1,720,969 research outputs found

    EKSPERIMENTAL PENGARUH JARAK EKSITER TERHADAP KARAKTERISTIK GETARAN APLIKASI PADA SAYAP PESAWAT TERBANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat praktikum getaran untuk membandingkan getaran suatu bahan misalnya,  membandingkan karakteristik getaran (frekuensi natural dan kekakuan) antara bahan aluminium dan bahan baja. Penelitian ini menggunakan metode spektrum, dimana eksiter divariasikan pada 10 perletakan, dan menggunakan tumpuan kantilever dengan dimensi balok yaitu panjang bahan 100 cm, tebal bahan 2,55 cm, dan tinggi bahan 1,25 cm, dan alat yang digunakan adalah IRD analyzer yang terdiri dari sensor getaran, unit pengatur kecepatan, dan motor penggetar. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bahan baja mempunyai nilai karakteristik yang lebih tinggi dibanding bahan aluminium, dan nilai dari frekuensi pribadi dan kekakuan menunjukkan tidak ada pengaruh dari jarak perletakan eksiter terhadap karakteristik getaran (frekuensi pribadi dan kekakuan)

    EKSPERIMENTAL PENGARUH MOTOR PENGGETAR PADA BALOK BAJA DAN ALUMINIUM TERHADAP KARAKTERISTIK GETARAN

    No full text
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan frekuensi pribadi dari sistem balok dengan tumpuan jepi-bebas pada masing-masing bahan uji secara eksperimental. Pada penelitian ini secara eksperiment frekuensi pribadi dan karakteristik getaran digunakan metode analisis spektum. Jenis pengukuran yaitu Defleksi / simpangan balok getar, Fungsi Respon Frekuensi (FRF), dan Spektrum. Posisi perletakan eksiter bervariasi dari 1/5L; 2/5L; 3/5L; 4/5L; dan L. Bahan dan peralatan yang akan digunakan adalah Baja karbon dan Aliminium yang berbentuk balok, dengan dimensi sebagai berikut Panjang(L) 100 cm, Lebar(b) 2.55 cm, dan Tebal (h)  1.25 cm. Sedangkan Alat pada penelitian ini yaitu, IRD Analyser untuk pengukuran simpangan, dan untuk pengukuran kecepatan getaran (vibrasi), Unit pengatur kecepatan, Tachometer untuk mengukur kecepatan motor penggetar (eksiter) yang digunakan, dan Motor Penggetar (Eksiter). Hasil penelitian yang diperoleh adalah dari kaji eksperimental, untuk bahan baja frekuensi natural (ωn) tertinggi adalah 3200 cpm yang terjadi pada perletakan jarak eksiter 20 cm  dan terendah adalah 2620 cpm yang terjadi pada perletakan jarak eksiter 50 cm. Sedangkan untuk bahan aluminium frekuensi natural (ωn) tertinggi adalah 3190 cpm yang terjadi pada perletakan jarak eksiter 40 cm. dan terendah adalah 2610 cpm yang terjadi pada jarak eksiter 30 cm. Frekuensi pribadi (ωn) pada eksperimental bahan baja lebih tinggi dibandingkan dengan bahan aluminium. Kata kunci: karakteristik getaran, frekwensi natural, eksiter, analisis spektrum, eksperimental, baja, aluminium. ABSTRACT [Experimental Effect of Vibrating Motor Placement against Vibration Characteristics of Steel and Aluminum]. The purpose of this study was to determine the natural frequency of the beam system with free support for each test material experimentally. In this study, experimentally the natural frequency and vibration characteristics were used by the spectrum analysis method. The types of measurements are the deflection of the vibrating beam, the Frequency Response Function (FRF), and the Spectrum. The position of the exciter placement varies from 1/5L; 2/5L; 3/5L; 4/5L; and L. Materials and equipment to be used are carbon steel and aluminum in the form of a beam, with the following dimensions Length (L) 100 cm, Width (b) 2.55 cm, and Thickness (h) 1.25 cm. While the tools in this study are the IRD Analyzer for measuring the deviation, and for measuring the speed of vibration (vibration), the speed control unit, the Tachometer for measuring the speed of the vibrating motor (exciter) used, and the Vibrating Motor (Exciter). The results obtained are from experimental studies, for steel materials the highest natural frequency (ωn) is 3200 cpm which occurs at 20 cm exciter spacing and the lowest is 2620 cpm which occurs at 50 cm exciter spacing. Meanwhile, for aluminum material, the highest natural frequency (ωn) is 3190 cpm which occurs at a 40 cm exciter distance. And the lowest is 2610 cpm which occurs at an exciter distance of 30 cm. The personal frequency (ωn) in the experimental steel material is higher than that of the aluminum material. Keywords: vibration characteristics, natural frequency, vibrator, spectrum analysis, experimental, steel, aluminum

    KAJI EKSPERIMENTAL GETARAN BALOK KOMPOSIT LAMINA YANG DIPERKUAT SERAT ABACA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis frekuensi alami (w n) dan kekakuan (k) sebagai efek laminasi serat dan berbagai posisi dari exciter pada serat abaca epoxy balok matriks komposit, dan (2) menentukan modulus elastisitas (E) melalui pengujian tarik. Spektrum metode penelitian untuk analisis eksperimental. Untuk analisis eksperimental, ada 5 posisi berbagai exciters. Dukungan itu tetap bebas (kantilever) yang terbuat dari epoxy komposit diperkuat dengan serat abaca dalam bentuk balok dengan panjang 50 cm, lebar 3 cm, dan ketebalan 2 cm. Setiap komposit terdiri dari tiga jenis laminasi: 0 ° / 0 ° / 0 °, -45 ° / 0 ° / 45 °, dan -90 ° / 0 ° / 90 °. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai frekuensi natural (w n), rigiditas (k), modulus elastisitas (E) dipengaruhi oleh laminasi serat (maksimum dalam arah serat abaca   0 ° / 0 ° / 0 ° dan minimum di laminasi abaca serat fiber -90 ° / 0 ° / 90 °). Nilai dari frekuensi alami (w n) dan kekakuan (k) menurun dengan meningkatnya jarak dari posisi exciter dari kantilever. Frekuensi natural (w n) dan kekakuan (k) nilai yang diperoleh secara eksperimental lebih besar daripada nilai yang diperoleh secara numerik.

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI BAHAN BAKAR BIODIESEL DENGAN PENCAMPURAN MINYAK PIROLISIS KULIT METE

    No full text
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pencampuran minyak jelantah sebagai bahan bakar biodiesel dengan pencampuran minyak pirolisis kulit mete sebagai bahan bakar alternatif. Bahan Baku yang digunakan adalah minyak jelantah dan minyak pirolisis kulit mete. Metode pencampuran minyak jelantah dengan minyak pirolisis kulit mete masing-masing menggunakan perbandingan minyak jelantah 60%: 40%, 40%: 60% dan 50%: 50% kemudian hasil pencampuran minyak jelantah dilakukan pengujian pembakaran menggunakan kompor minyak dengan mendidihkan air. Hasil penelitian menujukkan bahwa waktu didih rata yang diperoleh dari masing-masing campuran adalah 55, 25 menit untuk campuran minyak jelantah 60%: 40%, campuran 40%: 60% adalah 37, 65 menit dan pada campuran 50%: 50% adalah 41, 21 menit.  Kata kunci: minyak jelantah, minyak pirolisis kulit mete, kompor minyak. ABSTRACT [Pengolahan Minyak Jelantah Sebagai Bahan Bakar Biodiesel Dengan Pencampuran Minyak Pirolisis Kulit Mete]. The purpose of this study was to determine the effect of mixing used cooking oil as biodiesel fuel with cashew nut shell pyrolysis oil as an alternative fuel. The raw materials used are used cooking oil and cashew nut shell pyrolysis oil. The method of mixing used cooking oil with skin pyrolysis oil uses a ratio of 60%: 40%, 40%: 60% and 50%: 50% cooking oil respectively. The results showed that the average boiling time obtained from each mixture was 55.25 minutes for a mixture of cooking oil 60%: 40%, a mixture of 40%: 60% was 37.65 minutes and for a mixture of 50%: 50% it was 41, 21 minutes. Keywords: cooking oil, cashew shell pyrolysis oil, and oil stove.

    KAJI EKSPERIMENTAL GETARAN BALOK KOMPOSIT EPOKSI YANG DIPERKUAT SERAT IJUK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisa frekuensi pribadi (wn ), dan kekakuan (k)  pada balok komposit serat ijuk, (2) menentukan modulus Elastisitas (E) melalui pengujian tarik. Metode penelitian adalah metode spectrum untuk analisa eksperimental menggunakan lima posisi exciter dan menggunakan tumpuan bebas (kantilever) yang terbuat dari komposit epoksi yang diperkuat dengan serat ijuk  dalam bentuk bolak-balik dengan panjang 50 cm, lebar 3 cm, dan ketebalan 2cm. Setiap komposit terdiri dari tiga jenis laminasi yakni: 0°/0° , 0°/45°, dan 0°/90°.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi pribadi (wn), kekakuan (k), modulus elastisitas (E) dipengaruhi oleh laminasi serat. Nilai dari frekuensi pribadi (wn), dan kekakuan(k)  menurun terhadap peningkatan jarak dari posisi exciter dan tumpuan kantilever. Secara eksperimental, nilai frekuensi pribadi (wn), dan kekakuan (k) yang diperoleh lebih besar dari pada nilai yang diperoleh secara numerik

    ANALISIS KEKUATAN PEGAS DAUN (LEAF SPRING) PADA SUZUKI CARRY FUTURA 1.5 MEGA CARGO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan pegas daun pada beban tegangang bending dan defleksi maksimum dari pegas daun Mobil Suzuki Carry. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan memvariasikan beban angkut kendaraan sebesar 50, 100, 150, 200, 250, 300, 350, 400, 450, 500, 550, 600, 650, 736, 808, 858, 919, 994, dan 1049kg. Dengan analisa regresi menghasilkan tegangan lentur maksimum dari batasan material sebesar 10967,975 kg/cm2 dan dari dinas perhubungan sebesar 4770,61 kg/cm2 sedangkan defleksi maksimum dari batasan material sebesar 23,485cm dan dari batasan dinas perhubungan sebesar 8,828cm. Berat beban angkut kendaraan jika ditinjau dari kekuatan material masih dapat mengangkut beban sebesar 2981,3kg dan jika ditinjau dari dinas perhubungan berat beban angkut kendaraan sebesar 1051kg. Dan secara umum besar tegangan maksimum dan defleksi maksimum yang terjadi masih dibawah tegangan  ijin bahan, sehingga masih aman digunakan
    corecore