50 research outputs found

    CLAY SOIL STABILIZATION WITH LIME EFFECT THE VALUE CBR AND SWELLING

    Get PDF
    ABSTRACT Subgrade was a very important part to support all construction loads on it. If the clay subgrade that had unfavorable properties, such as low CBR, the high swelling when applied to the construction of the road subgrade soil would produce a soil that is easily damaged. For that, if used in the construction of CBR value should be towering so that it can withstand a load on it. The swelling would reduce the volume of soil that is stable when it rains the soil is not swollen, otherwise when the dry season does not shrink too high. Ground improvement methods used in this study was stabilization of lime-soil, using a mixture of percentage 5%, 10% and 15% of the lime. Tests performed on the Atterberg limits, Compaction (Standard Proctor Test), C.B.R laboratory, and Swelling. The results of the study about a large percentage of the value of lime plasticity (liquid limit, plasticity index) decreased with the increasing compaction. The average CBR value is increased for the natural soil to percentage 5% and 10% of lime, while the percentage of 15% decreased. For the swelling, the percentage of 15% lime with 24 hours immersion showed 45.28% increase in swelling of the normal soil (i.e. 31.67% to 17.33%) So in general the best for clay soil stabilization is Pakuwon area where the addition of 10% lime CBR values obtained optimum and could reduce swelling value

    Evaluasi Stabilitas Lereng Berjenjang pada Penambangan Terbuka untuk Keselamatan Kerja

    Get PDF
    Tambang Air Laya (TAL) merupakan salah satu site penambangan batubara terbesar yang dikelola oleh PT. Bukit Asam Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE) Sumatera Selatan. Dalam melakukan kegiatan penambangan menggunakan sistem tambang terbuka (surface mining) sistem penambangan berjenjang. Sistem penambangan tersebut sangat rahan terhadap kelongsoran pada lereng. Desain geometri lereng rencana penambangan di Tambang Air Laya (TAL), direncanakan akan ditambang lapisan batubara sampai pada kedalaman maksimum -128 m dpl (dibawah permukaan laut) dengan ketinggian yang direncanakan yaitu pada ketinggian 89 m dpal (diatas permukaan laut)

    PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG PADA RUAS JALAN KERTAJAYA INDAH TIMUR SURABAYA DENGAN LUMPUR LAPINDO

    Get PDF
    Heavy rainfalls have been known to be the cause of most of the slope failures in the world. It was suggested that the existence of cracks inside soils and slopes should be the main factors causing the slope to become very vulnerable under heavy to very heavy rain. Also, the easy draining condition along the cracks makes any type of slope to appear as behaving like sand when subjected to heavy rainfalls. The geotechnical engineering implications of this finding are, among others: much higher permeability values of soil in field, the Triaxial test results are no longer valid, special testing procedure is to be introduced for soil strength parameters, and much lower safety factors obtained for slopes than conventionally estimated. The remedial measures are somewhat suggested, such as installation of sub-drains system inside the slope, the use of ground anchor with high prestressing loads, and combinations with other soil reinforcement methods

    Pengaruh Waktu Pemeraman Pada Stabilisasi Tanah Lempung dengan Campuran Limbah Batu Gamping di Tinjau dari Kuat Geser Tanah

    Get PDF
    Tanah dasar berjenis marine soft clay yang terbentuk dari sedimentasi pelapukan biota laut. Jika tanah dasar tersebut mempunyai daya dukung rendah dan kembang susut yang tinggi, maka bangunan yang ada diatas tanah tersebut sering mengalami kerusakan seperti tanah di daerah Wonorejo Timur. Sehingga sebelum tanah tersebut digunakan sebagai tanah dasar, diperbaiki terlebih dahulu. Salah sat metode yang digunakan untuk memperbaiki adalah dengan stabilisasi dengan campuran limbah batu gamping. Prosentase campuran adalah 6%,9%,12% dengan pemeraman 6, 12, 18 hari. Pengujian laboratorium meliputi: Analisa Saringan, Atterberg Limit, standartProctor, dan Direct Shear. Hasil pengujiantanah lempung Wonorejo Timur sebelum distabilisasi dengan campuran limbah batu gampingadalah nilai Indek Plastisitas (IP) = 40,55% dengan nilai kohesi (C) = 0.1394 Kg/cm2 dan sudut geser dalam (?) =23,96­­o. Penambahan prosentase limbah batu gamping dan waktu pemeraman pada stabilisasi tanah lempung dapat menurunkan sifat plastisitas dan menaikan parameter kuat geser. Nilai indek plastisitas terkecil pada campuran 12% waktu pemeraman 18 hari (IP = 16.37%) nilai kohesi terbesar pada campuran 12% pemeraman 12 hari (C = 0.3467Kg/cm2) dan sudut geser dalam pada 12% pemeraman 18 hari (Ø = 81.73?). Prosentase limbah batu gamping optimum sebagai campuran stabilisasi tanah lempung adalah batu gamping 12 % dengan pemeraman 12 hari baik untuk menurunkan sifat plastisitas dan menaikan nilai parameter kuat geser tanah

    ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN KADAR AIR TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH

    Get PDF
    Indonesia adalah Negara yang memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Siklus pembasahan dan pengeringan yang terjadi akibat pergantian musim dapat mengubah susunan fabrik tanah dan karakteristik mekanik tanah anatara lain perubahan kadar air tanah,perubahan volume tanah dan perubahan parameter geser tanah. Perubahan tersebut juga sering menimbulkan longsor pada lereng terutama pada saat musim hujan. longsor sering menimbulkan kerusakan pada bangunan, kerugian materi dan bahkan dapat menyebabkan hilangnya nyawa manusia. Karena banyaknya kasus longsor akibat turunnya hujan,maka diperlukan suatu penelitan yang mengkaji hubungan antara hujan atau perubahan kadar air dengan perubahan parameter geser tanah yang mengakibatkan  kelongsoran. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan memvariasikan kadar air tanah, kemudian masing-masing variasi tanah  tersebut akan dilakukan uji geser langsung untuk mengetahui  nilai parameter geser tanahnya. Hasil penelitian dapat disimpulkan seiring dengan semakin bertambahnya kadar air pada tanah tegangan geser tanah menurun dengan kata lain stabilitas tanah berkurang sehingga mudah mengalami kelongsoran , meskipun nilai sudut geser menurun dan kohesi meningkat

    ANALISIS KOMBINASI FONDASI DANGKAL DAN TIANG BOR DITINJAU DARI DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN TERHADAP BEBAN KERJA

    Get PDF
    ABSTRAKFondasi merupakan suatu sistem rekayasa yang bekerja sebagai penerus beban dan beratnya sendiri ke dalam tanah yang terletak di bawah fondasi. Perhirtungan daya dukung fondasi dan penurunann dilakukan dengan memperhatikan data tanah, beban yang diterima oleh fondasi, kedalaman tiang, dimensi tiang, dan jarak antar tiang.Penelitian ini  menganalisis daya dukung dan penurunan kombinasi fondasi dangkal dan tiang bor untuk menahan beban bangunan diatasnya, dengan tujuan bahwa dalam perencanaan fondasi memenuhi persyaratan daya dukung dan penurunan. Daya dukung fondasi dangkal menggunakan metode dari Terzhagi, sedangkan untuk fondasi tiang bor menggunakan 3 metode, yaitu metode Luciano Decourt, Meyerhoff, dan Reese Wright. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui nilai daya dukung fondasi serta besar penurunan yang terjadi.Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kapasitas dukung memenuhi persyaratan pada kedalaman minimal 44 m.  sedangkan untuk penurunan kelompok tiang tidak memenuhi standar SNI 8460 2017, sehingga kedalaman tiang ditambah menjadi 46 m untuk memperoleh penurunan yang lebih kecil dari 15cm

    PENGARUH IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 TERHADAP BUDAYA ORGANISASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DIREKTORAT PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

    Get PDF
    Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah belum optimalnya kinerja pegawai di Direktorat Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel, yaitu implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 (X), budaya organisasi (Z) dan kinerja pegawai (Y). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran tingkat efektivitas implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015, tingkat budaya organisasi, tingkat kinerja pegawai serta untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 terhadap budaya organisasi dan implikasinya terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode explanatory survey. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket model skala likert dengan skor yang terentang antara 1 sampai dengan 5. Responden pada penelitian ini berjumlah 33 orang tenaga pendidikan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis data inferensial. Penulis juga menggunakan teori Management Change oleh Spradley sebagai Grand Theory. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dan uji inferensial didapatkan hasil bahwa 1) implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 berada pada kategori cukup efektif 2) budaya organisasi berada pada kategori cukup kuat dan 3) kinerja pegawai berada pada kategori cukup tinggi 4) terdapat pengaruh sedang atau cukup implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 terhadap budaya organisasi 5) terdapat pengaruh sedang atau cukup budaya organisasi terhadap kinerja pegawai 6) terdapat pengaruh langsung dan tidak langsung implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 terhadap kinerja pegawai dengan budaya organisasi sebagai variabel intervening. Kata Kunci: Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, Budaya Organisasi, Kinerja Pegawai THE INFLUENCE OF ISO 9001:2015 QUALITY MANAGEMENT SYSTEM IMPLEMENTATION ON ORGANIZATIONAL CULTURE AND ITS IMPLICATIONS ON EMPLOYEE PERFORMANCE AT INDONESIA UNIVERSITY OF EDUCATION DIRECTORATE OF EDUCATION By: Diannita Sri Utami This thesis is guided by: Dr. Hj. Nani Imaniyati, M. Si ABSTRACT The problem studied in this study is that the performance of employees at the Directorate of Education, Indonesia University of Education is not yet optimal. This study consists of three variables, namely the implementation of the ISO 9001:2015 quality management system (X), organizational culture (Z) and employee performance (Y). This study aims to analyze the description of the effectiveness of the implementation of the ISO 9001:2015 quality management system, the level of organizational culture, the level of employee performance and to determine whether or not there is an effect of the implementation of the ISO 9001:2015 quality management system on organizational culture and its implications for employee performance. This study uses an explanatory survey method. The data collection technique used is a Likert scale model questionnaire with a score ranging from 1 to 5. The respondents in this study amounted to 33 education personnel. The data analysis technique used in this research is descriptive analysis technique and inferential data analysis technique. The author also uses the Management Change theory by Spradley as the Grand Theory. Based on the results of descriptive analysis and inferential tests, the results show that 1) the implementation of the ISO 9001:2015 quality management system is in the quite effective category 2) the organizational culture is in the strong enough category and 3) employee performance is in the high enough category 4) there is a moderate or sufficient influence on the implementation of the ISO 9001:2015 quality management system on organizational culture 5) there is a moderate or sufficient influence on organizational culture on employee performance 6) there is a direct and indirect influence on the implementation of the ISO 9001:2015 quality management system on employee performance by organizational culture as an intervening variable. Keywords: ISO 9001:2015 Quality Management System Implementation, Organizational Culture, Employee Performanc

    Tinjauan Yuridis Empiris Sertifikat Rumah Yang Kembali Diperjualbelikan Tanpa Balik Nama Sertifikat (Studi Kasus di Kantor Notaris PPAT Sri Utami, S.H., Kabupaten Pamekasan)

    No full text
    Land is an important element in life, and has high economic value, therefore in society there is still widespread buying and selling of land with certificates that have not been renamed or Letter C where land registration has not been carried out, this can cause difficulties for new buyers, because The author wants to raise this problem with the aim of finding out what solutions can be sought in resolving this kind of problem. The research method that the author used was Empirical Juridical and conducted research at the Sri Utami Notary Office, S.H. located in Pamekasan Regency and data collection techniques using interviews and observation. In this research, researchers used Law Number 5 of 1960 concerning Basic Agrarian Regulations and Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration to strengthen this research. The results of this research are that some people still do not comply with the rules regarding changing the name of a certificate, they should change the name first with the first seller and then they can resell it to someone else, of course this is not in accordance with UPPA Article 15 which instructs us to maintain the land, maintaining the land is the same as guaranteeing certainty of rights to the land. Many of them reasoned that they wanted to resell the land without paying taxes, so that all taxes would be borne by the newest buyers and the party who would suffer the most losses would be the newest buyers. The effort to resolve this problem is that the seller must match the newest buyer with the previous land owner, but there are various kinds of difficulties that could arise, such as the previous owner living outside the city or even having passed away

    REDESAIN UNDERPASS MAYJEND SUNGKONO DENGAN SHEET PILE PROFIL BAJA DAN ANGKUR

    Get PDF
    Dalam pelaksanaan underpass  dibutuhkan  dinding  penahan  tanah  yang  berfungsi untuk menahan tanah saat proses pengerukan. Masalah yang dihadapi  dalam  pembuatan  dinding penahan tanah adalah bagaimana fungsi dinding penahan tersebut dapat optimal dan tahan lama. Faktor utama supaya dinding penahan berfungsi optimal adalah faktor keamanan terhadap stabilitas sliding dan  guling. Pada skripsi ini  saya  akan membahas mengenai  merencanakan ulang dinding penahan underpass Jl. Mayjend Sungkono model sheet pile, karena kondisi di lapangan dinding penahan yang digunakan adalah secant pile beton bertulang dan aman atau tidak terjadi permasalahan. Tapi memakan waktu yang cukup lama untuk pembangunannya. Dari hasil perhitungan  W yang memenuhi perencanaan adalah profil Larssen 704 dengan panjang turap  8.4 m dengan tertanam di dalam tanah 2.4 m, diameter angkur 2cm panjang 14.22m, lebar blok angker 0.6m tinggi 2m dan nilai stabilitas terhadap sliding SF =  1.373 dan guling SF =  1.764
    corecore