1,720,958 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Laporan Pengantar Kerja Praktek DI PT. JOFANO MITRA SEJATI
Kerja praktek merupakan salah satu proses pembelajaran yang melibatkan mahasisiwa secara langsung dilapangan. Sehingga mahasiswa yang bersangkutan dapat mengembangkan pengetahuan yang dimiliki untuk diterapkan di dalam dunia kerja yang sesuai dengan jurusan yang mereka ambil.
Kerja praktek selain mendapatkan pengalaman di dalam dunia kerja yang sebenarnya, juga akan mendapatkan ilmu-ilmu yang tidak didapat didalam perkuliahan seperti kesempatan untuk terjun langsung dalam memperoleh suatu proyek yang sedang berlangsung, ikut serta dalam susunan kerja dan orang yang terlibat didalamnya. Melalui pendidikan yang telah diperoleh didalam perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat mempraktekan ilmu-ilmunya kedalam dunia kerja. Terkadang ilmu-ilmu yang diberikan didalam pekuliahan tidak sepenuhnya dapat diperoleh oleh mahasisiwa itu sendiri karena adanya keterbatasan ruang dan waktu.
Ketatnya persaingan dalam bidang pekerjaan pada masyarakat khususnya bidang arsitektur dan desain interior saat ini, membuat banyak konsultan arsitektur dan interior menutut pekerjanya yang memiliki kemampuan professional dalam bekerja. Namun sekarang ini tidak sedikit konsultan yang memiliki tenaga kerja yang hanya mahir dalam mengoprasikan program-program yang berhubungan dengan dunia arsitektur dan interior saja, namun sangat minim sekali dengan ide-ide atau gagasan untuk membuat sebuah desain bangunan yang sesuai dengan fungsi dan perkembangan zaman sekarang ini. Dalam bidang desain interior terdapat beberapa penjelasan bagaimana mendesain sebuah bangunan yang sesuai dengan fungsi dan dapat memberikan kenyaman bagi para penggunanya, hal tersebut dapat tercipta dengan memberhatikan material yang digunakan baik material pada bangunan dan pada furniture, selain itu pemilihan finishing warna yang digunakan sangatlah menentukan dari tema yang digunakan. Penempatan furniture sangat menentukan alur sirkulasi yang dapat membedakan area privat dan area publik, dengan memperhatikan hal-hal tersebut diatas mahasiswa dihaapkan akan menjadi bekal dalam menempuh dunia kerja dengan mengembangkan teori-teori yang telah didapatkan pada perkuliahan maupun pada kerja praktek. Mahasiswa juga lebih diarahkan pada pola cara berfikir dalam membuat suatu karya desain, dan pemahaman dalam mendesain, dan juga pemecahan masalah yang sering kali terjadi dalam dunia kerja itu sendiri
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
PERENCANAAN dan PERANCANGAN FASILITAS RETRET DI CIMAHI
Dalam perkembangan zaman dewasa ini, orang-orang sangat cepat merasakan kejenuhan dan tingkat emosi yang susah di kontrol, karna setiap harinya yang selalu dihadapi masalah-masalah dan tugas-tugas yang telah jadi tanggung jawab tiap pribadi. Sehingga orang-orang merasa bosan tanpa adanya perubahan dalam hidupnya.
Masalah-masalah yang dihadapi beranekaragam, tanpa membedakan kolompok usia, baik anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua. Sehingga orang-orang ingin menenangkan hati dan pikiran dengan cara berlibur. Tanpa harus menjauh dari tugas dan tanggungjawab pribadi.
Tujuan dan lokasi yang ditujupun beranekaragam, tapi pada umumnya memilih tempat-tempat yang jauh dari keramaian kota. Sehingga orang-orang menginginkan tempat rekreasi yang dapat menenangkan diri dari berbagai masalah dan segala tugas-tugas yang membosankan. Ada juga yang mengiginkan tempat-tempat tenang yang memiliki kesan religius sehingga dapat memberikan perubahan positif baik pada diri sendiri maupun pada masyarakat. Umumnya tempat-tempat yang dituju yaitu tempat-tempat yang terbuka dan sangat menyatu dengan alam, karna suasananya sangat sejuk dan tenang.
Pada umumnya, orang-orang berpergian secara kelompok atau keluarga ada juga yang ingin menenangkan hati dan pikiran secara pribadi. Ada juga yang ingin nginap atau bermalam,
Oleh karena itu, bagi kalangan Kristen dibuat suatu fasilitas yang dapat memberikan bimbingan dan kegiatan-kegiatan religius sambil berlibur dan menikmati suasana alam. Fasilitas religius ini disebut dengan “Fasilitas Retret”. Yang pada umumnya berada di lokasi yang jauh dari keramaian kota misalnya daerah-daerah pegunungan
- …
