1,720,966 research outputs found
THE EFFECTIVE TAHFIZ LEARNING MODEL APPLIED BY FAMILIES IN BANDA ACEH AND ACEH BESAR, INDONESIA
The Qur'an is one of the miracles of Allah bestowed to the Prophet Muhammad (Peace be upon him-PBUH). As a miracle, its authenticity will be maintained until the end of time. One way to maintain the purity of the Qur'an is by memorizing it. Recently, either children or adults have been enthusiastic about memorizing the Qur'an, as proven by the opening of tahfiz schools by the government, society, or private educational institutions. The high interest in memorizing the Qur'an is God's guidance to maintain the purity of His words. On the other hand, parents also play a significant role in encouraging their children to memorize the Qur'an. Interestingly, although busy with work and the heads of the family or housewives, parents in Banda Aceh have successfully educated their children to become hafiz and hafizah. This qualitative study aimed to investigate the tahfiz learning model applied by families in Banda Aceh, Indonesia, to investigate the tahfiz learning model applied by families. The data was collected by observing and interviewing four hafiz families in Banda Aceh as research samples. The study results revealed that the tahfīẓ learning methods used by hafiz families were talaqqī, tasmī', tikrāri, and murāja'ah. The techniques used were ifrādi, tsawāb wa iqāb, and uswah. To conclude, The effective tahfiz learning model applied in Banda Aceh families was طريقة تكاملية (integrated method)
MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT DENGAN LEMBAGA SEKOLAH
Hubungan masyarakat dengan sekolah merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh kepercayaan dan sangat penting dalam manajemen guna untuk mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi lembaga pendidikan. Pengertian hubungan masyarakat dengan sekolah mempunyai pemikiran yang berbeda namun tujuan dan fungsinya sama yaitu untuk menciptakan opini publik yang menguntungkan sekolah dan lembaga pemerintah yang bersangkutan .Berupa mengatur informasi internal dan eksternal dengan memberikan informasi serta penjelasan seluas mungkin kepada publik mengenai kebanyakan baik program maupun tindakan –tindakan lembaga. tujuan dan tugas utama hubungan masyarakat dengan sekolah yaitu salah satunya menyusun rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan pendidikan baik secara individual seperti membuka kesempatan konsultasi antara orang tua peserta didik dengan guru sekolah ,komite sekolah, organisasi atau alumni. Demikian juga respon yang timbul di kalangan masyarakat menjadi umpan balik dan informasi yang disampaikan harus mendapat perhatian yang sepenuhnya . Berbagai teori mengatakan baik mengenai definisi sistem informasi manajemen maupun penjelasan arti dan tujuan. Jika sebuah fungsi manajemen kurang dilaksanakan dan diabaikan oleh sebuah lembaga maka lembaga pendidikan akan hancur dan tidak lagi diminati masyarakat Karena kurang sosialisasi dan berkomunikasi dengan masyarakat baik secara langsung maupun melalui media
IMPLIKASI AKSIOLOGI DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN
Abstrac: Aksiologi pendidikan yang memiliki hakikt nilai,maksud nilai disni adalah nilai-nilai kebaikan dan keindahan yang tertinggi dari nilai –nilai etika dan estetika. Implikasi aksiologi dalam filsafat pendidikan tidaklah asing karena aksiologi salah satu cabang filsafat yang dapat menguji dan mengintegrasikan semua nilai-nilai dalam kehidupan manusia khususnya tentang kajian etika. Demikian juga dengan nilai estetika tentang pengalaman keindahan yang dimiliki oleh manusai terhadap lingkungan dan fenomena disekelilingnya.Aksiologi juga dapat menaruh perhatian tentang baik dan buruk dan dapat dijadikan sebagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. Etika dari bagian filsafat nilai dan penilaian manusia adalah cara memandangnya dari sudut baik dan tidak baik karena etika merupakan filsafat tentang prilaku manusia. Adapun estetika adalah filsafat keindahan yang dimiliki oleh manusia lebih menitik beratkan kepada predikat keindahan yang diberikan pada hasil seni. Ajaran Islam merupakan perangkat sistem nilai yaitu pedoman hidup secara islami swsuai dengan tuntunan Allah SWT.Sehingga aksiologi pendidikan Islam berkaitan dengan nilai-nilai tujuan dan target yang akan dicapai dalam pendidikan Islam kerena tujuan pendidikan isklam mengandung petunjuk Allah,meningkatkan kesejahteraan hidup manusia baik didunia maupun diakhirat, mengandung usaha keras untuk meraih kehidupan yang baik dan mengandung nilai yang dapat memadukan antara kepentingan kehidupan dunia dan akhirat
Hadis Tentang Keutamaan Bagi WanitaSalat di Rumah (StudiFiqh al-Hadis)
Fithriani.2013. Hadis Tentang Keutamaan Bagi WanitaSalat di Rumah (StudiFiqh al-Hadis), Skripsi, Jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Humaniora. Pembimbing: (I), Dr. Saifuddin, M.Ag (II) Dr. DzikriNirwana, M.Ag.
Dewasa ini ruang gerak kaum wanita sama leluasanya sebagaimana kaum laki-laki. Tidak sedikit kaumwanita yang berkarir menghabiskan waktu sepanjang hari di luar rumahnya. Mereka pun menunaikan salatnya di tempa tumum seperti di masjid atau musala atau di tempat kerja mereka, bukan di rumah mereka sendiri. Kenyataan ini bertentangan dengan hadis Nabi Muhammad saw yang menyatakan bahwa salatnya wanita lebih utama bagi mereka di rumah-rumah merekas endiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman hadis (Fiqh al-Hadîts)tentang keutamaan bagi wanita salat di rumah dari sudut pandang tekstual dan juga dari sudut pandangkon tekstual. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), metode yang digunakan ialah deskriptif dan perangkat kerjanya maudhû’iy yang merupakan adaptasi dari metode penelitian tafsir yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian ini .Adapun langkah-langkah operasionalnya(a) menentukan satu tema diangkat dari sebuah hadis, (b) menghimpun hadis-hadis semakna, (c) Melakukan pengklasifikasian hadis-hadis semakna berdasarkan tema yang terkandung dalam hadis-hadisitu, (d) Menganalisis perbedaan dan persamaan redaksi hadis, (e) mengambil istinbat dari hasil analisis hadis-hadis tersebut.
Setelah dilakukan langkah-langkah yang telah ditetapkan tersebut maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut:
Secara tekstual, hadis-hadis tentang keutamaan bagi wanita salat di rumah ini terbagi pada dua materi; a) anjuran bagi wanita salat di rumah, b) larangan mencegah wanita pergike masjid. Wanita lebih utama melaksanakan salat apabila diduga pertama, ia akan memunculkan fitnah bagi dirinya ataupun orang lain. Kedua, apabila ia memiliki tanggung jawab utama di rumah seperti mengurusanaknya yang masih kecil, sanga tmerepotkan bagi dirinya dan mengganggu jamaah lain apabila ia memaksakan diri untuksalat di masjid.
Secara kontekstual, keutamaan salat bagiwanita di rumah ini memiliki hukum yang bersifat kondisional. Perginya kaum wanita ke masjid di masa kekinian dibolehkan bagi wanita namun harus memenuhi syarat, di antaranya menutup aurat, meminta izin kepada suami, tidak mengenakan parfum, tidak bercampur baur dengan laki-laki, menyelesaikan terlebih dahulu kewajibannya di rumah, apabila ia salat di masjid berdiri di barisan belakang. Namun, apabila dikhawatirkan terjadi fitnah disebabkan ia berada di masjid, maka hukumnya kembali kepada anjuran Nabi Muhammad saw yaitu salatnya di rumah itulah yang lebih utama dan baik bagi para wanita. Demi terpeliharanya kehormatan dan harga diri para wanita itu sendiri
Evaluasi Pendidikan Program Khusus Ulama Pada Fakutas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin
Fithriani; Evaluasi Pendidikan Program Khusus Ulama Pada Fakutas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin”. Di bawah bimbingan Dr. Hj. Nuril Huda, M. Pd dan Dr. Dzikri Nirwana, M. Ag, Tesis pada Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin, 2017.
Kata Kunci: Evaluasi, Pendidikan, Ulama, CIPP
Latar belakang penelitian ini berangkat dari sebuah pemikiran tentang pelaksanaan Program Khusus Ulama di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Selama ini belum dilakukan evaluasi terhadap program ini secara menyeluruh dengan menggunakan Model Evaluasi CIPP. Oleh karena itu penelitian ini diarahkan ke sana untuk melihat sejauh mana keberhasilan program Khusus Ulama tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kontek, masukan, proses, dan produk atau lulusan dari Program Khusus Ulama dengan menggunakan Model Evaluasi CIPP yang dikembangkan oleh Daniel L. Stufflebeam (1966). Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan didasarkan pada pertimbangan bahwa gejala ini merupakan proses yang dilakukan melalui kajian terhadap perilaku atau aktivitas para pelaku yang terlibat di dalam program ini. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Ada beberapa teknik dalam mengumpulkan data di lapangan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahapan yaitu Reduksi Data (Data Reduction), Penyajian Data (Data Display), dan Simpulan (conclusion drawing/verification) secara kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik Triangulasi sebagai teknik pengecekan keabsahan data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontek program ini telah dilaksanakan sesuai visi misi dan tujuan yang ditetapkan. Evaluasi masukan menunjukkan bahwa input program ini dipenuhi semaksimal mungkin oleh pihak pengelola. Evaluasi proses menunjukkan proses pendidikan berlangsung secara formal dan non-formal untuk mempersiapkan calon ulama intelek. Evaluasi produk menunjukkan keberhasilan program ini dalam mencetak lulusan yang siap terjun di masyarakat. Para lulusan dari Program Khusus Ulama diketahui telah berkiprah di bidang agama sebagai ulama dan berkiprah di masyarakat, bidang pendidikan sebagai guru agama, trainer metode membaca Alquran, guru Alquran dan Tahfiz Alquran, dan bahkan di bidang politik sebagai anggota DPRD di kabupatennya. Program ini direkomendasikan dapat dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya mengingat manfaatnya yang banyak dengan tetap melakukan peningkatan pada aspek pengelolaan kegiatan dan penerapan peraturan agar Program Khusus Ulama dapat lebih berkualitas di masa yang akan datang
IPLEMENTASI FILSAFAT PENDIDIKAN TERHADAP KOMPNEN PENDIDIKAN ISLAM
Komponen pendidikan Islam seperti pendidik,peserta didik,kurikulum dan metoda mempunyai pemikiran yang berbeda sesuai dengan pandangan filosof atau ahli filsafat pendidikan Islam. Sebagai lazimnya para ahli filsafat ialah orang yang mencintai dan mencari kebenaran . Adapun komponen pendidikan Islam seperti Pendidik, para ahli berbeda menafsirkan pengertiannya. Sebagaimana Ahmad Tafsir memberikan pengertian pendidik ialah orang yang bertanggung jawab terhadap proses pertumbuhan potensi anak. Sedangkan Ahmad D.Marimba memberikan pengertian pendidik ialah orang yang memikul pertanggung jawaban untuk mendidik manusia dewasa karena hak dan kewajiban. Istilah pendidik dalam konteks pendidikan Islam disebut dengan murabbi, mua’llim,muaddib, mudarris, muzakki, ustaz. Demikian juga dilanjutkan dengan istilah peserta didik, fase ini disebut dengan fase pertumbuhan yang sering disebut dengan murid dan anak dengan ini anak didik. Fase perkembangan ini sangat perlu pada bimbingan dari seseorang baik dilembaga formal maupun dilembaga non formal.Kemudian kurikulum, komponen ini merupakan konsep dasar yang sangat identik dengan mata pelajaran. Pengertian ini bukan hal semata diartikan dengan matapelajaran akan tetapi suatu usaha lembaga pendidikan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran atas dasar prinsip-prinsipnya yaitu prinsip pertautan dengan nilai-nilai ajaran Islam , universal, keseimbangan, interaksi, fleksibel, emperik. Dan komponen yang terakhir ialah metode, metode dalam bahasa arab disebut dengan at-thariqah yang istilah ini sangat banyak di jumpai di dalam al-Qur’an diantaranya: Metode teladan, kissah, nasehat, kebiasaan, hukuman dan ganjaran, ceramah dan diskusi
PERAN ORANG TUA MEMBERIKAN MOTIVASI TERHADAP PRESTASI ANAK DALAM KELUARGA.
Keberhasilan belajar anak sangat memrlukan dorongan atau motivasi dari keluarga terutama orang tuanya sebagai pendidik utama. Orang tua punyaperanan penting dan pengaruh besar terhadap pendidikan anak disamping jadi pendidik, pendorong, fasilitator, pembimbing juga punya tanggung jawab mendidik bersikap lemah lembut , sopan santun. Motivasi orang tua mempunyai peranan penting Karena tanpa adanya motivasi ,seorang anak tidak akan dapat mencapai hasil yang baik. Motivasi orang tua termasuk motivasi ekstrinsik yaitu mempunyai motif –motif yang aktif sebagai perangsang dalam belajar sehingga anak-anak memerlukan perhatian dan pengarahan khusus dari orang tua secara rutin. Bentuk lain peran orang tua terhadap prestasi anak yaitu memberikan semangat ,fasilitas,menjadi sumber ilmu dan pengetahuan dalam keluarga, memberikan arahan yang jalas terhadap masa depan anak-anaknya.Upaaya orang tua dalam menumbuhkan motivasi belajar anak dengan mengetahui hasil pekerjaan atau kemajuan anak . Dengan mengetahui hasil belajar maka orang tuadapat memberikan hadiah dan hukuman . hal ini sesuai dengan prestasi anak. Jika anak memperoleh hasil yang istimewa maka orang tua akan memberikan motivasi berupa reward yang disukai oleh anak. Demikian sebaliknya jika belum berhasil, selaku orang tua tdak memberikan reward sehingga anak berhasil sehingga anak lebih terpacu untuk belajar giat
UJI COBA PENERAPAN METODE SILENT DEMONSTRATION SELAMA COVID19 DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI GOOGLE MEET PADA PEMBELAJARAN FIQH MATERI HAJI DAN UMRAH SISWA KELAS X AGAMA 3 MADRASAH ALIYAH RUHUL ISLAM ANAK BANGSA
Strategi pembelajaran aktif silent demonstration merupakan strategi pembelajaran yang membantu siswa untuk menemukan jawaban dengan mengkontruksi sendiri pemikirannya berdasarkan Demonstration bisu, sehingga siswa lebih memahami pembelajaran dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode demonstrasi bisu pada pembelajaran Haji dan Umrah dengan menggunakan aplikasi google meet pada siswa kelas X 3 Madrasah Aliyah Ruhul Islam Anak Bangsa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan penelitian ini adalah guru, siswa dan orang tua, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa metode demonstrasi bisu melalui aplikasi google meet sangat efektif digunakan, sehingga menjadi media teknologi baru untuk menyajikan materi dengan guru tanpa banyak berbicara. Hanya saja, kendalanya siswa dan guru harus benar-benar paham terhadap penggunaan aplikasi google meet sebagai media pembelajaran, dan memastikan jaringan benar-benar terkoneksi dengan baik agar pada saat guru mengajarkan prosedur secara bertahap-tahap berjalan lancar, terutama saat menunjukkan slide presentasi yang memperagakan sebuah prosedur tanpa banyak bicara, akan mendorong siswa untuk cermat secara mental. Siswa juga dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pembelajaran belangsung, sehingga siswa lebih memahami pembelajaran dengan baik.Kata Kunci: Silent Demonstration, Google Meet, Fiqh, Haji, Umrah, dan MA Ruhul Islam Anak Bangs
- …
