38 research outputs found

    Pengaruh Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi Terhadap Elemen Penilaian MRMIK 8 STARKES

    No full text
    Kesehatan merupakan aspek penting karena bagian dari masa pertumbuhan dan untuk memaksimalkan kesehatan pentingnya rekam medis yang baik, tujuannya yaitu supaya tidak adanya kekeliruan dalam penulisan baik identitas maupun diagnosa pasien dalam rekam medis. Penelitian yang digunakan oleh penulis selama dua bulan yaitu untuk mengetahui kelengkapan CPPT terhadap elemen penilaian MRMIK 8 STARKES. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif jumlah sampel 99 CPPT. Teknik pengumpulannya meliputi observasi dan studi pustaka. dari Hasil dari penelitian yang dilakukan selama dua bulan menunjukan kelengkapan Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi mempengaruhi pemenuhan elemen penilaian MRMIK  8 STARKES sebesar 31,9%. Dan untuk simpulan yang diperoleh bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, maka pengaruh CPPT berpengaruh terhadap MRMIK 8 STARKES.Kata kunci : Kelengkapan, Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi, MRMIK

    ANALISIS KEAKURATAN KODIFIKASI PADA REKAM MEDIS RAWAT INAP

    No full text
    Kodifikasi penyakit adalah pemberian kode dengan memakai huruf atau angka atau kombinasi huruf dan angka, pengkodean merupakan memuat kode-kode untuk diagnosis penyakit. Pengodean harus dilakukan secara lengkap dan akurat Sesuai pedoman ICD-10. keakuratan kode diagnosis diklasifikasikan menjadi dua kategori yakni akurat dan tidak akurat, disebutkan akurat yaitu kode diagnosis yang ditentukan oleh petugas koding sesuai dengan kaidah dan ketentuan pemberian kode diagnosis berdasarkan ICD-10. Petugas koding harus dapat bertanggung jawab atas keakuratan kode diagnosis karena berpengaruh pada biaya penagihan bpjs kesehatan . Penelitian mempunyai tujuan untuk mengetahui keakuratan kodifikasi rekam medis rawat inap. Metode Penelitian Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Populasi sebanyak 1074 rekam medis rawat inap perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin dengan hasil 91 rekam medis. Hasil penelitian didapatkan dari 91 sampel dokumen rekam medis rawat inap ditemukan keakuratan sebanyak 63 (69,2%) dan ketidakakuratan sebanyak 28 (30,7%). Terdapat faktor penyebab ketidakakuratan  rekam medis rawat inap di rumah sakit x yang menggunakan unsur 5M (Man, Methode, Money,Material, Machine) yaitu unsur man karena petugas belum pernah mengikuti pelatihan khusus kodifikasi diagnosis, unsur money belum adanya anggaran untuk mengikuti pelatihan khusus kodifikasi diagnosis, unsur methode belum adanya sosialisasi standar opersionala prosedur (SPO) kepada petugas koding dan perawat rawat inap, dan unsur material ketidakjelasannya diagnosis dan tulisan tangan dokter yang sulit terbaca

    EVALUASI IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILILIN TAHUN 2024

    No full text
    Rekam medis elektronik menjadi satu dari sekian kemajuan teknologi yang memberikan dampak besar bagi sektor kesehatan. Dalam sistem manual, rekam medis diakses dengan cara mencari dan membuka file fisik pada rek penyimpanan. Tujuan riset berikut adalah mencari tahu evaluasi rekam medis elektronik di rawat jalan. Diterapkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dalam penelitian ini. Populasi sebanyak  25 responden menggunakan  total sampling. Hasil penelitian sebesar 79,4 diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap sejumlah narasumber antara lain perawat, petugas registrasi, petugas rekam medis, dan kepala rekam medis. Hal tersebut memperlihatkan bahwa meskipun mayoritas responden telah memanfaatkan rekam medis elektronik, mereka belum memanfaatkan program RME dengan optimal. Dapat di simpulkan bahwa meskipun RME dapat mempercepat dan memudahkan pekerjaan, namun penerapannya belum dijalankan secara maksimal. Kegunaan rekam medis belum dimaksimalkan, dan sangat sedikit orang yang telah menggunakan RME, dan saat ini RME diterapkan secara bertahap. Salah satu tanggung jawab rumah sakit untuk memastikan sistem pelayanan berjalan sesuai standar dan mengurangi kemungkinan kesalahan yakni dengan mengatasi belum adanya peraturan tertulis dan SOP yang mengatur penerapan RME. Adapun bantuan keuangan diperlukan bagi rumah sakit umum x untuk membuat rekam medis elektronik guna meningkatkan standar perawatan rumah sakit

    ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS NAGRAK

    No full text
    Analisis kelengkapan adalah suatu review area tertentu catatan medis untuk mengidentifikasikan defisiensi spesifik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat jalan guna menunjang mutu rekam medis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian yang peneliti ambil di Puskesmas Nagrak Kabupaten Cianjur. Populasi dalam penelitain ini sebanyak 1906 pasien rawat jalan pada periode maret – April 2024 dan sampel yang akan menjadi fokus pada penelitian ini secara keseluruhan dari populasi. Untuk review identifikasi pasien memperoleh hasil persentase sebanyak 94% lengkap dan 4% tidak lengkap, untuk review laporan penting memperoleh hasil persentase sebanyak 97% lengkap dan 3% tidak lengkap, untuk review autentifikasi memperoleh hasil persentase sebanyak 97% lengkap dan 3% tidak lengkap, serta untuk review pencatatan memperoleh hasil persentase sebanyak 94% lengkap dan 6% tidak lengkap

    A Review of the Implementation of an Online Registration System to Support Waiting Time Efficiency at RSUD Bandung Kiwari

    No full text
    A Hospital is an institution that organizes health services in full including outpatient services. This study aims to review the implementation of an online registration system to overcome the problem of waiting time for outpatients at Bandung Kiwari Hospital. The research method used was descriptive quantitative analysis with 22 respondents aged 20-45 years. Primary data was collected through questionnaires, while secondary data was obtained from direct observation. The results showed that 85.2% of respondents agreed with online registration as part of the digitalization of hospital services. Observation revealed an average service time of 3,590 minutes, equivalent to 2 hours and 4 minutes. The main problems found were patients who had made online reservations did not come as scheduled and the lack of patient understanding of the online registration flow. In addition, management elements also play a role in patient service. It can be concluded that the implementation of the online registration system is quite effective in overcoming the problem of waiting time, but requires improvement in socialization and coordination with patients

    PENGARUH KODEFIKASI PENYAKIT TERHADAP KETEPATAN LAPORAN MORBIDITAS RAWAT JALAN

    No full text
    Morbiditas dapat mencakup berbagai kondisi kesehatan dan komplikasi yang memengaruhi kualitas hidup seseorang. Faktor-faktor seperti kecenderungan genetik, paparan lingkungan, pilihan gaya hidup, dan status sosial ekonomi dapat mempengaruhi morbiditas. Pada penyusunan laporan RL4B morbiditas rawat jalan di rumah sakit menjadi hal yang cukup krusial dalam pengelolaan kesehatan masyarakat dan penelitian klinis. Ketepatan kodefikasi penyakit dalam laporan ini mempengaruhi akurasi dan keandalan data. Perekam medis dituntut harus bisa menentukan kode diagnosis sesuai pedoman International Statistical Classification of Disease (ICD), sehingga informasi kesehatan pasien dapat disampaikan dengan akurat dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati seberapa Pengaruh keakuratan kodefikasi terhadap kejadian morbiditas pada pasien rawat jalan. Dengan desain Crossectional, dan jumlah populasi sebanyak 1969 rekam medis pada bulan Maret menggunakan rumus slovin sehingga terdapat 95 berkas rekam medis kemudian ditemukan 10 penyakit terbesar di bulan Maret 2024, termasuk hipertensi esensial, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung aterosklerotik, yang dikodefikasi sesuai DTD. Jenis dan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif SPSS. Hasil perhitungan statistik dengan chisquare Dalam penelitian ini terlihat adanya hubungan signifikan antara kodefikasi penyakit dan ketepatan laporan. dengan 92.6% rekam medis dinilai akurat, dan 91.6% laporan tepat. Dari temuan analisis, terdapat keterkaitan pada Keakuratan kodefikasi penyakit dengan ketepatan laporan rekam medis, dengan Pvalue = 0.046, kategori lemah dengan OR = 5.467, dan RR laporan tidak tepat = 0.239 disimpulkan rumah sakit X memiliki peluang laporan tidak tepat sebanyak 239 kali dalam pengisian laporan morbiditas rawat jalan pada periode bulan Maret 2024

    Analysis of the Flow of Registration of Bpjs Outpatient Igd Patients to Improve Service Quality at Rsud Bandung Kiwari

    No full text
      The number of BPJS patients at Bandung Kiwari Hospital has increased, and this needs to be considered in the quality of service. Often related to payment, the patient has been explained in detail the terms of payment at Bandung Kiwari Hospital but at the end, the patient does not comply with the terms of payment at the hospital this is a factor that becomes an obstacle, and makes the registration service process more delayed. The purpose of this study was to determine how the flow of registration of outpatient BPJS patients in the emergency room improves service quality at Bandung Kiwari Hospital. The research method used is a descriptive analysis method with a quantitative approach with 100 respondents, the majority aged 20-45 years. Primary data was collected through questionnaires, while secondary data through direct observation. The results showed that 84% of respondents agreed with the quality of registration services provided by officers to patients. The research instruments used stationery, mobile phones, and interview guidelines. Based on the Hospital SPO for emergency room registration for BPJS participants, it is explained that the patient must bring an identity card (KTP / KK / BPJS and the identity of the person in charge), but there are still patients/people in charge who forget or do not bring identity at all, besides that the hospital is lacking in conveying information to patients so that there are still patients lacking information for BPJS registration who must register with the BPJS.

    Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja Berdasarkan Beban Kerja pada Bagian Pendaftaran di Klinik Medika Tanjungsari

    No full text
    The registration section is the front line in health service activities in health care facilities. There are many obstacles that occur in the registration section for various reasons. The limited workforce in the registration section is one of the causes of these obstacles. This study aims to analyze the number of workforce needs in the medical record unit at the registration section of the Tanjungsari Medika Clinic based on workload. This research is a descriptive research with observation and interview data collection methods. This study also uses the WISN (Workload Indicators Staffing Needs) method. WISN is a method used to calculate labor requirements based on workload. The data sample in this study was the number of patient visits at the Tanjungsari Medika Clinic for the period July 2020 - June 2021, which amounted to 21619 outpatient visits and 3332 observation patient visits. From the results of the calculations in this study, it can be concluded that it is necessary to add 1 more person in the medical record unit at the Tanjungsari Medika Clinic in order to achieve quality health services with a qualified workforce as wellBagian pendaftaran merupakan garda terdepan dalam kegiatan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Banyak kendala yang terjadi di bagian pendaftaran dengan berbagai penyebab. Terbatasnya tenaga kerja di bagian pendaftaran menjadi salah satu penyebab terjadinya kendala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah kebutuhan tenaga kerja di unit rekam medis pada bagian pendaftaran Klinik Medika Tanjungsari dengan berdasarkan beban kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif dengan metode pengumpulan data observasi dan wawancara. Penelitian ini juga menggunakan metode pengerjaan WISN (Workload Indicators Staffing Needs). WISN merupakan metode yang digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja dengan berdasarkan beban kerja. Sampel data pada penelitian ini adalah jumlah kunjungan pasien di Klinik Medika Tanjungsari periode Juli 2020 – Juni 2021 yaitu sebesar 21619 kunjungan rawat jalan dan 3332 kunjungan pasien observasi. Dari hasil perhitungan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa diperlukan penambahan 1 orang lagi di unit rekam medis Klinik Medika Tanjungsari agar tercapainya pelayanan Kesehatan yang berkualitas dengan tenaga kerja yang berkualitas jug

    TINJAUAN PENERAPAN PENDAFTARAN ONLINE PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT X

    No full text
    Pasien rawat jalan yaitu pasien yang tidak memerlukan perawatan yang intensif dirumah sakit namun masih disarankan mengonsumsi resep obat. Pelayanan pendaftaran online rawat jalan merupakan pendaftaran tidak langsung yang memanfaatkan fasilitas web dengan fasilitas tersebut pasien mendapatkan informasi mengenai poliklinik, jadwal dokter, jam praktek dokter dan langsung mendapatkan nomor antrian pemeriksaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan penerapan pendaftaran online pasien rawat jalan di RS X. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung di RS X. Penerapan pendaftaran online yaitu meminimalisir terjadinya komplain, waktu tunggu yang singkat, meningkatkan mutu pelayanan, kenyamanan ruang tunggu, meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pasien. Hasil penelitian ini di lihat dari 6 aspek penerapan pendaftaran online sudah berjalan dengan optimal. Alur pendaftaran online cukup mudah dipahami dan dimengerti. Di RS X menyediakan customer service jika ada pasien yang memiliki kendala dalam proses pendaftaran atau jika ada pasien yang ingin bertanya mengenai pendaftaran online. Adapun faktor yang dapat menghambat dalam penerapan pendaftaran online yaitu:pasien yang sudah lanjut usia terkendala dalam menggunakan gadget dan penggunaan aplikasi dari pasien seperti jaringan yang tidak stabil atau kapasitas handphone yang kurang memadai sehingga terjadinya keterlambatan saat membuka aplikasi

    PENGARUH KETEPATAN KODE DIAGNOSIS RAWAT JALAN TERHADAP PENDING KLAIM BPJS DI RUMAH SAKIT EDELWEISS

    No full text
    Pending klaim dapat membawa dampak signifikan bagi rumah sakit. Dampak ini dapat bersifat finansial dan operasional. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan pending klaim adalah kesalahan dalam kode diagnosis rawat jalan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ketepatan kode diagnosis rawat jalan terhadap pending klaim di Rumah Sakit Edelweiss. Penelitian ini menggunakan kuantitatif pendekatan deskriptif dan peneliti berhasil  mengumpulkan 24 pending klaim dari 6.905 berkas klaim rawat jalan dari Januari hingga April 2024.Hasil analisis data menunjukkan bahwa ketepatan kode diagnosis  mempengaruhi pending klaim,dengan jumlah 80,3% serta 19,7%  dipengaruhi oleh faktor lain, seperti faktor  penunjang medis, berkas yang lama dalam pengembaliannya, kelengkapan berkas, dan lainnya. Saran yang bisa diberikan oleh peneliti yaitu Implementasi sistem koding elektronik yang terintegrasi dengan rekam medis elektronik (RME) sangat dianjurkan untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalisir kesalahan dalam proses koding, Budaya komunikasi dan koordinasi yang terbuka, dan disarankan untuk melakukan evaluasi secara teratur untuk mengurangi kemungkinan penundaan klaim setiap bulan
    corecore