5 research outputs found

    Syekh Abdullah Ahmad Figure of Renewal Islamic Education

    Full text link
    This research aims to find out what Abdullah Ahmad's idea of renewing Islamic  education was. The type of research used is qualitative research with a historical  approach. This research data was taken from the Google Scholar database, the author  used Google Scholar as the main source of information by analyzing documents related  to the idea of renewing Islamic education by Abdullah Ahmad. The results of this  research show that first, the curriculum according to H. Abdullah Ahmad is that there  is no separation between general knowledge and religious knowledge, the two must be  balanced, not separated. Second, effective learning methods according to H. Abdullah  Ahmad, namely; (a) debating club method, (b) praise and punishment method, (c) play  and recreation method. Third, the learning media offered by H. Abdullah Ahmad uses a  system of using tables, chairs and whiteboards in the learning process. Fourth, Media,  the use of print media as a learning medium according to H. Abdullah Ahmad is also  necessary so that the educational message reaches the learning objectives. Fifth,  Education Cost Budget. With the change to HIS, Adabiyah succeeded in getting  subsidies from the Dutch colonial government

    Sistem Ketertelusuran Pada Industri Pangan Dan Produk Hasil Pertanian

    Full text link
    Ketertelusuran adalah kemampuan dari suatu sistem untuk menelusuri produk dan riwayatnya melalui seluruh atau bagian dari rantai produksi, mulai dari saat pemanenan terhadap ketertelusuran pada produk pangan dan hasil pertanian dalam 10 tahun terakhir ini cenderung meningkat secara signifikan seiring dengan meningkatnya kasus yang berhubungan dengan keamanan pangan dan penyakit langka (seperti penyakit kuku dan mulut, penyakit sapi gila, kontaminasi mikrobiologi pada produk segar, senyawa dioksin pada produk peternakan) serta meningkatnya perhatian dampak pangan hasil rekayasa genetika (GMO) pada rantai pangan manusia dan lingkungan. Implemnebtasi sistem ketertelusuran mempunyai aspek-aspek penying yang berhubungan dengan keamanan pangan, mutu dan labeling produk pangan. Cepatnya perkembangan pada teknologi informasi telah menyebabkan kemungkinan untuk menerapkan sistem ketertelusuran dalam industri pangan. Bagi produsen pangan skala kecil, pengembangan sistem secara kelompok dan sertifikasinya memudahkan dalam mengatasi kendala yang dihadapi pada penerapan sistem ketertelusuran, dengan penguatan kapasitas dalam pemilihan jenis teknologi tepat guna untuk ketertelusuran. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai konsep dan definisi ketertelusuran, keuntungan sistem ketertelusuran bagi industri pangan, pemerintah dan konsumen, implementasi sistem ketertelusuran pada produk pangan dan produk hasil pertanian, serta kendala dan peluang penerapan sistem ketertelusuran

    (Prediction of Vaporization Latent Heat of White and Black Pepper Beans (Piper Ningrum L.) for Drying Application)

    Full text link
    In most drying application the latent heat is determinaned by considering the evaporation of free water as given in the steam tables. The use of these data for latent heat, especialy with crop at a low moinsture content, present considerable error. The equalibrium moinsture data may be used as a basis for determining the latent heat. Experiment was carried out by drying pepper beans to remove its moinsture at some temperature levels (35,45,55 and 65

    Pengembangan Pembuatan sosis Ikan Cucut (The Development Of Shark Meat Sausage Manufacture)

    Full text link
    Sosis ikan cucut dibuat dengan margarine 5%, tepung tapiokka 6%, gula pasir 1%, garam 1%, bumbu-bumbu 2,5% (terdiri dari bawang merah, bawang putih, lada, jahe, ketumbar, MSG dan pala dengan perbandingan  6 : 5 : 5 : 6: 1 : 1 : 1) dan dikukus pada suhu 90-95 derajat C selama 60 menit. Cara ini memberikan hasil sosis dengan warna, aroma, rasa dan tekstur yang dapat diterima konsumen dan secara mikrobiollogis memenuhi standard aging olah dan sosis olah yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan.Penambahan bahan ‘curing’ yang terdiri dari Natrium nitrit 150 ppm dan asam Askorbat 500 ppm menghasilkan sosis yang warnanya kemerah-merahan, tetapi tidak menunjukkan beda nayata dalam hal penerimaan oleh konsumen.Dengan harga produk Rp. 2.400/kg, perhitungan kasar menunjukkan bahwa pembuatan sosis ikan cucut seperti yang dilakukan dalam percobaan ini dapat memberikan keuntungan sebesar 19, 4%

    (A study on microencapsulation of pepper oleoresin by using spray drying)

    Full text link
    Microencapsulation of pepper oleoresin was conducted by using spray dryer in which gelatin, Tween 80, sodium alginat and dextrin were the wall material and pepper oleoresin and lecithin were the core material.The influence of solids concentration and drying condition on the product of microencapsulation and the retention of piperine and volatile oil.Drying temperature,however,may decrease the content of piperine and volatile oil in the product microencapsulated
    corecore