4 research outputs found
KEMATANGAN BERAGAMA SISWA SEBUAH SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KABUPATEN BANDUNG
Idealnya seseorang yang telah masuk masa dewasa secara fisik diikuti oleh kedewasaan dalam beragama. Namun faktanya, seseorang yang masuk masa remaja menyadari bahwa fisik mereka sudah masuk fase dewasa tapi secara pemikiran dan perilaku berragama masih merasa seorang anak yang meminta untuk banyak dimaklumi setiap kekeliruannya. Hal itu dikarenakan perubahan yang sangat mendadak yang dialami sehingga remaja pada masanya masih dalam tahap berusaha menemukan identitas dirinya. Latar belakang tersebut menjadi pendorong peneliti untuk menkaji secara statistik deskrptif sejauh mana tingkat kematangan siswa sebuah sekolah menengah kejuruan yang tentunya diisi oleh anak-anak remaja yang telah dewasa secara fisik. Penelitian ini dilakukan dengan cara menebar angket kepada partisipan yang merupakan bagian dari siswa sebuah sekolah menengah kejuruan di Indonesia. Dengan harapan hasil penelitian ini memberi informasi berharga untuk penelitian lanjutan dalam membentuk pribadi remaja kalangan siswa sekolah menengah kejuruan yang tidak hanya dewasa secara fisik tapi juga dewasa atau matang dalam beragama.Â
EFEKTIFITAS STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOSAKATA.
Kosakata bahasa Arab merupakan elemen terpenting dalam pembelajaran bahasa Arab. karena semakin banyak kosakata yang dikuasai akan semakin mempermudah siswa dalam memahami teks-teks berbahasa Arab. Mengingat pentingnya kosakata dalam pembelajaran bahasa Arab, maka pembelajaran kosakata harus dikemas sebaik mungkin agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Namun fakta di lapangan adalah pembelajaran kosakata berlangsung hanya satu arah. Dalam arti, siswa hanya diam mendengarkan puluhan kosakata setiap pertemuan dan diwajibkan untuk menghapalnya. Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing (AKS) dalam pembelajaran Bahasa Arab, sebagai cara untuk melatih siswa aktif dalam proses pembelajaran dan untuk mengetahui efektif atau tidaknya Strategi Pembelajaran AKS terhadap peningkatan kemampuan kosakata siswa.
Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan studi eksperimen kuasi, yang melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Peneliti memilih 58 orang siswa di kelas XI di MA Negeri 1 Kota Bandung sebagai objek penelitian. Jumlah itu terbagi dalam dua kelas,XI IPA 5 yang kemudian disebut Kelas Eksperimen dan XI IPA 2 disebut Kelas Kontrol , masing-masing jumlahnya 29 orang.
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan, maka di peroleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Pembelajaran Bahasa Arab menggunakan Strategi Pembelajaran AKS menunjukan hasil yang baik dibandingkan dengan tidak menggunakan strategi ini. Terbukti dengan kenaikan rata-rata pada kedua kelompok, pada pretest, kelompok eksperimen memiliki nilai rata-rata 63,21 , sementara kelompok kontrol dengan nilai rata-rata 63,97. Pada postes, kelompok eksperimen memiliki rata-rata 84,29, sementara kelompok kontrol memiliki nilai rata-rata 71,21.
2. Penggunaan Strategi Pembelajaran AKS efektif terhadap peningkatan kemampuan kosakata siswa. Terbukti dari menggunakan uji t independent t-test, menggunakan pengujian dua sampel independen nonparametric dengan hasil nilai t sebesar 6,421 lebih besar dari ttabel yaitu 2,003 berada di daerah penolakan Ho. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas strategi pembelajaran AKS terhadap peningkatan kemampuan kosakata bahasa Arab siswa
MODEL PROFETIK PADA PEMBELAJARAN PAI DALAM UPAYA MENCAPAI KEMATANGAN BERAGAMA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Penelitian ini dilatar belakangi oleh perlunya model pembelajaran PAI yang tepat dalam upaya mengantarkan siswa untuk menjadi pribadi yang matang dalam beragama sebagaimana tercantum dalam rumusan tujuan pendidikan nasional yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa serta berakhlak mulia. Tujuan penelitian ini untuk menggali informasi mengenai bentuk model profetik pada pembelajaran PAI di sekolah menengah kejuruan dalam upaya mencapai kematangan beragama siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sesuai dengan jenis data yang akan diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis secara mendalam dan disajikan secara deskriptif sehingga menghasilkan model profetik pada pembelajaran PAI di sekolah menengah kejuruan dalam upaya guru mengantarkan siswa mencapai kematangan beragama. Model pembelajaran ini masih bersifat hipotetik. Oleh karena itu, untuk menguji kebenarannya peneliti merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih lanjut. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat menjadi kontribusi yang berarti dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di SMK dan membantu siswa mencapai kematangan beragama yang diharapka
Kematangan Beragama Perspektif Al-Qur’an
The purpose of this study is to reveal the criteria for religious maturity from the perspective of the Koran. This research uses a qualitative approach and a descriptive method in the form of library research. Based on the research results, the Koran has a more comprehensive perspective regarding the personal criteria of a servant who has maturity in religion. The six characteristics of religious maturity offered by Gordon Allport existed in the Koran long before this Western concept was coined. More than that, every criterion of religious maturity contained in the Koran is not just a choice of religion but includes things that are ordered. Because Islam as a religion that makes the Koran in addition to the Sunnah a guideline for its people does not only demand obedience in the ritual order of worship, but the worship that is performed must be displayed in the form of everyday character that reflects a mature individual in his religion
