1,721,505 research outputs found
PENTINGNYA BAHASA INGGRIS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PEMANDU WISATA DI BIMO KRISNO TOUR & EVENT ORGANIZER JEMBER
Bahasa Inggris merupakan bahasa International yang harus di miliki dan harus
di kuasai bagi setiap manusia untuk kemajuan dalam hidupnya, Karena dengan
menguasai bahasa Inggris kita bisa berinteraksi dengan orang asing atau tourist,
disamping itu kita bisa mengenal berbagai produk yang sekarag banyak
diperkenalkan dengan menggunakan bahasa inggris, selain itu jika bisa berbahasa
inggris kita juga dapat bekerja atau bekerja sama tentang dunia bisnis dengan orang
asing atau tourist untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari pada bekerja
sama dengan orang dalam negeri sendiri. Untuk itu Indonesia di tuntut untuk mampu
bersaing dengan Negara lain dalam pengembangan sektor kepariwisataan yang
merupakan salah satu pemasukan devisa utama Negara. Hal ini menuntut sebuah
menejemen perusahaan biro perjalanan wisata tersebut akan banyak memerlukan
representasi yang tepat yaitu pemandu wisita dan tour leader yang profesional
terutama dalam bidang komunikasi bahasa inggris dalam rangka ikut memajukan
kepariwisataan di Indonesia dalam global stage. Hal ini di dasarkan kunjungan
wisatawan manca negara yang semakin lama semakin meningkat. Dari berbagai hal
tersebut maka perlu menjadi perhatian kita bagaimanakah PENTINGNYA
BAHASA INGGRIS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN
PEMANDU WISATA DI BIMO KRISNO TOUR & EVENT ORGANIZER
JEMBER sebagai salah satu kabupaten dengan potensi wisata yang cukup besar
STRATEGI KOMUNIKASI DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN STATISTIK (DKIS) KOTA CIREBON DALAM MENSOSIALISASIKAN CIREBON SMART CITY MELALUI PRORAM SMART SOCIETY. ALIF GUFRON NUR AKMAL
ABSTRAK
STRATEGI KOMUNIKASI DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN
STATISTIK (DKIS) KOTA CIREBON DALAM MENSOSIALISASIKAN
CIREBON SMART CITY MELALUI PRORAM SMART SOCIETY.
ALIF GUFRON NUR AKMAL. NIM. 1608302038
Permasalahan sebuah kota khususnya Kota Cirebon sudah berkembang dan
memiliki kompleksitas yang tinggi, sehingga pemecahan masalah secara
konvensional kurang tepat dalam mengejar kecepatan dan perkembangan sebuah
kota. Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu alternative
solusi yang dimiliki potensi untuk melakukan perubahan yang sangat cepat
sehingga diharapkan dapat menyelesaikan berbagai persoalan dan tantangan
sebuah perkotaan.
Penelitian ini memiliki rumusan masalah (1) Bagaimana perumusan strategi
komunikasi DKIS Kota Cirebon dalam mensosialisasikan Cirebon Smart City
melalui program Smart Society?. (2) Bahagaimana hasil dari sosialisasi Cirebon
Smart City melalui program Smart Society yang dilaksanakan oleh DKIS Kota
Cirebon?. Adapun tujuannya adalah (1) untuk mengetahui perumusan strategi
DKIS Kota Cirebon dalam mensosialisasikan Cirebon Smart City melalui Smart
Society, (2) untuk mengetahui hasil dari sosialisasi Cirebon Smart City melalui
program Smat Society yang dilaksakan oleh DKIS Kota Cirebon.
Metode penelitian kualitatif dengan pedekatan studi kasus. Sumber data
yang pertama data primer, diperoleh melalui proses wawancara mendalam dengan
jajaran DKIS Kota Cirebon. Kedua yaitu data sekunder yang berasal dari bukubuku,
tulisan ilmiah, browsing internet, dan lain sebagainya yang berkaitan
dengan penelitian. Tenik pengumpulan data penelitian ini menggunakan
obeservasi, wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi (data
display) dan penarikan/verifikasi kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Strategi komunikasi DKIS Kota Cirebon
dalam mensosialisasikan Cirebon Smart City melalui program Smart Society
terdiri dari 6 tahapan strategi komunikasi, yaitu: Pengumpulan data dasar dan
perkiraan kebutuhan, perumusan sasaran dan tujuan komunikasi, analisis
perencanaan dan penyusunan strategi, analisis khalayak dan segmentasinya,
seleksi media, dan desain dan penyusunan pesan. (2) Hasil sosialisasi Cirebon
Smart City melalui program Smart Society berdasarkan tingkat pengetahuan,
penggunaan, dan manfaat Smart Society yang paling dirasakan oleh ASN di Kota
Cirebon yaitu pada sub dimensi manajemen keamanan dan keselamatan, dan
berdasarkan tingkat pengetahuan, penggunaan dan manfaat Smart Society yang
paling banyak dirasakan oleh Masyarakat (komunitas) di Kota Cirebon yaitu pada
sub dimensi interaksi masyarakat.
Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Smart City
PENGARUH KEGIATAN ORGANISASI IKATAN REMAJA MASJID (IRMAS) AL-GUFRON TERHADAP AKHLAK REMAJA DESA KARANGKENDAL KEC. KAPETAKAN KAB. CIREBON
Latar belakang penelitian ini adalah bahwasanya organisasi ikatan remaja
masjid (IRMAS) telah berdiri lama di desa karangkendal kec. Kapetakan kab.
Cirebon. Organisasi ini memiliki banyak kegiatan diantaranya kegiatan
pembinaan remaja, tadarus, sholawatan, marhabanan, pembagian sodaqoh,
membantu takmir masjid dan lain sebagainya. Kegiatan tersebut dapat membantu
memperbaiki akhlak serta tingkah laku remaja yang kini tingkat eksistensinya
dalam bidang keagamaan semakin mengikis.
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui Kegiatan organisasi IRMAS
yang dilakukan di masjid Al-Gufron Desa Karangkendal kec. Kapetakan kab.
Cirebon. (2) untuk mengetahui Perilaku keberagamaan anggota IRMAS Al�Gufron desa karangkendal kec. Kapetakan kab. Cirebon yang mereka terapkan
dalam kehidupan sehari-hari. (3) untuk mengetahui Aktivitas organisasi IRMAS
Al-Gufron dalam pembentukan akhlak serta moral para remaja desa karangkendal
kec. Kapetakan kab. Cirebon.
Organisasi ikatan remaja masjid (IRMAS) adalah perkumpulan pemuda
masjid yang melakukan aktivitas sosial dan ibadah di lingkungan suatu masjid.
Pembagian tugas dan wewenang dalam organisasi remaja masjid termasuk dalam
golongan organisasi yang menggunakan konsep islam dengan menerapkan asas
musyawaroh, mufakat,amal jama‟i (gotong royong).
Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan teknik
pengumpulan data: angket, observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Dalam
teknik analisis data yang digunakan adalah: uji validitas,uji reliabilitas, serta
perhitungan korelasi product moment dan uji signifikan.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) kegiatan organisasi
IRMAS desa karangkendal dinyatakan baik yang diprosentasikan dengan angka
64,76% berada pada interval 61% - 80%.(2) perilaku keberagamaan anggota
IRMAS desa karangkendal dinyatakan cukup yang diprosentasikan dengan angka
47,72 % berada pada interval 41%-60%. (3) Pengaruh aktifitas organisasi IRMAS
Al-Gufron terhadap akhlak remaja IRMAS desa karangkendal memperoleh
koefisien sebesar 0.990 yang tergolong tinggi karena terletak pada kisaran (0,80-
1,00). Dan untuk uji t dinyatakan t hitung > t tabel (1,740 < 28,93) maka Ho
ditolak dan Ha diterima yang artinya data signifikan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
