1,720,993 research outputs found

    Analisis Kesalahan Penggunaan Gadget pada Karakter Sosial Siswa Kelas V SDN 07 Taman Agung Banyuwangi

    No full text
    Kesalahan penggunaan gadget pada anak usia Sekolah Dasar dapat menyebabkan perubahan karakter atau sikap pada anak tersebut di mana karakter tersebut antara lain seperti toleransi, berkomunikasi, peduli sosial, peduli lingkungan, cinta damai dan tanggung jawab pada anak. Perlunya kontrol dan pengawasan dari orang tua adalah salah satu cara untuk menanggulangi permasalahan kesalahan penggunaan gadget pada anak dengan memberikan batasan pada anak dalam menggunakan gadget serta arahan langsung dari guru selaku pihak yang mewakili orang tua siswa di sekolah juga perlu diterapkan seperti melakukan sosialisasi bertahap. Orang tua siswa juga membenarkan bahwasanya dengan adanya gadget dapat mempengaruhi sikap anak sehari-hari. Berdasarkan permasalahan di atas, untuk rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) apa sajakah karakter sosial siswa kelas V SDN 07 Tamanagung Banyuwangi ; dan 2) bagaimanakah kesalahan penggunaan gadget pada karakter sosial siswa kelas V SDN 07 Tamanagung Banyuwangi. Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui jenis karakter sosial siswa kelas V SDN 07 Tamanagung Banyuwangi; 2) untuk mengetahui bagaimana dampak kesalahan penggunaan gadget pada karakter sosial siswa kelas V SDN 07 Tamanagung Banyuwangi. Pengambilan data dalam penelitian ini, dilaksanakan di SDN 07 Tamanagung Banyuwangi, pada tanggal 20 dan 21 Desember 2019 dan kepada orang tua pada tanggal 21 sampai 23 Desember 2019. Subjek penelitianya adalah 13 siswa serta orang tuanya dan guru kelas V SDN 07 Tamanagung Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwasanya ada 6 karakter sosial siswa kelas V SDN 07 Tamanagung Banyuwangi yaitu karakter toleransi, peduli sosial, peduli lingkungan, berkomunikasi, cinta damai dan juga tanggung jawab dan analisis kesalahan penggunaan gadget pada karakter sosial siswa diperoleh data sebagai berikut: (a) Nilai tanggung jawab pada siswa di mana 9 dari 13 orang tua menyetujui pertanyaan bahwasanya anak lebih sering bermain gadget daripada belajar; (b) Nilai peduli sosial pada siswa di mana data menunjukan bahwa nilai peduli sosial siswa masih kurang baik. Hal tersebut dapat ditunjukan dengan pernyataan 12 orang tua selaku responden yang sependapat bahwa anak cenderung kurang merespon dan tidak peduli pada waktu bermain HP; (c) Nilai cinta damai pada anak di mana data menunjukan bahwa nilai cinta damai anak masih kurang baik. Hal tersebut dapat ditunjukan dengan pernyataan 12 orang tua selaku responden yang sependapat bahwa anak menjadi egois dan mudah marah pada waktu bermain HP; (d) Nilai peduli lingkungan pada anak di mana data menunjukan bahwa nilai peduli lingkungan anak masih kurang baik. Hal tersebut dapat ditunjukan dengan pernyataan 13 orang tua selaku responden yang sependapat bahwa anak cenderung menjadi pemalas dan kurang peduli lingkungan pada waktu bermain HP; (e) Nilai berkomunikasi pada siswa di mana data menunjukan bahwa nilai berkomunikasi anak masih kurang baik. Hal tersebut dapat ditunjukan dengan pernyataan 11 orang tua selaku responden yang sependapat bahwa anak menjadi kurang berkomunikasi dengan keluarga pada waktu bermain HP; (f) nilai toleransi pada siswa di mana data menunjukan bahwa nilai toleransi siswa masih kurang baik. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini antara lain bagi orang tua sebaiknya orang tua lebih memperhatikan setiap fase perkembangan anak dan mampu mengkontrol penggunaan gadget pada anak, bagi guru perlunya melakukan pembiasaan-pembiasaan baik yang mengarah pada pembentukan karakter dan melakukan sosialisasi mengenai penggunaan gadget pada anak, bagi peneliti lain dapat dijadikan refrensi untuk menganalisis muatan nilai-nilai karakter yang lain

    Hubungan Antara Perhatian Orang Tua Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sukowono 04 Jember

    No full text
    Penelitian ini dilakukan di SDN Sukowono 04 Jember tanggal 31 Agustus 2018. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian korelasi dan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi berjumlah 41 siswa pada kelas IV SDN Sukowono 04 Jember yang dijadikan sebagai responden penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan uji korelasi Product Moment yang dibantu program SPSS versi 23. Penelitian ini dalam pengujian hipotesis dengan taraf 5% menggunakan korelasi product moment dan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Ditunjukkan oleh hasil nilai rhitung lebih besar dari rtabel (0,843 > 0,308) dan koefisien determinasi 71%. Hal ini menunjukkan bahwa 71% perhatian orang tua memiliki kontribusi terhadap hasil belajar siswa, sedangkan sisanya 29% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa, guru, dan kepala sekolah. Saran yang dapat disampaikan adalah hendaknya orang tua lebih memperhatikan perkembangan belajar siswa di rumah agar hasil belajar siswa menjadi lebih optimal lagi. Bagi peneliti lain dapat dijadikan bahan pertimbangan serta perlu diperhatikan pula faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dalam penelitian selanjutnya dan memperhatikan tindak lanjutnya

    Nilai Moral Dalam Dongeng Nusantara Sebagai Materi Ajar Sekolah Dasar Kelas 4 Tema Daerah Tempat Tinggalku

    No full text
    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Penjelasan tersebut dimaksudkan bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan diperoleh melalui proses belajar mengajar. Beberapa moral tersebut yaitu nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Penting untuk menyampaikan nilai-nilai moral kepada siswa dalam menempuh pendidikan untuk pembentukan karakteristik siswa yang baik. Penanaman nilai moral tersebut tak lepas dari kandungan moral dalam bahan ajar siswa. Salah satu bahan ajar tersebut ada pada siswa. Guru perlu mengetahui secara cermat tentang hal tersebut. Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimanakah nilai moral dalam dongeng Nusantara pada buku siswa kelas 4 tema Daerah Tempat Tinggalku, serta apakah nilai moral dalam dongeng Nusantara sesuai dengan Permendikbud No 20 Tahun 2018. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan nilai moral dalam dongeng Nusantara pada buku siswa kelas 4 tema Daerah Tempat Tinggalku, serta untuk mengetahui kesesuaian nilai moral dalam dongeng dengan nilai moral yang ada pada Permendikbud No 20 Tahun 2018. Jenis rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tulisan yang terdapat dalam dongeng Nusantara yang terdapat dalam buku siswa kelas 4 tema Daerah Tempat Tinggalku yang mengindikasikan adanya nilai moral. Sumber data dari penelitian ini adalah dongeng pada buku siswa kelas 4 tema Daerah Tempat Tinggalku. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini secara umum terdapat dalam tiga tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat aspek-aspek nilai moral menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan, alam, sesama manusia dan diri sendiri dalam dongeng Nusantara. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dongeng Nusantara dalam Buku Siswa kelas IV tema Daerah Tempat Tinggalku mengandung nilai-nilai moral yang menyangkut nilai religius, alam, sosial, dan personal. Selanjutnya, dongeng tersebut tidak memuat semua nilai moral yang tertera pada Permendikbud No 20 Tahun 2018. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang dapat diberikan adalah bagi guru, hendaknya guru mempunyai alternatif belajar lain guna memaksimalkan penanaman karakter untuk siswa. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat bahwa terdapat beberapa nilai karakter tidak tercantum dalam buku siswa tema Daerah Tempat Tinggalku. Alternatif belajar lain yang dapat digunakan guru adalah dongeng karya Fatiharifah dan Nisa Yustisia yang berjudul Si Kancil dan Para Penghuni Rimba. Bagi pihak sekolah, sebagai penyelenggara pendidikan, sekolah perlu memperluas buku bacaan siswa sebagai pendamping buku siswa. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan untuk mengembangkan penelitian yang akan dilakukan selanjutnya

    Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas Ivb Tema 6 Cita-Citaku Subtema 1 Aku Dan Cita-Citaku SDN 1 Purwoharjo

    No full text
    Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan hendaknya diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Pembelajaran berbasis proyek jarang digunakan oleh guru yang terbiasa menggunakan model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran konvensional ditemui pada observasi yang dilakukan di kelas IVb SDN 1 Purwoharjo. Model pembelajaran yang selama ini digunakan oleh guru kelas IVb pada tema 2. Selalu Berhemat Energi pembelajaran 1 siswa kelas IVb pada 12 September 2018 di SDN 1 Purwoharjo dari 29 siswa, diperoleh skor klasikal hasil belajar siswa menghasilkan skor sebesar 58,27% dengan kategori cukup. Aktivitas belajar siswa pada observasi yang dilakukan pada 29 siswa menghasilkan data bahwa siswa kelas IVb tergolong sangat aktif sebesar 10,34% dari total siswa, siswa yang tergolong cukup aktif 68,96% dan siswa yang tergolong kurang aktif dengan presentase 20,68% berdasarkan pada observasi yang telah dilakukan. Penelitian dilaksanakan di SDN 1 Purwoharjo pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019 dengan pembelajaran Tema 6 Subtema 1 Aku dan Cita-citaku pembelajaran 1. Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas IVb SDN 1 Purwoharjo yang berjumlah 29 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Penelitian ini berjenis Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Setiap siklus dalam penelitian ini terdiri atas empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian menujukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek diperoleh hasil observasi aktivitas siswa secara klasikal pada kegiatan prasiklus sebesar 48,58% dengan kategori cukup aktif, pada siklus I sebesar 69,86% dengan kategori aktif, dan pada siklus II sebesar 79,82% dengan kategori aktif. Persentase hasil belajar ranah kognitif siswa secara klasikal pada kegiatan prasiklus sebesar 58,27% dengan kategori cukup baik, pada siklus I sebesar 71,55% dengan kategori baik, dan pada siklus II sebesar 77,10% dengan kategori baik. Persentase hasil belajar ranah afektif siswa secara klasikal pada kegiatan prasiklus sebesar 55,48% dengan kategori cukup baik, pada siklus I sebesar 64,24% dengan kategori baik, dan pada siklus II sebesar 70,44% dengan kategori baik. Persentase hasil belajar ranah psikomotorik siswa secara klasikal pada kegiatan prasiklus sebesar 54,96% dengan kategori cukup baik, pada siklus I sebesar 63,20% dengan kategori baik, dan pada siklus II sebesar 70,17% dengan kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Tema 6 Aku dan Cita-citaku Subtema 1 Aku dan Cita-citaku pembelajaran 1. Adapun saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah Bagi guru, diharapkan pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Bagi sekolah, diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Bagi peneliti lain, pembelajaran berbasis proyek merupakan pembelajaran yang memakan waktu karena terdapat pengerjaan proyek di dalamnya sehingga perlu persiapan yang matang ketika menerapkan pembelajaran berbasis proyek

    PENGEMBANGAN RPP PKn BERBASIS MODEL TRIPRAKORO DAN BUDAYA LOKAL (USING) UNTUK MENGEMBANGKAN NILAI KOMUNIKATIF PADA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Full text link
     Abstrak. Pengembangan RPP PKn Berbasis Model Triprakoro dan Budaya Lokal (Using) untuk Mengenbangkan Nilai Komunikatif pada Kelas IV Sekolah Dasar dilatarbelakangi oleh menurunnya nilai komunikatif akibat dari arus globalisasi yang semakin cepat. Nilai komunikatif dapat dikatakan juga dengan bersahabat dan merupakan suatu tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerjasama dengan orang lain. Nilai komunikatif tersebut dianggap penting karena melihat siswa SD telah banyak terpengaruh dengan game online dan handphone android yang memberikan banyak aplikasi online terutama permainan dan media sosial. Upaya menyikapi globalisasi dan juga mengenalkan siswa pada kebudayaan lokal (Using) maka disusunlah RPP yang berbasis budaya lokal, yakni materi-materi disajikan dengan mengaitkan dengan kebudayaan-kebudayaan lokal, dalam hal ini adalah kebudayaan lokal (Using). Langkah penyusunan RPP ini menggunakan syntax model Triprakoro, model pembelajaran karakter yang dikembangkan oleh Akbar (2012:60), yaitu model pembelajaran Triprakoro juga menggunakan prinsip internalisasi nilai yang dikembangkan oleh Bohlin (2001). Bohlin menyatakan bahwa proses internalisasiakan terjadi secara efektif jika dalam proses pembelajaran terjadi proses-proses: understanding, action, dan reflection. Pengembangan RPP ini dilakukan pada mata pelajaran PKn karena mata pelajaran PKn merupakan mata pelajaran yang seharusnya lebih menekankan pada unsur afektif. Adapun SK yang dipilih adalah SK 4. Menujukkan sikap terhadap globalisasi lingkungannya dengan KD 4.3 Menentukan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya. Rancangan yang digunakan dalam observasi ini menggunakan desain pengenbangan Brog and Gall yang diadaptasi menjadi beberapa tahap yaitu, (1) perencanaan; (2) studi pendahuluan; (3) desain produk; (4) validasi ahli; (5) uji coba lapangan; dan (6) produk akhir. Proses uji coba dilakukan di SDN 1 Kebondalem Bangorejo banyuwangi dengan jumlah siswa 24 orang. Hasil dari uji coba keseluruhan ialah pengembangan RPP ini dapat dikatakan sangat valid dan dapat dilaksanakan dengan mudah. Hal tersebut diperoleh dari data validasi ahli pembelajaran menunjukkan persentase 91% yang berarti sangat valid, demikian juga pada ahli perencanaan menunjukkan persentase 84% yakni cukup valid, dapat digunakan dengan sedikit perbaikan. Hasil dari aktivitas pertemuan 1,2, dan 3 masing-masing menunjukkan persentase 78% (cukup valid), 82% (cukup valid), dan 92% (sangat valid). Hasil dari observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa RPP ini diimplementasikan dengan baik dengan skor 39 dan persentase 84% (cukup valid) pada pertemuan I, skor 43 dengan persentase 94% (sangat valid), dan skor 44 dengan persentese 95% (sangat valid) pada pertemuan III. Berdasarkan setiap tahapan kegiatan yang dilakukan bahwa RPP PKn berbasis model Triprakoro dan budaya lokal (Using)  untuk mengembangkan nilai komunikatif cukup valid untuk dapat diimplementasikan di Sekolah Dasar. Kata Kunci: RPP, Nilai Triprakoro, Nilai Komunikatif, dan Budaya Lokal (Using

    PENGEMBANGAN RPP PKn BERBASIS MODEL TRIPRAKORO DAN BUDAYA LOKAL (USING) UNTUK MENGEMBANGKAN NILAI KOMUNIKATIF PADA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Pancaran, Vol. 5, No. 4, hal 213-222, November 2016Pengembangan RPP PKn Berbasis Model Triprakoro dan Budaya Lokal (Using) untuk Mengenbangkan Nilai Komunikatif pada Kelas IV Sekolah Dasar dilatarbelakangi oleh menurunnya nilai komunikatif akibat dari arus globalisasi yang semakin cepat. Nilai komunikatif dapat dikatakan juga dengan bersahabat dan merupakan suatu tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerjasama dengan orang lain. Nilai komunikatif tersebut dianggap penting karena melihat siswa SD telah banyak terpengaruh dengan game online dan handphone android yang memberikan banyak aplikasi online terutama permainan dan media sosial. Upaya menyikapi globalisasi dan juga mengenalkan siswa pada kebudayaan lokal (Using) maka disusunlah RPP yang berbasis budaya lokal, yakni materi-materi disajikan dengan mengaitkan dengan kebudayaan-kebudayaan lokal, dalam hal ini adalah kebudayaan lokal (Using). Langkah penyusunan RPP ini menggunakan syntax model Triprakoro, model pembelajaran karakter yang dikembangkan oleh Akbar (2012:60), yaitu model pembelajaran Triprakoro juga menggunakan prinsip internalisasi nilai yang dikembangkan oleh Bohlin (2001). Bohlin menyatakan bahwa proses internalisasiakan terjadi secara efektif jika dalam proses pembelajaran terjadi proses-proses: understanding, action, dan reflection. Pengembangan RPP ini dilakukan pada mata pelajaran PKn karena mata pelajaran PKn merupakan mata pelajaran yang seharusnya lebih menekankan pada unsur afektif. Adapun SK yang dipilih adalah SK 4. Menujukkan sikap terhadap globalisasi lingkungannya dengan KD 4.3 Menentukan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya. Rancangan yang digunakan dalam observasi ini menggunakan desain pengenbangan Brog and Gall yang diadaptasi menjadi beberapa tahap yaitu, (1) perencanaan; (2) studi pendahuluan; (3) desain produk; (4) validasi ahli; (5) uji coba lapangan; dan (6) produk akhir. Proses uji coba dilakukan di SDN 1 Kebondalem Bangorejo banyuwangi dengan jumlah siswa 24 orang. Hasil dari uji coba keseluruhan ialah pengembangan RPP ini dapat dikatakan sangat valid dan dapat dilaksanakan dengan mudah. Hal tersebut diperoleh dari data validasi ahli pembelajaran menunjukkan persentase 91% yang berarti sangat valid, demikian juga pada ahli perencanaan menunjukkan persentase 84% yakni cukup valid, dapat digunakan dengan sedikit perbaikan. Hasil dari aktivitas pertemuan 1,2, dan 3 masing-masing menunjukkan persentase 78% (cukup valid), 82% (cukup valid), dan 92% (sangat valid). Hasil dari observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa RPP ini diimplementasikan dengan baik dengan skor 39 dan persentase 84% (cukup valid) pada pertemuan I, skor 43 dengan persentase 94% (sangat valid), dan skor 44 dengan persentese 95% (sangat valid) pada pertemuan III. Berdasarkan setiap tahapan kegiatan yang dilakukan bahwa RPP PKn berbasis model Triprakoro dan budaya lokal (Using) untuk mengembangkan nilai komunikatif cukup valid untuk dapat diimplementasikan di Sekolah Dasar

    Hubungan Antara Perhatian Orang Tua Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sukowono 04 Jember

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan di SDN Sukowono 04 Jember tanggal 31 Agustus 2018. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian korelasi dan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi berjumlah 41 siswa pada kelas IV SDN Sukowono 04 Jember yang dijadikan sebagai responden penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan uji korelasi Product Moment yang dibantu program SPSS versi 23. Penelitian ini dalam pengujian hipotesis dengan taraf 5% menggunakan korelasi product moment dan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Ditunjukkan oleh hasil nilai rhitung lebih besar dari rtabel (0,843 > 0,308) dan koefisien determinasi 71%. Hal ini menunjukkan bahwa 71% perhatian orang tua memiliki kontribusi terhadap hasil belajar siswa, sedangkan sisanya 29% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa, guru, dan kepala sekolah. Saran yang dapat disampaikan adalah hendaknya orang tua lebih memperhatikan perkembangan belajar siswa di rumah agar hasil belajar siswa menjadi lebih optimal lagi. Bagi peneliti lain dapat dijadikan bahan pertimbangan serta perlu diperhatikan pula faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dalam penelitian selanjutnya dan memperhatikan tindak lanjutnya

    Kesulitan Siswa Dalam Membaca Permulaan di Kelas 1 SDN Sumbersari 03 Jember

    No full text
    Kurikulum yang digunakan di Indonesia saat ini adalah kurikulum 2013. Kurikulum 2013 kelas 1, pembelajaran membaca permulaan diaplikasikan pada Kompetensi Dasar 3.3 dan 4.3. Kompetensi Dasar 3.3 berbunyi “mengenal lambang bunyi vokal dan konsonan dalam kata bahasa Indonesia atau bahasa daerah”. Sedangkan Kompetensi Dasar 4.3 berbunyi “melafalkan bunyi vokal dan konsonan dalam kata bahasa Indonesia atau bahasa daerah”. Membaca permulaan yang dipelajari di kelas 1 memiliki tujuan agar siswa memiliki kemampuan untuk dapat mengenali lambang-lambang (simbol-simbol bahasa) dan mengenali kata dan kalimat. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : (1) jenis-jenis kesulitan siswa apa sajakah dalam membaca permulaan di kelas 1 SDN Sumbersari 03 Jember; dan (2) faktor-faktor apa sajakah yang memengaruhi kesulitan siswa dalam membaca permulaan di kelas 1 SDN Sumbersari 03 Jember. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan jenis-jenis kesulitan siswa dalam membaca permulaan di kelas 1 SDN Sumbersari 03 Jember; dan (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan siswa dalam membaca permulaan di kelas 1 SDN Sumbersari 03 Jember. Penelitian dilaksanakan di SDN Sumbersari 03 Jember, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 yang memiliki kesulitan membaca dalam membaca. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Penelitian ini berfokus pada jenis-jenis kesulitan yang dialami siswa dalam membaca permulaan di kelas 1 SD. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri atas: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan kompetensi yang diharapkan Kurikulum 2013, jenis-jenis kesulitan siswa dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis kesulitan membaca. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis kesulitan siswa dalam membaca permulaan seluruhnya berjumlah 6 macam, terdiri atas: (1) tidak dapat melafalkan huruf konsonan, (2) tidak dapat melafalkan vokal rangkap (diftong), (3) tidak dapat membedakan huruf yang bentuknya hampir sama, (4) pengucapan kata dengan bantuan guru, (5) tidak memperhatikan tanda baca dan (6) membaca tersendat-sendat. Faktor-faktor yang memengaruhi siswa dalam membaca permulaan adalah faktor psikologis dan faktor lingkungan. Faktor psikologis dikarenakan kurangnya minat siswa dalam mempelajari Bahasa Indonesia, khususnya pada aspek membaca. Jadi, meskipun guru sudah memberikan bimbingan dan jam tambahan bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca, jika siswanya tidak tertarik maka akan tetap mengalami kesulitan dalam membaca. Faktor kedua yaitu faktor lingkungan yang terdiri atas lingkungan kelas dan lingkungan keluarga. Lingkungan kelas sudah tampak menampilkan standar sebagai kelas yang literat, namun lingkungan keluarga juga sangat berperan penting terutama orang tua yang memberikan pendampingan kepada anaknya akan berbeda hasilnya dengan orang tua yang secara acuh atau menyerahkan segala kepentingan yang berkaitan dengan anaknya kepada guru di sekolah. Adapun saran dalam penelitian ini, yaitu: (1) bagi peneliti memberikan pengalaman berharga terhadap pengetahuan peneliti dalam mengenal dunia membaca permulaan di kelas 1 SD, (2) bagi guru dapat memberikan beberapa perlakuan khusus terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, (3) bagi sekolah, sebagai acuan dalam meningkatkan kemampuan siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, dan (4) bagi peneliti lain dapat memberikan gambaran informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan referensi atau pembanding dalam melakukan penelitian yang sejenis

    Pengaruh Model Inkuiri Berbantuan Media Wayang Kartun Terhadap Hasil Belajar Tema Kewajiban dan Hakku Pada Siswa Kelas III SDN Patrang 01 Jember

    No full text
    Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab 4, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari model inkuiri berbantuan media wayang kartun terhadap hasil belajar tema Kewajiban dan Hakku pada siswa kelas III SDN Patrang 01 Jember semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji-t pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Harga ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan db 65 adalah 1,671. Hasil penghitungan uji-t pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik secara berturut-turut adalah 4,601, 5,595, dan 4,310. Hasil tersebut menunjukkan bahwa thitung ≥ ttabel sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nihil (H0) ditolak. Hasil penghitungan ER menunjukkan bahwa model inkuiri berbantuan media wayang kartun pada ranah kognitif memiliki tingkat keefektifan relatif sebesar 49,83% dengan kategori sedang, pada ranah afektif memiliki tingkat keefektifan relatif sebesar 16,37% dengan kategori rendah, dan pada ranah psikomotorik memiliki tingkat keefektifan relatif sebesar 10,03% dengan kategori rendah

    Analisis Video Animasi Si Nopal untuk Mendukung Interaksi Sosial pada Siswa SDN Tunjung 02 Lumajang

    No full text
    Interaksi sosial adalah hubungan atau komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan tujuan untuk saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Pengaruh video animasi yang suka mempertontonkan kekerasan, bicara kotor terhadap interaksi sosial pada anak usia dini ternyata memberikan pengaruh negatif bagi tontonan bagi peserta didik. Maka perlu diberikan pemahaman yang baik kepada anak untuk lebih selektif dalam memilih tontonan video atau aplikasi yang terdapat di dalamnya berupa proses edukasi interaksi. Rumusan masalah adalah bagiamana film animasi Si Nopal dapat mendukung interaksi sosial pada siswa SDN Tunjung 02 Lumajang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis film animasi Si Nopal untuk mendukung interaksi sosial pada siswa SDN Tunjung 02 Lumajang. Film animasi yang diambil sebagai bahan penelitian adalah "Animasi Nopal". Objek penelitian adalah video animasi pada 10 episode video animasi si Nopal. Subjek penelitian adalah siswa berusia anatara 11 tahun sampai 12 tahun pada SDN Tunjung 02 Lumajang karena siswa pada usia ini masih masa imitasi atau meniru keadaan yang ada di lingkungan, selain itu siswa berusia tersebut memilki waktu menonton sangat tinggi sehingga memungkinkan banyak tontonan dia lihat di kehidupan sehari-hari. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penilitian ini adalah dokumentasi dan wawancara. Tahap-tahap teknik dokumentasi yang dilakukan untuk mengumpulkan data dalan penelitian ini meliputi: mengunduh video animasi Si Nopal pada laman Youtube.com, memilih episode-episode video animasi si Nopal memuat interaksi sosial, mencermati interaksi sosial yang muncul, mendeskripsikan serta mencatat data yang mengandung interaksi. Setelah itu proses wawancara untuk mendeksripsikan pendapat dari siswa. Berdasarkan data yang sudah terkumpul terdapat 10 bentuk interaksi sosial dicontohkan video tersebut. Berdasarkan data 10 episode video animasi si Nopal antaranya yaitu episode: akibat Tidak Cuci Tangan Sebelum Makan, cita-cita Cute Girl , debat Si Nopal Vs. Cute Girl! Siapa Yang Menang, lagu Libur Sekolah, robot Aneh, lagu Kemerdekaan Versi Cute Girl, lagu Semangat Sekolah Yang Aneh, nilai Ulangan, kehebatan Cute Girl yang Tidak Banyak Orang Tahu, berkemah. Berdasarkan hasil dan pembahasan mengenai interaksi sosial yang ada pada video animasi si Nopal dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi sosial. interaksi sosial tersebut meliputi proses komunikasi, kontak sosial, dan proses asosiatif. Manfaat dari penelitian ini bagi sekolah, dengan penelitian ini dapat memberikan dampak yang positif bagi berlangsungnya kehidupan bersosial siswa. Bagi guru, dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu untuk meningkatkan interaksi sosial anak yang positif dalam pembelajaran sekolah dasar. Bagi peneliti, dengan penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan baru yang sangat berharga khususnya berkaitan dengan berlangsungnya interaksi sosial di kehidupan bermasyarakat
    corecore