1,720,969 research outputs found

    PENERAPAN UNSUR PATUNG PERANCANGAN LANSEKAP

    No full text
    Pemahaman tentang patung dapat dilihat dari zaman nenek moyang kita, berawal dari zaman purbakala patung sudah dibuat dan dipuja masyarakat tertentu, hingga sekarang patung dinikmati untuk keindahan. Manusia telah mengenal dan menghargai ruang luar sejak manusia hidup berpindah-pindah, mereka membangun permukiman dan memanfaatkan kualitas ruang luar untuk pemujaan, pertemuan, dan tari-tarian. Seni patung adalah sebuah tipe karya tiga dimensi yang bentuknya dibuat dengan metode subtraktif (mengurangi bahan seperti memotong, menatah) atau aditif (membuat model lebih dulu seperti mengecor dan mencetak). Lansekap merupakan sesuatu perencanaan antara manusia dan lingkungan yang mencakup semua elemen alam, baik yang buatan maupun yang alamiah, dengan memperhatikan aspek estetika untuk mendapatkan kesenangan dan kenyamanan.Tujuan seni patung hadir dalam perancangan ruang luar: untuk menciptakan kesan serasi dan harmonis dalam perancangan lansekap. Membentuk simetris dari ruang luar. Dapat menceritakan suatu peristiwa, menghormati dewa atau orang yang dijadikan tauladan. Pada perkembangan selanjutnya patung dibuat untuk monument/peringatan peristiwa suatu bangsa, kelompok atau perorangan. Pada zaman sekarang patung sering diciptakan untuk hiasan lebih bebas dan bervariasi dan diciptakan untuk dinikmati nilai keindahan bentuknya. Kata kunci: patung, lanseka

    KAJIAN PERTUMBUHAN PERMUKIMAN NELAYAN DESA BLANG GEULUMPANG KABUPATEN ACEH TIMUR Studi Kasus Dusun Pantai Desa Blang Geulumpang

    No full text
    Sebagai Negara kepulauan Indonesia memiliki daerah pantai yang sangat luas. Diperkirakan 60% penduduk Indonesia hidup dan bermukim di daerah pantai. Dari 64.439 desa di Indonesia, terdapat 4.735 desa yang dapat dikategorikan sebagai desa pantai. Bahkan, masyarakat yang bermukim di wilayah kota pantai sudah mencapai sekitar 100 juta orang. Aktifitas ekonomi di daerah pantai dan laut memberikan kontribusi sebesar 24% pada produk domestik bruto. Di daerah pantai terdapat berbagai macam kegiatan, seperti industri, permukiman, tambak, nelayan, perdagangan, transportasi, pelabuhan, dan rekreasi. Permukiman nelayan Desa Blang geulumpang yang berada di muara Krueng Idi telah melangsungkan kehidupannya sejak masa lalu. Diawali dengan kedatangan keturunan Tionghoa, pendudukan tentara Belanda sampai tiba penduduk nelayan pendatang yang menjadi penduduk asli di permukiman nelayan desa BlangGeulumpang. Pola pertumbuhan terbentuk karena dekat dengan perairan, tambatan kapal/perahu, dermaga dan Tempat Pelelangan Ikan. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi pola permukiman nelayan dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi pertumbuhan permukiman nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kausal komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan pertumbuhan analisa fisik dan non fisik permukiman nelayan. Dapat disimpulkan bahwa pola permukiman nelayan Dusun Pantai desa Blang Geulumpang memanjang mengikuti alur jalan desa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu kemudahan dalam menempati dan memiliki lahan, sarana air bersih, sarana listrik, adanya kekerabatan yang erat karena perkawinan dan satu pekerjaan yaitu nelayan, tingkat pendidikan yang lebih baik dan penghasilan yang sudah meningkat. Peningkatan pelabuhan selain untuk jual beli ikan juga dapat menjadi tempat wisata dan penelitian. Kata Kunci: Pertumbuhan permukiman nelayan, pola permukiman As an archipelago state, Indonesia has a very large coastal area. It is estimated that 60% of the population of Indonesia live and domicile in the coastal area. Of 64.439 villages in Indonesia, 4.735 villages can be categorized as coastal villages. The people of Indonesia living in the coastal towns has reached about 100 millions people. The coastal and marine economic activities has contributed for 24% of the GDP. Various kinds of activities such as industry, residential settlements, fishponds, fishermen, trade, transportation, harbors, and recreation are found in coastal areas. Blang Geulumpang Village, a fisherman settlement located in the estuary of Krueng Idi, has been established since old times beginning with the arrival of Chinese descents, followed by the Dutch occupation and immigrant fishermen who became the indigenous people of this Blang Geulumpang Village. The growth pattern was formed because it is close to the waters, ship/boat mooring place, pier, and fish auction market. The purpose of this causal comparative study was to identify the pattern of fisherman settlement and the factors influencing the growth of the fisherman settlement. The result of this study showed that the growth of physical and non-physical analysis of the fisherman settlement. The conclusion drawn is that the pattern of fisherman settlement in the coastal village of Blang Geulumpang is extending following the village road and the factors influencing it are the ease in occupaying and owning the land, the availability of clean water and electricity, close kindship due to wedlock and belonging to the same job (fishermen), better education level, increasing income, and the increasing function of harbor not only as fish trading place but also as tourist object and research site. Keywords: Growth, Fisherman Settlement, Settlement Patter

    Penerapan Unsur Patung pada Perancangan Lansekap

    Full text link
    Abstrak   Pemahaman tentang patung dapat dilihat dari zaman nenek moyang kita, berawal dari zaman purbakala  patung sudah dibuat dan dipuja masyarakat tertentu, hingga sekarang patung dinikmati untuk keindahan. Manusia telah mengenal dan menghargai ruang luar sejak manusia hidup berpindah-pindah, mereka membangun permukiman dan memanfaatkan kualitas ruang luar untuk pemujaan, pertemuan, dan tari-tarian. Seni patung adalah sebuah tipe karya tiga dimensi yang bentuknya dibuat dengan metode subtraktif (mengurangi bahan seperti memotong, menatah) atau aditif (membuat model lebih dulu seperti mengecor dan mencetak). Lansekap merupakan sesuatu perencanaan antara manusia dan lingkungan yang mencakup semua elemen alam, baik yang buatan maupun yang alamiah, dengan memperhatikan aspek estetika untuk mendapatkan kesenangan dan kenyamanan.Tujuan seni patung hadir dalam perancangan ruang luar: untuk menciptakan kesan serasi dan harmonis dalam perancangan lansekap. Membentuk simetris dari ruang luar. Dapat menceritakan suatu peristiwa, menghormati dewa atau orang yang dijadikan tauladan. Pada perkembangan selanjutnya patung dibuat untuk monument/peringatan peristiwa suatu bangsa, kelompok atau perorangan. Pada zaman sekarang patung sering diciptakan untuk hiasan lebih bebas dan bervariasi dan diciptakan untuk dinikmati nilai keindahan bentuknya.Kata kunci: patung, lansekap ruang, metoda subtraktif, estetik

    Bahan Ajar Perancangan Kota

    Full text link

    KAJIAN PERTUMBUHAN PERMUKIMAN NELAYAN DESA BLANG GEULUMPANG KABUPATEN ACEH TIMUR (STUDI KASUS: DUSUN PANTAI DESA BLANG GEULUMPANG)

    Full text link
    Sebagai Negara kepulauan Indonesia memiliki daerah pantai yang sangat luas. Diperkirakan 60% penduduk Indonesia hidup dan bermukim di daerah pantai. Dari 64.439 desa di Indonesia, terdapat 4.735 desa yang dapat dikategorikan sebagai desa pantai. Bahkan, masyarakat yang bermukim di wilayah kota pantai sudah mencapai sekitar 100 juta orang. Aktifitas ekonomi di daerah pantai dan laut memberikan kontribusi sebesar 24% pada produk domestik bruto. Di daerah pantai terdapat berbagai macam kegiatan, seperti industri, permukiman, tambak, nelayan, perdagangan, transportasi, pelabuhan, dan rekreasi.Permukiman nelayan Desa Blang geulumpang yang berada di muara Krueng Idi telah melangsungkan kehidupannya sejak masa lalu. Diawali dengan kedatangan keturunan Tionghoa, pendudukan tentara Belanda sampai tiba penduduk nelayan pendatang yang menjadi penduduk asli di permukiman nelayan desa BlangGeulumpang. Pola pertumbuhan terbentuk karena dekat dengan perairan, tambatan kapal/perahu, dermaga dan TPI. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi pola permukiman nelayan dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi pertumbuhan permukiman nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kausal komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan pertumbuhan analisa fisik dan non fisik permukiman nelayan Dapat disimpulkan bahwa pola permukiman nelayan Dusun Pantai desa Blang Geulumpang memanjang mengikuti alur jalan desa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu kemudahan dalam menempati dan memiliki lahan, sarana air bersih, sarana listrik, adanya kekerabatan yang erat karena perkawinan dan satu pekerjaan yaitu nelayan, tingkat pendidikan yang lebih baik dan penghasilan yang sudah meningkat. Peningkatan pelabuhan selain untuk jual beli ikan juga dapat menjadi tempat wisata dan penelitian

    PENGANTAR RUANG ARSITEKTUR

    No full text
    Ruang berasal dari bahasa latin yaitu spatium yang berarti ruagan atau luas. Sudah ada tanpa dibentuk oleh manusia dengan batasan alamiah yaitu tanah, pepohonan/ bukit dan langit. Dalam merencanakan ruang sebaiknya sesuai dengan selera, kenyamana, keinginan dan sesuai dengan fungsi kegiatan. Hasil dari penciptaan ruang disebut ruang arsitektur. Kata kunci: ruang, ruang arsitektu

    Kajian Pertumbuhan Permukiman Nelayan Desa Blang Geulumpang Kabupaten Aceh Timur StudiKasus Dusun Pantai Desa Blang Geulumpang

    No full text
    As an archipelago state, Indonesia has a very large coastal arcalt is estimated that 6tr/a of the population of Indonesia live and domicile in the coastal area- Of 64.439 villages in IndonesiU 4.735 villages can be categorized as coastal villages. The people of Indonesia living in the coastal towns has reached about 100 millions people. The coastal aud marine economic activities has conhibuted for 2#/o af the GDP. Various kinds of activities such as industry, residential settlements, fislrponds, fishermen, trade, transportatiorU harbors, and recreation are found in coastal areas. Blang Geulumpang Village, a fisherman settlement located in the eshrary of Krueng Idi, has been established since old times beginning with the arrival of Chinese descents, followed by the Dutch occupation and imunigralrt fisherrren who becrne the indigenous people of this Blang Geultmrpang Village. The grourth pattem was formed because it is close to the waters, ship/boat mooring place, pier, and fish auction market. The ptrpose of this causal comparative study was to identifr the pattern of fisherman setlement and the factors influencing the growth of the fisherman settlement. The result of this study showed that the growfr of physieal and non physical analysis of the fishe,lrran settlement. The conclusion drawn is that the pattern of fishennan settlement in the coastal village of Blang Geulumpang is extending following the village road and the factors influencing it are the ease in occupaying and owning the lan4 the availability of clean water and electicity, close kindship due to wedlock and belonging to the same job (fistrermen), betto education level, increasing income, and the increasing fimction of harbor not only as fish trading place but also as tourist object and tesearch site113 HalamanTesis Magiste

    STUDI MODEL RANCANGAN LADANG APUNG PADA MASYARAKAT PETANI DI GAMPONG BILI BARO, ACEH UTARA

    Full text link
    Indonesia, negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian, menghadapi berbagai masalah seperti perubahan iklim dan infrastruktur yang buruk. Aceh Utara, dengan lahan persawahannya yang luas dan subur, sering dilanda banjir yang merusak tanaman dan menurunkan produktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk membuat konsep desain pertanian terapung sebagai solusi komprehensif untuk ketahanan pangan jangka panjang bagi masyarakat petani di Gampong Bili Baro, Aceh Utara. Studi oleh Nasrudin, dkk. pada tahun 2022 mengidentifikasi manfaat multi-sektoral dari pertanian apung, termasuk adaptasi terhadap kondisi tergenang air dan peningkatan sumber pangan masyarakat petani. Penelitian lain oleh Prayoga, dkk. mengeksplorasi sistem padi apung tradisional di lahan sawah yang terendam banjir. Studi oleh Dennis dan Surya pada tahun 2022 membahas konsep bangunan apung multi-level yang dapat diterapkan di area rawan banjir untuk mencapai keberlangsungan hidup yang  berkelanjutan, meskipun banyak penelitian yang menunjukkan potensi pertanian terapung dan strukturnya untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerah yang rawan banjir. Temuan studi ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa model pertanian terapung yang diusulkan dapat meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan pangan di sektor pertanian Aceh Utara, serta memberikan rekomendasi untuk implementasi yang lebih luas di tempat lain yang mengalami masalah serupa.Indonesia, negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian, menghadapi berbagai masalah seperti perubahan iklim dan infrastruktur yang buruk. Aceh Utara, dengan lahan persawahannya yang luas dan subur, sering dilanda banjir yang merusak tanaman dan menurunkan produktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk membuat konsep desain pertanian terapung sebagai solusi komprehensif untuk ketahanan pangan jangka panjang bagi masyarakat petani di Gampong Bili Baro, Aceh Utara. Studi oleh Nasrudin, dkk. pada tahun 2022 mengidentifikasi manfaat multi-sektoral dari pertanian apung, termasuk adaptasi terhadap kondisi tergenang air dan peningkatan sumber pangan masyarakat petani. Penelitian lain oleh Prayoga, dkk. mengeksplorasi sistem padi apung tradisional di lahan sawah yang terendam banjir. Studi oleh Dennis dan Surya pada tahun 2022 membahas konsep bangunan apung multi-level yang dapat diterapkan di area rawan banjir untuk mencapai keberlangsungan hidup yang  berkelanjutan, meskipun banyak penelitian yang menunjukkan potensi pertanian terapung dan strukturnya untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerah yang rawan banjir. Temuan studi ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa model pertanian terapung yang diusulkan dapat meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan pangan di sektor pertanian Aceh Utara, serta memberikan rekomendasi untuk implementasi yang lebih luas di tempat lain yang mengalami masalah serupa

    ASSESSMENT OF FUNCTIONAL AND EMOTIONAL ATTACHMENT IN MALACCA RIVERFRONT PROMENADE

    Full text link
    Physical modifications in urban environment can change the meaning of place, whether positive or negatively. Relationship between physical features and activities in urban environment can create functional dependencies and emotional feeling to place. Functional and emotional pattern in a place will influence the level of place attachment. Considering this issue, the research focused to assess the pattern of functional and emotional attachment in Malacca Riverfront Promenade (MRP), a popular urban space corridor along the Malacca River well-known as the historic promenade corridor located in Malacca, Malaysia. Mixed method is used to identify the pattern of attachment. Questionnaires were directed to 165 respondents and in depth interview were done to 18 street vendors and shop owner. Observation through photographic and written documents of physical features and activities were executed. The findings indicate that the pattern of functional and emotional arises from several indicators which are important for maintain the place attachment. Keywords: emotional attachment, functional attachment, riverfront promenade, place

    Assessment of Functional and Emotional Attachment in Malacca Riverfront Promenade

    Full text link
    Physical modifications in urban environment can change the meaning of place, whether positive or negatively. Relationship between physical features and activities in urban environment can create functional dependencies and emotional feeling to place. Functional and emotional pattern in a place will influence the level of place attachment. Considering this issue, the research focused to assess the pattern of functional and emotional attachment in Malacca Riverfront Promenade (MRP), a popular urban space corridor along the Malacca River well-known as the historic promenade corridor located in Malacca, Malaysia. Mixed method is used to identify the pattern of attachment. Questionnaires were directed to 165 respondents and in depth interview were done to 18 street vendors and shop owner. Observation through photographic and written documents of physical features and activities were executed. The findings indicate that the pattern of functional and emotional arises from several indicators which are important for maintain the place attachment. Keywords: emotional attachment, functional attachment, riverfront promenade, place
    corecore