1,720,963 research outputs found
PROSPEK DAN STRATEGI BERSAING PADA INDUSTRI SANGKAR BURUNG BERKICAU DI INDONESIA
Industri sangkar burung berkicau tumbuh dan berkembang sejalan dengan semakin meningkatnya penggemar burung berkicau, baik pengemar rumahan maupun pelomba burung berkicau. Tulisan ini merupakan kajian pustaka dan menggunakan metoda Analisis Struktur Industri. Partisipan pada Industri Sangkar Burung Berkicau ini sebagian besar adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia yang seluruhnya berjumlah hamper 60 juta orang. Hasil analisis kekuatan industri ini adalah bahwa hanya ancaman masuknya pendatang baru yang tinggi, sedangkan kekuatan lainnya yaitu ancaman dari produk substitusi, bargaining power of buyer, bargaining power of supplier, serta intensitas persaingan (kecuali pada partisipan berskala usaha menengah), semuanya rendah.           Melihat kondisi kekuatan-kekuatan yang berpengaruh tersebut, maka dimungkinkan penerapan strategi bersaing Cost Leaderships, Product Differentiation, strategi Focus. Strategi kemitraaan antara produsen sangkar berskala kecil/mikro dengan produsen berskala menengah juga berjalan dengan baik dan alamiah.Key word : Cost Leaderships, Product differentiation dan Focu
PENINGKATAN PERANAN WANITA DALAM PENGEMBANGAN USAHA RUMAH TANGGA
Peranan wanita dalam dunia usaha dari waktu ke waktu mengalami peningkatan, baik jumlah maupun macam industri yang dipilih sebagai jenis usahanya, khususnya industri jasa. Dari sekitar 60 juta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), 60% diantaranya adalah UMKM wanita. Perdagangan dan investasi bebas yang semakin mempertajam persaingan antar pelaku usaha pada hampir seluruh industri, menuntut agar produk UMKM memiliki daya saing yang lebih kuat. Dari tiga strategi bersaing: cost leaderships, product differentiation, dan focus, yang paling memungkan ditempuh dan dikembangkan oleh UMKM adalah strategi kedua, utamanya melalui pengembangan produk kreatif, khas dan up-dated. Pengembangan produk kratif ini harus merupakan upaya sinergis melibatkan pemerintah, Lembaga akademis, pelaku usaha dan masyarakat. Produk-produk UMKM memiliki daya saing yang baik, khususnya di pasar luar negeri seperti saat berpameran Hongkong Fashion Week, Malaysian Halal Showcase (MIHAS), dan Dubai Global Village (DGV)
PEMBERDAYAAN KOPERASI
Sampai sekarang ini koperasi masih dihadapkan pada masalah rendahnya kemampuan manajemen yang berhubungan dengan kualitas SDM yang dimiliki. Bidang-bidang kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh koperasi belum sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh koperasi dan lingkungannya, serta tidak sejalan dengan kepentingan anggotanya. Sangat banyak terlihat bahwa kegiatan usaha koperasi tidak memiliki kaitan dengan kegiatan usaha anggota dan ada kecenderungan koperasi melakukan bisnis hanya untuk kepentingan koperasi sebagai unit usaha dan bukan sebagai lembaga yang mendukung usaha-usaha dari anggotanya. Berkurangnya program-program kegiatan usaha koperasi yang bersumber dari pemerintah secara langsung juga mempengaruhi penurunan kinerja usaha koperasi. Hal ini mengindikasikan koperasi masih sangat terikat pada bantuan pemerintah, dan bantuan program pemerintah itu sendiri tidak menjadikan koperasi sebagai lembaga perekonomian yang mandiri. Keyword : ekonomi, koperasi, dan pemerinta
PROSPEK DAN STRATEGI BERSAING PADA INDUSTRI FURNITURE BERBAHAN BAKU KAYU JATI
Tulisan ini merupakan kajian pustaka yang menggunakan metoda Analisis Deskriptif dan Analisis Struktur Industri. Telaah deskriptif dan struktur industri ini digunakan untuk mengetahui prospek dan menyusun strategi bersaing pada ndustri furniture berbahan baku kayu jati di Indonesia.Nilai ekspor industri furniture meningkat hingga sebesar 1,95 miliar dollar AS pada 2019, atau naik sebesar 14,6% dari tahun 2018 (Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka/Dirjen IKMA Kemenperin, 14 Maret 2020). Lebih lanjut Dirjen IKMA Kemenperin mengatakan bahwa dilihat dari posisi ekspor furniture di Asia, Indonesia menduduki posisi ke lima setelah Cina, Vietnam, Malaysia dan Cina Taipei.Industri furniture memiliki peluang yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang. Melimpahnya sumber daya manusia, sumberdaya alam, suku dengan keaneragaman budayanya, semakin terbukanya pasar (khususnya pasar ekspor), serta dukungan penuh dari lembaga pemerintah maupun non pemerintah, menjadi unsur-unsur utama bagi tumbuh dan berkembangnya industri furniture.Berdasarkan kondisi SWOT dan hasil analisis struktur industri furniture berbahan baku kayu jati, maka strategi bersaing yang sebaiknya ditempuh oleh pelaku usaha pada industri ini adalah (Overall) Cost Leaderships dan Product Differentiation. Kemitraaan antara eksportir (inti) dan pelaku usaha furniture mitranya (plasmanya) juga dapat ditempuh khususnya untuk menumbuh-kembangkan kemampuan ekspor dari plasma yang sebagian besar adalah UMKM. Agar strategi tersebut di atas dapat diimplementasikan dengan baik, maka diperlukan upaya-upaya sinergis yang melibatkan unsur-unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat.  Key words: cost leaderships, product differentiation
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH MELALUI INKUBATOR BISNIS
Sistemik, inkubator bisnis merupakan suatu wahana transformasi pembentukan sumberdaya manusia yang tidak atau kurang kreatif dan produktif, menjadi sumberdaya manusia yang memiliki motivasi wirausaha secara kreatif, inovatif, produktif dan kooperatif.  Metode pembinaan dan pengembangan wirausaha yang dilakukan adalah (1) Pembimbingan yaitu memberikan dukungan bimbingan di bidang administrasi keuangan, manajemen, teknologi, pemasaran dan pencarian dana, sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan lingkungan tumbuh kalangan pengusaha; (2) Pelatihan yaitu memberi pelatihan dengan materi-materi dan waktu/sessi yang disesuaikan dengan keahlian yang dibutuhkan untuk melaksanakan berbagai aspek kegitan usaha, mulai dari perencanaan produksi sampai dengan pemasarnnya; (3) Konsultasi yaitu memberikan jasa pelayanan konsultasi mengenai segala aspek usaha. Inkubator bisnis juga mengusahakan jaringan informasi yang berkaitan dengan akutansi, manajemen, teknologi, pemasaran (di dalam maupun di luar negeri) dan penggalangan dana, dengan memanfaatkan keterkaitan inkubator bisnis dengan lembagalembaga atau instansi-instansi pemerintah maupun swasta.  Adapun jenis-jenis bimbingan dan pelatihan yang biasa ditawarkan oleh inkubator bisnis adalah Bimbingan dan Pelatihan Bidang Kewirausahaan; Bimbingan dan Pelatihan Bidang Perencanaan; Bimbingan dan Pelatihan Bidang Manajemen; Bimbingan Pelatihan Bidang Akuntansi; serta Bimbingan dan Pelatihan Bidang Teknologi
PROSPEK DAN STRATEGI BERSAING PADA INDUSTRI FESYEN
Tulisan ini merupakan kajian pustaka yang menggunakan metoda Analisis Deskriptif dan AnalisisStruktur Industri. Telaah deskriptif dan struktur industri ini digunakan untuk mengetahui prospek danmenyusun strategi bersaing pada industri fesyen di Indonesia.Industri fesyen merupakan salah satu dai 16 kelompok industri kreatif, yang memberikan kontribusiterhadap PDB nasional Indonesia sebesar 3,76 % pada 2017. Industri fesyen juga masih menjadi salah satupenghasil devisa terbesar, dengan nilai ekspor sampai Juli 2018 sebesar US$ 8.2 miliiar (Rp. 122 triliun),yang bertumbuh 8,7%. Produk fesyen Indonesia mampu menguasai 1,9% pasar dunia. Pelaku usaha padaIndustri Fesyen ini sebagian besar adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia yangseluruhnya berjumlah hampir 60 juta orang. Industri fesyen memiliki peluang yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang. Melimpahnyasumber daya manusia (sumber ide kreatif), sumberdaya alam (sebagai sumber bahan baku), suku dengankeaneragaman budayanya, semakin terbukanya pasar (khususnya pasar ekspor), serta dukungan penuh dari lembaga pemerintah maupun non pemerintah, menjadi unsur-unsur utama bagi tumbuh dan berkembangnyaindustri fesyen.Hasil analisis struktur industri fesyen menunjukkan bahwa ancaman yang berasal dari pendatangbaru adalah tinggi, ancaman dari produk substitusi adalah rendah, bargaining power of buyer relativerendah, bargaining power of supplierrelatif rendah, seeangkan intensitas persaingan antar pelaku usahafesyen adalah tinggi dalam negeri dan rendah untuk pasar luar negeri.Berdasarkan kondisi SWOT dan hasil analisis struktur industi fesyen, maka penerapan strategi CostLeaderships lebih tepat bagi pelaku usaha fesyen penghasil produk standard yang mengandalkan bahanbaku lokal. Strategi Product Differentiation menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha fesyen eksklusifkhususnya yang berorientasi ekspor. Sedangkan strategi Focus pada umumnya diterapkan oleh pelaku usahafesyen yang melayani kebutuhan produk fesyen yang berkaitan dengan dan beridentitaskan adat dan budaya.Kemitraaan antara eksportir (inti) dan pelaku usaha fesyen mitranya (plasmanya) juga dapat ditempuhuntuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi berbasis kebersamaan. Azka Fashion merupakan salah satupelaku usaha eksportir fesyen yang sukses mengembangkan usaha fesyen berbasis kemitraan. Produkandalan Azka Fashion adalah busana muslim yang serba guna, kreatif, dan selalu di up date sesuai dengantuntutan perkembangan pasar
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
