18 research outputs found
ANALISIS IMPLEMENTASI KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT SEBAGAI INDIKATOR MUTU KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS SAMBUNGMACAN 1 SRAGEN: komunikasi efektif, tingkat kepuasan, perawat
Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam profesi keperawatan, Komunikasi bertujuan untuk menstransfer pesan kepada pasien atau tenaga kesehatan profesional lainnya. Terciptanya pelayanan kesehatan yang baik tentunya berkaitan dengan kualitas mutu pelayanan kesehatan yang diidentifikasi sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, sistematis dan objektif sebagai salah satu indikator pelayanan kesehatan yang baik dalam meningkatkan mutu pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi perawat terhadap kepuasan pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Waktu penelitian di lakukan pada bulan Maret 2024. Sampel penelitian ini sebanyak 34 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik pada kategori terapeutik sebanyak 27 orang (79.4%) dan tidak terapeutik sebanyak 7 orang (20.6%). Tingkat kepuasan pasien pada kategori puas sebanyak 27 orang (79.4%) dan tidak puas sebanyak 7 orang (20.6%). Berdasarkan Uji Statistic Spearman Rank didapatkan hasil nilai p=0.000 maka p-value tersebut <0.05, hasil tersebut menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Simpulan : penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasien rawat inap di UPTD Puskesmas Sambungmacan 1 Sragen
Pengetahuan Manfaat Obat Terhadap Kepatuhan Penderita TBC Di Puskesmas 1 Baki
Di Indonesia dan di seluruh dunia, tuberkulosis (TBC) merupakan masalah kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, hal ini merupakan salah satu tujuan pembangunan kesehatan berkelanjutan. Mycobacterium tuberkulosis, sering dikenal sebagai M. tuberkulosis, adalah penyakit menular yang menyebabkan TBC, salah satu dari 10 penyakit yang paling banyak membunuh orang di seluruh dunia. Tingkat pengetahuan penderita mengenai manfaat obat dan kepatuhan penderita dalam meminum obat ini sangat erat hubungannya dan sangat berpengaruh terhadap kesembuhan penderita tuberkulosis. Jika pasien mengikuti pengobatan sesuai resep dokter selama enam hingga delapan bulan, mereka dapat sembuh dari tuberkulosis. Perjalanan pengobatan TBC memakan waktu lama. Ada kemungkinan pasien tidak akan meminum obat sesuai resep karena tidak banyak informasi tersedia mengenai manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Manfaat Obat Terhadap Kepatuhan Penderita TBC Di Puskesmas 1 Baki. Metode penelitian deskriptif korelatif dengan model pendekatan subjek Cross Sectional. Responden yang memiliki pengetahuan manfaat obat baik sebanyak 18 (60,0%) dan responden yang memiliki kepatuhan tinggi sebanyak 18 (60,0%). Hasil uji statistik Rank Spearman didapatkan nilai p.value=0,000 (p.value=<0,05) hasil tersebut menunjukkan ada hubungan pengetahuan manfaat obat terhadap kepatuhan minum obat pada penderita TBC di Puskesmas 1 Baki.Kata Kunci: Tuberkulosis, Kepatuhan, Pengetahua
Peran Perawat dalam Proses Tindakan Rehabilitatif Pasien Pasca Stroke di RSUD dr. Moewardi Surakarta
Stroke merupakan masalah kesehatan global dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sering kali mengakibatkan disabilitas jangka panjang. Perawat memiliki peran krusial dalam proses rehabilitasi pasca-stroke, yang mencakup tahap akut hingga pemulihan fungsional di rumah. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan peran perawat dalam rehabilitasi pasien pasca-stroke di RSUD dr. Moewardi Surakarta serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan peran tersebut. Metode yang digunakan adalah wawancara terpusat (focused interviews) dengan empat perawat rehabilitatif yang berpengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat memiliki peran aktif dalam edukasi rehabilitasi, pelatihan keluarga, koordinasi perawatan, implementasi terapi fisik (terutama latihan Range of Motion/ROM), serta pemantauan dan evaluasi hasil rehabilitasi. Tantangan utama yang dihadapi termasuk persepsi yang tidak realistis dari pasien dan keluarga, penanganan kasus kontraktur otot, serta keterbatasan sumber daya. Meskipun demikian, penggunaan teknologi digital dan kolaborasi tim medis terbukti menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran multidimensional perawat dalam meningkatkan kualitas hidup pasien pasca-stroke.
The Role of Nurses in the Rehabilitation Process for Post-Stroke Patients at RSUD dr. Moewardi surakarta
Abstract
Stroke is a global health issue with high morbidity and mortality rates, often resulting in long-term disability. Nurses play a crucial role in the post-stroke rehabilitation process, ranging from the acute phase to functional recovery at home. This qualitative study aims to explore and describe the role of nurses in the rehabilitation of post-stroke patients at RSUD dr. Moewardi Surakarta, as well as the factors influencing the execution of this role. The research method employed focused interviews with four experienced rehabilitation nurses. The findings indicate that nurses play an active role in rehabilitation education, family training, care coordination, implementation of physical therapy (particularly Range of Motion/ROM exercises), and monitoring and evaluating rehabilitation outcomes. Major challenges include unrealistic perceptions from patients and families, handling specific cases such as muscle contractures, and resource management. However, the use of digital technology and medical team collaboration have proven to be key factors for success. This study emphasizes the multidimensional role of nurses in improving the quality of life for post-stroke patients
PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO PADA PASIEN ASMA DENGAN SESAK NAPAS DI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN
Asma adalah penyakit inflamasi kronik saluran napas yang di sebabkan oleh reaksi hiperresponsif sel imun tubuh seperti mast sel, eosinophils, dan T-lymphocytes terhadap stimulus tertentu dan dapat menimbulkan gejala dyspnea (sesak napas), wheezing, serta batuk akibat obstruksi jalan napas. Salah satu terapi non farmakologi untuk menurunkan sesak nafas yaitu dengan teknik pernapasan Buteyko yang bertujuan untuk memperbaiki pola napas penderita asma dengan cara memelihara keseimbangan kadar CO2 dan nilai oksigenasi yang dapat menurunkan gejala asma. Pada saat Latihan terapi Buteyko dilakukan akan menyebabkan terjadinya peregangan alveolus. Peregangan alveolus ini akan merangsang pengeluaran surfaktan yang disekresikan oleh sel-sel alveolus tipe II yang mengakibatkan tegangan permukaan alveolus dapat diturunkan. Sehingga paru dapat memasukkan dan mengeluarkan udara dengan lebih baik. Penerapan ini bertujuan untuk mengetahui hasil implementasi penerapan teknik pernapasan Buteyko sebagai intervensi dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien asma. Penerapan ini menggunakan deskriptif dalam bentuk studi kasus berupa asuhan keperawatan untuk mengetahui efektifitas penerapan teknik pernapasan Buteyko terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien asma di RSUP Soeradji Klaten. Pada inovasi penerapan terapi Buteyko terdapat perubahan frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen pada kedua pasien. Setelah dilakukan penerapan inovasi teknik terapi pernapasan Buteyko selama 3x24 jam didapatkan hasil bahwa terdapat perubahan dalam peningkatan frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen
PENGARUH EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR TERHADAP SIKAP RELAWAN MAHASISWA UNIVERSITAS DUTA BANGSA SURAKARTA
BHD merupakan tingkat perawatan medis yang diterapkan pada korban cedera yang mengancam jiwa sebelum tiba di instalasi kesehatan atau sebelum diberikan penanganan profesional. Memiliki pengetahuan tentang BHD dapat menyelamatkan korban dalam kondisi darurat. Prosedur dan pengetahuan ini biasanya dilakukan dalam situasi di mana terdapat bahaya terhadap kehidupan sampai standar perawatan lebih lanjut diberikan di fasilitas kesehatan (Tadesse et al., 2022). rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada pengaruh pendidikan BHD terhadap sikap relawan mahasiswa Penelitian menggunakan pendekatan quasy eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan yaitu one group only dengan model rancangan one group pretest posttest. Populasi terdiri dari 38 responden dari anggota aktif relawan mahasiswa Universitas Duta Bangsa Surakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa kuesioner sikap berjumlah 10 item. Karakteristik responden berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 42 responden diperoleh hasil bahwa usia mayoritas responden adalah 20 tahun sebanyak 21 dengan presentase 50,0%. Perempuan lebih banyak menjadi responden sebanyak 41 dengan persentase 97,6% . semester 4 menjadi responden terbanyak dibanding semester 6, dimana semester 4 berjumlah 33 responden dengan presentase 78,6%, sedangkan semester 6 berjumlah 9 responden dengan presentase 21,4%. Dari hasil pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh hasil P=value 0,000, sehingga dapat dikatakan ada pengaruh dari edukasi BHD terhadap sikap relawan mahasiswa
PENERAPAN MIRROR THERAPY TERHADAP KEKUATAT OTOT PASIEN STROKE DENGAN GANGGUAN EKSTERMITAS ATAS
Stroke merupakan keadaan yang timbul karena terjadi gangguan peredarab darah di otak yang menyebabkan terjadinya kematian jaringan otak sehingga mengakibatkan penderita mengalami kelumpuhan. Penyakit stroke sangat berdampak pada fungsi ekstermitas baik atas maupun bawah. Ada berbagai jenis terapi yang dapat menunjang reahabilitasi penderita stroke, salah satunya Mirror Therapy atau terapi cermin merupakan pilihan jenis terapi inovasi yang dapat meningkatkan kekuatan otot penderita stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan asuhan keperawatan dengan inovasi intervensi mirror therapy terhadap kekuatan otot pasien stroke dengan gangguan ekstermitas atas di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional studi kasus dengan membanding 2 pasien yang berbeda, sampel penelitian yaitu pasien dengan gangguan system saraf pusat khususnya dengan diagnose medis stroke dan menggunakan metode sampling kriteria inklusi-eksklusi. Instrument yang digunakan berupa SOP Mirror Therapy, MMT (Manual Muscle Testing), dan lembar observasi pasien. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2025 dimana dilakukan selama 3 hari berturut-turut pagi dan sore hari. Hasil penelitian didapatkan pada pasien satu mengalami peningkatan kekuatan otot ekstermitas atas seblah kanan dari yang awalnya 3 menjadi 4 dan pada pasien dua mengalami peningkatan kekuatan otot ekstermitas atas sebelah kanan dari yang awalnya 1 menjadi 2. Penerapan inovasi mirror therapy kepada pasien stroke yang mengalami penurunan kekuatan otot ekstermitas atas dapat membantu memberikan perubahan peningkatan kekuatan otot.
Mendedah Kalimat Bahasa Arab Perspektif Teori Sintaksis Struktural
This study applies a syntactic approach in the modern linguistic literature on Arabic lingual data. In the perspective of contemporary linguistic schools, the application of syntactic studies to Arabic is rarely done by reviewers. The complexity of the grammatical structure of Arabic is one of the important reasons. Through this study, the author wants to break this assumption. A structural syntactic approach can be applied to examine the Arabic sentences as well as in other languages. Structural analysis that emphasizes the analysis of direct constituents can still be applied to Arabic which has many specific characteristics. Using an analytical model introduced by Bloomfield, Harris, and Hocket, direct constituent analysis is proven to be applicable to Arabic
“Bela Beli Kulonprogo” dan Implikasinya Bagi Peningkatan Kualitas SDM di Industri Batik Sinar Abadi Desa Ngentakrejo
“Bela Beli Kulonprogo” policy has have come a spirit for entrepreneurship of home industry in Ngentakrejo Village particularly by industry of Batik Sinar Abadi. This spirit is considering for researcher to proved what has used criteria to improved quality of product. For that, this article aims to increase quality of human resources by Sinar Abadi Batik of industry. We conducted a case study approach, the data in this research was collected through interview and field observation process. This context has occurred by Batik Sinar Abadi that implemented new role of the quality product of increase it. Before production of promoted in the market, Sinar Abadi Batik of industry has conducted empleyment criteria to accepted. After that, an employee was given to supporting work harder until synchronous productivity with the company vision. For achievers employment, they are giving reward in the form of money who is supported workers harder by labor. One side, the author was founded new role based on before and after improving human resources. On the other side, the quality of improving those human resources has have given positive impact and increasingly to promotion for region until it shall be branding of village.
Kebijakan “Beli Beli Kulonprogo” menjadi spirit para pengelola home industri. Terutama industri Batik Sinar Abadi Desa Ngentakrejo. Spirit ini menyita perhatian peneliti untuk membuktikan kriteria apa saja yang digunakan untuk meningkatkan kualitas produksi tersebut. Untuk itu, artikel ini membahas mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia oleh Industri Sinar Abadi Batik. Dengan menerapkan case study approach, data-data dalam riset ini dikumpulkan melalui proses wawancara dan obervasi lapangan. Oleh karena corak penelitian bersifat narasi deskriptif, peneliti menemukan sebuah kebaruan pada paper ini. Konteks semacam ini terjadi karena industri Batik Sinar Abadi di Desa Ngentakrejo menerapkan pola baru dalam meningkatkan kualitas produknya. Sebelum hasil produksi dipasarkan, industri Sinar Abadi Batik melakukan kegiatan seleksi karyawan. Setelah itu, karyawan yang diterima dilatih (training) disesuaikan dengan job descriptions. Jika sudah mahir, karyawan diberikan support lain untuk terus bekerja lebih giat, sehingga sesuai dengan harapan perusahaan. Bagi karyawan yang berprestasi, mereka diberikan reward berupa uang lembur yang mendorong pembatik lebih baik dalam bekerja. Di satu sisi, penulis menemukan pola perubahan berdasarkan pra dan pasca adanya peningkatan sumber daya manusia. Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut memberikan kontribusi positif dan promosi daerah sehingga menjadi branding desa
Aloe vera stimulate cell proliferation, cell migration, expression of vascular endothelial growth factor-A (VEGF-A), and c-Jun N-terminal kinase-1 (JNK-1) on fibroblast of diabetic rat models
The disturbance of cell migration and cell proliferation,diminished production of vascular endothelial growth factor-A (VEGF-A) and c-Jun N-terminal kinase-1 (JNK-1) are important factors in wound healing process. Aloe vera contains active compounds which can help in the wound healing process. Thestudy aimed to investigate the effect of ethanol extract ofA. veraon cell proliferation, cell migration, VEGF-A and JNK-1 expression of skin fibroblast cells of diabetic rats. The primary skin fibroblast cells were isolated from diabetic Wistar rat and incubated with the A. vera extract in various concentrations i.e. 500 (AV500), 250 (AV250), and 125 µg/Ml (AV125) for 24, 48 and 72 h.The cell proliferation was examined visually by counting the cells number, the cell migration was observed using in vitro scratch assay, whereas VEGF-A and JNK-1 expression were examined using RT-PCR. In 24 and 48h incubation,the cell proliferation of AV500 and AV250 groups had higher number of cells than negative control group,but there was no significant difference (p>0.05). However in72 h incubation,the cell proliferation of AV500 group (29.33±1.28x104 cells/mL)was significantly different compared to negative control group (22.91±3.21x104 cells/mL) (p0.05).The expression of VEGF-A and JNK-1 after incubation with the AV500 for 48 h, weresignificantly higher than those of negative control group (p<0.05).In conclusion, A. vera increases cell proliferation, cell migration, VEGF-A and JNK-1 expression offibroblast cellof diabetic rat skin
PENGERAUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA RELAWAN MAHASISWA TENTANG TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KASUS TERSEDAK
Tersedak adalah penyumbatan saluran napas seluruhnya atau sebagian akibat benda asing(makanan, mainan, dll), sehingga korbannya kesulitan bernapas dan dapat menyebabkan kekurangan oksigen. Ppertolongan yang diberikan secara dini dapat membantu tingkat kelangsungan hidup bisa mencapai 95%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap relawan mahasiswa terhadap tindakan pertolongan pertama pada kasus tersedak. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif metode quasi experiment dengan desain penelitian yang digunakan yaitu one group only with pre test-post test design. Populasi sebanyak 60 anggota KRS. Sampel penelitian sebanyak 42 dilakukan uji menggunakan Wilcoxon Signed Ranks. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Dari penelitian ini didapatkan pengetahuan relawan mahasiswa sebelum dilakukan Pendidikan kesehatan berpengetahuan cukup yaitu 31 responden (73,8 %) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan relawan mahasiswa meningkat yaitu 20 (47,6 %) berpengetahuan baik dan cukup. Sikap relawan mahasiswa sebelum dilakukan Pendidikan kesehatan cukup baik yaitu 41 responden (97,6%) dan setelah dilakukan Pendidikan kesehatan sikap relawan mahasiswa meningkat menjadi baik yaitu 42 responden (100 %). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap relawan mahasiswa terhadap pertolongan pertama pada kasus tersedak dengan nilai 0,00 (p<0,05)
