1,720,988 research outputs found
Simposium pengajaran sejarah (kumpulan makalah diskusi)
Simposium tersebut membahas berbagai aspek mengenai
pengajaran sejarah. Diantaranya tentang proses belajar mengajar, materi pengajaran sejarah, alat peraga dan visualisasi pelajaran sejarah, buku-buku paket, guru sejarah dan guru pengajar sejarah serta kemungkinan pengembangan dimensi-dimensi tersebut dimasa yang akan datang. Penerbitan kumpulan makalah simposium ini dimaksudkan untuk memberi informasi kepada masyarakat yang berkecimpung dalam dunia kependidikan terutama tentang permasalahan-permasalahan di dalam sistem pengajaran sejarah
Ternate sebagai Bandar Jalur Sutra
Secara khusus jalur perdagangan antara Asia dengan Eropa
disebut dengan jalur sutra dalam bahasa Inggrisnya biasa
dinamakan silk roads. Silk roach: adalah nama puitis yang
diberikan kepadajalur perdagangan yang terbentang dart timur
ke barat sejak dahulu kala. Sutra memang menjadi komoditi
terpenting dart timur yang memacu para pedagang Eropa untuk
mencarinya. Selain sutra tentu ada komoditi lain yang
merupakan obsesi daii negara Eropa seperti rempah-rempah,
keramik, batu permata dan lain sebagainya.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa Ternate merupakan
pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran
antar bangsa. Lokasinya merupakan jalur yang menghubungkan antara Jawa dan Sulawesi telah tercipta suatu peninggalan-peninggalan purbakala, kesenian yang merupakan bukti tentang masuknya aneka ragam kebudayaan dari berbagai penjuru dunia seperti Arab, India, Cina dan Eropa
Sistem pemerintahan tradisional di Nusa Tenggara Timur
Dewasa ini hampir tidak ada masyarakat di dunia yang tidak
mengalami kontak-kontak budaya dengan masyarakat di luar
lingkungannya. Meningkatnya kebutuhan hidup penduduk sejalan
dengan meningkatnya kemajuan teknologi di bidang pengangkutan dan perhubungan merupakan faktor pendorong utama meningkatnya intensitas kontak budaya antar bangsa. Akibat dapat dirasakan betapa kontak-kontak budaya itu telah merangsang, mempercepat, dan memperluas cakupan tukar-manukar dan pinjam-meminjam unsur-unsur kebudayaan antar bangsa. Keadaan tersebut, tidak terkecuali, melanda propinsi Nusa tenggara Timur yang sedang membangun
Tokoh-tokoh pemikiran paham kebangsaan Ir. Soekarno dan K.H. Ahmad Dahlan
Buku ini memuat pemikiran dan paham kebangsaan dari Ir. Soekarno dan KH. Ahmad Dahlan. Tokoh-tokoh ini hidup dalam zaman yang berbeda, Soekarno sebagai tokoh besar dan sangat populer dikenal sebagai politikus, negarawan dan diplomat. Azas-azas perjuangan selalu ditekankan terhadap rasa kebangsaan, persatuan bangsa, kerukunan nasional dan rasa harga diri sebagai manusia dan bangsa, merupakan nilai-nilai yang patut diteladani. Sedangkan KH. Ahmad Dahlan mengerti tentang aspirasi, tanggap terha dap kehendak zaman dan ke arah mana sebenarnya bangsa ini di bawa dan dipimpin. Sebagai orang Jawa, beragama Islam yang taat mencerminkan sebagai seorang tokoh nasional yang gigih
Kongres nasional sejarah 1996 sub tema perkembangan dan metodologi dan orientasi pendidikan sejarah
Buku ini membahas 15 topik pembicaraan antara lain : a) Perempuan dalam sastra dan sejarah, b) Nasionalisme
dan Demokrasi c) Kekuasaan dan masyarakat dalam pemikiran
politik, d) Laut pasar dan komunikasi budaya, e) Pendidikan,
diferensiasi kerja dan pluralisme sosial, f) Alih ilmu dan teknologi. g) Indonesia dan dinamika regional, h) Diplomasi dan hubungan international dan lain-lain Ke-15 topik tersebut dibahas di dalam 98 makalah yang kemudian diterbitkan berdasarkan kelompok sub tema
Sungai sebagai pusat peradaban: prosiding seminar perubahan DAS Brantas dalam perspektif sejarah
Perubahan iklim ini salah satu dampaknya adalah pemanasan global (global warming. Pemanasan global yang terjadi di muka bumi sebagian besar karena ulah manusia. Akibatnya pemanasan global ini pada titik tertentu akan mengancam peradaban manusia. Contoh yang paling nyata dari efek pemanasan global adalah perubahan iklim yang ekstrim, gelombang tinggi, banjir dan lain-lain. Jika dikaitkan dengan pemikiran tersebut, maka Direktorat Geografi Sejarah mencoba menyoroti aktifitas pengelolaan sungai yaitu Sungai Brantas dalam bentuk Seminar Perubahan DAS Brantas Dalam Perspektif Sejarah, dengan tema: "Sungai Sebagai Pusat Peradaban"
Kajian nilai budaya naskah kuno Sairu's Salikin II
Naskah kuno sebagai dokumen kebudayaan banyak berisi
berbagai data dan informasi, baik infonnasi mengenai persepsi budaya masyarakat yang bersangkutan maupun ajaran-ajaran moral dan ajaran-ajaran keagamaan. Memang ajaran-ajaran moral dan ajaran ajaran agama itu sangat diperlukan terutama pada masa era globalisasi ini, karena derasnya pengaruh luar yang tidak dapat dicegah. Begitu
pula pada masyarakat Sumatera Selatan, mereka juga kaya akan naskah kuno, yang didalamnya banyak berisi ajaran-ajaran seperti tersebut diatas. Salah satunya adalah kitab lama yang berjudul Sairu S-Salikin, yang pada lembar halaman muka denahnya tertulis Sairu SSalikin
ilaiba dati Robbi 1-ilamin
Arung sejarah bahari IV Provinsi Kepulauan Riau: menguak jalur utama pelayaran dan perdagangan di pusat peradaban Melayu
Aspek lain yang sangat penting yakni keberadaan Bahasa Melayu. Bahasa Melayu ketika diubah sebagai identitas politik menjadi Bahasa Indonesia telah menjadikan bahasa tersebut sebagai bahasa pemersatu bagi terbentuknya NKRI. Bahasa Melayu yang digunakan sebagai lingua franca atau bahasa penghubung oleh para pelaut dan pedagang telah berhasil membentuk jaringan kebahasaan di seluruh Nusantara bahkan sampai ke Malaysia, Thailand dan Filipina. Bahkan saat ini bahasa Melayu merupakan bahasa terbesar kelima di seluruh dunia. Penyebaran bahasa yang begitu luas tentu dipengaruhi oleh pelayaran para pelaut-pelaut Nusantara. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa Iaut juga berperan sebagai ruang geografis sebagai faktor integratif yang dapat mempersatukan suku-suku bangsa di Nusantara
Presiden the Republic of Indonesia 1945 - 2014
Ketika perjalanan demokrasi Indonesia dibandingkan dengan
negara-negara lain yang mengalami tuntutan pergantian
kepemimpinan di luar keharusan konstitusional, kesan apakah yang
didapatkan kalau bukan keterharuan dan penghargaan pada sikap
para pemimpin bangsa? Betapapun keras niat mereka bertahan
dan melanjutkan kekuasaan, tetapi ketika penentangan dirasa
cukup keras dan cukup luas, maka di waktu itu pula pangkat dan
kekuasaan menjadi tak berarti apa-apa. Keamanan anak-bangsa
dan ketenteraman tanah air merupakan segala-galanya. Mereka
pun dengan ikhlas mengundurkan diri. Patriotisme bukankah hal
yang bisa ditawar-tawar. Kecintaan tanah air dan bangsa merupakan
segala-galanya. Itulah nilai-nilai demokrasi yang diberikan oleh para
Presiden Indonesia dari masa ke masa
- …
