2,350 research outputs found
Gre-family factors modulate DNA damage sensing by <i>Deinococcus radiodurans</i> RNA polymerase
Deinococcus radiodurans is a highly stress resistant bacterium that encodes universal as well as lineage-specific factors involved in DNA transcription and repair. However, the effects of DNA lesions on RNA synthesis by D. radiodurans RNA polymerase (RNAP) have never been studied. We investigated the ability of this RNAP to transcribe damaged DNA templates and demonstrated that various lesions significantly affect the efficiency and fidelity of RNA synthesis. DNA modifications that disrupt correct base-pairing can strongly inhibit transcription and increase nucleotide misincorporation by D. radiodurans RNAP. The universal transcription factor GreA and Deinococcus-specific factor Gfh1 stimulate RNAP stalling at various DNA lesions, depending on the type of the lesion and the presence of Mn2+ ions, abundant divalent cations in D. radiodurans. Furthermore, Gfh1 stimulates the action of the Mfd translocase, which removes transcription elongation complexes paused at the sites of DNA lesions. Thus, Gre-family factors in D. radiodurans might have evolved to increase the efficiency of DNA damage recognition by the transcription and repair machineries in this bacterium.</p
PENERAPAN SEKUEN FSE DAN GRE PADA MRI LUMBAL DENGAN PENCITRAAN TIGA DIMENSI
Sekuen 3D FSE dan 3D GRE merupakan sekuen yang lebih informatif untuk menunjukkan patologi dibandingkan sekuen konvensional. Sekuen 3D FSE dan 3D GRE tidak memungkinkan jika digunakan dalam satu rangkaian pemeriksaan MRI Lumbal mengingat waktu scanning yang lama dapat menyebabkan terjadinya motion artefak. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan sekuen FSE dan GRE dengan pencitraan tiga dimensi dalam menampakkan informasi anatomi pada MRI Lumbal sehingga patologi dapat terlihat dengan jelas dan penegakkan diagnosa dapat dilakukan.Jenis penelitian adalah literature review untuk menginterpretasikan penerapan sekuen FSE dan GRE pada MRI Lumbal dengan pencitraan tiga dimensi. Review dilakukan pada 8 artikel yang diperoleh dari berbagai mesin pencari data. Penelitian dilakukan pada bulan Januari - Juli 2021. Sintesis penelitian pada penelitian ini adalah kualitas citra yang meliputi SNR, CNR, spatial resolusi, dan waktu scanning serta penerapan sekuen 3D FSE dan 3D GRE dalam memberikan informasi anatomi citra untuk menegakkan diagnosa. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items For Systematic Reviews and Meta Analyses) untuk mengidentifikasi dan skrining data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sekuen 3D FSE dapat diterapkan pada pemeriksaan dengan klinis yang yang membutuhkan spatial resolusi tinggi seperti spinal nerve root, lumbosacral nerve root compression (LNRC), dan spondylosis. Sekuen 3D GRE digunakan saat daerah di sekitar patologi terdapat cairan seperti Spinal Dural Arteriovenous Fistulae dan Intradural Disc Herniation (IDH)
Energieeinsparung im Wohngebäudebestand
Das Standardwerk informiert mit baulichen und anlagetechnischen Lösungen zur Energieeinsparung im Bestand bundesdeutscher Wohngebäude. Neue gesetzliche Anforderungen der Energieeinsparverordnung an Wohngebäuden werden mit Maßnahmen zur Heizenergieeinsparung inkl. Berechnungen der Einsparpotentiale umfassend erläutert. In gleicher Weise wird der gesetzliche Energieausweis für Wohngebäude in der Broschüre dargestellt. In der GRE- Broschüre werden Quantifizierungen von baulichen und anlagentechnischen Maßnahmen dargestellt und bauteilspezifisch vom Keller bis zum Dach eines Gebäudes Lösungen in Wort und Bild von der Ausgangssituation bis zu verschiedenen Sanierungsvarianten veröffentlicht
PERANAN VARIASI FIELD OF VIEW (FOV) TERHADAP CITRA ANATOMI MRI KNEE PADA POTONGAN SAGITAL MENGGUNAKAN SEKUEN T2*GRE STUDI LITERATUR
Salah satu pemanfaatan MRI yaitu pemeriksaan knee. Pada MRI knee menggunakan sekuen T2*GRE pada potongan sagital. Sekuen GRE dengan T2* didasarkan kontrasnya digunakan untuk menampilkan gambar pendarahan, klasifikasi, endapan besi pada variasi jaringan dan luka. T2*GRE memiliki kelebihan menampilkan organ yang kecil. Dalam MRI ada beberapa aspek yang dipertimbangkan yang menentukan kualitas citra diantaranya SNR, Contrast to Noise Ratio (CNR), spatial resolution, dan scan time. Spatial resolution dapat dinaikan dengan pemilihan potongan yang tipis, matrik yang baik dan ukuran FOV yang kecil. Untuk mendapatkan kualitas gambar yang optimal memerlukan FOV yang tepat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peranan variasi FOV terhadap citra anatomi MRI knee potongan sagital sekuen T2*GRE.Jenis penelitian ini adalah penelitiaan deskriptif dengan pendekatan literatur review atau studi pustaka. Pengambilan data dilakukan pada bulan April sampai Juni 2020 melalui google scholar, ProQuest dan OneSearch dengan menggunakan beberapa kata kunci, diantaranya MRI Knee, T2*GRE, FOV, potongan sagital dengan metode dokumentasi. Penulis mengambil data berasal dari hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan dan diterbitkan dalam jurnal online nasional maupun internasional.Hasil penelitian berdasarkan studi pustaka menunjukan bahwa FOV pada pemeriksaan MRI Knee pada potongan sagital sekuen T2*GRE memiliki peran sangat penting. Sekuen T2*GRE tersebut memiliki peran membantu radiografer untuk menilai ketebalan articular cartilage, hemosiderin deposition, chondrocalcionis, loose osseous bodies, sangat potensial untuk menampilkan gambar dengan slice yang sangat tipis tanpa kehilangan sinyal. Sekuen T2* dapat menampilkan obyek yang tipis sehingga dapat membantu mendiagnosa patologi pada pasien. Pada penggunaan FOV dengan ukuran 178 x 170 mm dan 180 x 180 mm dengan sekuen T2*GRE telah dapat mencakup semua bagian dari knee dan dapat membantu mendiagnosa patologi pada potongan sagittal. Pada bagian kiri knee joint menampilkan sebuah luka (anak panah) dari osteochondritis dissecans pada bagian luar articular dari lateral femoral condyle. Bagian tulang terlihat gelap pada gambar T2*-weighted karena menaiknya kecurigaan pada trabeculae, yang mana cairan sendi terlihat terang karena panjang dari T2. Hal tersebut menyebabkan sekuen ini sangat berguna untuk mengevaluasi articular cartilage, yang mana hal itu terlihat sesuai seperti sebuah struktur dengan intensitas sinyal intermediate antara intensitas signal dari tulang dan cairan sendi
Effect of avicin D on GRE-dependent gene expression.
<p>(A) A549 cells transfected with p (GRE)<sub>2</sub>-50huIL6P-luc+ were treated with avicin D (1 µM) or Dex (1 µM) for 2–16 hrs. Luciferase activity was measured in cell lysates, and normalized for TK renilla luminescence as described in the <a href="http://www.plosone.org/article/info:doi/10.1371/journal.pone.0028037#s2" target="_blank">methods</a>. (B) Effect of avicin D and RU486 on Dex-induced luciferase activity. A549 cells transfected with p (GRE)<sub>2</sub>-50huIL6P-luc+ were pre-treated with avicin D (1 µM) or RU486 (1 µM) for 2 hrs, prior to being exposed to Dex (1 µM) or avicin D (1 µM) for 16 hrs. Luciferase activity was measured in cell lysates, and normalized for TK renilla luminescence as described in the <a href="http://www.plosone.org/article/info:doi/10.1371/journal.pone.0028037#s2" target="_blank">methods</a>. Luciferase activity has been expressed as relative luciferase units (RLU). (C) A549 cells were treated with Avicin D (1 µM) for 0–120 min or with Dex (1 µM) for 60 min. Western blot analysis of the nuclear extracts was performed using anti-phospho GR (Ser211) antibodies. Actin levels have been shown as a loading control.</p
Multi-echo GRE imaging of knee cartilage
Purpose: To visualize healthy and abnormal articular cartilage, we investigated the potential of using the 3D multi-echo gradient echo (GRE) signal's magnitude and frequency and maps of T relaxation. Materials and Methods: After optimizing imaging parameters in five healthy volunteers, 3D multi-echo GRE magnetic resonance (MR) images were acquired at 3T in four patients with chondral damage prior to their arthroscopic surgery. Average magnitude and frequency information was extracted from the GRE images, and T maps were generated. Cartilage abnormalities were confirmed after arthroscopy and were graded using the Outerbridge classification scheme. Regions of interest were identified on average magnitude GRE images and compared to arthroscopy. Results: All four patients presented with regions of Outerbridge Grade I and II cartilage damage on arthroscopy. One patient had Grade III changes. Grade I, II, and III changes were detectable on average magnitude and T maps, while Grade II and higher changes were also observable on MR frequency maps. For average magnitude images of healthy volunteers, the signal-to-noise ratio of the magnitude image averaged over three echoes was 4.26 ± 0.32, 12.26 ± 1.09, 14.31 ± 1.93, and 13.36 ± 1.13 in bone, femoral, tibial, and patellar cartilage, respectively. Conclusion: This proof-of-principle study demonstrates the feasibility of using different imaging contrasts from the 3D multi-echo GRE scan to visualize abnormalities of the articular cartilage
25 Years of GRE Scores and Graduate Enrollments by Discipline, Sex, and Ethnicity
Color poster with text and graphs.The Graduate Record Examination (GRE) is a highstakes test of developed cognitive abilities.
Undergraduate students who aspire to graduate
school are often recommended and sometimes
required to take the GRE, or a test like it such as the LSAT or MCAT, for admission. Several lines of research have established these tools as valid measures of cognitive ability and strong predictors of subsequent success. In this study, data was compiled to determine how scores on the
GRE have fared over time. Comparisons were made of GRE scores and graduate enrollment patterns by sex, ethnicity, and discipline to explore the flow of intellectual talent into graduate education.University of Wisconsin--Eau Claire Office of Research and Sponsored Program
Correlation between low resolution %FGT measurements from GRE and SE T<sub>1</sub>-weighted data <i>vs</i>. GRE PD-weighted data.
Correlation between low resolution %FGT measurements from GRE and SE T1-weighted data vs. GRE PD-weighted data.</p
ANALISIS PERBANDINGAN CITRA ANATOMIS PEMERIKSAAN MRI LUMBAL ANTARA SEQUENCE T2 FAT SAT DENGAN T2* GRE PADA KASUS BULGING DISKUS INTERVERTEBRALIS
Bulging Diskus Intervertebralis adalah merupakan cedera tulang belakang pada bagian diskus intervertebralis dimana menonjol keluar dari posisi yang seharusnya. Merupakan salah satu patologi yang sering terjadi pada daerah vertebra lumbal, dengan modalitas Magnetic Resonansi Imeging dapat melihat corpus vertebra, discus intervertebralis, medulla spinalis, cerebro spinal fluids (CSF) dan ligamentum flavum di daerah lumbal dengan sangat baik (Torsten & Emil, 2003). Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan pada pemeriksaan MRI Lumbal dengan membandingan antara sekuens T2 FATSAT dengan T2* GRE. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan informasi anatomi antara sekuens T2 FATSAT dengan T2* GRE pada irisan sagital Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Penelitian dilakukan di RSPTN Universitas Hasanuddin Makassar. Hasil citra diambil dari pemeriksaan MRI Lumbal pada 5 pasien dengan menggunakan sekuens T2 FATSAT dan T2* GRE. Penilaian citra dilakukan oleh 3 orang responden mengenai informasi anatomi yang dihasilkan. Analisis data yang digunakan uji statistik cohern kappa dan non parametrik wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan informasi anatomi antara sekuens T2 FATSAT dan T2* GRE pada kualitas anatomi diskus vertebralis dengan p-value 0,046 (p0,05), batas dengan struktur sekitarnya (border line) dari anatomi lumbal dengan p-value 0,317 (p>0,05) dan kualitas anatomi corpus vertebrae dengan p-value 0,317 (p>0,05)
PERBEDAAN INFORMASI CITRA ANATOMI PADA PEMERIKSAAN MRI KNEE JOINT ANTARA SEKUEN T2WI TSE DENGAN T2* GRE IRISAN SAGITAL PADA KASUS TRAUMA
INTISARIPERBEDAAN INFORMASI CITRA ANATOMI PADA PEMERIKSAAN MRI KNEE JOINT ANTARA SEKUEN T2WI TSE DENGAN T2* GRE IRISAN SAGITTAL PADA KASUS TRAUMABagas Fajar Arimukti1) Sudiyono2) Rasyid3)MRI merupakan modalitas pencitraan non invasif yang dapat membedakan jaringan lunak satu dengan jaringan lain. Sekuen T2WI TSE dengan T2* GRE memiliki dasar yang berbeda, sekuen dari turunan yang berbeda, tetapi memiliki maksud dan tujuan dan sama yaitu teknik pencitraan MRI yang baik digunakan dalam pencitraan persendian khususnya knee joint dengan kasus trauma dengan mempercepat waktu akuisisi data sehingga dapat mempercepat waktu scanning. Berdasarkan observasi peneliti di SMC RS. Telogorejo Semarang dengan modalitas pesawat MRI Siemens 1,5 Tesla, sekuen T2WI TSE dan sekuen T2* GRE digunakan pada pemeriksaan MRI knee joint dengan kasus trauma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan informasi citra anatomi MRI knee joint sekuen T2WI TSE dengan T2* GRE irisan sagittal pada kasus trauma, serta untuk mengetahui sekuen yang lebih baik dalam menampilkan informasi citra anatomi knee joint pada kasus trauma.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Penelitian dilakukan di SMC RS Telogorejo Semarang. Data berupa hasil citra MRI knee joint sekuen T2WI TSE dan T2* GRE irisan sagittal 10 pasien. Penilaian data informasi citra anatomi dilakukan oleh 3 orang responden. Analisis data dilakukan dengan wilcoxon sign rank test.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan signifikan pada informasi citra anatomi MRI knee joint irisan sagittal antara sekuen T2WI TSE dan T2* GRE dengan p-value 0,004. Perbedaan informasi citra anatomi pada sekuen T2WI TSE dengan T2* GRE terjadi pada anterior cruciate ligament, meniscus tear, cartilage, dan tendon. Penggunaan sekuen T2* GRE dengan nilai mean rank 5,50 yang lebih baik dalam menampilkan informasi citra anatomi anterior cruciate ligament, meniscus tear, cartilage, dan tendon pada MRI knee joint irisan sagittal dibandingkan dengan sekuen T2WI TSE dengan nilai mean rank 0,00 pada informasi citra anatomi knee joint irisan sagittal pada kasus trauma.Kata Kunci: Knee Joint, sekuen T2, Turbo Spin Echo TSE, GRE, Trauma.Keterangan: 1) Mahasiswa Diploma IV Teknik Radiologi JTRR Poltekkes Kemenkes Semarang2)3)Dosen Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Kemenkes Semaran
- …
