112,984 research outputs found
Geotechnical Engineering: GENG 2/0
Examination on Geotechnical Engineering: GENG 2/0, July Supp 201
Geotechnical Engineering 11: GENG 2/0
Examination on Geotechnical Engineering 11: GENG 2/0, Jun 201
Geotechnical Engineering: GENG 2/0 (College Street)
Examination on Geotechnical Engineering: GENG 2/0 (College Street), Dec 201
Geotechnical Engineering 111: GENG 3/0
Examination on Geotechnical Engineering 111: GENG 3/0, June 201
Geotechnical Engineering 111: GENG 3/0
Examination on Geotechnical Engineering 111: GENG 3/0, Jun 201
Geotechnical Engineering 111: GENG 3/0
Examination on Geotechnical Engineering 111: GENG 3/0, Supp Jan 201
PERILAKU BELAJAR SISWA ANGGOTA GENG MOTOR (Studi Kasus Pada 2 Siswa di SMP Negeri 1 Marioriwawo)
Dewi Ramadhani, 2012. Perilaku Belajar Siswa Anggota Geng Motor (Studi Kasus pada 2 Siswa di SMP Negeri 1 Marioriwawo). Skripsi. Dibimbing oleh Prof. Dr. H. Alimuddin Mahmud, M. Pd dan Prof. Dr. H. Abdul Salam, M. Si. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Studi ini menganalisis tentang Perilaku Belajar Siswa Anggota Geng Motor. Masalah penelitian adalah: 1) Bagaimanakah gambaran perilaku belajar siswa anggota geng motor 2) Motif apakah yang ada di balik perilaku geng motor 3) Apakah perilaku geng motor berdampak pada perilaku belajar siswa 4) Bimbingan apakah yang relevan diberikan terhadap siswa anggota geng motor. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui gambaran perilaku belajar siswa anggota geng motor 2) Untuk mengetahui motif yang ada di balik perilaku geng motor 3) untuk mengetahui dampak perilaku geng motor terhadap perilaku belajar siswa anggota geng motor 4) Untuk mengetahui bantuan yang relevan diberikan kepada siswa anggota geng motor. Penelitian ini merupakan Studi kasus dengan 2 kasus di SMP Negeri 1 Marioriwawo sebagai informasi kunci dan 3 informan sekunder (orang tua kasus, guru pembimbing kasus, dan wali kelas kasus). Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan teknik analisis adalah analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian yaitu: 1) Gambaran perilaku belajar siswa yang terlibat geng motor adalah kurang inisiatif dalam belajar, tidak memperhatikan pelajaran, dan tidak menggunakan waktu luang untuk belajar di rumah 2) Motif dibalik perilaku geng motor merupakan manifestasi dari sikap anggotanya yang berusaha mencari perhatian dan pengakuan yang ditunjukkan dengan perilaku-perilaku yang menyimpang 3) Dampak perilaku geng motor terhadap perilaku belajar siswa adalah ketidakpedulian terhadap pelajaran, kurang menunjukkan keseriusan dan tidak adanya waktu untuk belajar dengan baik 4) Bimbingan yang diberikan terhadap siswa yang terlibat geng motor (a) pihak sekolah : memberikan pemahaman secara khusus yang ditindak lanjuti dengan pemberian informasi dan latihan manajemen waktu, hasilnya setelah si kasus diberikan informasi dan latihan manajemen waktu, keikutsertaan dalam geng motor berkurang. (b) pihak orang tua : mengontrol dan memperhatikan tingkah laku dan kebiasaan belajar anak di rumah serta memberikan dorongan positif untuk memperbaiki kebiasaan belajar anak
Two new species and a new record of the Encarsia longifasciata-group (Hymenoptera, Aphelinidae) from Malaysia and China
The genus Encarsia Förster, 1878, which is the largest genus of the family Aphelinidae, contains 453 valid species worldwide. Most species of Encarsia with known biology are primary endoparasitoids of Aleyrodidae and Diaspididae.
Species of the Encarsia longifasciata-group from Malaysia and China are reviewed. This is the first record of this group from Malaysia. Two new species, E. borneensis Geng & Li sp. n. and E. pauroseta Geng & Li sp. n., are described and illustrated. Encarsia longifasciata is newly recorded from Malaysia (Borneo). An updated key to the longifasciata-group species (females) worldwide is provided.Copyright © Geng H et al. This is an open access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. The attached file is the published version of the article.NHM Repositor
FENOMENA GENG SISWA DI SEKOLAH (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 19 MAKASSAR)
Dhani Awalia Surki. 2014. Fenomena Geng Siswa di Sekolah (Studi Kasus di SMP Negeri 19 Makassar). Skripsi ini dibimbing oleh Drs. H. Muh. Ibrahim, M.Si dan Dra. Hj. Kustiah Sunarty, M.Pd. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Masalah dalam penelitian ini adalah anggota geng siswa yang memiliki perilaku negatif di sekolah. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana perilaku siswa yang menjadi anggota geng di SMP Negeri 19 Makassar? (2) Faktor apa yang menyebabkan perilaku negatif anggota geng siswa di SMP Negeri 19 Makassar? (3) Bagaimana cara mengatasi perilaku negatif anggota geng siswa di SMP Negeri 19 Makassar?. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui: (1) Perilaku siswa yang menjadi anggota geng di SMP negeri 19 Makassar. (2) Faktor yang menyebabkan perilaku negatif anggota geng siswa di SMP Negeri 19 Makassar. (3) Cara mengatasi perilaku negatif anggota geng siswa di SMP Negeri 19 Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini adalah 2 orang siswa di SMP Negeri 19 Makassar yang menjadi anggota geng di sekolah. Dalam penelitian ini diberikan penanganan dengan melaksanakan konseling individu untuk siswa yang memiliki perilaku negatif di sekolah. Instrumen pengukuran perilaku negatif geng siswa di sekolah berupa wawancara, observasi dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian diperoleh (1) Perilaku siswa yang menjadi anggota geng di sekolah ditandai dengan adanya perilaku sering mengganggu teman secara berkelompok, melakukan pemalakan, berkelahi dan merokok di kelas. (2) Faktor yang menyebabkan perilaku negatif kedua siswa yang menjadi anggota geng dikarenakan adanya pengaruh teman-teman yang berada di sekitarnya. Hal lain yang menjadi faktor karena adanya faktor keluarga yaitu terlalu sibuk sehingga jarang memperhatikan kegiatan anak-anaknya dan adanya keretakan diantara kedua orang tua, akibatnya anak merasa tidak diperhatikan dan lebih senang bergaul dengan teman-temannya di sekolah. (3) Pelaksanaan konseling client centered dilakukan pada siswa yang menjadi anggota geng negatif di SMP Negeri 19 Makassar. Setelah mengikuti proses konseling client centered, maka IH menunjukkan keinginan untuk menghilangkan kebiasaan berkelahi di sekolah dan DK memiliki keinginan untuk tidak berkelahi dengan temannya serta berusaha untuk tidak mengganggu teman dan melanggar aturan sekolah
- …
