1,720,958 research outputs found
Model Komunikasi Sinergis Berbasis Islam dan Penanggulangan Kejahatan Seksual terhadap Anak
The emergency of sexual violence against children in Indonesia is considered to involve religious intervention for resolution. This article discusses the role of Islamic teachings in creating individual, social, cultural, and contextual forces as factors affecting synergetic communication for children, which further contributes to minimizing sexual abuse against children. This article argues that Islamic teachings such as introducing the masculine and feminine souls towards children in the early age, introducing the concept of aurat and sexual education to children as well as providing qishas or diyat punishment for child sexual offenders, will be able to contribute to creating societal and individual forces for their social communication skills that can protect them form predators of sexual abuse
Peran Guru dalam Mengembangkan Nilai Karakter Disiplin pada Anak Usia Dini di TK Pertiwi Desa Kabita Togo Kabupaten Wakatobi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengembangkan nilai karakter disiplin di TK Pertiwi Desa Kabita Togo Kabupaten Wakatobi. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 2 orang informan yaitu guru kelompok B1, dan guru kelompok B2. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data bersifat deskriptif kualitatif menurut Miles dan Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang berperan sebagai demonstrator yaitu memperagakan kedisiplinan kepada anak melalui budaya antre, guru berperan sebagai pengelola kelas yaitu menerapkan tata tertib kelas secara konsisten, guru berperan sebagai mediator atau fasilitator yaitu memberikan kesempatan untuk saling memaafkan ketika berebut mainan, guru berperan sebagai evaluator yaitu melakukan penilaian terhadap hasil belajar yang dikerjakan anak secara mandiri, guru berperan sebagai motivator yaitu memberikan pujian kepada anak dalam bentuk penghargaan, dan guru berperan sebagai inovator yaitu menciptakan dan mengembangkan metode pengajaran yang kreatif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru di TK Pertiwi telah menjalankan perannya secara optimal dalam mengembangkan nilai karakter disiplin pada anak usia dini melalui berbagai pendekatan yang sesuai dengan peran guru dalam pembelajaran anak usia dini
Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak melalui Kegiatan Permainan Kartu Kata di TK Dharma Wanita OE Balano Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak melalui permainan kartu kata di TK Dharma Wanita Oe Balano Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah anak kelas kelompok B TK Dharma Wanita Oe Balano Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna dengan jumlah 15 orang anak didik, yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 5 anak perempuan serta guru kelas kelompok B sebagai observer. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Tahap-tahap penelitian mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan Hasil penelitian diperoleh bahwa pada siklus I, hasil belajar anak secara klasikal sebesar 73,33% dengan aktivitas belajar anak sebanyak 75% sedangkan persentase aktivitas mengajar guru 75%. Pada siklus II, hasil belajar anak diperoleh nilai persentase secara klasikal sebesar 93,33% dengan aktivitas belajar anak diperoleh persentase sebesar 91,66%. Sedangkan persentase aktivitas mengajar guru diperoleh sebesar 91,67%. Dari hasil penelitian tersebut, maka dapat di simpulkan bahwa kemampuan membaca permulaan anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan permainan kartu kata di TK Dharma Wanita Oe Balano Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna
Perlindungan Anak Dari Ancaman Kekerasan Seksual (Sebuah Tinjauan Berdasarkan Nilai-Nilai Islam)
Kejahatan seksual terhadap anak masih menjadi masalah serius dan ini merupakan bencana sosial yang meresahkan masyarakat. Angka kekerasan seksual terhadap anak setiap tahun mengalami peningkatan. Kondisi ini menuntut adanya perlindungan terhadap anak. salah satu penyebab utama munculnya kejahatan seksual terhadap anak di Indonesia adalah kurangnya pendidikan, pengajaran, pemahaman dan penanaman nilai-nilai keagamaan masyarakat dan adanya kemudahan untuk mengakses konten pornografi. Di era milenial ini kejahatan berbasis online (cybercrime) menjadi tren di banyak Negara termasuk Indonesia. Pemanfaatan internet tanpa pengendali menyebabkan anak banyak yang menjadi korban kejahatan seksual, pornografi, prostitusi, perdagangan anak (trafficking), perundungan (bullying) dan yang tren saat ini kejahatan seksual berbasis media sosial melalui facebook. Fakta ini menuntut upaya dari berbagai komponen bangsa ini untuk memberikan perlindungan pada anak. Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan informasi tentang perlindungan anak berdasarkan nilai-nilai Islam. Berdasarkan hasil kajian ini ternyata Islam memiliki aturan yang jelas dalam memberikan perlindungan yang sempurna kepada anak supaya terhindar dari ancaman kekerasan seksual. Islam memberikan perlindungan berlapis . Pertama anak mendapat perlindungan dari lingkungan keluarga yakni orangtuanya; kedua, perlindungan dari masyarakat ketika terjadi aktifitas amar ma’ruf nahi mungkar maka ketika ancaman terlihat maka masyarakat yyang melakukan aksi pencegahan; ketiga, dijaga oleh Negara dan pemerintah, dalam hal ini pemerintahlah yang memiliki wewenang dalam bentuk regulasi untuk memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan dan layanan pendidikan yang layak buat anak.Kata Kunci: perlindungan anak, kekerasan seksual, orangtua, masyarakat, pemerinta
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
