1,721,298 research outputs found

    Improving the Performance of State Civil Apparatus Employees at the Medan City Cleaning and Parks Service

    No full text
    83 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran absensi online dalam meningkatkan kinerja pegawai di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan. Metode penelitian ini yaitu deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi literatur, dan wawancara pada 6 orang sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan peran absensi online tidak mampu meningkatkan disiplin dan kinerja pegawai. Respon pegawai terhadap kebijakan absensi online juga rendah, absensi online tidak mampu meningkatkan kinerja pegawai. Lemahnya sanksi pelanggaran disiplin, tidak dilakukan evaluasi, lemahnya pengendalian dan pengawasan terhadap implementasi absensi online menjadi penyebab rendahnya partisipasi dan responsibility pegawai terhadap absensi online menyebabkan peran absensi online menjadi rendah dalam meningkatkan kinerja pegawai. Pejabat dan semua pegawai sebaiknya meningkatkan sense of belonging yang tinggi terhadap kehadiran absensi online yang memerlukan biaya besar untuk merealisasikannya, sehingga absensi online berperan sesuai dengan fungsi dan tujuannya. This study aims to determine the role of online attendance in improving employee performance at the Sanitation and Landscaping Office of Medan City,literature study, and interviews with 6 people as data sources.Weak control and supervision of the implementation of online attendance are the of low employee participation and responsibility for online attendance causing the role of online attendance to low in improving employee performance. Officials and all employees shouldincrease a sense of belonging to online attendance attendance which requires a large fee to make it happen, so that online attendance plays a role in accordance with its functions objectives

    Policy Implementation of Law no. 35 of 2009 concerning Rehabilitation of Drug Users at the National Narcotics Agency of North Sumatra Province

    No full text
    99 HalamanNarkotika adalah obat atau bahan yang berguna di bidang kedokteran atau layanan kesehatan dan pengembangan ilmiah. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara 2023 merupakan perwujudan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, kebijakan, program, dan kegiatan BNNP Sumatera Utara sebagai pelayanan publik. Secara umum dapat disimpulkan bahwa BNNP Sumatera Utara telah dapat merealisasikan berbagai kegiatan melalui Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba sebagaimana yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja. Sebagai satker terbentuk pada pertengahan tahun 2011 dan berperan melaksanakan fungsi kewilayan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Implementasi oleh Edward III, penelitian ini menggunakan metodologi jenis kualitatif yang menggunakan teknik wawancara, obervasi, dan juga dokumentasi. Sebagai penguat, penelitian ini juga terdiri dari informan kunci, informan utama dan informan pendukung dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Hubermen yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan simpulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi Kebijakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Rehabilitasi Pengguna Narkoba Pada Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara. Hasil dari penelitian ini adalah Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara telah melakukan kebijakan tersebut namun belum maksimal, hal tersebut diketahui melalui empat indikator yang digunakan dalam penelitian ini yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. The purpose of this study is to find out how the Policy Implementation of Law Number 35 of 2009 concerning Rehabilitation of Drug Users at the National Narcotics Agency of North Sumatra Province and find what factors support and hinder the Policy. The theory used in this study is the theory of Implementation by Edward III four indicators used in this study, namely communication, resources, disposition and bureaucratic structure. The metodelogy is description qualitatif. The results of this study are that the National Narcotics Agency of North Sumatra Province has carried out this policy but it has not been maximized

    Effectiveness of Enterprises Owned by Mart Village in Increasing Community Income in Sarang Giting Village, Dolok Stillul District, Serdang Bedagai Regency

    No full text
    70 HalamanPengembangan perekonomian dipedesaan sudah sejak lama dijalankan oleh pemerintah melalui berbagai program. BUMDes sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. BUMDes didirikan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa untuk melayani kebutuhan masyarakat desa setempat dibidang usaha. BUMDes Mart Desa Sarang Giting Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai merupakan jenis usaha yang berupa usaha dagang pangan dan sembako dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori efektivitas dengan pengukuran efektivitas Duncan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Selama penelitian ini berlangsung, peneliti menemukan data bahwa BUMDes Mart Desa Sarang giting masih belum efektif karena tidak memenuhi syarat dalam teori Duncan. Adapun syarat yang tidak terpenuhi adalah pencapaian tujuan dan juga adaptasi. Sementara syarat yang terpenuhi yaitu integrasi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa menjadi rujukan kepada Desa Sarang Giting untuk memperbaiki penerapan BUMDes Mart sehingga bisa memenuhi semua syarat yang dinyatakan dalam pengukuran efektivitas Duncan. BUMDes Mart Sarang Giting Village Dolok Masihul District Serdang Bedagai Regency is one type of business in the form of food, This research uses qualitative research with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. During this research, researchers found data that BUMDes Mart Sarang Giting Village is still not effective because it does not meet the requirements in Duncan's theory. The conditions that are not met are goal achievement and adaptation. This research is expected to be a reference to improve the implementation of BUMDes Mart so that it can meet all the requirements in Duncan's effectiveness measurement

    Optimization of Administrative Services in Processing Resident Identity Cards in Batang Panggang District, Langkat Regency

    No full text
    79 HalamanAdapun tujuan penelitian ini sebagai berikut: Untuk menganalisisBagaimana Optimalisasi Pelayanan Administrasi Dalam Pengurusan Kartu Tanda Penduduk di Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat. Untuk menganalisis apa faktor hambatan Optimalisasi Pelayanan Administrasi Dalam Pengurusan Kartu Tanda Penduduk di Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum optimal dalam memberikan pelayanan serta ketelitian dalam pemberkasan administrasi dalam hal kadang ada kesalahan di bagian administrasi dan dimasyarakatnya, kadang masyarakat lupa akan syarat syarat ketentuan yang ada, padahal ketentuan tersebut sudah terpasang dalaam bentuk Banner di Kantor Kecamatan Batang Serangan. Namun demikian masyarakat tetap menilai buruknya kinerja pegawai administrasi kependudukan. Masih banyaknya masyarakat yang merasa dirugikan dan merasa tidak nyaman terhadap hasil pelayanan yang dilaksanakan oleh pegawai karena seringnya memakai waktu yang cukup lama. Tingkat kebersihan dan sikrulasi udara sudah membaik, hal ini dapat dilihat jika seluruh informan menyatakan tingkat kebersihan dan sirkulasi udara yang ada di Kantor Kecamatan Batang Serangan kategori baik. Pegawai telah menunjukkan rasa empati pada masyarakat di Kantor Kecamatan Batang Serangan berupa memberikan pelayanan yang sama tanpa memandang stastus social terhadap masyarakat. The aim of this research is as follows: To analyze how to optimize administrative services in processing identity cards in Batang Panggang District, Langkat Regency. To analyze what are the obstacles to the Optimization of Administrative Services in Processing Resident Identity Cards in Batang Serangan District, Langkat Regency. The research method used is a qualitative method. The results of the research show that service delivery and accuracy in administrative filing is not optimal, in that sometimes there are errors in the administration and in the community, sometimes people forget the existing terms and conditions, even though these provisions have been installed in the form of a banner. at the Batang Panggang District Office. However The public continues to assess the poor performance of population administration employees. There are still many people who feel disadvantaged and feel uncomfortable with the results of services carried out by employees because they often take quite a long time. The level of cleanliness and air circulation has improved, this can be seen if all informants stated that the level of cleanliness and air circulation in the Batang Serangan District Office was in the good category. Employees have shown empathy for the community at the Batang Panggang District Office by providing the same service without looking at the social status of society

    Implementation of Regulatory Policies President Number 67 of 2021 in Controlling Pulmonary Tuberculosis in Dr. Hospital Pirngadi, Medan City, North Sumatra

    No full text
    72 HalamanPelaksanaan penemuan kasus Tuberkulosis (TB) Paru yang merupakan salah satu masalah penyakit menular penyebab utama kematian yang rentan menyerang umur produktif 15-50 tahun belum tercapai, karena kurangnya komunikasi pemerintah dan masyarakat mengakibatkan kurangnya kesadaran masyarakat dengan bahaya penyakit TB Paru. Artikel ini bertujuan mengetahui implementasi dan faktor penghambat Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 dalam penanggulangan TB Paru di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Menggunakan metode kualitatif sebagai analisis data. Kajian ini menyimpulkan bahwa Implementasi PerPres Nomor 67 Tahun 2021 di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan berjalan cukup baik. Perpres Nomor 67 Tahun 2021 sudah disosialisasikan di RSUD Dr. Pirngadi kepada dokter, perawat dan staff namun belum ada sosialisasi kepada masyarakat, tetapi jika pasien berobat mereka sudah memberikan arahan pengobatan TB Paru. Pihak RSUD Dr. Pirngadi mendukung kebijakan penanggulangan TB Paru dengan komitmen dan rasa tanggung jawab, sikap para pelaksana yang baik dalam menangani pasien serta penanggung jawaban pencatatan dan pelaporan yang berjalan dengan baik. Faktor penghambat yaitu kurangnya peran masyarakat dan pencapaian angka kesembuhan masih di bawah target nasional disebabkan kebanyakan pasien yang belum selesai pemeriksaan dan pengobatan sudah melakukan transfer pengobatan ke FasKes rujukan. Implementation of pulmonary tuberculosis (TB) case detection is one causes of infectious disease problems to attack the productive age of 15-50 years has’nt achieved, because the lack government and community communication resulting in a lack of public awareness dangers of tuberculosis. This article aims to know the implementation and inhibiting factors of Presidential Regulation Number 67 of 2021 in the implementation of TB at Dr. Pirngadi. Using qualitative methods as data analysis. This study concluded that Implementation of PerPres Number 67 of 2021 at Dr. Pirngadi is quite well. This requlation has been socialized in RSUD Dr. Pirngadi to staff but there has’nt outreach to the community, but if patients seek treatment they give directions for TB treatment. The lack of community participation and the achievement of the cure rate is still below the national target because most patients who havnt finished examination already transferred treatment to referral health facilities

    mplementation of Director General of Immigration Letter Number IMI.3-UM.01.01-1192 Year 2020 Concerning Permit Applications Live Online (IT Online) During the Covid-19 Pandemic Medan Special Class I Immigration Office

    No full text
    238 HalamanKebutuhan atas pelayanan Keimigrasian di masa pandemi Covid-19 mendorong Imigrasi menyediakan pelayanan izin tinggal orang asing secara online melalui Izin Tinggal Online (IT Online). Perintah implementasi IT Online disampaikan Direktorat Jenderal Imigrasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dan Unit Pelaksana Teknis Imigrasi di seluruh Indonesia. Observasi awal lapangan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan menunjukkan aplikasi IT Online belum bisa digunakan secara efektif dan efisien dan jumlah permohonannya terbilang kecil. Penelitian ini bertujuan mengkaji Implementasi Surat Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI.3-UM.01.01-1192 Tahun 2020 Tentang Aplikasi Izin Tinggal Online (IT Online) di masa pandemi Covid-19 pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teori Edwards III menjadi pedoman analisis dengan teori Miles, Huberman dan Saldana sebagai teknik analisis. Sumber data primer dan sekunder digunakan untuk penelitian ini dan teknik purposive sampling diterapkan untuk menentukan informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan implementasi IT Online di masa pandemi Covid-19 pada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan telah dilaksanakan namun masih belum optimal berdasarkan indikator-indikator teori Edwards III yaitu: a) komunikasi perintah kebijakan telah ditransmisikan secara jelas kepada pelaksana namun intensitasnya kurang konsisten dan sosialisasi ke masyarakat belum intensif; b) sejumlah sumber daya implementasi IT online tersedia namun kurang maksimal; c) disposisi pelaksana mendukung implementasi IT Online; dan d) struktur birokrasi, IT Online belum memiliki SOP tersendiri dan fragmentasi internal dan eksternal tergolong minim. Faktor-faktor pendukung implementasi IT Online ialah SDM memadai serta fasilitas yang menunjang pelayanan izin tinggal sedangkan faktor penghambatnya ialah kondisi aplikasi belum handal dan perlu pengembangan lebih lanjut, standar dan sasaran kebijakan cenderung samar, keuntungan relatif yang kecil, sosialisasi belum intens, dan dukungan masyarakat masih rendah. Saran kepada Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kantor Imigrasi Kelas Kelas I Khusus Medan ialah hendaknya meningkatkan kualitas aplikasi IT Online agar bisa memberikan ragam manfaat bagi pemohon izin tinggal dengan memaksimalkan anggaran IT Online maupun berkolaborasi dengan pihak eksternal serta memperbanyak sosialisasi IT Online agar dapat lebih menjangkau masyarakat luas. The need for immigration services during pandemic Covid-19 had encouraged Immigration to provide online-based service such as Izin Tinggal Online (IT Online). The implementation order of IT Online was conveyed by the Directorate General of Immigration to all Ministry of Law and Human Rights Regional Offices and the Immigration Technical Implementation Units throughout Indonesia. Preliminary field observation at Medan Special Class I Immigration Office showed that IT Online had not been used expeditiously and efficaciously and the number of applications was relatively small. The purpose of this research was to study the implementation of Circular Letter of Directorate General of Immigration Number IMI.3-UM.01.01-1192 year of 2020 about IT Online during pandemic Covid-19 in Special Class I Medan Immigration Office. The research type was descriptive with qualitative method. It used the theory of Edwards III and theory of Miles, Huberman and Saldana. The research data resources were primary and secondary data. Purposive sampling technique was applied to determine the informants. The results showed the implementation of IT Online during pandemic Covid-19 at Special Class I Medan Immigration Office had been implemented but it was not optimal as it was assessed by using Edwards III theory as follows: a) The policy of IT Online had been communicated clearly to the implementers but the intensity was inconsistent and its socialization was not intensive; b) The required resources for IT Online implementation had been available but they were insufficient; c) Implementers disposition portrayed their willingness to carry out IT Online implementation; d) Bureaucratic Structure depicted the absence of Standard Operating Procedures of IT Online and the internal and external fragmentation was minimal. The supporting factors were adequate human resources and facilities that bolster stay permit services. The obstacles in implementing IT Online were: the app unsatisfactory performance, undefined policy standard and objectives, less intensive socialization, and low community support. Thus, suggestions might be proposed to Directorate General of Immigration and Special Class I Medan Immigration Office are: (1) to advance IT Online by maximizing the budget and/or collaborating with other parties for further development of the app, and (2) to intensify the socialization of IT Online in order to make more people get to know IT Online. Increasing the socialization of IT Online can arouse public interest and willingness to support the use of the app

    Implementation of Planning and Budgeting Process Policies at the Bureau of Information Systems, Planning and Development University of North Sumatra Medan

    No full text
    214 HalamanPerencanaan dan penganggaran Biro Sistem Informasi, Perencanaan dan Pengembangan Universitas Sumatera Utara belum sepenuhnya menyasar kepada kontrak kinerja Rektor, Indikator Kinerja Utama dan Rencana Strategis Universitas Sumatera Utara. Satuan Kerja dalam melaksanakan tridharma peguruan tinggi sering melakukan revisi kegiatan, merubah kode Mata Anggaran Kegiatan serta merubah pagu anggaran kegiatan yang sudah mendapat pengesahan oleh Majelis Wali Amanat USU. Revisi itu terjadi Biro Sistem Informasi, Perencanaan dan Pengembangan USU belum mempunyai Standar Operasonal Prosedur sehingga revisi dapat dilakukan kapan saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa Implementasi Kebijakan Proses Perencanaan dan Penganggaran pada Biro Sistem Informasi, Perencanaan dan Pengembangan Universitas Sumatera Utara Medan dan untuk mengetahui faktor apa yang menjadi penghambat/kendala dalam Implementasi Kebijakan Proses Perencanaan dan Penganggaran pada Biro Sistem Informasi, Perencanaan dan Pengembangan Universitas Sumatera Utara Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan informan penelitian adalah Kepala Biro, Kepala Bagian, Kepala Subbagian dan Staf pada Biro Sistem Informasi, Perencanaan dan Pengembangan Universitas Sumatera Utara Medan. Teori yang digunakan adalah Teori kebijakan publik George C Edward III. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Proses Perencanaan dan Penanggaran pada Biro Sistem Informasi, Perencanaan dan Pengembangan telah dilaksanakan namun belum mencapai hasil yang optimal. Keberhasilan implementasi kebijakan perlu didukung wewenang dan SOP Perencanaan dan Penganggaran pada Biro Sistem Informasi, Perencanaan dan Pengembangan USU Medan. Faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Kebijakan Perencanaan dan Penganggaran pada Biro Sistem Informasi, Perencanaan dan Pengembangan Universitas Sumatera Utara yaitu komunikasi, disposisi, sumber daya, dan struktur birokrasi. Penyaluran komunikasi yang baik dan koordinasi yang baik antara pimpinan dan staf sangat diperlukan agar dapat menghasilkan suatu implementasi yang baik oleh karena itu disarankan agar menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) kebijakan proses perencanaan dan penganggaran agar dapat memberikan hasil yang optimal pada proses perencanaan dan penganggaran. Information Systems Bureau planning and budgeting, Planning and Development of the University of North Sumatra has not yet fully targeted the Chancellor's performance contract, Key Performance Indicators and Strategic Plan University of North Sumatra. The Work Units in implementing the tridharma of higher education often revise activities, change the code for the Activity Budget Item and change the activity budget ceiling that has been approved by the USU Board of Trustees. The revision occurred when the USU Information System, Planning and Development Bureau did not yet have a Standard Operating Procedure so that revisions could be made at any time. This study aims to determine and analyze the Implementation of Planning and Budgeting Process Policies at the Information Systems Bureau, Planning and Development of the University of North Sumatra Medan and to find out what factors are the obstacles / obstacles in the Implementation of the Planning and Budgeting Process Policy at the Bureau of Information Systems, Planning and Development, University of North Sumatra Medan. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach, with research informants being the Head of Bureau, Head of Section, Head of Subdivision and Staff at the Bureau of Information Systems, Planning and Development, University of North Sumatra, Medan. The theory used is George C Edward III's public policy theory. The results of this study indicate that the Planning and Budgeting Process Policy Implementation at the Information Systems, Planning and Development Bureau has been implemented but has not achieved optimal results. The success of policy implementation needs to be supported by the authority and SOP for Planning and Budgeting at the Information Systems, Planning and Development Bureau at USU Medan. The factors that influence the Implementation of Planning and Budgeting Policies at the Bureau of Information Systems, Planning and Development of the University of North Sumatra are communication, disposition, resources, and bureaucratic structure. Good communication distribution and good coordination between leadership and staff are needed in order to produce a good implementation, therefore it is recommended to issue a Standard Operating Procedure (SOP) for planning and budgeting process policies in order to provide optimal results in the planning and budgeting process

    Implementation of the Medan Mayor Regulation Number 49 of 2021 Concerning Competency Development of State Civil Servants in the Medan City Government in the Planning and Finance Section of the Medan City Regional Secretariat

    No full text
    131 HalamanTujuan penelitian ini adalah mengalisa implementasi dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Medan Nomor 49 Tahun 2021 Tentang Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Pada Pemerintah Kota Medan Di Bagian Perencanaan Dan Keuangan Sekretariat Daerah Kota Medan. Penelitian ini menerapkan Teori Edward III. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan pada penelitian ini adalah kepala Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kota Medan, Sub Koordinator Perencanaan, Pelaksana pada Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kota Medan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada peneltian ini menggunakan teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Medan Nomor 49 Tahun 2021 Tentang Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Pada Pemerintah Kota Medan Di Bagian Perencanaan Dan Keuangan Sekretariat Daerah Kota Medan sudah berjalan dengan baik namun masih terdapat kekurangan, yaitu pada aspek sumber daya. Adapun faktor yang mempengaruhi implementasi adalah faktor pendukung berupa penyaluran informasi dengan cara mengirim surat dilakukan dengan jelas dan konsisten, serta faktor penghambat berupa sumber daya manusia yang kurang antusias, anggaran yang terbatas, fasilitas tempat masih menyewa, serta kewenangan yang terbatas. The purpose of this research is to analyze the implementation and identify the factors that influence the Implementation of the Medan Mayor Regulation Number 49 of 2021 Concerning Competency Development of State Civil Servants in the Medan City Government in the Planning and Finance Section of the Medan City Regional Secretariat. This study applies Edward III's Theory. This research use desciptive qualitative approach. The informants in this study were the Head of the Planning and Finance Section of the Medan City Regional Secretariat, the Planning Sub-Coordinator, staff at the Planning and Finance Section of the Medan City Regional Secretariat. Data collection techniques in this study were observation, interviews, and documentation. The data analysis technique in this research uses the theory of Miles and Huberman. The results of the study show that the Implementation of the Policy for Medan Mayor Regulation Number 49 of 2021 Concerning the Competency Development of State Civil Servants in the Medan City Government in the Planning and Finance Section of the Medan City Regional Secretariat has gone well but there are still deficiencies, namely in the aspect of resources. The factors that influence implementation are supporting factors in the form of channeling information by sending letters done clearly and consistently, as well as inhibiting factors in the form of unenthusiastic human resources, limited budgets, facilities where they are still renting, and limited authority

    The Role of the Muara Setia Village Government in Providing Clean Water in Southeast Aceh Regency

    No full text
    96 Halamanmenganalisis bagaimana peran pemerintah desa dalam penyediaan Air bersih dan faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam penyediaan Air Bersih. dilakukan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasin, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan teori peran menurut Suhardono yang terdiri dari fasilitator, mobilisator, dan regulator. Kajian ini menyimpulkan bahwa indikator fasilitator belum terlaksana dengan baik karena pemerintah desa belum sepenuhnya memberikan fasilitas kepada masyarakat karena fasilitas mengalami keterlambatan yang mengakibatkan pembangunan penyediaan Air Bersih tertunda. Indikator mobilisator sudah tergolong baik dalam menggerakkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Indikator regulator sudah terlaksana dengan baik karena peraturan yang ditetapkan pemerintah desa dapat diterima oleh masyarakat dan masyarak sudah menjalankan peraturan yang sudah ditetapkan. The government's role in providing clean water in a village is currently not very comprehensive because there are several obstacles to developing clean water supplies. This research aims to find out and analyze the role of the village government in providing clean water and what factors hinder the provision of clean water. carried out using qualitative methods. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. The researchresults show that by using role theory according to Suhardono which consists of facilitator, mobilizer and regulator. This study concludes that the facilitator indicators have not been implemented well because the village government has notfully provided facilities to the community because the facilities have been delayed which has resulted in the construction of the Clean Water supply being delayed. Mobilizer indicators are considered good in mobilizing the community to participate in development. Regulatory indicators have been implemented well because the regulations set by the village government can be accepted by the community and the community has implemented the regulations that have been set

    Analysis of the Influence of Individual Factors, Organizational Culture, and Incentives on Employee Performance at the Regional Secretariat of Southeast Aceh District

    No full text
    90 HalamanTesis ini adalah hasil penelitian kuantitatif yang berjudul Analisis Pengaruh Faktor Individu, Budaya Organisasi, dan Insentif Terhadap Kinerja Pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara. Untuk menjawab bagaimana faktor individu, budaya organisasi, dan insentif secara simultan mempengaruhi kinerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara? Bagaimana faktor individu, budaya organisasi, dan insentif secara parsial mempengaruhi kinerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara? Faktor manakah yang paling dominan dalam mempengaruhi kinerja? Data penelitian dihimpun melalui observasi awal dan pengisian daftar pernyataan oleh responden yang ditetapkan sebagai sampel pada penelitian ini. Selanjutnya dianalisis dengan analisis kuantitatif. Pada uji F hasilnya menyatakan secara simultan terdapat pengaruh signifikan antara Faktor Individu (X1), Budaya Organisasi (X2), dan Insentif (X3) terhadap Kinerja (Y) pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara. Pada Uji t, menunjukkan bahwa tidak terdapat dampak signifikan dari Faktor Individu (X1) dan Budaya Organisasi (X2) terhadap Kinerja (Y). Sedangkan terdapat dampak yang signifikan Insentif (X3) terhadap Kinerja (Y). Sehingga Insentif menjadi variabel yang paling berdampak terhadap kinerja. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka disarankan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tenggara dapat lebih menjaga atau meningkatkan faktor individu, budaya organisasi, dan insentif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara. Kedua, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tenggara hendaknya lebih melakukan pendekatan berbasis kinerja melalui penerapan pemberian penghargaan dan sanksi (punishment) secara berkeadilan terhadap Aparatur Sipil di Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara. Dan ketiga, bagi peneliti selanjutnya disarankan melakukan pengembangan metode penelitian yang diharapkan dapat mengatasi masalah bias persepsi responden tentang item pernyataan, sehingga maksud pernyataan dapat dipahami responden dan hasilnya menghasilkan data yang akurat. This thesis is the result of a quantitative study entitled Analysis of the Influence of Individual Factors, Organizational Culture, and Incentives on Employee Performance at the Regional Secretariat of Southeast Aceh Regency. To answer how individual factors, organizational culture, and incentives simultaneously affect the performance of the employees of the Southeast Aceh District Secretariat? How do individual factors, organizational culture, and incentives partially affect the performance of the employees of the Southeast Aceh District Secretariat? Which factor is the most dominant in influencing performance? Research data were collected through initial observations and filling out a list of statements by respondents who were designated as samples in this study. Further analyzed by quantitative analysis. In the F test the results that simultaneously there is a significant influence between Individual Factors (X1), Organizational Culture (X2), and Incentives (X3) on the Performance (Y) of the Regional Secretariat of Southeast Aceh Regency employees. In the t-test, it shows that there is no significant impact of Individual Factors (X1) and Organizational Culture (X2) on Performance (Y). Meanwhile, there is a significant impact of Incentives (X3) on Performance (Y). So that Incentives become the variable that has the most impact on performance. In line with the conclusions above, it is suggested to the Regional Secretary of Southeast Aceh Regency to be able to further maintain or improve individual factors, organizational culture, and incentives for State Civil Apparatus (ASN) at the Regional Secretariat of Southeast Aceh Regency. Second, the Regional Secretary of the Southeast Aceh Regency should take a more performance-based approach through the application of fair rewards and sanctions (punishment) to the State Civil Apparatus at the Southeast Aceh Regency Regional Secretariat. And third, it is recommended for further researchers to develop research methods that are expected to overcome the problem of bias in respondents' perceptions of statement items, so that the meaning of the statement can be understood by the respondent and the results produce accurate data
    corecore