1,720,992 research outputs found

    Pemanfaatan data satelit resolusi tinggi world view-2 untuk kajian pesisir

    No full text
    Hal. 51-55 : ilus. ; 28 c

    HUBUNGAN KONSTANTA ATENUASI DENGAN KONSTITUEN AIR PADA PERAIRAN PELABUHAN KARIMUNJAWA

    Full text link
    Satellite-derived bathymetry (SDB) is one of the techniques in remote sensing for extraction of ocean depth by utilizing optical imagery. Spectral data from the water column is needed for SDB process. One of SDB method is an analytical method requiring field spectral data, water attenuation, and water constituents for depth estimation processes. Spectral data and attenuation were acquired by TriOS Ramses spectrometer. Water constituents are taken from filtered water samples to be tested at the laboratory. The water constituents tested were chlorophyll, CDOM, TSS, and TOM. The depth value of bathymetry extraction is strongly influenced by light penetration behavior. This is influenced by the condition of water constituents. Water constituents affect the attenuation of water. The study gives results from 4 stations of attenuation measurement having a positive correlation with chlorophyll constituents. Chlorophyll has a positive correlation with other constituents (TOM, CDOM, and TSS). From the value of water attenuation, the water classification around Karimunjawa Port are clear water of type III and 1 which have a value of (PAR) is 0.111 m-1

    Red Tide Detection using SeaWIFS Standard Chlorophyll-a Algorithm in Southeast Korean Waters SeaWiFS

    No full text
    Cochlodinium polykrikoides red tides have occurred in summer every year at coastal waters of the South Korea. Chlorophyll-a concentration data estimated from ocean color satellite SeaWiFS (Sea-viewing Wide Field-of-view Sensor) were used to detect the red tide in this study. The high value of chlorophyll-a concentration used to detect red tide was analyzed and compared with red tide map produced by National Fisheries Research and Development Institute of Korea (NFRDI). Based on SeaWiFS data and NFRDI red tide map, it was found that high chlorophyll-a concentration of ? 5 mg/m3in SeaWiFS images corresponded to the red-tide occurrence with some limitations.p.53-62: ilus. ; 30 c

    Koreksi Atmosferik Non-Standar Nir-Swir dan Mumm untuk Ekstraksi Informasi Konsentrasi Klorofil-A di Perairan Case-1 Indonesia

    No full text
    Model dan algoritma untuk ekstraksi informasi konsentrasi klorofil- sudah adadan bisa dimanfaatkan dalam skala global dan pada perairan case-1 pada umumnya. Selainalgoritma standar yang dikeluarkan oleh NASA baik algoritma in-water maupun koreksiatmosferik, ada beberapa algoritma non-standar yang bisa digunakan. Oleh karena itu perludilakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana pengaruh atau hasil algoritma nonstandarterhadap hasil estimasi konsentrasi klorofil-a dibandingkan dengan menggunakanalgoritma standar dan pengukuran lapangan. Telah dilakukan pengolahan ekstraksiinformasi klorofil-a dengan menggunakan koreksi atmosferik menggunakan kombinasikanan NIR (near infra red) dan SWIR (shortwave infrared) dan model MUMM(Management Unit of the North Sea Mathematical Models) kemudian dibandingkanhasilnya dengan hasil dengan menggunakan koreksi atmosferik standar. Walaupunbeberapa koreksi atmosferik non-standar digunakan untuk menyempurnakan koreksiatmosferik standar pada perairan case-2, tetapi sebagai kajian awal pengaruh koreksiatmosferik non-standar terhadap konsentrasi klorofil-a yang dihasilkan. Koreksi atmosferikdengan metode SWIR mampu meningkatkan akurasi konsentrasi klorofil-a, sedangkanmetode MUMM tidak memberikan hasil yang lebih baik dari koreksi atmosferik standar.Hasil ini diperkirakan karena kondisi aerosol wilayah Indonesia yang unik. Perlu dianalisislebih lanjut tentang kondisi aerosol dan pengujian koreksi atmosferik non-standar ini padaperairan case-2.Hal.322-33

    RED TIDE DETECTION USING Seawifs STANDARD CHOLOROPHYLL-a ALGORITHM IN SOUTHEAST KOREAN WATERS

    No full text
    Cochlodinium  polykrikoides  red  tides  have  occurred  in  summer  every  year  at coastal  waters  of  the  South  Korea.  Chlorophyll-a  concentration  data  estimated  from  ocean color satellite SeaWiFS (Sea-viewing Wide Field-of-view  Sensor)  were  used to detect the red tide in this study. The high value of chlorophyll-a concentration used  to detect red tide was analyzed  and   compared  with  red  tide  map  produced  by  National  Fisheries  Research  and Development Institute of Korea (NFRDI). Based on SeaWiFS data and NFRDI red tide map, it was  found  that  high  chlorophyll-a concentration  of  ≥  5  mg/m3in  SeaWiFS  images corresponded to the red-tide occurrence with some limitations.

    Pemetaan penginderaan jauh untuk pemetaan terumbu karang

    No full text
    Hal.68-74 : ilus. ; 21 c

    Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Untuk Mendukung Perencanaan Operasi Keamanan Laut Di Laut Arafuru

    No full text
    Operasi keamanan laut dilakukan secara terus menerus oleh TNI-AL membutuhkan armada yang banyak untuk menjangkau wilayah laut Indonesia yang luas dan membutuhkan logistik yang mahal. Oleh karena itu, diperlukan suatu strategi yang dapat mengoptimalkan jumlah armada dan melakukan efisiensi kebutuhan logistik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengaplikasikan data penginderaan jauh untuk mendapatkan informasi waktu operasi yang rawan terhadap pelanggaran dan ancaman keamanan terkait dengan aktifitas penangkapan ikan. Dengan dasar pemikiran bahwa gangguan keamanan akan banyak terjadi pada daerah dengan tingkat aktifitas penangkapan ikan yang tinggi dan akan terkonsentrasi pada daerah-daerah dengan kesuburan perairan yang tinggi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data konsentrasi klorofil-a yang diperoleh dari data MODIS level-2 dari NASA Amerika Serikat. Data harian selama 5 tahun dari 2008 sampai 2013 dijadikan rata-rata bulanan sehingga diperoleh variasi bulanan selama satu tahun dalam selang waktu 5 tahun. Analisa dilakukan pada seluruh area, dan juga pada unit-unit area yang lebih kecil untuk melihat apakah ada perbedaan pada unit-unit area yang lebih kecil tersebut. Perbedaan variasi pada unit terkecil bisa membedakan penentuan waktu operasi keamanan laut yang akan dilakukan pada area tersebut. Hasil analisa menunjukkan bahwa terjadi kenaikan kandungan klorofil-a pada bulan Mei- September. Sehingga dapat disarankan untuk lebih mengintensifkan operasi kamla pada waktu-waktu tersebut. Secara umum tidak terjadi perbedaan pada unit-unit yang lebih kecil, tetapi hanya berupa perubahan awal dan akhir waktu tingginya konsentrasi klorofil-a pada area yang berbedaHal.128-141: ilus. ; 30 c
    corecore