1,720,974 research outputs found
Analisa Pengendalian Kualitas Produksi Sarden 125 Gram Menggunakan Metode Spc Dan Fmea
Seiring berkembangnya zaman dan persaingan industri yang semakin ketat mengakibatkan perusahaan harus memberikan jaminan kualitas produk agar mampu bersaing dalam pangsa pasar. Demi tercapainya hal tersebut, maka perusahaan harus melakukan pengendalian kualitas produk. Pengendalian kualitas merupakan salah satu teknik yang perlu dilakukan mulai dari sebelum proses produksi dilakukan, saat proses produksi, setelah produksi dan berakhir dengan menghasilkan produk akhir
Pengaruh Temperatur Annealing Dan Perbandingan Campuran Sensitizer Dye Klorofil Dan Antosianin Terhadap Karakteristik Dye Sensitized Solar Cells
Dari penelitian pembuatan kaca FTO dan DSSC yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Hasil dari pengujian resistansi terbaik yaitu temperatur 450 0C nilai resistansi 49,8 Ω dan hasil resistansi terburuk pada temperatur 400 0C nilai resistansi 90,55 Ω. Pengujian resistivitas memiliki nilai terbaik pada temperatur 450 0C nilai resistivitas 2,4 Ωcm dan nilai terburuk pada temperatur 400 0C nilai resistivitas 9,17 Ωcm. Hasil transmitansi terbaik pada temperatur 400 0C nilai transmitansi 99,26 % dan nilai terburuk pada temperatur 450 0C nilai transmitansi 91,21 %.
2. Hasil karakteristik dari pengujian XRD pada bahan TiO2 membuktikan bahwa pasta yang digunakan menghasilkan fasa anatase yang cocok untuk diaplikasikan pada DSSC. Bentuk morfologi dari pengujian SEM menunjukkan bahwa lapisan tipis TiO2 membentuk rongga.
3. Hasil pengujian absorbansi terbaik pada variasi dye campuran (1:2) nilai absorbansi 1,87 (a.u) dan terburuk yaitu dye tunggal daun bayam nilai absorbansi 0,640 (a.u). Hasil efisiensi tertinggi didapatkan pada variasi dye campuran (1:2) dengan efisiensi 0,3935 % dan hasil efisiensi terendah adalah dye tunggal beras ketan dengan efisiensi 0,0288 %
Perancangan Dan Pembuatan Mesin Peniris Minyak (Bagian Dinamis)
Setelah melihat permasalahan yang ada pada laboratorium mekanik Jurusan
Teknik Mesin Universitas Jember, dalam hal ini keterbatasan mesin poles yang
dapat di fungsikan untuk praktikum. Hanya ada satu mesin dengan 1 piringan
pemoles. Hal ini lah yang menjadi dasar pertimbangan kami untuk membuat
mesin poles dengan mengunakan dua piringan dan penambahan cekam spesimen
untuk alat bantu praktikum di laboratorium mekanik Universitas Jember.
Pembuatan rangka yang kuat sangat dibutuhkan untuk menahan beban
dinamis pada saat putaran rpm motor tinggi agar memberi kenyaman bagi
pengguna mesin poles uji mikro ini, juga dibuat rangka yang bias menahan
getaran motor agar alat ini tidak bergerak atau bergeser saat melakukan
pemolesan. Jadi dengan adanya mesin polishing ini, diharapkan mahasiswa
mampu memaksimalkan praktikum dengan sebaikbaiknya.
Cara kerja alat ini prinsipnya sama dengan alat elektronik, pertama-tama
disambungkan dengan sumber tegangan sebesaryang kemudian dengan
menggunakan transformator diturunkan tegangannya, sesuai dengan tegangan
yang dibutuhkan motor listrik. Selanjutnya motor AC berputar yang otomatis
menggerakkan dua piringan logam karena dihubungkan dengan menggunakan
puli dan belt. Kedua piringan logam ini dapat diatur kecepatan putarannya dengan
menggunakan rangkaian pengatur kecepatan motor listrik, terdapat 3 variasi
kecepatan yang dapat digunakan. Dengan menggunakan variasi kecepatan, dapat
dihasilkan sebuah proses pemolesan yang hasilnya dapat sesuai dengan
keinginan (Sawitri, 2011).
Alat poles uji mikro menggunakan double disk ini dapat menahan semua
beban dari komponen statis maupun komponen dinamis, dan untuk getaran alat ini
tidak mampu meredam getaran yang terjadi pada saat motor berjalan. Pada desain sambungan las pada rangka, pengelasan dari pengujian kedua terjadi retakan pada
rangka. Pada desain rangka, alat poles uji mikro ini sudah di desain dengan
penambahan disk poles dari yang sebelumnya yang menggunakan 1 disk poles,
penambahan 2 disk poles dapat mempercepat dalam pemolesan, dan juga
penambahan cekam spesimen yang berguna agar memberi kenyamanan dan
pengguna dapat lebih safety dalam penggunaannya
Studi eksperimen dan numerik aliran melintasi tiga buah silinder sirkular yang tersusun secara equilateral triangular dengan penambahan inlet disturbance body
Aliran eksternal melintasi bluff body mengalami perkembangan pesat
setelah ditemukan konsep boundary layer oleh Ludwig Prandtl (1904), seiring
dengan pesatnya perkembangan aplikasi teknik dari aliran melintasi bluff body ini
seperti aplikasi pada heat exchanger, bangunan penyangga jalan tol dan bangunan
lepas pantai. Penelitian ini terfokus pada bilangan Reynolds tinggi sesuai dengan
kebutuhan aplikasi teknik yang ada. Penelitian ini membahas tentang
pengendalian pasif pada bluff body berupa silinder sirkular dengan metode
penambahan bodi pengganggu pada masing – masing bagian upstream dari tiga
buah silinder sirkular utama yang tersusun secara equilateral triangular dan
variasi jarak S/D dari susunan ketiga buah silinder tersebut.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dan numerik. Tujuan dari
penelitian ini secara eksperimen adalah mengetahui efektifitas teknik
pengontrolan pasif lapis batas dari fluida, pengaruh blockage ratio terhadap
kecepatan rata – rata pada Re konstan, menganalisis pola aliran pada permukaan
silinder melalui koefisien pressure drag dan koefisien pressure. Sedangkan tujuan
penelitian secara numerik untuk mengetahui efek blockage melalui visualisasi
aliran yang terbentuk, sehingga dapat juga diketahui karakteristik wake yang
terbentuk pada ketiga buah silinder yang tersusun secara equilateral triangular
dengan penambahan dua buah pengganggu berbentuk silinder sirkular pada
bagian upstream masing – masing silinder utama.
Penelitian secara eksperimen diawali dengan kalibrasi alat ukur
dilanjutkan pengambilan data dengan mengukur tekanan yang terjadi sepanjang
kontur silinder yang dipasang pressure tap dengan memutar silinder dari 00 – 1800
pada interval 50, kemudian mengukur profil kecepatan aliran dimulai dari dinding
atas saluran uji sampai dinding bawah dengan interval 5 mm. Penelitian secara
numerik diawali dengan tahap pre-processing yang meliputi pembuatan domain,
mesh dan menentukan kondisi batas menggunakan CFD komersial Gambit 2.4.6,
dilanjutkan tahap processing diawali dengan memasukkan parameter yang
diperlukan untuk proses pengambilan data kemudian di running menggunakan
CFD komersial Fluent 6.3.26. Tahap akhir adalah tahap post-processing yang
merupakan tahap pengolahan data – data hasil running baik dalam bentuk
visualisasi kontur maupun data kuantitatif yang kemudian diolah dalam bentuk
grafik. Melalui penambahan dua buah pengganggu pada masing – masing bagian
upstream dari bluff body utama dan variasi jarak S/D terhadap ketiga buah silinder
yang tersusun secara equilateral triangular diharapkan dapat mempengaruhi besarnya reduksi terhadap gaya drag yang terbentuk sehingga dapat
meningkatkan pressure drop.
Dari hasil pengambilan data baik secara numerik maupun eksperimen
menunjukkan adanya penurunan koefisien drag karena adanya penambahan
silinder pengganggu (inlet disturbance body) pada bagian upstream masing –
masing silinder dari kelompok silinder yang tersusun secara equilateral
triangular. Koefisien drag terendah terjadi pada jarak stagger S/D = 2,5 yang
masih termasuk ke dalam kelompok medium gap spacing dimana pengaruh antar
silinder masih sangat kuat. Hal ini juga dijelaskan pada penelitian Gu dan Sun
(2000). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan
pengendalian pasif melalui penambahan silinder pengganggu efektif dalam upaya
mereduksi gaya drag.
==========================================================================================================
External flow across bluff body has developed rapidly after the discovery
of the concept of boundary layer by Ludwig Prandtl (1904), along with the rapid
development of engineering applications of flow across bluff body, such
as the heat exchanger applications, highways building and offshore
buildings. This study focused on high Reynolds number according to the needs of
existing engineering applications. This study discusses the passive control
of the bluff body in the form of a circular cylinder with a method of adding inlet
disturbance body on each upstream section of
the three main circular cylinders arranged
in equilateral triangular and variations within the S / D of the third arrangement
of the cylinders.
This research was carried out experimentally and numerically. The
purpose of this study was to determine the effectiveness of
the experimental techniques of passive control of the fluid boundary layer, the
effect of blockage ratio to average speed at constant Re, analyze the
flow pattern on the surface of the cylinder through
the pressure drag coefficient and the pressure coefficient. While the purpose of the
study numerically to determine the effect of blockage through flow
visualization formed, so it can also be known characteristics of the wake
that formed on three cylinders are arranged in equilateral triangular with the
addition of two circular cylinder inlet disturbance body on the upstream part of
each main cylinder.
Experimental research begins with the calibration of measuring
instruments, then collect data by measuring the pressure that occurs along the
contour of the cylinder fitted with a rotating cylinder pressure tap of 00-1800 at
intervals of 50, then measure the flow velocity profile starting from the top wall of
the test section until the bottom wall at intervals of 5 mm. Numerically study
begins with the pre-processing stage that includes domain manufacture,
manufacture of mesh and determine the boundary conditions using commercial
CFD Gambit 2.4.6, then continue processing stage begins by entering parameters -
parameters required for the retrieval of data later in the running using commercial
CFD Fluent 3.6.26. The final stage is the post-processing stage which is the stage
of data processing from the results of running either in the form of contour
visualization and quantitative data are then processed in the form of graphs.
Through the addition of two circular cylinder inlet disturbance body on each upstream section of the main body bluff and variations within the S / D of the
three cylinders are arranged in equilateral triangular expected to affect the
magnitude of the reduction of the drag force is formed so as to increase the
pressure drop.
From the captured data both numerically and experimentally showed a
decrease in drag coefficient due to the addition of inlet disturbance body on the
upstream of each cylinder in a group of cylinder arranged in equilateral triangular.
Lowest drag coefficient occurs at a distance stagger S / D = 2.5 which still
belongs to the group of medium gap between the cylinder spacing where the
influence is still very strong. It is also clear from the research Gu and Sun (2000).
It can be concluded that the passive control through the addition of an effective
inlet disturbance body in an attempt to reduce the drag force
EFEK PEMASANGAN ISOLATOR TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR LPG MESIN SANGRAI BIJI KOPI INDUSTRI KECIL
Coffee beans in Jember Regency continue to be increased in line with the expansion of new crop fields. New coffee plantations plus 9 hectares were based on data from the Jember Regency Statistics Agency from 2008. Coffee bean production in Jember District in 2011 totaled 28,961.79 quintals, from 22,080.47 quintals for 2010. (Budiharjo, 2014). The increase in coffee bean production and land area is not followed by the level of prosperity of coffee farmers who own the land (Budiharjo, 2014). An appropriate technology to increase the selling value of coffee products are roasting and packaging. The roasting method used greatly affects the quality of coffee. This study focused on the variation of insulators applied to roasting machines. The purpose of this study was to determine the rate of heat loss from the coffee roaster machine after being given the addition of an insulator and find out how much coffee production costs using a roaster machine which was given the addition of an insulator. Experimental research using a coffee roaster machine with LPG fuel with a capacity of 10 kg. Research was carried out by varying the insulators used such as without insulators, adding aluminum foil, adding glass wool, adding wood powder, adding glass wool and extruded polystrene foam, the last addition wood powder and extruded polystrene foam. Data retrieval was carried out using a temperature sensor and data logger with four thermocouple types K mak 6675. In addition to data retrieval of temperature, LPG consumption data was also collected. The results showed that the smaller thermal conductivity of an insulating material, produced lower heat ratio and lower fuel consumption
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Pengaruh Penambahan Diffuser terhadap Performa 3D Print Turbin Hidrokinetik Helilcal Savonius (Twist Angle 45o)
Jurnal Teknik Mesin: Vol. 07, No. 2, Juni 2018Energi potensial dan energi kinetik air merupakan salah satu bentuk energi terbarukan yang
sangat potensial dan terus dikembangkan di Indonesia. Tenaga hidro (hydropower) adalah energi yang
diperoleh dari air yang mengalir. Potensi energi yang dimiliki air dapat dimanfaatkan dan diubah ke
dalam wujud energi lain seperti energi mekanis dan energi listrik menggunakan alat pengkonversi, yaitu
turbin air. Turbin jenis Savonius dipilih karena beberapa kelebihan, antara lain biaya manufaktur rendah,
mampu berputar pada kecepatan air yang rendah, mampu menerima aliran air dari segala arah dan
memiliki starting awal yang mudah. Untuk peningkatan performa turbin Savonius dipilih profil sudu yang
tepat dan penambahan diffuser. Dalam penelitian ini dipilih profil sudu tipe helical savonius. Kelebihan
turbin jenis helical savonius rotor ini memiliki nilai positif pada nilai koefisien torsi statis, sedangkan pada
jenis turbin savonius biasa memiliki nilai koefisien torsi statis negatif pada 135
0
-165
dalam satu siklus 360
. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa turbin angin helical savonius
pada sudut puntir 45
0
0
jika diterapkan menjadi turbin hidrokinetik. Selain itu penelitian ini juga dilakukan
dengan menambahkan diffuser pada sisi inlet yang bertujuan untuk lebih meningkatkan efisiensi turbin
bila dibandingkan dengan tanpa penambahan diffuser. Penelitian dilakukan secara eksperimen, diuji
pada beberapa variasi angka Reynold antara lain 1,2×〖10〗^5 (V = 0,6 m/s); 1,5×〖10〗^5 (V= 0,75
m/s) dan 1,8×〖10〗^5 (V= 0,9 m/s). Peneliti menguji pada kecepatan air rendah agar dapat
diaplikasikan di sungai maupun saluran irigasi
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
