah.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi antara ayah dan ibu dengan anak terhadap permasalahan perilaku sosial emosi anak usia sekolah. Lokasi penelitian berada di Desa Ciasmara dan Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Penelitian ini mengggunakan desain cross sectional study. Contoh pada penelitian ini adalah anak usia sekolah kelas 4 dan 5 dengan kriteria mempunyai orang tua kandung lengkap dan bertempat tinggal dekat sekolah. Sebanyak 76 anak dipilih secara purposive berdasarkan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi ayah-anak dan interaksi ibu-anak berhubungan negatif signifikan dengan permasalahan perilaku sosial emosi anak. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara interaksi ayah dan ibu dengan anak laki-laki dan anak perempuan, dan tidak ada perbedaan signifikan permasalahan perilaku sosial emosi anak laki-laki dan anak perempuan. Interaksi ayah-anak berpengaruh negatif signifikan terhadap permasalahan perilaku sosial emosi anak usia sekolah
    corecore